
Keduanya bergerak dengan cepat kembali seperti tadi, namun lebih cepat lagi dengan seratus kali lipat lebih cepat dari kecepatan cahaya mungkin tiga ratus kali lipat dari yang tadi.
TANGG...TINNG...TING...TINGHH...
Pedang-pedang itu terus saling berbenturan, tempat yang tadi seperti sebuah kota dunia lama tidak lagi terlihat seperti kota, lebih seperti daerah setelah perang dunia. Kali ini Akira akan mencoba menahan kekuatannya lagi, dia mengedipkan kembali matanya dan berubah lagi dengan merah bercahaya, segera terjadi lah sebuah bencana ledakan besar.
Isami mungkin menduga bahwa mata nya akan terbuka lagi kedua kali nya dengan kekuatannya yang berlipat ganda dari yang tadi, dia dalam bahaya, dan segera mengendalikan sihir tingkat lima untuk melindungi seluruh tubuhnya dengan cepat.
DUARRRR!!!!
Ledakan dengan skala besar meledakan setengah bumi sesuai arah kemana tatapannya pergi hingga bulan dan planet-planet yang terkena arah tatapannya akan segera hancur berkeping-keping jika itu terlalu dekat, objek jauh seperti bintang-bintang lainnya mulai bergetar dan seluruh planet yang mengelilingi Matahari di tata surya mulai tergeser jauh dari orbitnya dan perlahan hancur.
Bagian bumi tersisa setengah sekarang, untung saja tatapan itu mengarah ke langit hingga ledakan tidak akan mengenai bumi, tetapi tatapan itu akan berdampak sejauh lima puluh miliar tahun cahaya jaraknya dalam keadaan masih tersegel, itu sangat jauh, tidak ada yang bisa membayangkan sejauh apa jika segel terakhir benar-benar terbuka. Jika tatapannya tadi mengarah ke bawah, mungkin sudah akan meledakan bumi hingga menjadi partikel-partikel kecil di antariksa, dia tidak boleh menghilangkan pijakan, biarkan Cian melihat kemampuan nya, dia akan mulai sedikit pamer.
Topeng putih polos yang tidak ada apapun kemudian mulai dia pasangkan ke wajahnya, seperti aura yang menusuk ke dalam dirinya, ketika topeng itu melekat ke wajahnya untuk menutupi seluruh wajahnya, yang dia rasakan adalah rasa sakit seperti akan menghancurkan wajahnya, itulah efek memakai topeng penahan kekuatannya. Meskipun tiga segel benar-benar terbuka sekarang, bukan berarti itu adalah tujuh puluh lima persen dari kekuatan aslinya, tiga segel nya awalnya hanya menekan sepuluh persen dari kekuatannya, dan segel keempat adalah segel terkuat yang menahan sembilan puluh persen kekuatan sejatinya.
Sebuah topeng putih mulai terpasang melekat kuat seperti tentakel-tentakel venom yang melahap wajahnya, seluruh wajahnya benar-benar tertutup dengan topeng putih polos, kemudian di tengah bagian topeng itu muncul sebuah garis yang membuka satu mata. Mata yang seperti sebuah mata iblis dan di kombinasikan dengan pupil yang seperti mata naga berwarna merah. bergerak-gerak menggeliat menatap kesana kemari, seperti mata monster. Ini hanya satu buah mata yang berada seperti terbalik dari posisi horizontal menjadi vertikal berada di tengah.
Sebuah topeng mata satu di tengahnya, kemudian sebuah mata di topeng itu adalah cara nya untuk melihat, dua mata menjadi satu mata di topeng. Karena aura matanya yang cukup kuat, bahkan topeng itu retak dan hancur di bagian kanan, tidak sampai menghancurkan seluruhnya, itu hanya seperlima dari bagian topeng, kedua matanya masih tertutup di balik topeng dan yang ada hanyalah satu mata di tengah topeng dengan retakan.
