Her Private Life

Her Private Life
Digital signature


__ADS_3

Aroma nya benar-benar berasal dari dapur, aku mengenal bau ini! tapi aku agak sulit mengatakan nya.


Aku segera berjalan ke dapur menuju sumber dari aroma masakan ini.


Di sana aku melihat Sora, Kiana, dan Cian. Itu di dapur, aku segera bergegas untuk menuju ke mereka dan melihat.


"Aroma yang harum, apa yang kalian buat?"


"Oh...ini?, masakan untuk makan malam kita"


Jawab Cian.


"Wah! Sora! kamu kan yang membuat masakan ini??"


"Tidak, Cian yang membantuku, Kiana juga ada disini untuk menyiapkan banyak makanan"


Irin benar-benar senang melihat semua makanan yang mereka siapkan ini, sebenarnya hanya mereka berempat yang makan malam ini, namun itu adalah makanan dengan porsi tambah sehingga mereka bisa menambah makanan lagi.


Di sana ada ikan goreng, nasi goreng, mie kuah, nuget kesukaan ku, juga ada sayur-sayuran lainnya.


Kurasa Cian sudah memahami salah satu dari favoritku disini, termasuk nuget ayam, nuget ini biasanya kubeli dengan harga ¥3,905 per bungkus nya, dan ini biasanya tidak hanya di beli dengan satu bungkus saja, aku membeli dua belas bungkus setiap minggu.


Kemudian soal ikan, ayam dan telur atau sebagainya, Sora dan Kiana ini tidak perlu capek-capek untuk membeli semua bahannya, bahan di dapur itu selalu tersedia.


Makanan yang ada semuanya ku awetkan tanpa pengawet yang logis, aku membuat semua bahan makanan, daging, sayur dan lainnya disini menjadi awet tanpa pernah membusuk.


Entah itu satu minggu, satu bulan, satu tahun, bahkan satu abad itu tidak akan berubah, tidak akan membusuk, aku mempertahankannya sebagai makanan segar yang selalu bisa di makan kapan saja.


Lagipula soal mie instan atau ikan sarden kalengan semua ada di rumahku, Isami mungkin malas memasak untuk sesuatu yang ribet, jadi dia mengambil cara mudah dengan mie instan, mie kardus, atau semacamnya yang benar-benar tidka memakan waktu.


Jika mereka bertiga benar-benar sibuk dengan urusan makanan di dapur itu, maka aku akan menyiapkan meja ruangan tengah dan membersihkan semuanya.


Beberapa menit setelah aku membersihkan semuanya, Cian memanggilku untuk membantu mengambil piring-piring itu.


Ini cukup banyak!


"Wahh! sepertinya ini benar-benar enak!"


kata Irin.


Dia belum pernah melihat Kiana, Sora, dan Cian bekerja sama dalam memasak, dia ingin tahu sehebat apakah kemampuan memasak mereka? karena irin sebenarnya sangat pandai memasak atau membuat makanan apapun, rasanya tidak pernah gagal.


Semua piring-piring, dan makanan yang ada di atas nya di letakan satu-persatu ke atas meja ini.


Aroma nya benar-benar harum, ini harusnya bisa membuat tetangga pingsan dengan enaknya bau masakan mereka.


"Untuk minuman??" tanya Sora.


"Minuman apa yang cocok untuk ini??"


"Kurasa itu semua terserah selera kalian dalam menggabungkan makanan dan minuman yang kalian sukai" kata Irin.


Irin hanya menjentikkan jarinya dan semua tangan mereka bersih tanpa kotoran sedikitpun, cukup malas jika sudah duduk di kursi dan harus berdiri lagi untuk mencuci tangan.


"Mari makan!"


"Mari makan!" Seru semuanya bersama.


Aku baru menggigit satu gigitan makananku, namun itu benar-benar terasa nikmat, tapi tunggu...apa itu? bagian yang hangus?


"Hmm, bagian yang ini hangus, apa kah kalian sempat membiarkannya dan melupakannya?"


"Oh soal itu...phfft...ahahahaha"


Kiana belum menyelesaikan apa yang harus dia katakan, namun karena itu terasa lucu, jadi dia agak kesulitan untuk berbicara dan harus tertawa lagi karena mengingat kejadian nya.


