Her Private Life

Her Private Life
Pile of gems in the basement


__ADS_3

Irin dan Cian tidak tahu darimana Akira berasal, dan mereka bahkan tidak sadar dengan Akira yang awalnya menyamar sebagai bayangan di kaki mereka, kemudian mengubah wujudnya dengan masker dan topi hingga tidak ada siapa pun yang tahu.


Namun, inilah perasaan aneh yang di rasakan Irin sejak awal, seperti ada yang mengawasinya tapi entah darimana.


"Kamu?? darimana?"


"Oh, haha tentu saja aku sudah mengikuti kalian sejak di toko ponsel, aku melihat semuanya"


Aku segera mengerti! Akira ini selalu bertindak di balik hal-hal tersembunyi, dia mengawasi ku.


"Ngomong-ngomong gadis itu sudah pergi, jadi? untuk siapakah semua benda sebanyak ini??" tanya Akira.


"Aku kurang tau, pembeli sekalian! bagaimana jika kalian mengambil beberapa dari ini?? aku memberikannya gratis hari ini! kalian bisa mengambil beberapa yang kalian mau"


"Tidak mungkin!! nona apakah anda bercanda??" kata Kenzo.


"Tentu tidak"


Puluhan pembeli dan pengunjung segera mengambil beberapa perhiasan untuk mereka, itu sangat banyak, aku menghabiskan tiga isi toko berlian beserta gudang-gudang nya.


Bahkan dua toko cabang lainnya sampai harus tutup toko karena para petugas disana yang tidak banyak, maka mereka harus fokus menghitung semua nya, menyortir dan menghitung semua jumlahnya ke dalam mesin.


Pada akhirnya ini sangat mudah, empat miliar melawan satu sekstiliun perbandingan antara angka sembilan digit dengan dua puluh dua digit. Lagipula meskipun kami adalah sesama black card, jumlah saldo semua orang itu terbatas, atau sekaya apapun itu akan tetap terhitung oleh mesin.


Terkecuali mereka adalah orang yang mengubah saldo black card tanpa pernah habis seperti kami, itu tidak akan terbaca oleh mesin.


"Lalu? apa yang kamu lakukan disini??"


tanya Cian.


"Tentu, saja aku mengawasi Irinku, aku tidak bisa membiarkan nya dalam bahaya!"


"Ah, ini sudah sore, hari mulai gelap, ayo kita pulang, Cian"


Kemudian Cian hanya mengganguk disana, kami juga meminta bos Kenzo agar dia memerintah semua anak buahnya dengan mengangkut seluruh perhiasan dan membawanya ke rumah kami.


"Tunggu dulu! ini sudah sore? aku lupa waktu lagi, aku akan segera pergi!"


"Kamu mau kemana??"


"Mengurus anak-anak tadi pagi itu, masih ada urusan yang belum selesai!"


Dia pergi keluar dengan cepat berlari meninggalkan kami, nampaknya dia sangat bersenang-senang menakuti anak-anak nakal itu.

__ADS_1


Kami keluar dari toko, namun aku mencari cara lagi bagaimana agar kami berpindah tanpa terlihat, Kenzo itu memperhatikan kami, sesuai dugaanku...dia pasti akan bertanya soal kendaraan kami.


"Permisi, nona Airin, nona Caillian, dimana kah kendaraan kalian?"


Cian mengirimi telepati padaku, dia berkata...


"Irin! bagaimana? dia menanyakan kendaraan! apa yang harus kita lakukan?"


Aku menjawab nya secara telepati juga dan mencoba membuatnya tenang sedikit.


Sepertinya aku punya ide, bagaimana jika aku memunculkan sebuah mobil yang sama seperti bos Kenzo ini, mobil nya cukup bagus dengan ilusi Isami sebagai sopir, hahaha...Isami selalu lucu dengan peran pelayan ataupun babu.


Mobil itu akan muncul dari arah pembelokan sana, dia harusnya mulai dari sana sesuai keinginan ku, lalu berbelok ke arah kami, aku akan membuat Isami sebagai sopir dengan baju yang sangat sopan, dan harus turun sendiri untuk membukakan kami pintu.


Kurasa itu memang layak sebagai orang kaya, namun mau tidak mau kami harus melakukan ini, agar siapapun tidak tahu tentang sihir kami.


"Oh kendaraan yah, kurasa driver kami sedang menuju kemari, aku sudah menghubungi nya beberapa menit lalu"


"Oh, baguslah kalau begitu"


Dua menit kemudian, mobil hitam yang sama dengan bos Kenzo berbelok dari arah kanan dan tepat berhenti di toko, bos Kenzo yang melihat mobil ini segera kagum karena mobil itu adalah mobil yang sama dengan miliknya.


Ini adalah mobil sedan dengan kualitas tinggi, berkelas, dan harga yang terbilang berada di kelas atas.


Seperti yang sudah di atur, Isami turun dari mobil dan membukakan pintu bagian belakang untuk ku dan Cian.


