
Banyak hal telah berlalu, dan setelah beberapa bulan kemudian, kehidupan Airin masih baik-baik saja, mereka bahkan sudah menyelesaikan ujian akhir sekolah, dengan begitu, hanya menunggu pengumuman kelulusan mereka semua untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi.
Airin berharap mendapatkan nilai yang begitu baik, dan Cian pasti memiliki nilai yang agak buruk dari biasanya, karena waktu itu bukanlah ujian harian yang dimana dia bisa memberikan contekan padanya dengan mudah, tapi ini adalah ujian akhir kelas tiga, pengawasannya begitu ketat, untung saja mereka memiliki kemampuan sihir, Airin hanya perlu menuliskan beberapa jawabannya dari jarak jauh tepat pada kertasnya.
Dan Akira, dia tidak tahu apa yang di lakukannya. Namun ini sudah menjadi hari libur terus-menerus.
Huh! Begitu membosankan.
Hanya terus menarik ulur beranda sosial media ku. Airin berharap menemukan sesuatu yang menarik dari sana. Lagipula, akhir-akhir ini cuaca nya buruk, perasaannya juga membawa firasat yang tidak enak. Entah itu pertanda nyata, atau memang hanya ilusi atas firasatnya saja.
Tiba-tiba dari dalam kamarnya, Airin mendengar suara ledakan yang cukup keras, bergetar dengan sangat kuat, dia pikir ini adalah gempa. Jadi dia segera turun ke lantai bawah bersama Sora dan Kiana.
"Apa yang terjadi?"
"Aku juga tidak tahu, namun gempa ini di sertai ledakan keras tadinya." Ucap Sora dengan sedikit wajah gugup.
Cian bahkan turun dari kamarnya dengan cepat, melihat kondisi kami semua. Beberapa barang di rumah ini jatuh dan pecah akibat guncangan hebat itu. Televisi yang kebetulan menyala daritadi disini kemudian berganti menjadi siaran berita nasional.
Seseorang yang mengacau dengan kekuatan sihir, menghebohkan banyak rakyat, dia terlihat di televisi itu mencekik seorang manusia, kemudian melemparkannya ke arah lain gedung, Lokasi kejadian yang sebelumnya meledak memang cukup jauh dari tempat mereka, namun menghasilkan ledakan dan momentum yang cukup kuat. Bahkan Airin berpikir seluruh kaca kamarnya akan pecah berkeping-keping tadinya.
Jadi, dia langsung berpindah ke sana, memastikan bahwa orang itu adalah orang dari dunia lain, mungkin hanya mereka yang bisa memiliki sihir di dunia yang satu ini. Jadi pastilah orang ini berasal dari dunia lain.
Airin dan Cian bergegas ke lokasi kejadian yang benar-benar rusak parah setelah meledak, lelaki itu berada di balik asap tebal dari puing-puing. Tidak ada siapapun disini selain Airin dan Cian.
Dia datang keluar dari tebalnya asap ini. Seorang iblis! Dugaannya benar, kenapa ada iblis disini? Tanduk seperti itu sudah pasti iblis.
"Gadis-gadis, kenapa kalian tidak lari?"
Ucapnya sambil memandang mereka bagaikan monster.
"Lari? Untuk apa aku lari?" Ucap Caillian.
__ADS_1
"Bagus, bagus sekali, kalian cukup berani, kebetulan aku merasakan aura yang aneh darimu."
Dia berjalan dengan perlahan, semakin mendekat dan mendekat. Beberapa saat kemudian, dia mundur perlahan, itu karena Airin membuat aura nya terasa sangat kuat. Dia pasti akan tertindas sekarang.
"Ada apa? Kenapa kamu mundur?"
"Kamu! Jadi benar, disini adalah penyihir biru itu? Aku menemukanmu, bagaimana kalau ki--"
BRUAK!!
Kemudian dengan sangat cepat, Cian memukul wajahnya dengan sabit ini hingga terpental ke gedung lain, menghancurkan beberapa benda-benda di belakang nya, menabrak kaca-kaca hingga pecah. Pada akhirnya, dia cukup kuat, dan langsung berdiri dari letak jatuhnya.
"Berengsek!"
Dia langsung maju seperti sebuah kecepatan cahaya, menyerang Cian dengan sangat cepat, tapi aku membuat tubuhnya menjadi batu. Dengan ini, dia akan membeku selama yang aku mau. Tapi, tidak kusangka efek sihir pembekuan ku tidak mempan padanya, tubuhnya yang mengeras menjadi batu mulai retak kemana-mana dan menghancurkan kembali lapisan batu nya.
"Boleh juga, kalian pikir sihir sekecil itu akan melukai ku?" Ucapnya dengan bersemangat.
