
Akira sebenarnya bosan, jika hanya bermain sendiri, maka dari itu dia memancing salah seorang lelaki di kelas untuk ikut bermain dengannya.
Dengan modus baterai yang lobet, baterai nya tidak lobet, awalnya itu masih lima puluh enam persen, kemudian dia memanipulasi batrei nya sehingga daya nya berkurang sampai dua persen.
Maka dari itu Floy akan berbaik hati meminjamkan charger nya pada Akira sekaligus mengajaknya bermain game bersama.
89%
90%
91%
92%
93%
94%
CRIK!!
Dia langsung mencabut colokannya dan mengembalikan charger pada Floy.
"Floy terima kasih! baterai ku terisi banyak, kita bisa bermain sekarang!"
"Terisi penuh? bukankah tadi aku melihatmu mencabutnya di sembilan puluh empat persen?"
"Ahaha...benar! delapan puluh persen itu sudah cukup untuk bertahan lama selama tujuh jam, bukan?"
"Benar juga! bagaimana dengan kalian?? Augie, Levi, Nadev, Soma? apakah kalian akan ikut bersamaku dan Akira juga?
"Kemudian mereka juga mulai menjawab satu-persatu dan menerima"
Soma: "Boleh juga!"
Levi: "Eh? kupikir Akira tidak tahu bermain game, hahaha"
Akira: "Tcih! aku ini cukup berbakat tahu~"
Semuanya segera mengambil kursi mereka dan memindahkan nya ke bagian Floy dan Akira, mereka meramaikan bagian tengah belakang kelas dengan bermain online.
Disisi lain, Irin dan Cian sedang berada di kantin untuk membeli makanan, makanan mereka mungkin tidak banyak dan tidak mahal, namun itulah makanan kesukaan mereka.
"Irin! ini benar-benar enak bukan?"
"Hmm, betul, aku sangat suka dengan nuget, terkadang aku menggambil yang bentuk alfabet untuk membentuk namaku sendiri, kemudian nasi, sosis telur, dan yang lainnya"
Tiba-tiba siswi yang berada di meja seberang mereka berkata...
"Itu saja? makanan murah itu kalian anggap enak? kalian pasti hanyalah orang miskin kan?!"
"Hah? siapa kamu? mengomentari apa yang kami suka? itu terserah kami! lagipula makanan seperti itu, kami juga bisa membelinya!"
__ADS_1
kata Cian.
"Begitukah? teman-teman lihat, gadis ini mengatakan bahwa dia mampu membeli makanan enak dan mahal seperti kita ini, lihatlah omong kosong nya!Hahahaha"
"Ahahahaha" dua orang temannya juga menertawakan mereka.
"Lalu, gadis yang di depannya ini, berani sekali menarik-narik tangan Akira! bukankah itu menjijikan dan kasar?!
Irin sepertinya mulai mengertilah, kenapa banyak gadis yang melewatinya pasti akan memberi ekspresi yang tidak senang padanya.
Jadi begitu...karena banyak wanita mennggemari Akira dan berusaha mendekati Akira, maka mereka tidak senang dengan aku yang terlalu dekat dengannya sampai berbicara dan bahkan memegang tangannya?
Kalau dipikir-pikir, aku adalah pacarnya sekarang, aku bisa mnegatur Akira, dan dia bahkan bisa menuruti perkataanku.
Apa-apaan dengan semua gadis-gadis ini?
Ternyata mereka membenciku, kalau begitu aku juga tidak peduli pada mereka.
"Akira? apakah kamu mengenalnya?"
tanya Cian.
"Tentu saja! kami semua harus mengajaknya berfoto, meminta tanda tangannya, bukan hanya kami, banyak gadis di sekolah tentu memiliki impian itu! hanya gadis dengan selera jelek yang tidak menyukainya!"
Kemudian Irin menyaut...
"Kamu...siapanya Akira?"
"Begitukah? tapi aku adalah pacarnya, maka aku bebas untuk melakukan apa yang aku mau padanya, bagaimana dengan itu?!"
"Hahhh?? kamu? bercanda? apa kamu menghayal? ataukah kepalamu habis terbentur oleh sesuatu?"
Sebenarnya banyak orang tahu, bahwa Akira hanya memiliki beberapa teman di sekolah ini, yaitu Isami, Cian, dan Irin yang terutama paling dekat.
Tapi sekarang, dia mulai dekat dengan beberapa teman lainnya seperti Floy, Augie, Soma, Nadev dan Levi. Mereka sedang bermain game online sekarang, memanfaatkan waktu luang di saat Cian dan Irin pergi.
"Meskipun kamu temannya, tapi kamu sangat lucu dengan mengaku-ngaku bahwa Akira adalah pacarmu, jangan bercanda! hahaha..."
Gadis ini berpikir bahwa Irin adalah teman Akira yang juga menyukai Akira, namun tidak berani menyatakan perasaannya. Tapi kenyataannya memang akan terus berlanjut seperti itu jika Akira tidak memiliki perasaan padanya.
Tidak sampai akhirnya Akira sendiri juga menyatakan perasaan nya lebih dulu padanya yang membuatnya benar-benar beruntung.
Akira tidak bermain-main dengan perasaan suka nya itu, tentu itu akan mengingatkan nya pada Yuna yang lama dan menggangap Irin sebagai Yuna, atau Yuna yang bereinkarnasi kembali dengan nama yang berbeda, dia pernah menganggap Irin seperti itu, bahkan sampai sekarang.
