Her Private Life

Her Private Life
Demon awakening magic


__ADS_3

Sora membantu Flaire berjalan sambil memeganginya, dia benar-benar pusing dan kepalanya berdarah.


"Cian, berikan mantra penyembuh, kamu bisa melakukan sihir kan? hanya kamu yang bisa di antara kami semua selain Flaire"


"Akan kucoba"


Kemudian, Sora sambil memegangi Flaire yang pingsan lagi karena darah nya yang terus mengalir dan efek benturan yang sangat besar itu.


Sihir nya bekerja, namun itu membutuhkan waktu yang tidak instan untuk menyembuhkan semua cedera di kepalanya.


Untuk sementara, itu akan menghilangkan rasa sakit yang dia alami.


Dia sebenarnya tidak pingsan sepenuhnya, dia terkadang sadar lagi dalam beberapa menit. Sora terus membantunya berjalan.


"Lalu, bagaimana dengan jembatan ini? bukankah kita sudah daritadi berjalan ke depan? kenapa kita tidak sampai-sampai?"


"Hah? benarkah?"


"Kalian tidak merasakannya?"


Isami terus berjalan untuk memastikan lagi, agar lebih memastikan lagi, dia berlari secepat mungkin ke depan, meninggalkan mereka semua di belakang.


Semua Aneh.


"Apakah aku sudah jauh?"


Dia berbalik lagi melihat kebelakang dan terkejut, bahwa Caillian dan yang lainnya masih berjarak empat meter saja dari tempat nya.


"Hah? apa-apaan?"


"Lho? kamu tadi berlari sangat jauh lho, kenapa kita semua tiba-tiba sedekat ini lagi?"


"Sepertinya ada yang tidak beres"


"Airin tidak menarik kita kembali?"


"Aku tidak tahu, bagaimana cara kita berinteraksi dengan mereka?"


"Kurasa kita di jebak"


"Di jebak? apa maksudmu? Isami mulai kesal.


"Dimensi Pribadi"


"Hah? dimensi Pribadi?


Cian, Sora, dan Isami serempak.


Flaire hanya mendengarkan sambil setengah sadar di tangan Sora.


"Dimensi Pribadi, sama saja seperti domain ciptaan, pengguna mengontrol ruang nya sendiri, kita di jebak disini"


"Siapa yang menjebak kita? apakah naga itu memiliki kemampuan itu?"


"Tidak, kurasa bukan naga itu" Kata Akira.


"Keluarlah..."


"Kamu yang berada di sana."


Tap...


Tap...


....


Beberapa langkah mulai keluar dari kabut tebal di sisi lain gerbang yang mereka tuju di depan.


Seorang gadis keluar dari kabut tebal itu...


"Luar biasa, kamu bisa merasakan kehadiran ku dan dimensi ini."


"Hal biasa bagiku."


"Begitukah? aku cukup kagum dengan kerja keras kalian dalam mengalahkan naga itu, ternyata kalian adalah penyusup yang benar-benar tidak sopan sampai merusak rumahku"


"Maaf, bukannya aku tidak sopan, tapi istana mewah mana yang masuk melalui gua aneh lalu terjatuh ke dalam tanah?"


Dengan kata-kata mengejek.

__ADS_1


Gadis itu langsung menggertakkan gigi nya dan ekspresi nya terlihat marah.


Dari tangannya keluar sebuah cahaya merah pekat seperti tangan-tangan setan yang meraih-raih sesuatu dengan kacau balau.


Semuanya terbentuk dengan cepat menjadi sebuah pedang di tangannya.


Tapi, seluruh ruang ini sudah berbeda, istana nya semakin besar, di bawah sana tidak lagi terlihat mayat-mayat itu, sekarang semuanya tampak tak berujung, jadi begitu, itu adalah domain nya sendiri, lalu semua istana mulai berwarna merah seperti darah.


Akira baru mau melangkah lagi ke depan menyerang gadis itu, tapi Isami dengan sangat cepat bergerak lebih dulu ke arahnya dan menyerang nya.


Serangannya mungkin cepat, tapi gadis itu sudah menghilang dan sudah berada tepat di depan Akira dengan pedang di tangannya yang sudah bersiap untuk menembus apapun.


Akira terkejut dan masih sempat menahan serangan pedang itu dengan tangan beruang besi itu, pedang nya dan pukulannya sangat kuat, tangan besi Akira itu perlahan retak dan retak. Tapi masih belum akan hancur.


