Her Private Life

Her Private Life
That's the same as 21 hours of sleep


__ADS_3

Di ruang utama, Irin memberikan sihir penyembuh lagi untuk membantunya pulih dengan cepat.


"Kamu baik-baik saja?"


"Ah, kepalaku sedikit pusing" jawab Cian.


Kemudian berkata lagi...


"Irin mari kita ke kamarku sebentar"


"Hmm?"


Irin tidak tahu kenapa dia mau naik lagi ke atas, ke kamarnya, Irin segera membantunya berjalan sambil menahan tubuhnya agar tidak jatuh.


"Ada apa? tanya Irin.


"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin beristirahat lagi, jika terjadi sesuatu padaku, mintalah pada Akira untuk membantu"


"Baiklah, beristirahat lah kalau begitu"


Dia segera meninggalkan Cian dan keluar dari kamarnya, keesokan harinya adalah hari Rabu, setelah libur sehari, mereka sudah harus masuk kembali bersekolah layaknya hari normal.


Keesokan paginya...


Irin mandi dan bersiap-siap dengan seragam nya, dia selalu santai tanpa perlu mencuci kaos kaki di hari libur ataupun bajunya, karena semua ini telah di lengkapi dengan sihir pelindung otomatis, jika ada kotoran yang mengarah pada seragamnya, maka itu tidak akan mengenainya.


Irin kemudian turun ke lantai dasar dan melihat Akira sudah ada bersama Isami di rumahnya, lagipula...Apa-apaan itu apakah Cian sudah tidur sejak pagi kemarin hingga jam delapan malam? dan tidur lagi jam sepuluh malam hingga jam lima pagi?


Itu berarti sejak pagi kemarin hingga pagi ini total jam tidur Cian adalah sekitar dua puluh satu jam, namun kenyataannya setengah dari itu bukanlah tidur pada awalnya, melainkan roh nya yang terlepas dari tubuhnya dan tiba-tiba terpindah ke dunia lain.


Yang tidak disangka Irin dan membuatnya cepat turun ke bawah adalah hal yang mereka tertawakan di bawah sana.


Cian yang duduk seperti boss dan sudah sehat setelah tidur yang begitu lama, kemudian rambut merah mudah nya harus di sisir dan di kuncir oleh Kiana, sementara Isami memasang kaos kaki pada kaki Cian.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Irin.


"Oh? tentu saja aku adalah pemenang hahaha"


Irin: "Menang? memenangkan apa?"


Cian: "Memenangkan tantangan game di malam lusa kemarin, yang kalah akan menuruti perintah dan melayaniku selama lima hari penuh berturut-turut"


Irin: "Upss, Ahahahaha..."


Irin kemudian tertawa dan mengejek Isami dan Kiana juga sebagai tim yang kalah, mereka akan menjadi budak Cian dan juga mereka perlu melayani Sora sebagai salah satu pemenang juga.


Cian: "Irin"


Irin: "Hum?"


Cian: "Aku seperti jadi malas sekolah hari ini, bagaimana jika aku mendapatkan pelayanan ekstra dari para pelayan ku? ahahaha tolong izinkan pada guru bahwa aku sedang sakit saja"


Irin: "Hah? mana boleh seperti itu! kamu juga harus tetap ikut bersamaku dan Akira ke sekolah, aku tidak akan mengizinkan mu pada guru, dan aku akan berkata bahwa kamu malas ke sekolah"


Cian: "Ahh, ya sudahlah, aku akan tetap pergi, Humphh!"


"Lagipula, kamu tidak harus memperlakukan mereka seperti budak sepenuh hari, Isami bersekolah dengan kita juga" potong Akira.


Isami: "Hah! tepat sekali! aku lebih baik membatalkan pelayanan ku dari pada harus tidak pergi ke sekolah hanya untuk melayanimu!"


Cian: "Begitukah?"


Cian kemudian berdiri dari tempat duduk sofa dan berjalan menuji ke Akira, dia memegang pundak Akira dengan kedua tangannya secara acak dan sedikit berjinjit mendekatkan mulutnya sejengkal dari telinga Akira.


"Bagaimana jika kamu saja yang menggantikan mereka berdua? mungkin kah aku bisa mendapatkan layanan yang lebih baik untuk memuaskanku? atau bagaimana dengan menggunakan tubuhku?"


Boing...


Dia menempelkan tubuhnya pada Akira dengan rapat.


Akira: "Arkhhh!!! ini sangat rapat sekali! apa-apaan ternyata begitu besar! sial! Akira! kamu harus menahan diri! jangan tergoda!"


Ucap Akira dalam hatinya.


Cian: "Bagaimana?"