Sora yang berada di samping berusaha untuk tidak tertawa keras, itu sepertinya sangat lucu, dengan menahan tawa...hanya Cian yang tidak tertawa, apakah mereka menertawakan Cian?


"Hushh!!! berhentilah tertawa kalian berdua!"


"Ada apa memangnya? apakah itu benar-benar sangat lucu??" tanya Airin.


"Emm...emm...kurasa begitu, t-t-tadi Cian sedang berdiri di depan panci itu dan...dan mpp-Bwaahahaha..."


"Apa kah yang benar-benar lucu?"


Irin merasa sepertinya hal ini benar-benar lucu hingga mereka benar-benar sulit untuk menahan tawa, bahkan karena tawa mereka berdua yang sulit berhenti, dia seperti akan tertawa juga.


"Itu hanya kesalahan!!" kata Cian dengan marah dan malu.


Pada akhirnya mereka berdua mulai berhenti tertawa dan mulai menjelaskan apa yang membuat mereka tertawa.

__ADS_1


Kiana mulai menjelaskan, bagaimana Ketika ikan yang di goreng dengan minyak panas itu melompat-lompat dan bagaimana ketika Cian di suruh menjaga kompor nya.


Dia benar-benar ketakutan karena minyak itu melompat-lompat menyentuh kulitnya, dia bahkan mau menyentuh ikan dengan spatula itu hingga menggunakan panci lain di depannya untuk menjaga agar dirinya tidak terkena letupan minyak.


Pada akhirnya ada beberapa bagian yang hangus karena terlalu lama untuk di balik, itu adalah Cian yang tidak pandai memasak.


Setelah mendengar kejadian yang mereka ceritakan ini, Irin segera tertawa juga dengan cukup keras. Jika Isami disini, dia pasti sudah mengejek Cian.


Namun kami menyudahi tertawa nya dalam beberapa menit untuk melanjutkan makanannya. Makanan yang sudah dingin sudah tidak enak untuk di hidang.


Satu piring sudah cukup untuk membuat orang kenyang, mungkin akan menambah setengah porsi jika dia benar-benar lapar.


"Ahh, aku kenyang sekali~"


Biasanya, makanan yang terlalu banyak dan tidak habis akan kami simpan kembali di kulkas, mungkin ada yang belum tidur tengah malam dan lapar, dia tidak perlu memasak, namun hanya harus memanaskan kembali makanan.


Aku membawa sendiri piring yang habis kupakai, kami mencuci nya sendiri-sendiri, disini semuanya adalah aturan makan langsung cuci sendiri, aku tidak suka jika ada satu pun piring kotor yang tersisa di tempat cucian piring, itu bukan pemandangan yang bagus untuk di lihat, lagipula itu hanya akan mengundang para kecoa dan tikus.


Itu benar-benar menjijikan, maka dari itu aku selalu ingin mereka menjaga semua kebersihan rumah.


Beberapa menit kemudian, suara bel berbunyi dari luar di sertai ketukan pintu...


DING DONG~


Aku tidak tahu siapakah yang membunyikan bel untuk pertama kalinya, namun...kami belum pernah memiliki tamu yang membunyikan bel, jika itu adalah Akira dan Isami, mereka hanya akan mengetuk dua kali dan segera masuk.


Irin baru saja mau bergegas ke pintu ruang tamu untuk melihat orang yang berkunjung malam ini, namun Sora sudah lebih dulu membuka pintu itu.


Di luar hanyalah satu orang biasa yang berpakaian seperti pakaian khusus, lebih mirip pakaian kurir barang online, tunggu dulu! apakah seseorang memesan sebuah barang? kurasa begitu.


"Irin! disini ada seseorang lelaki yang ingin meminta tanda tangan mu"


kata Sora.


"Hah? tanda tanganku?"


Irin segera datang kesana juga untuk melihat alasan memberi tanda tangan tersebut.


"Ehh, permisi nona, apakah disini adalah nama anda??"


Kemudian petugas berseragam itu memperlihatkan sebuah iPad dengan kolom tanda tangan yang kosong dan nama Airin Lloyd di bawahnya.


"Tunggu dulu, aku tidak ingat aku pernah membeli barang online? hmmphh"


"Tidak nona, ini bukanlah barang online"


kata petugas itu.