Cian langsung maju membantu Akira dengan pedang sabit panjang itu, mencoba membuat gadis itu mundur.


Mereka semua akan menyerangnya secara bersamaan, tapi itu benar-benar tidak semudah yang di bayangkan.


Akira sebenarnya tau bahwa dia bisa memakai sihirnya sekarang, karena mereka bukan lagi berada di dunia yang di batasi oleh Airin.


Dia memakai pedang yang lain lagi yang entah darimana keluar dari tangannya, namun terlihat kuat.


Isami mulai mengerti dengan


"Jadi begitu, dimensi lain, tidak lagi di batasi, kami bisa sihir disini"


Di tangannya juga langsung muncul pedang nya dalam sekejap dengan aura ke ungu-ungu an seperti sebuah gas beracun.


Tiga pedang dan satu sabit melawan satu pedang.


Sora berlindung sejauh-jauhnya membawa Flaire dari area mereka. Harusnya dia di bawa sangat jauh.


"Jadi begitu, apakah kalian begitu lemah sampai harus membuatku bertarung satu melawan tiga?"


Kata gadis itu.


Aura merah di sekitarnya mulai menyala dengan kuat, seperti bisa membunuh seseorang hanya dengan aura itu.


Lalu, mereka semua maju secara bersamaan tanpa aba-aba dan menyerangnya, Semua senjata itu melaju dengan kecepatan yang tak terlihat oleh mata.


Namun, mereka semua tidak mengenai nya, seperti ada suatu penghalang yang tidak bisa mengenai nya, hingga terjadi ledakan besar yang membuat mereka semua terbang sangat jauh.


gadis itu tertawa dengan jahat sambil melayang di udara dan...


Dia kemudian tanpa waktu lama langsung membuat tangan kanan nya mencengkeram ke arah udara atau mungkin ke arah mereka.


Isami dan Cian, juga yang lainnya terangkat ke udara layaknya seseorang yang di cekik dengan kuat.


Semua nya melayang ke atas dengan kesakitan luar biasa.


Lalu, kemampuan Cian tidak bekerja padanya untuk meniru skill nya.


"Apa lagi kemampuan yang ingin kalian lakukan? tunjukkan padaku! hahaha"


Akira menahan sihir kuat itu untuk tetap berdiri di pijakannya, tanpa harus ikut terangkat, namun sihir nya cukup kuat.


"Jadi kamu adalah iblis?"


Kata Akira.


Seharusnya Akira begitu bersemangat untuk terus berdiri dan melawan, bagaimana kali ini dia harus menang melawan iblis, berbeda dari masa lalu nya.


"Setelah ribuan bahkan jutaan tahun, akhirnya aku menemukanmu...IBLIS!"


Gadis iblis itu binggung, apa yang di katakan Akira, bukannya ikut terkena kekuatan nya dan merasa sakit, dia masih berdiri di sana seperti seseorang yang tidak terpengaruh dengan gravitasi apapun, dia bahkan tidak merasa sakit.


"Apa maksudmu?" Kata gadis iblis itu.


"Akhirnya aku bertemu iblis, setelah jutaan tahun, kini waktunya agar aku bisa membalas dendam"


Gadis itu berpikir bahwa dia aneh, apa yang dengan dia ucapkan "jutaan tahun" gadis ini bahkan sebenarnya adalah iblis yang bahkan belum sampai hidup lebih dari lima puluh tahun.


"Cukup!"


Cengkeraman nya langsung di tutup begitu saja dan...


CRACKKK!!


Senyum nya perlahan muncul lagi, lalu Akira mendengar dengan jelas suara itu, suara seperti menusuk sekejap dan dia mengangkat kepalanya dan menyadari kembali apa yang telah terjadi.

__ADS_1


"A-A-A...Apaa!?!?!"


Semua nya sudah mati, Cian, Isami, Flaire, Sora.


Semuanya mari, bagaikan seperempat daging sate yang tertusuk di lidi nya, mereka semua seperti tertusuk di sebuah batu tajam yang benar-benar besar sampai menembus seluruh tubuh mereka dari depan hingga belakang, atau belakang hingga ke depan.


Darah berceceran dan tertumpah-tumpah mengalir di bebatuan itu.


"Apa yang!"