__ADS_1


Akira: "Hah? bagaimana apanya? sepertinya aku menolak!"


Cian: "Begitu yah? ya sudahlah, mungkin aku akan berhasil lain kali agar kamu mau! Hahaha"


Akira: "Kamu ini gila! mengatakan diriku autis, tapi lihatlah dirimu!"


Cian: "Benarkah? kamu tidak boleh kasar begitu dong...TchichichaahaHAHAHAHA...."


Isami: "Sudahlah Akira! gadis ini cukup stress! aku muak dengannya aku akan berangkat lebih dulu!"


Isami segera menghilang dengan cahaya merah, berteleportasi langsung ke sekolah dengan keadaan yang cukup kesal. Namun, itulah resiko yang dia tanggung sebagai perjanjian dari kekalahannya.


Dia cukup stress dengan kekalahan kedua nya dari Cian, gadis itu memiliki kemampuan curang seperti chiter yang meniru semua kemampuannya waktu itu, apa-apaan itu? pikirnya dalam hati.


Bukan hanya skill dan sihir, dia bahkan dapat meniru gerakan orang lain secepat apapun itu, kemudian kekalahan kedua nya adalah di dalam game favorit nya ini.


Dia belum pernah mengenal game online atau dunia dengan hubungan teknologi, dia sangat senang tinggal di dunia ini dengan teknologi peradaban disini, benar-benar menyenangkan! game online, sosial media, dan lainnya.


Bahkan dia menghabiskan waktu bermain game untuk menguasainya dan hanya di kalahkan oleh Cian yang pemula dalam game! apa-apaan gadis itu? dia sangat cepat memahami keadaan, membuat Isami marah dan malu kalah dua kali.


Di sekolah pun, waktu beli istirahat berbunyi, ribuan murid semuanya melaksanakan aktifitas mereka sesuai durasinya, mereka bebas kemana saja entah ke perpustakaan, pulang ke rumah untuk tidur, atau apapun yang akan mereka lakukan.


Terkadang siswa yang malas belajar akan pulang ke rumahnya pada jam ini dan tidak balik lagi ke sekolah sampai seterusnya.


Di kantin besar pun, Akira melihat Isami sendirian di meja kosong dan segera mengambil tempat untuk duduk di sampingnya.


"Kamu sendiri lagi"


"Hah? apa boleh buat? lagipula anak-anak di kelas itu sangat membosankan!"


"Hahaha itulah nasibmu"


Kemudian Irin dan Cian datang untuk duduk di meja yang sama dengan mereka, Irin duduk di depan Akira tapi..


"Isami! kamu pindah sana di samping Irin!"


"Hah? apa-apaan? aku sudah lebih dulu di meja ini! kamu duduk saja di sebelah sana!"


"Tapi kamu tidak boleh melanggar aturan sebagai seseorang yang kalah, jika kamu melanggar maka kamu adalah seorang pecundang yang sangat payah! Huu..."


Isami segera berpindah duduk di samping Irin.l, dan Akira duduk di depan Isami, kemudian Cian berada di samping Akira dan tepat di depan Irin.


"Nah, Irin...jadi ceritakan kemana saja kamu dan Akira pergi tanpaku di malam waktu itu? kalian tega sekali jalan-jalan tanpaku!"


Irin: "Ehh...emm....ak"


Akira: "Aku yang mengajaknya sendiri!"


Cian: "Sendiri?"


Akira: "Benar! agar aku bisa bersamanya, hanya kami berdua"


Cian: "Lalu?"


"Aku mengatakan perasaanku, itu saja"


kata Akira


"Perasaan? perasaan apa? apakah??"


"Tentu saja perasaan hatiku, aku menyukainya, Irin adalah pacarku sekarang! diam nya mungkin bisa cemburu lho jika kamu terlalu dekat denganku"


Isami: "Hah?? sejak kapan?"


Cian: "Hah? Irin? kenapa kamu tidak menceritakan ini padaku? pantas saja kamu waktu itu tersenyum-senyum sendiri!"


Akira: "Benarkah? dia tersenyum-senyum sendiri??"


Irin sangat malu, karena kedua orang ini ternyata sangat tidak bisa diam jika sudah bertemu, mereka akan membuat segalanya terbongkar.


Cian: "Irin! aku tidak percaya ini, padahal aku juga mau menjadi pacar Akira lho...Hummph"


Isami: "-_-


Akira: "Ehh, benarkah itu? bagaimana jika kamu jadi pacarku juga? tetapi sebagai yang kedua?"

__ADS_1


Irin: "???"


Isami: "???"


Cian: "Deal?"


Akira: "Entahlah? sepertinya Deal mwhehehe"


"Akira! apa-apaan itu? kenapa bisa semudah itu mengatakan dan menjawab?" Irin marah dan wajahnya segera memerah.


