
Isami yang melihat dari atas pada lantai lima tidak bisa menahan dirinya hanya dengan melihat saja, itu membosankan.
"Sepertinya aku akan menggunakan sedikit sihirku disini" berkata pelan dengan suara kecil.
TASKKK!
Dunia dan sekitarnya mulai melambat dan kehilangan warna nya. Perlahan gerakan semua orang makin melambat tanpa mereka sadari.
Warna semua pemandangan dari warna-warna yang ada mulai berubah yang tersisa hanyalah hitam putih seperti siaran TV lama.
Dia menghentikan waktu secara perlahan, bahkan Irin tidak menyadari bahwa dia terkena penghentian waktu dan ikut terhenti juga.
Namun sihir penghenti waktu nya hanya memiliki area radius tiga kilometer, maka hanya berlaku pada seluruh bagian sekolah dan beberapa area dua kilometer di luar bagian sekolah.
Segera dia datang berjalan menuju ke arah Irin. Namun setelah melihat wajah Irin ekspresi nya berubah drastis.
"Ini....Ini........Diaaa...inikah dia?"
Sekarang jaraknya dengan Irin hanya berjarak dua meter dan saling berhadapan, Irin yang terkena efek sihir penghenti waktu tidak merespon untuk beberapa saat.
"Kamu...sudah bangkit kembali???!!"
Dia memberanikan diri mengangkat tangannya menyentuh tangan Irin.
"I...iii....ini....Ak...aku, menyentuh tangan seorang ratu sihir!"
Perasaannya bercampur aduk, antara percaya dan tidak percaya. Namun, disinilah dia berdiri di hadapan seseorang yang mirip dengan Hisoka Yuna.
Isami: "Bagaimana bisa! dia memilih untuk menghidupkan kembali dirinya di dunia bawah seperti ini?"
Di sisi lain Irin merasa seperti ada perubahan pada aliran waktu, matanya berhasil berkedip dan terlepas dari efek sihir penghenti waktu.
Dia tidak mendengar suara siapa-siapa yang tadinya sangat ramai, tiba-tiba hening tanpa suara, bahkan tidak akan ada suara serangga-serangga.
Pemandangan yang di lihatnya semua nya setelah berkedip sudah berwarna hitam putih, seperti hanya di penuhi dengan abu-abu. Dan di depannya adalah seorang siswa lelaki di sekolah ini yang tidak dia kenal karena mengenakan sebuah topeng dan sedang memegang tangannya.
"Hugh?"
Dia terkejut dan segera merespon untuk menarik tangannya, memindahkan dirinya dengan jarak tiga meter lagi kebelakang.
Respon nya cukup cepat hanya berpindah dalam sedetik bagaikan sebuah garis-garis linier yang bergerak ke kanan seperti akan memasuki sebuah beat baru.
Isami terkejut gerakan ini cukup cepat
"Huh? dimana? segera menatap ke Irin yang sudah berjarak tiga meter lebih di depannya"
Irin: "Kamu? siapa? murid sekolah ini?"
__ADS_1
Dia tidak percaya ada lagi satu murid baru yang bahkan memiliki kemampuan sihir, itu bahkan sampai menghentikan waktu secara mulus tanpa sepengetahuan nya. Untungnya dia dapat melepaskan dirinya dari efek penghentian tersebut.
"Kamu benar-benar lancang!"
Irin berkata dengan sedikit kesal dan agak geli di sentuh oleh tangan orang yang tidak di kenalnya.
"Ternyata kamu bisa sihir!! tidak salah lagi! kamu adalah seorang penyihir!!!"
"Tidak~ bukan hanya seorang penyihir, kamu sang ratu sihir kejam itu yang membangkitkan kembali dirimu disini"
Irin: "Apa maksudmu?"
Airin Benar-benar tidak tahu darimana lagi lelaki yang satu ini berasal.
"Sudahlah...berhenti berpura-pura"
"Kenapa kamu berniat hidup di tempat ini? apakah kamu bersembunyi dari para leluhur sihir?" Ucap Isami yang memungkinkan jawabannya benar.
"Bersembunyi?? dari siapa aku harus bersembunyi? apa yang telah aku lakukan?!!"
Irin berkata dengan membantah perkataan Isami yang terasa aneh baginya.
"Ratuku, seorang ratu sihir impianku~"
"Berhentilah berpura-pura hidup dan bersembunyi sebagai manusia disini."
"Kembali ke tempat dimana seharusnya kamu berada, memperkenalkan kembali pada alam sihir bahwa dirimu yang kejam ini telah bangkit"
Irin tidak mengerti apa yang dia maksud dengan alam sihir atau dunia sihir.
Namun Irin tidak menyangka Isami bergerak lagi dengan sangat cepat langsung berada tepat di belakang nya.