"Irin, Isami sebagai pengemudi? hahaha...ini benar-benar lucu"


CEKREK!


"Eh? apa yang akan kamu lakukan?"


"Mengirim ini pada Isami"


Foto tersebut dikirim Cian pada Isami segera, Isami belum membuka ponselnya, karena dia terlalu sibuk menikmati pekerjaannya.


"Ahh! dia belum membaca pesannya! hanya centang satu!"


"Kurasa dia sedang sibuk"


Perjalanan dari toko tadi secara normal menggunakan mobil adalah sekitar empat puluh menit, dan dari rumah kami ke sekolah adalah lima puluh menit, itu sangat jauh!


Namun, kami sangat jarang melakukan hal seperti ini, duduk di dalam mobil mewah, menunggu sampai ke tujuan, sambil memainkan ponsel mu, bukankah itu membosankan? tapi itulah yang di lakukan banyak orang.

__ADS_1


Kami terlalu terbiasa dengan sesuatu yang instan seperti teleportasi, harusnya kami melakukan hal-hal ini saja secara normal, menerapkan hidup biasa tanpa penggunaan sihir yang berlebihan.


Tidak ada yang tahu, jika kekuatan sihir ini menghilang begitu saja dari kami semua, kami akan benar-benar kesulitan dan menjadi manusia normal tanpa sihir pada umumnya, lagipula aku masih tidak pernah tahu darimana asal-usul kekuatan ini.


"Ah bosannya!"


Kata Cian dengan melihat-lihat pemandangan gedung pencakar langit di sekelilingnya dari dalam jendela.


"Apakah kita harus memindahkan mobil ini dengan cepat juga??"


"Tidak! tidak! tidak! aku masih ingin melihat pemandangan kota ini"


"Begitukah? ya sudah"


Sebenarnya Cian hanya ingin merasakan lagi, bagaimana melakukan perjalanan secara santai, menghirup udara tanpa harus sihir seperti berpindah dalam sekejap seperti itu.


Semenjak kekuatan aneh muncul padanya, dia dapat menggunakan sihir seperti yang di lakukan Akira dan Irin, dia mulai lupa seperti apa sensasi berjalan kaki dari rumah bibinya ke sekolah dulu.


Sejauh dia berteman dengan Irin sejak awal sekolah, kelas satu sampai kelas dua mereka baik-baik saja, namun sampai dia tahu bahwa Irin adalah manusia yang bisa menggunakan sihir, lalu bagaimana dengannya yang tiba-tiba memiliki kemampuan meniru sihir hingga dapat di sebutkan bahwa dia bisa memakai sihir juga hanya dengan meniru nya.


Cara menirunya sebenarnya mudah, dia hanya harus menangkap sesuatu yang di lakukan orang lain seperti contoh untuk melihatnya dan mengingat di kepalanya, itu sudah selesai.


Setelah dia melihat dan mengingat semuanya, dia hanya perlu mencobanya, itu kemungkinan besar akan terjadi dan sudah pasti akan terjadi.


Sampai saat ini kurasa hal yang belum bisa di tiru adalah bagimana kekuatan mata ku dan mata Akira itu.


Kurasa ini memang mata spesial yang bahkan tidak seorang pun dapat menirunya kemampuannya.


Setelah empat pulu menit perjalanan, akhirnya mobil ini sampai juga.


Seperti biasa, rumpur dan tanaman di halaman kami benar-benar indah, tidak pernah berantakan, Kiana dan Sora tidak perlu capek-capek untuk membersihkan nya.


Aku pernah mencoba kemampuan ini sekali, aku menahan pertumbuhan dari semua tanaman dan rumput ini agar tetap berada pada bentuk standar nya, dengan kata lain mereka tidak akan pernah tumbuh.


Terkecuali mereka di tebang, di pangkas dan di bakar, mereka akan tumbuh lagi secara normal seperti tumbuhan lain, tetapi pertumbuhan mereka akan berhenti sesuai yang aku tetapkan.


Meskipun mereka adalah pohon setinggi dua meter lebih dan masih bisa tumbuh setinggi dua meter lagi, aku akan tetap menahan tingginya tetap pada dua meter saja.


Bagian dari rumah ini juga memiliki memliki basement atau biasa di sebut sebagai rubanah yang merupakan singkatan dari ruang bawah tanah, sebenarnya ini adalah ruangan yang tidak terpakai, ruangan ini cukup bagus, karena bertepatan dengan ruangan yang sudah tidak ada, maka aku akan menggunakan ruangan ini untuk menyimpan semua tumpukan aksesoris itu.


Hari ini cukup melelahkan, aku akan segera mandi dan berbaring kembali di kursi kamarku sambil mengangkat kaki ku, menyalakan AC, dan membaca buku kesukaan ku.


Sesuatu yang harum biasanya tercium, meskipun aku berada di lantai dua, bau ini...

__ADS_1


Sepertinya makanan?


Kurasa aku mencoba melihat ke bawah.


__ADS_2