Her Private Life

Her Private Life
Game world


__ADS_3

Konsep yang di rencanakan Airin adalah membuat sebuah dunia game baru daripada game online custom yang mereka mainkan, artinya, Airin mencoba menjadi room master dan menciptakan ruangan permainannya sendiri, dimana dia akan menjadi pengawas dan pengatur semua peraturan permainan, sementara Kiana akan menjadi wakil room master dimana dia juga mengawasi semua hal-hal dalam permainan yang sedang terjadi.


Tiba pada waktunya, Airin mengumpulkan mereka semua untuk membahas pergantian konsep permainan, menunggu persetujuan dari mereka atau melakukan voting untuk menerima dan menolak. Semua sudah berada di ruang tengah rumah Irin.


"Jadi? konsep apa yang akan di ubah?"


Isami bertanya paling awal.


"Konsep permainannya"


Jawab Airin.


"Konsep permainan?"


"Benar, aku akan mencoba membuat hal yang baru daripada permainan online itu dan konsep dari pencipta nya"


Kemudian Isami mulai bertanya lagi.


"Bisakah kamu menjelaskannya dengan lebih rinci? panjang atau pendek asalkan mudah di mengerti"


"Baiklah"


Kemudian Irin mulai menjelaskan perlahan soal dia akan menjadi room master dan Kiana sebagai wakil room master yang mengatur jalan nya permainan dan mengawasi semuanya.


Kemudian ruangan game bukan di dalam permainan yang biasanya mereka mainkan secara online, ini mungkin belum pernah mereka dengar, namun Airin mencoba menciptakan sebuah dunia permainan dimana dunia tersebut hampir mirip dengan dunia realistik tempat mereka tinggal, namun pemain akan berada disana.


Dunia yang akan di buat dengan mengumpulkan sihir nya dan memasukan semua pemain ke dalamnya, terkecuali yang didiskualifikasi dari permainan akan kembali ke dunia awal di luar dunia permainan dan hanya bisa menonton dari tempat awal tanpa bisa memberikan apapun.


Jika mereka kebingungan, Airin atau Kiana akan menjelaskan dan berinteraksi dengan mereka melewati layar chat yang ada, sama seperti permainan biasa, namun mereka adalah orang nyata yang akan dimasukan ke dalam dunia permainan buatan.


Dalam hal ini, bahkan room master atau wakilnya di larang membantu pihak manapun untuk menuju kemenangan.


Airin baru saja menjelaskan ciri-ciri permainan nya tadi, tapi belum dengan jenis permainannya.


"Aku sudah menjelaskan beberapa yang bisa di mengerti soal permainan ini, apakah kalian semua sudah mengerti?"


Semuanya pun mengangguk serentak.


"Tunggu, lalu...bagaimana cara bermainnya?"


Ohh iya! itu adalah tahap penjelasan kedua ku, aku akan menjelaskan jenis permainan apa yang akan ada, namun ini harusnya sesuai dengan permainan yang adil dari kedua tim, dimana semua tim harus bisa menguasai permainan yang kuberikan. Kata Irin.


"Pertama, pengunaan sihir akan di banned, atau aku bisa mengatakannya saja dengan di larang, meskipun di larang, kalian tetap tidak akan bisa menggunakan sihir"


Cian: "Lanjut?"


"Okeh, yang kedua! masing-masing setiap player akan di beri lima belas ribu poin untuk membeli senjata atau apapun yang ada di dalam menu senjata, setuju?"


"Apakah kami akan di berikan poin untuk membeli senjata sendiri?" Tanya Akira.


"Benar sekali! kalian tidak bisa memakai senjata sihir apapun yang kalian punya, di sana, kalian hanya bisa memakai senjata yang aku tetapkan di dalam permainan"


"Apakah senjata nya jelek? aku akan kesulitan dengan senjata lain" Isami sedikit mengeluh.