Airin mengatakan pada Cian melewati telepati untuk menyerang nya dengan tepat, sisanya aku akan menciptakan pijakan dan pergerakan benda apapun untuk menganggu nya.
Gerakan iblis itu benar-benar cepat, dia bahkan mampu menyetarakan gerakannya dengan mereka. Kalau terus begini, ini hanya akan membuat kota semakin rusak. Jadi Airin membawa nya langsung ke domain ciptaan, disini, dia tidak akan bisa keluar, dia akan terus menahannya secara permanen.
Setelah itu, dia meluncurkan semacam api-api berwarna hitam dari tangannya, meledak-ledak di arahkan pada mereka, namun api itu memang berbahaya. Jadi Airin mencoba untuk menghindar sebaik mungkin.
STOP!
Aku menggunakan teknik sihir pembeku waktu, sampai dia melayang di udara bersama Cian, lalu aku akan menyerang nya dalam posisi seperti itu. Dia ciptakan semacam pedang yang tajam untuk menembus nya dalam waktu yang membeku. Dengan itu, jubah putihnya kemudian berlumuran darah bersamaan dengan waktu yang berjalan kembali.
"Iblis, katakan apa maumu?"
"Sial! Aku baru mau bicar--"
__ADS_1
SREEKK!!
Kepalanya kemudian tertebas.
Akira tiba-tiba saja berada di sini, entah bagaimana bisa dan darimana dia masuk. Kemudian Cian berkata bahwa dia memanggil Akira secara langsung kesini. Dengan cepat juga Akira menebas kepala nya sampai putus dan seluruh tubuhnya terjatuh ke tanah.
"Kedatangan iblis yah? Apa maksudnya ini?"
Ucap Akira.
Kami juga sebelumnya sudah bertemu iblis yang cukup kuat, namun dia berhasil di selamatkan oleh temannya yang satu, iblis-iblis ini memang sangat kuat, namun ada beberapa celah untuk membuat mereka terpojok.
Tapi ... lelaki iblis berjubah putih dengan lumuran darah ini bangkit lagi tanpa kepalanya, dia menggengam kepalanya dengan kuat sampai kepalanya meledak sendiri, kepalanya tumbuh lagi begitu saja dengan kecepatan yang tak terduga. Bahkan sambil tertawa.
"Hahahaha!! Penyihir! Pikirmu aku akan mati jika hanya di teba dengan pedang? Lalu kamu siapa?!!!"
Dia langsung terlihat seperti tertawa yang berubah menjadi emosi ketika melihat Akira, Kini ada kami bertiga disini, dia tidak mungkin memang, bahkan dia tidak akan kembali lolos keluar dari domain ruang ini.
"Aku hanya ingin bekerja sama! Kalian dasar manusia bodoh!" Ucapnya dengan nada kesal.
"Kerja sama? Maaf saja, aku harus memusnahkan semua iblis jika aku bertemu dengan mereka."
Cian dan Akira maju menyerang nya secara bersamaan dengan arah yang berbeda, kini, kedua benda tajam di tangannya juga muncul dari lengan kiri nya. Menahan pedang dan sabit itu dengan kuat. Kalau begini, maka Airin memiliki celah lagi untuk menyerang nya tanpa perlindungan.
Pedang-pedang sihir nya di arahkan dengan cepat terbang ke arah iblis itu, mencoba untuk mengenai kepalanya, perutnya, jantungnya, dan bagian tubuh lain yang mungkin bisa merusak jiwa nya dengan kekuatan sihir yang juga dia gabungkan. Jika dia adalah iblis, maka dia harus membunuhnya dengan cara menghancurkan jiwa nya selain tubuh fisiknya.
BLUSHH!!
Sebuah perisai ungu melindungi dirinya tiba-tiba dan membuat seluruh pedang Airin hancur menjadi abu, membuat Akira dan Cian terpental dengan cepat. Tapi Akira terpaksa membuka mata nya menjadi merah lagi, memaksa kekuatan matanya keluar lagi di dalam sini. Bagaikan cahaya laser merah yang panas keluar dari matanya, terus menerus menyerang lelaki ini.
"Bajingan!!"
__ADS_1
Dia berpindah lagi ke posisi lain, mencoba mencari cara untuk menghancurkan ruang ini. Menciptakan banyak penghalang sihir di dalam tubuhnya, namun dia memang terlihat sedikit kelelahan dalam pertarungan ini. Airin bisa merasakan nafasnya.
Akira tidak memakai topeng nya dan membiarkan kekuatan matanya meluap di dalam sini, lagipula tidak masalah selama tidak ada warga ataupun manusia lain. Ini akan baik-baik saja. Airin menyerang nya dengan kuat, bahkan dia memiliki kemampuan untuk melihat pada titik dimana dia akan bergerak selanjutnya, jadi Airin yakin serangannya sudah pasti akan mengenai iblis itu di detik selanjutnya.