"Hah? bukan barang online? lalu? apakah itu??"


"Ini, adalah tanda tangan untuk mengkonfirmasi bahwa anda adalah orang yang tinggal disini, juga mengkonfirmasi bahwa empat mobil box itu bukanlah mobil paket, melainkan mobil penuh berlian yang anda beli tadi sore"


"Hahh?? iya! benar! kenapa aku bisa lupa?"


Irin segera menerima iPad dari petugas yang di berikan padanya, dia segera menulis tanda tangannya yang indah disana.


Tanda tangan serah terima ini bukan menggunakan tiket, kartu ataupun karcis dan semacamnya, melainkan sebuah tanda tangan yang di sentuh langsung oleh penerima dari tablet kantor yang di pegang oleh petugas, dengan begitu tanda tangan yang di konfirmasi akan segera di kirimkan langsung ke kantor pusat dan di setujui bahwa semua pembelanjaan telah di terima.


Sat...set...sett


"Nona, tanda tangan anda begitu indah!"


"Hahaha!!! kamu bisa saja, itu hanya tanda tangan biasa, ayo segera turunkan"


Banyak petugas membuka keempat pintu mobil bos itu, dengan sebuah gerobak khusus yang keren sebagai pengangkut perhiasan ini, perhiasannya tidak di biarkan begitu saja ataupun di bungkus.


Namun setiap satu buah perhiasan diisi di dalam kotak yang menyesuaikan ukuran nya dengan benda yang seperti gabus atau stereoform berwarna merah seperti karpet di bawahnya, ini adalah pengemasan yang benar-benar profesional.


"Jadi ada berapa kotak semua ini?"


Tanya Sora.


"Emmm, kurasa aku kurang tahu berapa semua jumlah kotak-kotak ini, nona, namun empat mobil box ini hanya yang lebih dulu sampai"


Irin segera bertanya lagi...


"Lebih dulu sampai??"


"Benar, masih ada sepuluh mobil box lagi yang akan datang untuk menurunkan semua barang, mungkin lima menit lagi setelah kami hampir selesai menurunkan semua ini"


"Hmm, sepertinya memang membutuhkan banyak mobil karena pengemasannya yang begitu memakan banyak ruang"

__ADS_1


Tak lama setelah hampir semua perhiasan di dalam empat mobil di turunkan, sepuluh mobil box dengan mobil yang sama dan logo yang sama di setiap box nya datang lagi.


Sekarang, ada total empat belas mobil box yang ada di depan halaman rumahku hanya untuk menurunkan ribuan perhiasan.


Pintu di bawah tangga yang menuju ke lantai atas itu, adalah pintu menuju ruang bawah tanah, ruang bawah tanah itu tidak seperti parkiran di basement pusat perbelanjaan ataupun tempat umum, ini adalah ruang bawah tanah yang bersih dan rapih layaknya ruangan pribadi, tempat dimana akan tersimpan banyak perhiasan disana.


Aku lebih menggangap kamarku adalah ruangan pribadi, dengan buku catatan dan bacaanku yang privasi dari orang lain, bahkan Akira tidak boleh tahu semua tulisan di buku harian ku, itu agak memalukan.


Aku tidak tahu harus melakukan apa dengan semua perhiasan mewah ini, bagiku itu tidak berarti dengan menghiasi pakaianku dengan perhiasan, aku lebih suka memakai dress sederhana dan sendal kelinci putih abu-abu ini.


Puluhan kali mereka bolak balik mengangkat semua kotak perhiasan ini ke dalam.


Jadi yang di maksud tumpukan perhiasan, adalah setiap perhiasan yang berada di dalam kotak merah kemasannya. Dan setiap kotak yang saling tumpuk menumpuk hingga memenuhi sepertiga ruangan bawah tanah ini.


Bukan berarti semua perhiasan emas dan berlian ini hanya di taburkan begitu saja dan di lantai dan di tumpuk seperti gunung.


Sepertinya hampir tujuh puluh kali lebih bolak balik, akhirnya semuanya tersimpan dengan rapih di ruangan bawah.


"Kalian benar-benar sangat bersemangat dalam mengangkat barang ini yah!"