"Jelek? hahaha... tenang saja! senjata di dalam menu pembelian itu ada sangat banyak, mungkin bisa sekitar lebih dari dua ratus senjata yang ada entah pedang, kapak, pisau, atau apapun senjata yang ada akan kumasukkan"


"Apakah ada tambahan lain?"


"Hmmphh, sepertinya Kiana akan mencarikan ide senjata yang baru untuk di masukkan ke dalam menu, setiap ada jenis senjata baru, akan di beritahukan oleh semua player lewat notifikasi, kalian semua akan membawa ponsel seperti hal biasa"

__ADS_1


"Jadi, kapan kita harus memulainya?"


"Sekarang"


"Gabungkan semua kekuatan sihir kalian menjadi satu, hanya untuk semua pemain, Kiana tetaplah denganku!"


"Hmpphh" sambil mengangguk.


Keempatnya mengeluarkan sihir mereka untuk di kumpulan bersama hingga terkumpul sebuah energi sihir besar, kemudian Irin akan memasukan sihir nya juga ke dalam sana hingga dia energi sihir besar yang terkumpul akan di ubahnya menjadi sebuah dunia baru.


Energi sihir yang mereka berikan secara bersama-sama membuat semua tirai berterbangan dengan angin kencang, hingga rambut mereka tersapu-sapu dengan kencang oleh efek energinya.


"Irin, kenapa harus mengumpulkan energi sihir begini? memangnya sesuatu apa yang akan di ciptakan?" Tanya Cian.


"Lakukan saja sesuai instruksi ku"


Semua nya melanjutkan pengumpulan energi sihir yang besar, hingga terkonsentrasi dan membuat seluruh ruangan hampir meledak, anginnya terlalu kencang, rumah ini akan rubuh.


Irin masih tidak memperdulikan resiko kehancuran rumahnya, soal kerusakan itu masih bisa di perbaiki dengan cepat, yang terpenting sekarang adalah menciptakan tempat untuk membawa Cian, Akira, Sora dan Isami ke sana.


Hingga Irin makin memperbesar energi sihir nya lagi dan dan lagi membuat kumpulan energi melampaui batasannya dan meledak sangat besar, ledakan besarnya terdistorsi di dalam dan tidak berefek ke luar rumah, siapapun tidak akan melihatnya, ledakan besar yang membuat ruang meledak hingga mereka berempat yang mengumpulkan energi bersama terkena efek ledakan dari pusat energi.


Membuat sebuah robekan ruang dari ledakan yang membawa mereka ke tempat lain sesuai yang di inginkan Irin, dari lamanya mereka berdiri di sana sambil menahan tekanan energi, Irin sedang menyalin semua hasil pikirannya tentang dunia permainan yang akan di ciptakan, bisa di bilang imajinasi nya seperti apa dunia ini, maka akan tercipta sesuai keinginannya dari semua energi yang terkumpul.


...BLUSZZHHH!...


Dengan cepat semua nya terjatuh ke dunia permainan yang di ciptakan Airin, mereka tidak terjatuh di tempat yang sama, karena mereka adalah dua tim yang berbeda, maka Caillian dan Sora akan berada di tempat lain, begitupun Akira dan Isami.


"Tunggu! apakah aku mengenakan ini sebelumnya?" tanya Akira.


"Hah? benar! kamu memakai sebuah pakaian lain, pakaianku juga sama sepertimu! darimana ini?"


...


"Hah? bajuku? apa yang terjadi? berubah? Kiana! bajumu juga"


"Iya, aku sebelumnya tidak memakai baju seperti ini"


Lalu pada ponsel mereka masing-masing muncul sebuah pemberitahuan tentang kostum yang di buat oleh Irin, dimana semua pakaian yang mereka kenakan sudah di tentukan oleh Airin dan Kiana dengan tim Akira dan Isami akan memakai celana putih dan seperti baju dalam sekolah berwarna hitam, sementara tim Cian dan Sora memakai kostum perempuan yang tampaknya sangat kuat, seperti kainnya tidak akan sobek walau terkena apapun.


