
Untung saja Akira dengan cepat melakukan sihir kontrak nya, untuk membawa Cian bersamanya.
"Akira? apa yang terjadi? dimana kita?"
"Entahlah, tetaplah berada disiiku!"
Sebuah pemandangan kota yang belum pernah mereka lihat, tiba-tiba mereka ada disini. Dan suara langkah kaki seseorang tiba-tiba terdengar. Keduanya berbalik ke arah suara itu.
"Selamat datang di dunia sihir replika"
"Hah? dunia sihir replika? apa maksudmu?" Akira segera bertanya dengan sedikit marah.
Ini adalah Isami yang menggunakan topeng yang sama sebelumnya, kali ini mereka melihat dengan jelas di depan mereka seorang pelaku pembunuhan tersebut, namun disini dia berencana untuk membunuh Akira sendiri dan melenyapkan nya hingga tidak bisa lagi kembali ke dunia nyata. Yang tidak dia duga adalah motif Akira yang membawa Cian bersamanya.
Namun itu tidak menjadi masalah baginya, mungkin dia juga tidak akan menahan diri untuk membunuh keduanya.
"Kamu? apa maksudmu untuk menyerang kami semua?" tanya Cian.
"Maksudku? tidak aku hanya ingin mempercepat rencanaku, yaitu menjauhkan Akira dari Irin, mungkin aku akan membunuhmu saja, lebih tepatnya kalian berdua"
"Kamu... menyebutkan nama Yuna sebelumnya padaku di telpon? apa hubungannya itu?"
"Nama itu? Ah ratu sihirku...lupakan tentang itu, itu termasuk tujuanku untuk membawa nya kembali ke alam sihir."
"Ratu sihir, alam sihir? siapa yang akan kau bawa?"
"Gadis bernama Airin Lloyd ini...tentu saja aku akan membawanya kembali dan mencoba membuktikan di alam sihir, bahwa aku telah membawa kembali ratu sihir yang kejam"
"Yuna? apa maksudmu dengan mengira bahwa Irin adalah Yuna?!"
"Tentu saja karena mereka hampir sama, meskipun penampilan mereka agak berbeda. Lagipula gadis itu...memiliki sihir yang sangat tinggi, aku yakin itulah dia"
"Tidak! kau salah paham! Irin bukanlah Yuna"
__ADS_1
"Hah? kamu? bagaimana bisa tahu tentang Yuna? apakah kamu berasal dari dunia sihir juga?"
"Tcihhh, hhh, hahahahhaahaa dunia sihir katamu? aku bahkan sudah berada jauh sebelum kamu mengenal Yuna, karena Yuna adalah kekasih lamaku, dan itulah sebabnya aku turun kesini untuk mencarinya"
Akira mulai tertawa dan membuat Isami tampaknya sedikit tidak menerima fakta, kemudian Akira menjelaskan lagi bahwa dia bukan berada dari dunia alam sihir, melainkan berada di dunia lain yang hampir sama dengan dunia yang di perlihatkan Isami.
"Jadi ini...dunia alam sihir yang kamu ciptakan dalam ruangan ini untuk menunjukkan tempat asalmu? jadi ternyata disinilah Yuna pernah berada?"
Kedua orang ini mencari dua hal yang berbeda namun masih di kategorikan sebagai satu hal, dimana Akira mencari Yuna lama yang baik, sedangkan Isami mencari Yuna dari alam sihir yang sifatnya jahat, namun itu adalah satu orang yang sama yang mereka kaitkan dengan keberadaan Irin di dunia bawah.
"Kamu salah paham jika mengira Irin adalah Yu-"
"Tutup mulutmu!"
Isami segera berkata dengan sangat marah, dia bahkan tidak menerima bahwa ternyata Yuna pernah memiliki sorang kekasih dari masa lalu, sedangkan dia hanyalah orang baru.
Sebuah cahaya merah keluar muncul memanjang dari dalam telapak tangannya seperti yang sebelumnya dilihat oleh Cian di dalam rekaman, ini memang orang yang sama.
Cahaya merah panjang ke bawah membentuk
"Sial, kemana dia pergi?"
...SING!...
