Her Private Life

Her Private Life
Telling the truth


__ADS_3

Akira berjalan kaki menuju pusat perbelanjaan, mencari dan mempelajari teknologi canggih di dunia ini.


Di dunia lamanya, teknologi belum ada.


Handphone, internet, dan hal dunia maya belum ada.


Awalnya handphone yang dia miliki adalah handphone yang dia culik dari orang lain. Namun seperti meminjam sesuatu baginya, meminjam tanpa izin.


Setelah dia berinsiatif untuk membeli handphone sendiri, dia mengembalikan kembali handphone yang dia curi dengan menjadi tiba-tiba berada di dalam tas orang itu lagi.


Kini dia memiliki handphone nya sendiri, sungguh tidak baik merampas sesuatu dari orang lain jika tidak memiliki hak.


Hal yang tinggal di lakukan untuk ponsel ini adalah menyimpan kontak teman-teman lainnya, terutama dia akan menyimpan nomor Irin lebih dulu.


Kemudian dia selalu ingin mencoba mengajak Irin berjalan hanya berdua bersamanya lagi. Dia sedikit ragu lagi, apakah Irin akan menerima ajakannya yang kedua kalinya?


Namun, dia akan terus mencoba.


Mencari tahu sesuatu yang mungkin di sukai oleh Irin, apa warna favoritnya dan makanan kesukaannya.


Disi lain juga hanya Cian lah tempat Airin bercerita tentang dirinya sendiri, keluh kesahnya, dan lain-lain.


"Cian..."


"Hmmm? apa?"


"Menurutmu bagaimana pendapatmu soal Akira?"


"Huhh? kenapa tiba-tiba kamu bertanya tentang itu?"


"Aku hanya ingin tahu saja"


berkata dengan sedikit malu-malu.


"Akira ya, sedikit tidak buruk, Akira terkadang memang sangat malas melakukan apa-apa. Namun dia cukup di gemari gadis lain. Apalagi terkadang cerewet dan tidak mau mendengarkan ku."


"Begitu ya? sepertinya mood nya memang berubah-ubah tidak bisa diperkirakan"


"benar...aku tidak tahu faktor apa yang membuat nya terkadang senang dan tiba-tiba senyum sendiri."


"Cian...aku..."


"Hmphh? ada sesuatu lagi?


Bertanya sambil terlalu fokus menarik ulur layar beranda ponsel nya.


"Maukah kamu membantuku dan menjaga rahasiaku?"


"Rahasia?? Owahhh kamu memiliki terlalu banyak rahasia, beritahu saja padaku. Jika ada yang membebani pikiranmu katakan saja"


"Sebenarnya entah aneh atau tidak, perasaanku...aku tidak mengerti kenapa perasaanku semakin berubah tentang Akira"


"Perasaan? apa yang kamu rasakan? apakah Akira mengganggumu di saat aku tidak ada?"


"Bukan begitu, Akira itu sangat baik bagiku"


"Oh~ lalu apa yang membuat perasaanmu berubah dan mulai bertanya-tanya tentang Akira?"


Irin sedikit takut mengatakan nya, meskipun sebuah kata sudah tepat berada di ujung lidahnya. Menunggu sebuah gerbang kalimat mengeluarkan kata.

__ADS_1


Sebenarnya....


"Aku...aku menyukai Akira"


Cian: "hah?......."


Segera pandangan nya tidak lagi berfokus pada ponsel nya dan mulai membalikan wajahnya pada Irin yang sedang menatap malu menutupi wajahnya.


"Aku? tidak salah dengar kan?? sesuatu yang barusan kamu bilang?"


"Umm, tidak"


Wajahnya tetap melihat ke bawah dan merasa telah mengeluarkan sepatah kata yang cukup memalukan.


"Irin? sungguh? aku tidak percaya, ternyata kamu menyukai Akira! lalu, harus darimana aku mulai membantumu mendapatkan hatinya?"


Cian berkata dengan nada yang sedikit keras dan cepat.


"Cian, tenanglah sedikit"


"Sejak kapan kamu sebenarnya menyukainya?"


Kemudian Irin secara perlahan mulai menceritakan semuanya. Dari melihat kedatangan Akira waktu itu sebagai murid baru.


Namun sampai dia tahu, ternyata Akira adalah orang yang masuk ke dalam mimpinya hanya untuk berkomunikasi dengannya.


Entah mengapa perasaannya mengarah berubah pada Akira, yang awalnya dia tidak pernah menyukai siapa-siapa.


Disisi lain dia juga menjelaskan semua nya tentang tujuan Akira sebenarnya pergi ke dunia ini, yaitu mencari pacar lama nya Yuna dari milyaran tahun yang lalu. Hingga melakukan perjalanan waktu.


Irin sangat senang bisa berada di dekat Akira, bahkan Akira yang sempat mengajaknya melihat beberapa ke dunia lain.


Dia tahu Akira hanya mencintai Yuna sepenuhnya, dan dia hanya berada sebagai orang ketiga.