Itu lah mengapa dia pasti akan marah jika sesuatu terjadi sampai melukai Irin, dia sudah kehilangan pacarnya miliaran tahun yang lalu, kini dia tidak boleh lagi kehilangan sesuatu yang sangat dia sayangi.
"Tapi, bagaimana bisa kamu mengaku-ngaku seperti itu? kamu memang gadis yang memalukan! apa yang bisa kamu berikan pada Akira? uang? makanan? makanan mu saja hanyalah makanan biasa yang murah!"
Cian: "Kamu!!! apa maksudnya itu?"
Irin: "Cian, tenanglah~"
__ADS_1
Kemudian Cian yang tadinya sudah berdiri dari tempatnya dan akan bergegas untuk menampar wajah gadis itu, segera kembali ke tempat duduknya.
Irin menggunakan telepati segera untuk berkomunikasi dengan Cian tanpa harus terdengar.
"Cian~ bagaimana dengan suatu tantangan?"
"Tantangan?"
"Benar! kamu tahu bukan? dia menyebutkan kita miskin sudah dua kali? tidakkah itu benar-benar membuat hatimu sakit? aku juga begitu"
"Benar! gadis kurang ajar ini! tantangan apa yang harus kita berikan?"
"Sesuai kata 'miskin' yang dia lontarkan pada kita, bagaimana jika kita menguji seberapa banyak kah uang nya?"
"Benar! black card itu! Irin aku juga akan meniru black card mu!"
"Tepat sekali! sesuai rencana nya bukan? sekarang pikirkanlah tantangan apa yang harus kita berikan padanya untuk membeli sesuatu yang mahal?"
"Mungkin membeli sesuatu sebanyak apa kemampuannya? kupikir itu bagus"
kaya Cian.
"Baiklah! kesepakatan selesai! sekarang kita harus menantang nya dengan tantangan ini, jika dia kalah maka kata 'miskin' adalah untuk dirinya sendiri"
Irin dan Cian saling berkomunikasi dalam pikiran namun gadis itu melihat mereka berdua sangat aneh dengan saling tatap dalam lima detik lebih dan saling tersenyum.
"Kenapa mereka tersenyum begitu? apa-apaan kedua gadis aneh ini? aku benar-benar merasa jijik, jika Akira harus memiliki teman seperti dua gadis ini!!"
Tiba-tiba kepala Cian yang tersenyum berputar pada nya, memusatkan pandangan padanya, dan berkata...
"Bagaimana jika aku memberi sebuah tantangan? kita akan membuktikan seberapa kaya raya kah dirimu? mau atau tidaknya, itu terserah dari keputusanmu, dan yang kalah akan di tandai sebagai orang 'miskin' bagaimana?? apakah kamu menerima tantangan kami?" kata Cian.
"Tantangan? menghabiskan uang? mari kita lihat, berani sekali kalian yang begitu miskin akan menghabiskan sisa harta kalian hanya untuk bersaing denganku, kalian terlalu percaya diri!"
"Tidak~ kamu lah yang terlalu percaya diri...Tcihihihihihi..." kata Cian dalam hatinya.
Kemudian Irin mulai menantang nya untuk membeli seberapa banyak jumlah uang yang akan mereka keluarkan sesuai ketentuan, tantangan akan di mulai sebentar sore. Gadis itu dan dua orang temannya juga menerima tantangan tersebut, ini adalah adu kekayaan, seberapa banyak dan seberapa mahal kah benda yang bisa kamu beli.
Hingga yang kalah dan tidak mampu lagi mengeluarkan uang akan di katakan sebagai 'Orang miskin' kesepakatan ini telah mereka setujui.
Pihak gadis itu cukup panas karena tantangan mereka, namun Irin dan Cian masih tenang saja, karena mereka mungkin tahu situasi tentang siapa yang akan menang dengan kemampuan tertinggi.
"Jadi? kapan kita akan memulai tantangannya?" kata gadis itu sombong itu.
Kemudian Irin memberikan nomor nya agar dia menghubungi mereka kembali pada waktu yang akan di tentukan, jam enam sore mereka bertemu di luar sekolah dan akan menggunakan pembuktian untuk mengukur seberapa banyak uang yang mereka miliki.
"Bagaimana dengan membeli handphone dan laptop sebagai tantangan awal?" tanya Irin.
"Baiklah! aku menerimanya! itu hanya sebuah tantangan kecil! yang kalah akan di tetapkan sebagai orang miskin dan tidak boleh mendekati Akira! total minimal semuanya adalah tiga ratus juta! di bawah pengeluaran tiga ratus juta kamu akan segera kalah!"
Cian tidak tersenyum dan tidak cemberut, namun raut wajahnya itu memang mengerikan karena tidak sabar menunggu apa yang akan terjadi setelah ini, pertandingan adu kekayaan akan segera dimulai.
__ADS_1
Rencana pertandingan adalah menghabisi semua gadget di celular sebanyak mungkin, entah android, IOS ataupun yang lainnya, dan total harganya harus lebih dari tiga ratus juta, kemudian ronde kedua adalah membeli perhiasan emas secara brutal dengan harga yang paling mahal dan total semua perhiasan yang harus di beli adalah senilai lima miliar lebih, di bawah lima miliar dan tidak mencukupi total nominal ini akan di anggap kalah.