
Srrruuuph.. Triis minum. Mengatur nafas dan masih mengunyah sisa roti terenak yang dibuat Luna pagi ini.
"Kau, diamlah di rumah. Aku yang akan pergi. jangan keluar sebelum aku pulang!"
"Tapi, aku harus apa. Aku akan pergi bersama Mama siang ini."
Triis segera cepat memakai baju, ia merapihkan dan masih menatap Luna yang berdiri diam begitu saja.
"Dasar wanita bodoh. Apa dia akan berdiri terus disana. Apa dia akan duduk jika baru diperintah. Apa dia robot yang eror berubah manusia?" batin Triis. ia tersenyum dan mulai mengejek kembali Luna.
Luna memundurkan langkah, ketika Triis mendekatinya dan memegang kedua bahunya.
Luna hanya bisa menunduk dan tegang serta gugup. Debaran jantungnya tak bisa dipungkiri jika jantungnya lebih cepat dari biasanya.
"Malam ini, kau tampilkan usahamu untuk memuaskanku. Jika kau bisa meluluhkan hatiku. Aku hanya akan tidur hanya padamu sampai kontrak pernikahan kita habis. Tapi jika tidak kau harus mengalah karena aku tidak sedikit pun tersentuh padamu Luna."
Lagi dan lagi Luna merasa sakit akan perkataan Triis.
"Suamiku, apa bisa kamu memberiku waktu dan kesempatan. Jika aku bisa membahagiakanmu?"
__ADS_1
"Luna. kita hanya menikah kontrak. Setelah kau membodohiku dan mengikuti siasat Keiy. Kita hanya partner tidur dan kebersamaan kita itu, Hanya sebatas angin yang lewat dan berhembus singgah dimanapun. Kau mengerti!" menunjuk hati Luna.
Luna terdiam, ia tak berkata apapun saat itu, ia duduk dan merunduk saat Triis telah keluar dari Apartment. Luna menangis dan merasa amat sesak dan sakit yang menyakitkan saat ini.
Satu jam berlalu, Luna teringat Keiy. Ia segera membuka video yang dikirimkan dan sebuah gaun kotak yang belum sempat ia buka.
Luna mengambil buku Diary diatas lemari, ia menulis kisah senang dan sedihnya. Lalu ia bergegas menyambungkan ponselnya pada laptopnya. Perlahan ia menatap dengan serius akan sebuah tontonan yang sangat erotis.
MENJELANG SORE HARI.
Triis meminta Ebon untuk menyambungkan sebuah cctv kegiatannya di Apartment. Hal kebiasanya ia menonton aksi dengan gadis yang menuntaskan hasrat untuk di seleksi terbaik dan memanggilnya kembali tidur bersamanya.
Namun di hari ini ia memajukan video saat ia berbisik pada Luna. Ia memerhatikan selama beberapa jam aksi Luna yang bersedih, menangis dan tiba saja beranjak mengambil sebuah buku.
Triis mempercepat video itu. Lalu ia menatap terkejut akan Luna yang telah berganti baju dan dengan rambut basahnya.
Triis berdiri, ia meregangkan baju kerah dan menarik dasinya dan masih menatap aksi Luna saat itu.
"Darimana ia pandai menari erotis dengan baju favorite kesukaaanku itu!"
__ADS_1
"Ebon tolong siapkan mobil. Handle segala hal kali ini. Aku akan pulang sebentar mengambil sesuatu yang tertinggal!" hati yang resah kala itu.
Luna masih memutar dan menari di sebuah Tiang. Ia naik dan berputar hingga ke bawah tiang dengan gaya yang erotis.
Luna masih mempelajari saat latihan bersama Keiy, dan ia berusaha mempelajari kembali sesaat ia menonton aksi video yang di kirim Keiy.
Luna masih menari, meliuk tubuhnya dengan lingerie hitam yang pekat seperti baju Sailor moon tanpa pita dan lengan. Membuat lekukan tubuhnya dan membulat kedua gunung kembarnya terexspos. Luna sadar jika Triis tak akan pulang secepat ini. Dari itu ia terus berlatih dan berlatih hingga ia duduk tersungkur dengan kaki yang lurus berbentuk garis.
Ia menunduk untuk menjaga keseimbangan. Wajahnya yang tertutup rambut dan keringat yang harum bercampur Aroma therapy dan parfum ditubuhnya.
Jelas mengalir lelah dan kepuasan jika ia telah bisa menjalankan misinya.
Cekgleeek.
Sebuah pintu terbuka. Luna terkejut akan Triis yang telah tiba di hadapannya itu.
"Triis, kamu sudah pulang. Aku tadi itu. Mmmh. Maaf aku hanya."
"Lakukanlah. Aku ingin menilai dari jarak dekat . Apa kamu akan menari di hadapanku dengan baik sekarang!"
__ADS_1
"Apa maksudnya, aku ga salah dengarkan?" lirih Luna.
Tbc.