Itu perasaan mereka saja, atau mungkin Airin memang membuat pakaian itu khusus seperti itu.


Mereka semua baru masuk dan tentu saja memiliki status level 0, seperti yang di katakan Airin, mereka harus memburu monster untuk menaikkan level dan meningkatkan kekuatan mereka, cobalah bertahan hidup sampai akhir dan temukan sebuah pintu untuk kembali ke dunia awal, tim yang menemukan pintu lebih dulu akan memenangkan permainan dan berhasil kembali ke dunia awal, bagi yang kalah, mereka juga akan tetap kembali ke dunia awal, namun dengan pertanyaan bahwa mereka di nyatakan kalah dan tidak menemukan pintu nya lebih dulu.


"Bukankah ini seperti kehidupan di dalam anime-anime itu?" tanya Akira pada Isami.


"Anime? apa itu?"


"Oh iya kamu belum pernah menonton anime atau membaca manga yah? mereka adalah orang-orang yang di tarik ke dunia lain dan hidup di dunia alternatif, terkadang menggunakan status dan level seperti ini"


"Aku akan melihatnya nanti, sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita harus menaikkan level ini dan mendapat kekuatan yang layak, kemudian keluar dari sini"


"Ahh, kau benar! mari bergerak!"


Dari Padang rumput seluas mata memandang, seperti padang rumput yang tak ada ujungnya, mereka terus berlari ke arah manapun mencoba menemukan tempat lain selain luasnya rumput.


Awalnya mereka sudah hampir satu jam terus berlari di padang rumput ini, hingga akhirnya menemukan pepohonan yang awalnya kecil, namun ternyata mereka mulai memasuki kawasan hutan, hutang yang semakin membesar dan pohon-pohon tua yang menjulang tinggi hingga menutup pemandangan.


Hari sudah hampir gelap, warna langit sudah berubah menjadi jingga.

__ADS_1


"Ternyata dunia ini ada siklus pagi dan malam nya yah" kata Isami.


"Entahlah, aku sendiri tidak tahu"


"Ya, yang pastinya tidak ada satupun sihir yang bisa di gunakan disini, semuanya dilarang, mungkin jika kita mencapai level yang sangat tinggi kita bisa membuka kemampuan sihir meskipun hanya sihir untuk berteleportasi atau semacamnya yang mempermudah"


Isami yang memandang Akira di sana segera paham, namun hari mulai gelap, mereka segera mencari tempat untuk beristirahat.


Hingga tiba malam hari di kedalaman hutan yang gelap gulita, yang ada hanyalah cahaya bulan yang sedikit terpapar. Mereka harus mencari kayu untuk di bakar, tidak ada sihir untuk menciptakan api.


Sementara Cian dan Sora sepertinya sangat beruntung, mereka terjatuh di daerah pemukiman yang memiliki banyak penduduk, seperti sebuah kota masa lalu, sehingga malam mereka diterangi lampu-lampu perkotaan dan orang-orang yang berkeliaran.


Mereka beruntung bukan berarti Airin dan Kiana yang mengatur semuanya, tempat mendarat mereka sudah di atur untuk turun secara acak, sepertinya Akira dan Isami memang mendarat di tempat yang buruk. Jika saja Airin dan Kiana mengatur tim Cian untuk sengaja turun disana, itu sudah menjadi pelanggaran bahkan bagi room master hingga semua permainan harus di hentikan.


Mereka yang terjatuh di dekat bagian kota, tidak ada yang salah dengan baju yang mereka kenakan, itu adalah baju standar sehingga orang-orang mungkin tidak akan mengira bahwa mereka berasal dari dunia lain.


Tapi Irin tidak sadar, bahwa dunia yang dia ciptakan bukanlah di ciptakan, melainkan alam semesta lain yang dia ambil dan dia ubah-ubah sesuka hatinya, dia bahkan tidak tahu alasan pengumpulan kekuatan yang begitu besar untuk memindahkan mereka semua ke dunia permainan yang dimana dunia lain sebagai tempat bermainnya.


