
Meja kayu biasa yang seperti terbuat dari kayu mahal berada tepat di tengah ruangan, di kelilingi oleh sofa yang tidak terlalu besar tapi nyaman untuk di duduki. Ruangan ini tepat berada di lantai dua rumah ini. Di bagian Jendela nya menghadap ke timur, jendela yang cukup besar dengan view yang pas, pintu masuk ketika di buka akan langsung melihat pemandangan di luar jendela sebenarnya.
Namun jendela setinggi hampir lima meter menyelimuti seluruh jendela sampai tidak ada cahaya satupun yang masuk, awalnya Irin tidak menyadari beberapa hal yang ada di ruangan ini seperti alat lukisan, buku, dan lain sebagainya. Ini sepertinya dengan ruangan pribadi.
Perlahan dia membuka tirai dan mengikat kedua tirai di bagian kanan dan kiri. hingga sebuah cahaya masuk sedikit terlihat dari luar, hanya saja hari sudah mulai menjelang malam jadi cahaya tidak akan seterang sinar matahari pagi yang menembus masuk. Namun feeling nya merasa seperti ada dua pandangan yang sedang menatapnya. Segera dia membalikan dirinya dan melihat sebuah lukisan besar seperti ukuran 3x2 bahkan lebih besar dari pintu di bingkai dengan bingkai emas yang berkilau.
Dua lukisan ini terletak tepat berhadapan dengan jendela dan lukisan yang satunya lagi terletak di tembok bagian utara menghadap ke selatan. Yang mengejutkannya adalah seseorang di dua lukisan tersebut adalah satu orang yang sama. Pupil matanya mulai membesar, itu tidak asing. Mulai menggosok mata perlahan dan melihat bahwa lukisan itu adalah lukisan dengan sosok Hisoka Yuna di dalamnya.
Lukisan di bagian barat adalah lukisannya yang sedang menggunakan gaun putih tepat di tengah ladang bunga matahari dengan gunung dan langit cerah di pagi hari tentu saja sebagai latarnya.
Di sisi lain lagi lukisan yang satunya menggunakan gaun seperti baju penyihir yang pernah dia lihat di gunakan Yuna, bedanya ini adalah Yuna yang tersenyum dengan gaunnya yang berwarna putih dan rambut hitam mengkilat nya. Sedangkan Yuna yang dia temui adalah yang mengenakan gaun yang sama tetapi berwarna hitam, dan di ujung setiap rambut nya berwarna putih.
Tampaknya dia mulai mengerti dua orang yang dia temui secara misterius adalah sepasang kekasih yang pertama dia temui adalah Akira, dan yang satunya lagi adalah Yuna. Terpisah dan tidak saling menemukan keberadaan mereka satu sama lain selama milyaran tahun. Bukan hal yang singkat untuk waktu selama itu. Kisah hidup mereka juga cukup tragis ketika semua orang tua mereka tentu saja keluarga, teman-teman mereka di bunuh dengan sadis.
Akira yang mencari-cari Irin daritadi mulai naik ke lantai du rumahnya dan melihat ruangannya yang di penuhi dengan cahaya dari dalam.
Akira: "Huh? Perasaan aku mematikan lampunya."
Kemudian dia membuka pintu untuk segera masuk dan melihat bahwa Irin berada di bagian tengah dekat sofa ruangan itu memandang dengan ekspresi aneh pada kedua lukisannya.
Irin: "K...k....kamu, membuat lukisan ini? Dengan tanganmu sendiri?"
Akira: "Tidak, aku menciptakan mereka dengan sihir dan memori ku, perkenalkan itulah Yuna. Nama lengkapnya adalah Hisoka Yuna."
Singkatnya kedua lukisan ini adalah yang terpilih di antara ratusan lukisan lainnya. Semuanya akan di buang dan dua yang sempurna akan terpilih, karena dia kecewa jika lukisan itu tidak menunjukan senyum Yuna yang lama. Maka dari ratusan lukisan yang terbuang hanya dua yang benar-benar hanya memandangnya saja sudah membuatnya senang.
__ADS_1
Lukisan ini sangat besar lebih besar dari lukisan-lukisan yang ada di museum sepertinya.
Akira: "Entah bagaimana... . sampai hari ini aku menganggapnya masih ada meskipun dia sudah lama tiada."
Akira: "Namun perlahan, aku menemukan mu di dunia ini dengan aura yang mirip dengannya, dan satu hal lagi yang membuatmu hampir terlihat mirip adalah sikap baik hati dan mata biru bersinar yang kamu sembunyikan itu".
Irin: "Maaf, tapi kita harus duduk untuk membicarakan soal wanita ini".
