
Menyatu dengan permainan itu sendiri, dan menjadi permainan itu sendiri, mereka kini tidak perlu mengawasi dari balik PC itu.
Sihir yang luar biasa, masih bisakah ini di sebut dengan sebuah sihir? ini bahkan tidak pernah di lakukan oleh penyihir-penyihir dari semua dunia.
Ini adalah kemampuan aneh, yang bahkan Hisoka Yuna sebagai ratu sihir tetap menyebut kemampuannya sendiri sebagai sihir, dan menetapkan nya sebagai sihir.
Mereka bisa melihat semua yang ada secara bersamaan, bahkan sampai titik buta sekalipun, menembus semua titik buta sampai detailnya, tidak ada yang tidak terlihat. Mereka melihat semuanya, kesadaran sebagai permainan.
Setiap partikel terkecil yang lebih kecil daripada sebuah titik yang tidak terlihat, mereka melihat semuanya tidak bisa di bandingkan dengan mikroskop yang di zoom sampai jutaan kali.
Tidak ada yang tidak bisa mereka lihat, semuanya terlihat, entah keberadaan mereka berada dimana, tapi yang pastinya mereka sudah bukan di dunia awal lagi, ini adalah Alam semesta lain, lebih mirip dengan alam semesta paralel yang sama saja dengan dunia mereka.
Airin tidak pernah mengerti bagaimana struktur dunia mereka atau dunia lain itu terbentuk, kenapa ada dunia bawah dan dunia atas. Cepat atau lambat...dia akan mempelajari nya.
Bahkan Akira saja tidak pernah memahami bagaimana tertata nya semua dunia dan alam semesta di dalamnya.
Yang dia tahu hanyalah semua itu ada, dia melihatnya, menyentuhnya, tapi sekarang tidak perduli dengan semua itu...
"Apakah sudah semuanya?"
"Belum"
"Dimana lagi yang belum terbunuh??"
"Hanya ratusan laba-laba kecil biasa yang berada di sekitar pohon"
"Begitu? syukurlah"
Sambil menghembus nafas.
"Namun, lihatlah baju dan tangan kita sekarang, semuanya berlumuran lendir dari dalam tubuh semua laba-laba ini, sangat menjijikan"
"Bertahanlah"
KLING!
[Pemberitahuan Sistem]
...Setiap pemain di lengkapi dengan baju yang memiliki fitur pembersih otomatis. Player yang tercemari oleh sesuatu akan segera di bersihkan dalam beberapa menit....
"Fitur pembersih otomatis?"
"Sepertinya ada tambahan baru pada bajunya"
Sebuah partikel-partikel hijau dari setiap titik baju yang keluar secara perlahan dan menggerogoti semua lendir kotor laba-laba itu, partikel yang tak terhitung jumlahnya membentuk seperti sebuah slime yang bergerak melahap habis semua kotoran di pakaian mereka. Termasuk tangan dan semua anggota tubuh mereka yang terkena kotoran.
Sambil berdiam diri di sana dan melihat sebuah benda semacam slime hijau membersihkan mereka, Akira merasa ada sesuatu yang belum terselesaikan.
Dengan cepat...
SING!!
Tangannya tiba-tiba menangkis sebuah serangan dari laba-laba yang baru saja datang.
"Hah? ada lagi? lebih besar??"
"Ini sepertinya adalah boss terakhirnya, ayo!"
Mereka mengira puluhan laba-laba besar seukuran harimau sudah di hancurkan sepenuhnya. Namun masih ada satu lagi yang terakhir, yang bahkan kedatangannya tak terduga dengan ukuran lima kali lebih besar dari puluhan laba-laba yang tadi.
Lagipula Akira tiba-tiba bisa menangkis serangan jaring laba-laba dengan cepat hanya dengan tangannya, hingga dia terkejut dengan tangannya yang berubah setengah pada tangan kiri.
"Tangan ku!? apa ini? kenapa dengan tanganku??"
KLING!
[Skill baru]
Skill cakar beruang telah terbuka...
"Skill cakar beruang?? apa-apaan?"
"Luar biasa! kita bisa menggunakan itu, Akira!"
"Baiklah, mari kita coba"
Akira kembali melemparkan pisau pada Isami, kini dia mendapatkan sebuah kemampuan baru dari membunuh seekor beruang buas.