"Tidak, nona, kami baru kali ini benar-benar sangat semangat seperti ini"


"Benarkah??"


"Ya, itu karena anda yang membeli habis seluruh perhiasan dari tiga toko beserta gudangnya, sehingga stok perhiasan di kota ini habis dan akan datang lagi dalam satu Minggu kedepan"


Mereka bersemangat karena upah yang di tambahkan ke gaji bulanan mereka, ini semua karena pembelian yang sangat drastis tidak terkira.


"Nona, bos sangat senang dengan terjual nya semua perhiasan ini, ini sulit di percaya, anda menghabiskan semuanya, gaji seluruh pekerja baik dalam maupun luar, semuanya mendapatkan upah tambahan"


"Ah, jadi itu yang membuat kalian sangat senang"


Para pekerja itu memang semuanya sangat gembira, tidak hanya pengantar barang, saking senangnya bos Kenzo, bahkan office boy pun mendapatkan upah tambahan.


"Benar, nona...dan ada satu lagi titipan dari boss kami"


"Apa itu?"


Kemudian petugas itu mengeluarkan sebuah kertas kecil yang seperti struk dari selipan buku di tas nya.


"Ini, ini adalah bonus besar-besaran dari boss kami, di peruntukan pada anda sebagai pembeli paling terbaik sepanjang sejarah perusahaan perhiasan Aurora"


Irin penasaran dengan kertas yang seperti ukuran A6 ini, dia terkejut setelah melihatnya.


"Apa?? ini, benarkah?"


Sambil menutup mulutnya dengan tidak percaya, seakan-akan seperti mimpi.


"Benar, nona...itulah bonus pembeli terbaik sepanjang sejarah, bos tidak pernah melakukan hal seperti itu, ini sepertinya pertama kalinya dia memberikan bonus tidak terhingga seperti itu"


Cian, Kiana dan Sora segera bergegas mendekati Irin, karena melihat Airin yang begitu terkejut hanya dengan sebuah kertas.


Cian: "Apa itu?? Huhh?"


Ekspresi mereka semua sama.


Ini sebuah kertas sebagai prize pembelian brutal dengan satu unit rumah sebagai prize nya.


"Ini...ini prize dengan unit rumah elit? tunggu...dimana lokasi rumah ini?"


Tanya Irin.


"Itu belum memiliki lokasi pasti, anda bisa menandatangani yang kedua lagi untuk mengkonfirmasi bahwa anda menerima prize ini"


"Kemudian??"


"Kemudian, anda bebas memilih rumah elit di kota ini yang ingin anda dapatkan dengan syarat satu unit rumah yang dapat anda pilih"


Airin hanya melihat kolom tanda tangan yang kosong di kertas, dan segera menandatangani nya, lalu petugas mengeluarkan lagi iPad yang sama dengan kolom kosong untuk di tanda tangani lagi, total tiga tanda tangan yang di berikan Airin sekarang, satu tanda tangan berada di kertas nya sebagai pegangannya.


"Baiklah nona, jika tidak ada yang di tanyakan lagi, kami akan segera bergegas pergi, jika ingin bertanya lagi, anda bisa menghubungi nomor kontak yang tertera di kertas, kalau begitu kami pamit pergi"


"Yah, terima kasih"


"Irin, jika itu rumah, dan bebas memilih mana saja, kemana kita tidak memilih rumah kosong sebelah ini yang belum di tempati oleh tetangga??" Tanya Cian.


"Kurasa itu ide yang bagus, dua rumah yang terhubung, mungkin ini bisa di renovasi lagi dengan sedikit lebih baik"


Pada dasarnya, semua rumah di kompleks ini sudah memiliki desain dengan gaya terbaik yang ada, namun setiap rumah elit disini adalah dua lantai, maka rencana Airin adalah menghubungkan kedua rumah dengan mengubah beberapa bagian lantai dua di dua rumah ini.


Artinya, setiap lantai dua rumah satu dengan rumah satunya akan di hubungkan dengan jembatan kaca yang seperti terowongan kaca di bawah laut, namun ini hanya seperti terowongan biasa yang kotak dan minimalis.

__ADS_1


Tidak ada yang perlu di khawatirkan soal biaya dekorasi, tukang pekerja, arsitek atau apapun itu, semua sangat mudah.


__ADS_2