"Irin~ aku akan segera merebutnya lho...hahahaha..."


Akira: "Ah jika Irin yang pertama, dan Cian sebagai pacarku yang kedua, maka tersisa ribuan wanita lagi di sekolah ini yang akan menjadi pacar ku, hehehe"


Berkata sambil menelan makanan nya.


PLAKK!


Tangan Cian memukulnya dan membuat makanan yang di telan nya barusan tersedak.


"Ahahak...uhuk...uhukk"


Dia seperti tidak bisa berbicara, namun segera meraih gelas minum dan minum dengan cepat.


Akira: "Sial! jangan memukul begitu! aku hampir saja mati! aku tidak mau mati untuk kedua kalinya!" sambil memandang wajah marah ke Isami.


Isami: "Hah? kenapa menatap ku seperti itu?


Irin: "Kamu pernah mati?"


"Ahaehe...tidak, bukan apa-apa hanya candaan"


Kata Akira.


"Lihatlah sekelompok anak dari kelas itu, mereka kelas elit tapi kenapa begitu konyol?"


"Entahlah? sepertinya memang mereka masuk ke kelas elit dengan menyogok kepala sekolah untuk lulus dengan mudah


Kata-kata beberapa murid lain yang lewat dan melihat mereka dengan aneh.


Isami: "Ah! Akira! Cian! kalian terlalu berisik! lihatlah orang lain menggangap kita sekelompok orang bodoh yang masuk ke kelas elit dengan sogokan! itu karena kalian bertingkah konyol"


Akira: "Biarkan saja mereka, mereka hanya iri karena tidak dapat masuk ke kelas elit seperti kita"


Cian: "Sudahlah, Isami! kamu tidak usah sering mengoceh padaku! sepulang sekolah kamu harus membuka kaos kaki ini, kemudian tugasmu dan Kiana adalah membuatkan secangkir teh dingin dan roti!"


Isami: "Ahh!"


"Lagipula, Isami...apakah disini lebih menyenangkan? lebih menyenangkan manakah antara tempat asalmu dan dunia ini? tanya Irin.


"Sepertinya aku lebih suka disini, aku tidak perlu di batasi untuk kemanapun, tidak ada yang melarang ku, tidak ada yang membuatku bosan, dan tidak ada yang menghinaku, terkecuali gadis ini!!" sambil menunjuk Cian.


"Hahaha... sepertinya kamu membenci Cian yah?"


"Benci? aku tidak meletakan benci pada seseorang, aku hanya kesal dengan sikapnya yang selalu mengejekku, lagipula dia itu sedikit stress tidak ada bedanya dengan Akira"


"Hah? aku kenapa aku di golongkan stress?"


"Ah lupakan saja!"


Irin: "Lalu? bagaimana kamu bisa mempelajari sihir-sihir itu? menghentikan waktu? aku benar-benar ingin tahu, coba ceritakan padaku"


Isami: "Aku mempelajari nya di perpustakaan"


Irin: "Itu saja? seberapa lama kamu mempelajarinya? itu bukanlah sesuatu yang mudah seharusnya"


Isami: "Benar! aku mempelajarinya dalam waktu yang cukup lama, aku membacanya mencoba merapalkan mantra nya meskipun banyak kali gagal karena kesalahan pengucapan"


Isami menceritakan semua pengalamannya nya dalam belajar sihir mulai dari akademi dengan sihir-sihir dasar dalam mengendalikan api, air, angin, tanah, kemudian sihir yang menyempurnakan teknik dari elemen seperti memodifikasi bentuk api dengan lava atau sesuatu yang lain sebagai modifikasi kedua dari api dasar, hinnga bisa mengubah elemen dengan tingkat yang lebih tinggi.


Kemudian soal sihir-sihir tingkat lima itu memang di dipelajarinya dalam dua tahun, dia memutuskan pergi ke tempat para penyihir hutan yang sebenarnya masih hidup dan masih menggagumi sihir-sihir Hisoka Yuna, meskipun itu adalah sihir-sihir dengan mantra terlarang.


Terkadang Belajar sihir atau mengeluarkan sihir itu memerlukan mantra, namun seiring dia berlatih dan menjadi lancar, hal itu tidak memerlukan pembacaan mantra, setelah lama menjelaskan pada mereka, kemudian Isami mulai bertanya pada Irin, Akira, dan Cian...


"Lalu, untuk kalian bertiga...darimana kalian memiliki kemampuan seperti itu? kenapa bisa begitu? terlebih lagi Cian! kamu sangat merepotkan jika terus mencuri dan meniru skill orang lain"

__ADS_1


__ADS_2