Irin dan Kiana yang mengawasi semuanya dan beralih pandangan pada Cian dan Sora agak kaget melihat sebuah kota dan para manusia disana, dia mengira dunia permainan ini sudah di rancang untuk monster-monster saja di dalamnya.


Namun hal yang tidak terduga adalah, imajinasi dunia lain yang dia tuangkan ke dalam dunia ciptaannya membuat dunia yang diinginkannya masuk menjadi dunia permainan miliknya, di ambil alih olehnya, berada di bawah kendalinya, dan bisa membiarkan Kiana mengambil posisi room master jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada mereka semua di dalam sana.


"Apa ini? manusia nyata? kupikir aku sudah merancang nya dengan monster saja!?!"


Sambil binggung dalam hati.


Kiana hanya diam dan melihat semuanya, menunggu salah satu dari kedua tim melakukan pelanggaran.


Irin memiliki ide untuk menggabungkan metode nya dengan sebuah komputer, dia menciptakan sebuah set komputer tingkat tinggi dengan cepat.


CRING!


Hanya dengan arahan jarinya, sebuah benda yang hebat tercipta.


"Emm... komputer??"


Tanya Kiana.


"Ya! komputer, aku akan membuatmu mencobanya"


Komputer segera di nyalakan, dan Airin menggabungkan sihir nya ke dalam sebuah benda teknologi ini hingga entah bagaimana terjadinya, tetapi dunia yang berisi alam semesta permainan itu sudah mampu di kontrol dari sebuah komputer saja, bahkan manusia atau anak kecil yang menyentuhnya saja bisa menggunakan nya layaknya komputer biasa.


Namun ini lah yang ada, sebuah dunia yang bisa di atur ke dalam komputer, mungkin memudahkan mereka dengan sebuah tombol atau lebih jelas, daripada harus menjentikkan jari terus menerus membuat jarinya pegal.


"Darimana harus mulai lebih dulu? ada banyak sekali tombol"


Kata Kiana.


Airin mulai melihat semua tombol satu-persatu dan mencoba mengerti arti dari setiap tombol, mungkin dia bisa membuat tombol ini sama seperti komputer yang biasanya di gunakan orang lain untuk bermain game di PC mereka.


Seperti beberapa menu yang sudah ada untuk mengetik dan mengirim pesan pemberitahuan kepada mereka berempat di dalam sana, kemudian mengetuknya dan menekan enter untuk mengirim pesan ke dunia lain.


Namun tidak perlu sesulit itu, lagipula ini adalah PC yang setara dengan PC gaming atau semacamnya dengan tingkat tinggi, tidak mungkin tidak ada akses suara saja, dengan begini akan lebih mudah dan mempersingkat waktu tanpa harus mengetik.


Hanya perlu menyentuh layar komputer tersebut pada ikon mikrofon dan mulai lah mengeluarkan kata-kata lalu kirim dengan ikon send yang ada, pesan akan terkirim ke mereka berempat, selain mereka berempat, pesan yang terkirim bisa di sesuaikan untuk terkirim kepada salah satu tim saja, atau kepada individu.


Irin menyingkirkan mouse dan keyboard dari sana tepat mereka berada di ruang tengah rumahnya, karena sepertinya dengan teknologi sebaik ini, tidak memerlukan perangkat lain lagi, lagipula ada sihir bantuannya yang di gabungkan ke dalam, hanya memerlukan perintah suara saja, tidak ada sistem yang mungkin akan kacau jika sudah tercampur dengan sihir seperti ini, sulit di percaya.


Bahkan belum pernah ada orang di dunia ini yang menggabungkan teknologi secanggih itu dengan sebuah sihir, mungkin itu sudah menjadi favorit semua orang, memenuhi ekspektasi semua orang, sebuah sistem tanpa eror di gabungkan dengan sihir.

__ADS_1


Namun, tidak boleh ada yang tahu ini...


__ADS_2