Akira segera merubah ekspresi nya dengan aneh, begitu kejam, mereka mati begitu saja, dalam sekejap, seperti semudah dia membalikan telapak tangannya, mereka semua mati begitu saja dengan sadis.


Kemudian di sisi lain...


Aku dan Kiana membatalkan kembali semua sihir kami dan ikut masuk ke dunia yang di anggap seperti papan permainan awal, dunia tempat mereka menghilang dari istana bawah tanah.


"Apa yang terjadi? aku bahkan belum menarik kita semua kembali"


"Aku tidak tahu" Kata Kiana.


Ada sesuatu yang tidak beres, bahkan aku yang bisa merasakan hawa atau napas seluruh mahluk hidup di dunia ini, nafas dan rasa keberadaan mereka semuanya menghilang.


Apakah ada cara lain menemukan mereka?


Mereka seperti benar-benar lenyap dari seluruh alam semesta disini.


Kemana mereka semua? mungkin kah domain seseorang, atau gadis aneh yang berada di istana selain naga itu?


Aku tidak menyadari dia.


Sial.


Kemudian Akira yang merasa tidak berdaya melihat mereka semua mati begitu saja, berusaha berdiri untuk menerima kenyataan yang baru saja terjadi.


Ini adalah sebuah domain.


Dimensi ciptaan.


Ruang atau apalah yang memisahkan sang pengguna dengan objek apapun yang di bawa nya ke ruang nya sendiri yang tidak lagi berada di kenyataan.


Tidak ada cara lain untuk memanggil bantuan dari luar dimensi ini, sang pengguna memiliki kendali penuh dan bebas melakukan apa saja.


Mengontrol berjalan nya ruang dan pembelokan sebab akibat di wilayahnya sendiri.


Akira mulai berpikir harusnya dia kembali memakai topeng, di saat kritis seperti ini, ini benar-benar hal yang sangat tidak menyenangkan, situasinya, aneh dan buruk.


Sangat buruk walau tidak seburuk pembantaian kisah lama nya, namun akhirnya dia benar-benar tau bahwa iblis memang sekejam ini.


"Apa yang kamu lakukan disana? hanya diam? apakah kamu ingin menangis? kamu ingin pulang?"


Kata gadis iblis itu.


Lalu dia merobek ujung jari nya dengan kuku tajam nya, hingga beberapa tetes berjatuhan ke tanah.


"Atas izin mu, sang raja iblis, izinkan aku kembali membangkitkan nya dengan seluruh api neraka, atas darah iblis mu yang mengalir padaku, biarkan aku merasakan betapa kuatnya sihir ras iblis, sihir kebangkitan tanpa batas, BANGKITLAH!!"


Beberapa darah yang menetes dari jarinya dan jatuh ke tanah menyala dan menyatu hingga berputar-putar, seperti ada energi yang dahsyat terkumpul di seluruh area ini.


Darah itu mulai bertambah dari tanah menjadi sangat banyak seperti dia sedang menginjak lautan darah dan lautan darah yang segera membentuk rupa sesuatu.


Apa itu.


Akira menyaksikan perlahan tetesan darah iblis gadis itu yang membentuk genangan darah dalam hitungan detik dan segera membuat wujud sebuah naga dari genangan darah yang begitu banyak.


"Apa??"


Akira tercengang melihat kemampuan sihir kebangkitan yang hanya di ucapkan dan beberapa tetes darah seperti itu.


Lalu naga yang mereka bunuh tadi, bangkit kembali dengan sempurna tanpa bekas apapun, seperti tercipta kembali dengan sempurna dan berdiri disana, di belakang gadis itu.


Begitu besar, dan semua sayap mengerikan itu, dia benar-benar iblis, membangkitkan naga hanya dengan darah dan kata-kata, Akira merasa harus bertarung dengan sedikit serius untuk membalas kisah masa lalu Yuna.


Naga itu segera mengaum dengan keras disana, seperti akan merobek lapisan awan yang tak terhitung jumlahnya.


"Selamat bangkit kembali~ Inferno."


"Terima kasih, sudah membangkitkan ku lagi, aku begitu menyesal karena tidak bersungguh-sungguh dan kalah melawan manusia-manusia rendahan itu"


"Kali ini, lakukanlah dengan sungguh-sungguh"

__ADS_1


"Naga bernama Inferno itu mengangguk"


Sekarang hanya tersisa satu dan naga, melawan satu orang saja, dua melawan satu.


__ADS_2