Selain itu, Yuna menghilang dan dia datang.


Bagaikan sebuah pertukaran posisi.


Lagipula, dia juga yang membunuh Yuna. Entah itu akan benar-benar mati atau tidak.


Sebelumnya, dia memang sengaja menawarkan pada Akira untuk menghapus ingatannya tentang Yuna. Bahkan dia memang menginginkannya.


Dimana Akira harus melupakan kisah lama nya dan berada bersamanya sekarang dengan sesuatu yang baru.


Airin berpikir apakah dia salah jika ingin memutus hubungan antara dua orang yang terpisah ini?


"Mengapa aku menyukai Akira? tidak! apa-apaan dengan perasaan ini?"


Dirinya adalah seorang gadis delapan belas tahun yang menyukai anak lelaki berumur miliyaran tahun yang tampak seperti delapan belas tahun mungkin sembilan belas.


"Irin, tidak ada yang salah...semua sudah terjadi, lagipula Yuna yang di cari Akira sudah mulai terlupakan, memang terdengar menyedihkan." Kata Cian.


Yuna sudah tiada selama ratusan tahun yang lalu. Dirinya yang tiada dan Irin yang terlahir mirip sepertinya.


Tidak hanya dari wajah mereka yang sama, bahkan suara mereka sama, aura mereka juga sama.


Benar-benar seperti kebetulan.


"Lalu, aku harus melanjutkan semuanya darimana?" tanya Airin.

__ADS_1


"Yahh, itu harus perlahan, kamu harus sedikit demi sedikit mengenalnya lebih dalam"


"Jika kamu mengadakan pertemuan atau kencan dengannya, jangan khawatir aku akan menuntun mu jika kehabisan kata-kata untuk sebuah topik" kata Cian.


Beralih ke bagian di mana Akira sedang memiliki ponsel baru, dia bertemu dengan anak yang berkenalan dengannya juga tadi siang.


Mereka tepat berada di tempat yang sama.


Isami mulai bertanya padanya.


"Kamu teman baru, tidak kusangka kita bertemu disini...apa yang kamu lakukan?"


"Aku? ahh, membeli ponsel baru untuk ku gunakan... lagipula aku juga penduduk baru di kota ini, dan murid baru juga di sekolah hampir seminggu yang lalu."


"Ahh, jadi begitu, ngomong-ngomong dimana kedua temanmu yang lainnya?"


"Keduanya? ah mereka selalu bersama kemana-mana sudah seperti saudara, aku bisa saja memiliki banyak teman jika aku mau"


Isami cukup iri dengan Akira yang sebenarnya menjadi teman dekat Cian dan Airin, terlebih lagi dia baik dan di sukai oleh banyak orang.


"Ngomong-ngomong...karena kita sekarang adalah teman, mari bertukar kontak"


Kata Isami.


"Ah iya boleh juga"


Setelah menyimpan kontak Irin dan Cian, Isami menjadi orang tambahan ke dalam kontaknya,


kali ini kontaknya tidak akan hanya berjumlah tiga orang saja.


Dia akan menyimpan semua nomor teman sesama kelasnya, bahkan banyak wanita yang menyukainya akan segera meminta nomor nya.


Ada berapa wanita itu? dia tidak pernah memikirkan seberapa banyak yang menggemari nya, mungkin lima ribu? sepertinya tujuh ribu? itu cukup banyak baginya.


Penggemar Akira ada di setiap kelas-kelas baik kelas biasa maupun elit.


Laki-laki lain tentu merasa iri dengan Akira.


Dia bahkan tidak melakukan apa-apa tapi memiliki banyak penggemar.


Memiliki sosial media awalnya bukanlah keinginannya, namun benar-benar banyak yang mendesak nya.


Termasuk Yuri dan Cecilia adalah wanita penggemar beratnya, wanita-wanita di sekolah ini banyak yang cantik terutama yang juga berada di kelas elit.


Mereka mendesak meminta agar Akira menggunakan sosial media juga, dimana mereka bisa berinteraksi melalui Facebook, WeChat, Instagram, WhatsApp dan banyak lagi semacamnya.


Akira sedikit merasa bangga memiliki banyak penggemar wanita.


Terkadang ketika dia berdiam diri untuk tidak keluar di kelas, dia tersenyum-senyum sendiri.


"Benar...aku adalah dewa di sekolah ini!! hahahaha aku paling tampan"


Kata-kata kecilnya yang pernah dia ucapkan.


Hingga selain Cian, bahkan teman laki-laki sekelasnya bertanya juga tentang apakah dia adalah anak yang sedikit autis?


"Akira? kamu ini kenapa? apa kamu baru saja menyebut dirimu dewa?" Pertanyaan teman sekelasnya.


Dia tertawa dan berbicara sendiri, itu membuatnya di anggap sedikit aneh bagi teman sekelasnya.

__ADS_1


Lagipula dari banyaknya gadis-gadis itu dia hanya tertarik pada Airin.


__ADS_2