Ini sangat cepat bahkan tidak dapat di sebut dalam setengah detik, dia bergerak seperti dalam hitungan mikrodetik.
Berpindah dan berniat menyegel Irin dengan sebuah pola sihir, sepertinya dia mungkin ingin membawa Irin pergi ke Alam sihir.
Namun Airin merespon dengan cepat yang mungkin satu kali lebih cepat dari gerakan Isami.
Irin sangat cepat dalam mengatur sebuah rencana dan ingin menjebak Isami di tengah keramaian ini.
Segera dengan kecepatan nya yang berpindah lagi menjauh, Irin merespon tangan kanan nya dan memutar tangannya di udara ke arah jarum jam yang seharusnya. Dengan begini, waktu kembali bergerak.
Isami yang sedang dalam gerakannya yang cepat di lampaui oleh kecepatan Irin yang lebih cepat lagi darinya bahkan sudah sempat menjalankan kembali aliran waktu.
Dirinya yang tadinya ingin menyentuh Irin segera terbanting menabrak meja-meja kantin lainnya hingga beberapa meter.
Semua orang sangat terkejut, tiba-tiba seseorang terlempar ke meja, bahkan bukan di serang, itu karena gerakannya sendiri yang terlalu cepat dan bertabrakan dengan sihir Irin lagi sehingga membuatnya seperti terhenti di udara dalam gerakannya.
__ADS_1
Atau mungkin Irin yang bergerak terlalu cepat bahkan meskipun waktu berhenti.
Terhempas menabrak kursi, namun dia tidak panik. Karena dia sudah mengantisipasi dengan mengubah suara dan menggunakan topeng pada wajahnya.
Segera dalam hitungan detik dia menghilang seperti bayangan yang terkena cahaya.
"Apa itu? seorang siswa di serang?"
Kata-kata siswa lain sambil saling bertanya dan binggung apa yang tiba-tiba terjadi dengan suara ribut yang begitu cepat.
Tidak ada yang tahu jawabannya, seseorang siswa yang belum di kenal di sekolah ini tiba-tiba jatuh menabrak deretan meja-meja kantin.
Namun berhasil lari dari sorotan pandangan semua orang yang menuju padanya, bahkan semua yang sedang berjalan di lantai dua sampai lantai empat dengan cepat terkejut.
Semua yang mengalihkan pandangan ke lantai paling dasar tepat di kantin, bahkan yang tidak berada dekat dengan bunyinya berlari berkerumun melihat apa yang sedang terjadi dengan tabrakan yang sangat keras.
Tabrakannya keras tentu saja membuatnya harus menabrak semua meja-meja sejauh sepuluh meter lebih, bahkan sempat mengenai beberapa siswa yang sedang duduk.
Irin yang tahu apa yang sebenarnya terjadi namun, berpura-pura tidak tahu hal apa yang barusan terbentur.
Namun, Isami berhasil lari dengan cepat menghindar dari pandangan semua orang.
Untung saja dia sudah menyiapkan sebuah topeng dan mengubah suaranya untuk tidak membiarkan identitasnya ketahuan jika itu gagal, habislah sudah.
Bahkan irin seharusnya dapat mendeteksi suara yang di ciptakan dengan suara palsu, suara tiruan, ataupun lainnya bahkan dapat mendengar detak jantung orang, sampai mendengar isi hati orang lain.
Sayangnya, dia belum menyadari semua kemampuan nya ini. karena belum sempat membaca seluruh memori yang di tulis di buku nya.
Terlebih lagi...tidak terlintas di pikirannya untuk menggunakan Sihir penglihatan tadi.
Untuk membuatnya melihat tembus wajah di balik topeng, namun tidak di lakukannya. sayang sekali.
Bahkan dia membiarkan Isami lari tanpa mengetahui lima persen pun identitas yang ada di balik topeng.
Karena dia belum mengenal siapakah Isami ini, yang bahkan mampu menggunakan sihir sampai menghentikan waktu.
Isami berhasil lari dan melihat kehebohan orang lain dari posisi lantai lima tadi.
"Ahhh, tidak kusangka aku melihat secara langsung wajah sang ratu sihir"
Dia cukup senang bahkan hanya dengan menyentuh sebuah tangan dalam sedetik tadi.
Sepertinya Isami harus menggunakan rencana lain dengan menunggu waktu hingga menjadi teman di bagian antara Akira, Cian dan Airin. Dia harus bisa berteman dengan mereka bertiga.
Menunggu untuk mengulur waktu dan menunggu momen yang pas untuk membawa Airin ke alam dunia sihir.
Irin menggagap anak lelaki tadi ada hubungannya dengan Hisoka Yuna yang merupakan sesuatu yang di cari oleh Akira juga sebagai tujuannya turun ke bumi.
__ADS_1
Sepertinya semua ini adalah kesalahpahaman yang perlu di benarkan.