Laba-laba ini sangat besar, bahkan terkena satu serangan dari kakinya saja sudah bisa membuat orang terluka parah, bahkan bisa langsung mati.
"Apakah mereka akan baik-baik saja seperti itu?" tanya Kiana.
"Kurasa begitu, kemampuan mereka akan tetap ada, meskipun aku mengambil kekuatan sihir nya"
Laba-laba itu mengeluarkan terlalu banyak jaring di sekitar mereka, membuat area bertarung menjadi terhambat, namun Akira akan terus mencoba menghancurkan semua jaring dan membentuk jalan agar Isami bisa menyerang masuk.
CRACK! CRACK!
Hingga terbentuk celah untuk mendekati laba-laba tersebut, Isami segera berlari dengan cepat ke tempat lain yang tidak terlihat oleh laba-laba itu, sementara Akira akan terus mencoba mengulur waktu.
"Sial! laba-laba kecil ini lagi benar-benar menggangu jalanku!"
Sambil memanjat pohon lain di kejauhan dan menyeberang ke pohon lainnya yang begitu tinggi hingga mendekati laba-laba besar itu.
Isami yang sudah berada pada posisinya, segera melompat dari atas pepohonan tepat di atas laba-laba tersebut.
Dan...
CRACKK!!!
Pisaunya di tancapkan tepat di kepala laba-laba tersebut hingga terobek sangat besar. Robekan dari dalam kepalanya yang mengeluarkan cairan aneh di sertai banyak laba-laba kecil lainnya, benar-benar menggelikan.
Laba-laba kecil yang bertebaran sangat banyak tak terhitung jumlahnya menyebar ke banyak arah keluar dari tubuhnya. Hingga dalam beberapa saat, laba-laba yang mati itu seperti di gerogoti oleh semua laba-laba kecil lainnya sampai habis perlahan.
"Kita menang?"
"Ya! kita menang! benar-benar merepotkan"
KLING!
*Penambahan poin : +10.000
Poin ekstra : +7000*
"Poin ekstra?"
"Tunggu...bisakah kita bertanya dengan sistem ini darimana poin ekstra itu?",
"Halo? sistem permainan?"
__ADS_1
"Tak berhasil? apakah dia memiliki nama atau kode untuk membuatnya bisa berkomunikasi dengan kita?"
"Kurasa tidak berhasil"
[Pemberitahuan Sistem]
Point ekstra akan di dapatkan oleh setiap tim dengan membunuh bos terakhir dari sekelompok monster, point ekstra akan bertambah mulai dari 3.000 hingga 10.000.
"Jadi, begitu..."
"Bagus! kita memiliki banyak poin sekarang untuk membeli senjata yang lebih berguna"
KLING!
Keduanya tiba-tiba mendengar bunyi notifikasi lagi...
Bunyinya berasal dari ponsel Isami saja, dan Akira juga memandang asal bunyi notifikasi.
[Skill baru]
Skill laba-laba telah terbuka...
"Skill laba-laba?"
"Sepertinya kamu mendapatkan skill sepertiku karena membunuh monster nya"
"Mungkin, tapi aku tidak melihat satupun efek pada tubuhku"
"Skill laba-laba yah? apa kamu akan berubah menjadi laba-laba?"
"Tidak! kurasa aku tidak ingin hal itu terjadi, bentuk manusia selalu lebih nyaman"
"Arkghh!"
"Isami! ada apa!"
Isami tiba-tiba terjatuh ke tanah dengan sangat kesakitan, mulutnya seperti akan mengeluarkan darah. Namun dia berusaha untuk berdiri dan menahan rasa sakit yang tiba-tiba.
Arkkjaaa...Aaakkghh...
Rasa sakitnya yang di tahan membuatnya mencengkeram tanah dengan kuat.
Akira tidak tahu harus berbuat apa, yang pastinya dia tidak memiliki sihir penyembuh atau semacamnya, mereka semua di batasi menjadi setara dengan manusia biasa.
"Apa ini? racun? laba-laba itu mungkin memasukan racun saat menyerang mu"
Akira sambil berpikir jalan keluarnya, namun dia tidak tahu harus berbuat apa. Jika itu adalah racun, dia tidak tahu racun jenis apa dan obat apa yang harus di berikan, dia tidak paham soal semua itu.
"Isami! jangan mati!"
"T-T-Tidakkhh...A-Aku...tidak mati!!
"Se-sesuatu...Khluarkhhh..."