Sebuah kilatan cahaya pedang merah menyambar mereka berdua dengan cepat dan membuat kedunya terluka, meskipun Akira bisa beregenerasi dengan mudah dan Cian tidak, namun selagi dia bisa mengambil kemampuan seperti itu, Cian juga bisa melakukan apa saja yang dia tirukan. Namun pikiran nya tidak mengarah kesana, jadi sekarang dia sedikit terluka karena serangan ini dan tidak memulihkan lukanya.
Akira yang terlempar jauh segera mengarahkan tangannya pada sebuah pohon dan memotong ranting pohong itu dari jarak jauh dan terbang ke tangannya seperti magnet, sebuah ranting pohon yang sampai ke tangannya mulai berubah menjadi silver dan wujud ranting yang tadinya rapuh berubah menjadi wujud pedang silver.
"Akira! berhati-hatilah"
"Aaa, kamu tetaplah menjauh dari sini dan berlindung"
"Kamu, anak misterius bertopeng, mari selesaikan ini!"
__ADS_1
Akira segera membuat pedang silver di tangannya memiliki sebuah aura. Kemudian sebuah pedang merah dan silver mulai saling bertabrakan, gerakan mereka cukup cepat hingga Cian yang dari jauh memperhatikan terkadang hanya melihat sekilas cahaya silver dan merah yang saling bersentuhan.
Serangan antara kedua nya sangat merusak lingkungan, untung saja ini hanyalah sebuah ruang replika dari alam sihir, sebesar apapun skala kehancuran yang mereka sebabkan, tidak akan mempengaruhi dunia nyata.
Tidak akan ada serangan dari luar dan bantuan dari luar, disinilah hanya mereka bertiga berada, satu lawan satu, duel pedang yang saling dikombinasikan dengan sihir.
Setiap serangan yang meleset dari mereka berdua akan menghancurkan beberapa bangunan yang ada, membuat angin kencang menyapu pepohonan hingga tumbang. Serangan Isami dan efek nya lebih kuat dari serangan Akira. Isami juga bergerak lebih cepat dari Akira, hingga Akira beberapa kali menerima
dampak serangannya yang membuat nya terluka dengan goresan parah.
Untung dia dapat beregenerasi dalam beberapa detik memulihkan kembali semua luka tersebut, Isami tidak akan membiarkan dia beregenerasi, dia bergerak lagi terus menerus untuk menyerang Akira, hingga satu serangannya masuk memutuskan lengan Akira dan serangan kedua menusuk perutnya.
"Jadi? bagaimana? apakah kamu sudah menyerah? aku akan mulai mencabut nyawamu secara perlahan!!"
"Masih belum!"
Akira segera menurkankan dirinya dengan objek lain yang ada di sekitarnya, hingga Isami yang tadi nya memutuskan lengannya dan pedangnya yang tertancap di perut Akira, tiba-tiba menjadi pedang yang menusuk sebuah pohon.
Meskipun Akira berhasil menukarkan posisi nya dengan objek lain, itu tetaplah luka fatal yang memutuskan lengannya dan tusukan di perutnya. Menunggu dalam beberapa detik untuk memulihkan semua nya kembali lagi.
"Kamuu!!!"
Isami segera mencabut pedangnya yang tertancap di pohon dan ingin bergerak lagi menyerang Akira. Akira harus mempersiapkan tempat untuk melarikan diri, tapi dia tidak bisa keluar dari dunia aneh ini. Sehingga yang bisa di lakukannya adalah terus menghindar sejauh mungkin dari serangan Isami.
"Jangan berpikir untuk memulihkan lukamu, aku akan membiarkanmu merasakan rasa sakitnya!"
Isami bergerak lagi dengan sangat cepat tetapi meleset lagi, objek terpindah seperti tadi hingga Akira berhasil mengulur waktu untuk memulihkan lukanya, dia berkedip dan setelah kedipan mata terbuka pupil biasa telah berubah menjadi merah menyala, Eyes of disaster telah di perlihatkan sekali lagi, membuat angin-angin di sekitar menjadi kencang dan menyapu semua bangunan dan pepohonan berhamburan.
"Kamu! luar biasa, mata apa itu??"
Mata nya menghancurkan lingkungan sekitar hingga tanah retak dan terbelah-belah
"Sepertinya kamu cukup kuat!" Kata Isami dengan senyuman jahat nya.
__ADS_1
Isami mulai mengeluarkan aura nya juga untuk menekan kekuatan kehancuran mata itu, dan akan bersiap menyerang lagi.