Irin: "Sebenarnya aku pernah bertemu dengannya sebelumnya, ya benar sepertinya dia"
Akira: "Benarkah? Dimanakah kamu bertemu dengannya, apakah dia masih hidup?"
Akira meminta untuk memberi tahu keberadaan tempat Yuna berada dan mungkin memercayai bahwa Yuna bereinkarnasi kembali, tapi sesuatu yang membuat jembatan harapan terputus lagi adalah kata-kata selanjutnya yang di ucapkan Irin.
Irin: "Ya, dia sudah terbunuh"
Irin: "Dia ... sudah ... ku bunuh."
Akira: "Tidak mungkin! Kamu bohong kan?"
Irin: "Sebelum aku memberitahu mu, aku tidak ingin kamu salah paham tentang hal ini kemudian membunuh ku di sini, ingatlah bahwa gadis ini menyerang ku lebih dulu dan mencoba membunuhku tanpa alasan yang jelas."
Akira: "Tunjukan ciri-ciri, jika itu adalah orang kedua yang membunuh Yuna selain iblis, maka aku akan mencari nya juga meskipun harus berjalan lagi ribuan tahun"
"Tidak, kamu tidak akan melanjutkan perjalanan bodoh itu! Disinilah perjalanan mu sekarang, yang pembunuh nya tepat berada di depanmu." Ucap Airin dengan tersenyum.
__ADS_1
Irin: "Ahh, aku. Aku sepertinya sudah membunuh seseorang, maafkan aku."
Akira berlutut di tanah tenggelam dengan pemikiran nya yang menyedihkan lagi, kali ini dia terjebak lagi ke dalam cerita dan takdir nya benar-benar sulit. Benar itulah hidup, nasibmu pasti sudah di atur oleh Tuhan. Kamu akan sulit mengubahnya.
Akira tidak memiliki kebencian saat mengetahui Irin membunuh Yuna. Itu karena Irin benar-benar sangat mirip dengannya entah itu suaranya, ataupun wajah dan sifatnya. Dia tidak tahu harus melakukan apa terjebak dengan takdir seperti jalan buntu. Satu-satunya jalan adalah dia harus menerima bahwa Yuna benar-benar mati lagi, dan sebenarnya adalah kematian yang sudah terjadi ke sekian kalinya.
Irin segera menjentikkan jarinya untuk menciptakan teh di atas meja dalam sekejap, mencoba menenangkan Akira, Irin segera mendekati dan memegang kedua tangan Akira yang terjatuh ke lantai dengan rasa sedih, tangan lembut nya perlahan menyentuhnya dan membuat Akira merasa tenang secara perlahan.
Irin: "Aku memiliki beberapa saran yang mungkin sulit untuk kau terima."
Akira: "Apakah itu."
Irin: "Aku akan membantumu untuk menghapus ingatanmu tapi tidak secara langsung, aku akan menghapus nya secara perlahan. Hingga kamu akan melupakannya dan membuatmu bebas dari kesedihan ini."
Akira: "Tapi...."
Irin: "Sebelum itu biarkan aku menceritakan kisah hidup Yuna setelah di kehidupan lain yang tidak ada dirimu."
Akira bersedia mendengarkan semua cerita yang di sampaikan Irin sesuai dengan kisah yang di ceritakan Yuna tentang dirinya, Irin menceritakan bagaimana bahwa sebenarnya dia bukan membunuh Yuna yang asli, tetapi hanya perwujudan sifat jahat nya.
Yuna yang asli sebenarnya sudah bereinkarnasi ke kisah lain dimana tidak ada Akira di dalam cerita tersebut. Di dunia dimana sihir berlaku bagi semua orang. Disana Yuna hidup kembali dengan nama yang sama tetapi dengan keluarga yang berbeda. Kisah hidupnya di sana berbeda.
Namun setelah dia menjadi penyihir memasuki umur 18 tahun, secara tiba-tiba mendapat ingatan lama tentang kehidupannya dengan sihir dan orang-orang yang dia cintai di dunia sebelumnya.
Dia mulai sakit hati dengan perasaan dan ingatan dari kebenaran tersebut yang membuatnya menjadi jahat dan mulai menguasai sihir-sihir terlarang, memakai sihir-sihir sakral yang tidak di perbolehkan di dunia sihir yang memiliki aturan mengeksekusi mati pengguna sihir hitam. Tanpa bersekutu dengan iblis, Yuna mampu menguasai sihir-sihir gelap itu sendiri, bahkan memperbudak iblis biasa.
__ADS_1
Di dunia sihir lama Yuna menciptakan istana besar tempat yang akan dia tinggali disana, hanya dia sendiri sebagai penyihir jahat, berharap iblis yang membunuhnya dulu segera datang ke karpet kerajaan nya dan tunduk untuk menjilati sepatunya. Harapan yang aneh.