KREEKKK!!!
Suaranya berbunyi dengan keras ketika tubuh bagian belakangnya robek dengan sangat besar dan dengan cepat mengeluarkan sesuatu.
"Hah? apa itu??"
Baju bagian belakang nya robek dan mengeluarkan delapan kaki laba-laba, besarnya tidak terlalu besar seperti laba-laba yang tadi. Namun, yang ini agak berbeda.
"Apa itu?? dia terinfeksi?"
CING! CING! CING! CING! CING!! ...
Semua kaki laba-laba mendarat ke tanah dan menopang tubuh Isami untuk bangkit.
"Isami! apa itu?"
Isami masih belum menjawab, yang ada hanya suara menahan rasa sakit dengan tubuh belakangnya yang robek.
Beberapa waktu kemudian, semua kaki-kaki itu mulai tenang dan tidak bergerak dari tempatnya.
Akira perlahan mendekati Isami untuk memastikan keadaannya.
"Isami? kau baik-baik saja??"
"Sepertinya sekarang sudah baik"
"Kamu..menjadi setengah laba-laba??",
Isami segera menatap sekeliling nya dengan delapan kaki laba-laba yang seperti setebal baja. Semua nya keluar dari belakang tubuh nya dan terhubung dengannya.
"Apa ini? aku manusia laba-laba?"
Tubuhnya tidak berubah apapun, kedua kaki, kedua tangan semuanya masih ada, namun delapan kaki laba-laba ini keluar dari tempat yang sama dimana pusatnya adalah tubuh bagian belakangnya.
"Aku, seperti merasa terhubung dengan sesuatu"
Kemudian perasaan yang tidak dia ketahui mulai membuat perasaan lain hingga kaki laba-laba itu bergerak sedikit, tapi sebenarnya itu sama saja dengan kontrol sebuah tangan dan kaki, dimana dia hanya perlu menggerakkan semua kaki itu hanya dengan pikirannya, sama saja dengan menggerakkan kedua tangan atau kedua kaki.
"Akira!! aku menggerakkannya! luar biasa!"
"Kupikir kamu akan mati!"
"Aku tidak berpikir soal mati, namun rasa sakit ketika benda ini keluar benar-benar tak tertahankan, seluruh tubuhku seperti mau meledak"
"Bulatkan saja dengan kata mati, jika seluruh tubuhmu meledak tentu kamu mati"
"Sekarang... bagaimana cara menghilangkan ini?"
Isami bertanya seperti itu, namun Akira juga sebenarnya memiliki pertanyaan yang sama. Tentang bagaimana mengembalikan tangan beruang ini kembali ke tangan manusianya, dia benar-benar tidak terbiasa.
KLING!
[Pemberitahuan Sistem]
Setiap pemain yang memiliki skill tambahan bisa mengaktifkan atau menonaktifkan skill dengan pikiran atau kemauan mereka saja.
"Pikiran...kemauan yah?"
Kedua nya segera menginginkan tubuh mereka kembali normal dan semuanya kembali dengan normal.
Tangan beruang di tangan kiri Akira segera kembali menjadi bentuk tangan manusianya, dan semua kaki laba-laba besar yang berada di belakang tubuh Isami tertarik masuk ke dalam tubuhnya hingga robekan nya kembali menutupi semuanya sampai tak berbekas.
"Tunggu...kemana benda itu masuk?"
"Benda apa??"
__ADS_1
"Kaki kaki itu"
"Aku hanya melihatnya masuk ke dalam tubuhmu, kau tidak merasakannya?"
"Benar-benar tidak terasa padaku"
"Tidak apa-apa...setidaknya kita memiliki kemampuan lain yang sangat membantu daripada tidak sama sekali"
Seperti yang di katakan sistem nya, kostum yang mereka kenakan kembali bersih dengan perlahan terlihat oleh mata, kemudian bagian belakang yang robek tadi kembali menyatu seperti bergerak dengan sendirinya dan saling terhubung kembali.
Pakaian khusus yang bisa bersih sendiri dan beregenerasi sendiri. Kemungkinan masih banyak fitur dari pakaian ini, namun Airin belum menjelaskannya.
Lagipula seharusnya Akira dan Isami sudah berada di level 2 atau 3 sekarang karena mereka membunuh monster yang lebih sulit lagi.
Airin sepertinya melupakan ini, hingga Kiana yang daritadi tahu ingin memberitahu nya, namun sibuk melihat dengan perubahan yang terjadi pada Isami dengan skill baru itu.
"Irin..."
"Hmm?"
"Bukankah seharusnya Akira dan Isami sudah naik level daritadi karena membunuh monster lagi? bahkan yang lebih sulit"
"Benar juga! maaf aku melupakannya"
"Aku akan memberi pemberitahuan sekarang"
Ketika pemberitahuan masuk ke setiap pemain, maka otomatis kekuatan mereka juga akan bertambah seiring meningkatnya level.
Akira yang sedang berjalan di depan Isami sekarang mencari cara bagaimana keluar dari hutan besar ini, mereka bahkan sudah berjalan berjam-jam.
dan...
KLING!
Keduanya memiliki notifikasi yang sama juga pada ponsel mereka dan melihat pemberitahuan bahwa mereka sudah naik level.
Sebelumnya mereka lupa bahwa seharusnya memang sudah naik level, mereka bahkan tidak menyadarinya.
[Status]
Level Up 1 --> 3
Nama: Akira Ryuzaki
Umur: 18 tahun
Tinggi: 176cm
Point: 42.000
Terbunuh: 33
....
[Status]
Level Up 1 --> 3
Nama: Isami Kenji
Umur: 18 tahun
Tinggi: 177cm
Point: 34.000
Terbunuh: 26
"Eh? aku lupa bahwa kita seharusnya naik level"
"Benar, yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa kita melompat dari level satu ke level tiga, aku merasa tubuhku menjadi lebih kuat dari sebelumnya"
Diwaktu yang sama juga, Cian dan Sora berada di hutan lain tepat berada di sungai yang panjang di dalamnya. Daritadi mereka hanya terus berjalan mengikuti kemana arah sungai pergi, mungkin mereka akan menemukan kota lain.
Meskipun begitu, sudah lama sekali berjalan di sekitar sungai dan belum melihat apa pun selain pepohonan yang menjulang tinggi di gelapnya malam.
"Sudah berapa lama kita berjalan seperti ini?"
Tanya Cian
"Sudah sangat lama"
"Huffht, aku benar-benar bosan, tidak adakah monster yang bisa kita lawan lagi?"
Sambil membuang nafas.
Cian mulai merasa ada sesuatu yang mengikuti mereka daritadi...
"Sora, tetaplah di dekatku!"
Sora kemudian mulai berjalan dengan sangat dekat di samping Cian, bertahan sampai pagi dan keluar dari hutan...
Bzzztttt...
"Sora!"
Sangat cepat! Cian sempat berespon sangat cepat kurang dari sedetik untuk menabrak Sora dan segera mengindar dari sesuatu yang melesat.
Sambil dia menabrak Sora dengan sangat cepat untuk mengindar, sesuatu yang melesat itu menabrak dan meledak cukup besar.
BUMM!!
Ledakannya cukup besar sampai membuat tanah yang di tabrak benda itu berlubang sangat besar. Menghancurkan pohon-pohon di sekitarnya, ledakannya memiliki efek listrik sedikit.
"Apa itu?"
"Lari!!"
Cian segera menarik tangan Sora untuk berlari dengan sangat cepat, sepertinya yang mereka temui bukanlah monster. Melainkan orang.
Mereka berlari sangat cepat di balik-balik setiap pepohonan hingga beberapa serangan itu hampir mengenai mereka lagi.
BUMM!! BUMM!! BUMM!!
Cian berlari sambil memikirkan cara melawan, jika mereka terus berlari, itu hanya akan membuang stamina dan orang itu akan tetap mendapat mereka sampai mereka benar-benar kelelahan.
"Sora...kita harus melawan"
Cian harus segera mencari tempat untuk mereka berlindung dan sebuah jeda untuk membeli senjata dari ponselnya.
__ADS_1
Terus berlari dan berlari hingga pohon yang semakin lebat membuat mereka tidak terlihat lagi, meskipun orang yang mengejar mereka itu cepat, namun Cian bisa berlari sangat cepat, kecepatan mereka semua tidak berpengaruh di dalam permainan, mereka masih cepat, yang tidak ada hanya sihir.
Cian segera mengeluarkan ponselnya untuk membeli senjata yang di butuhkan, begitupun Sora melakukan hal yang sama untuk membeli senjata yang lebih berguna daripada pisau.