"Apa itu??"
Isami segera terkejut dengan pemandangan yang di lihatnya barusan, itu bahkan menghancurkan sebagian planet yang di pijak nya bahkan berdampak pada benda-benda langit yang sangat jauh, kemudian topeng mengerikan yang menahan kekuatan Akira, jika bukan karena mantra sihir pelindung terakhirnya, mungkin dirinya juga akan hancur menjadi kepingan debu terkena arah tatapan itu.
"Sekarang...adalah bagian selanjutnya"
Sedikit senyum mengerikannya terlihat karena topeng yang hancur di bagian ujung bawah.
Kemudian sebuah cahaya hitam berwarna keungu-unguan mulai mengeluarkan sebuah pedang yang tidak seperti tadi, pedang ini sedikit lebih besar, panjang, dan tajam di kelilingi oleh aura hitam dengan sedikit ungu, bahkan bagian tengah nya antara pedang dan gagang adalah sebuah bentuk yang seperti dua tanduk saling berlawanan arah dan di tengahnya terbuka lagi mata yang sama seperti di topeng, ini adalah mata kedua yang sedikit lebih kecil dari yang di topeng, kali ini penglihatan Akira akan menjadi dua, dan kesadarannya akan menjadi dua, kesadaran yang utama berada di tubuhnya, sementara kesadaran kedua berada di pedangnya.
Bajunya yang tadi nya hanya baju biasa, berubah menjadi sebuah jubah hitam yang sama seperti dia gunakan saat bertemu Irin di dalam mimpi, bahkan rambut normal nya yang tadi perlahan memanjang sedikit dan berubah seperti memanjang lima senti lebih panjang dari sebelumnya.
"INILAH WUJUD KEDUA KU!
Dia berkata dengan senyum mengerikan seperti iblis, wujud dewa kehancuran yang bahkan aura hitam nya saja akan membuat layu tanaman-tanaman dan membuat semua yang di lewatinya menjadi hitam, mati, dan hancur secara perlahan.
Isami mulai menyerang segera, mencoba untuk membunuhnya lagi, namun Akira dalam wujud dewanya sangat sulit di kalahkan, meskipun itu tersegel. Kecepatannya sangat cepat.
__ADS_1
Isami mulai menggunakan sihir-sihir terakhirnya untuk melawan, cahaya merah nya mulai meningkat lagi.
Dia menyerang, namun Akira menangkis nya dengan sangat mudah bahkan pedangnya hanya di tahan oleh genggaman tangan kanannya, sambil menahan serangan itu, ujung pedang Isami yang ditangkapnya mulai hancur dan retak terpotong-potong.
"Tidakk!!! bagaimana bisa! pedang ku!"
Namun dia masih bisa bergerak kembali dan memulihkan kembali pedangnya menjadi seperti semula, dia jelas dalam bahaya. Namun Akira sepertinya tidak akan membunuhnya karena Akira berniat menghukumnya di dunia nyata untuk di saksikan banyak orang nyata juga sebagai pembunuh bertopeng di rekaman.
Saat dia baru mulai bergerak lagi, perasaannya mulai berubah, pedang itu sudah menembusnya dari belakang hingga ke depan jantung nya. Ini terlalu cepat! dia bahkan tidak merespon
"Kamu, terlalu lambat! bahkan aku hanya melihatmu bergerak seperti satu langkah dalam satu jam"
Kecepatan Akira dalam wujud ini terlalu cepat,
bahkan jika Isami bergerak delapan ratus kali lipat lebih cepat lagi, dia akan tetap terlihat sangat lambat bagi Akira. Kemudian Akira mulai mengancam nya untuk membawa mereka kembali ke dunia nyata jika dia masih ingin hidup. Tentu saja Isami tidak ingin mati sekarang, masih ada hal yang harus dia lakukan.
"Akira ku yang sangat kejam Tcihihihi"
.
"Ahh benar, aku harus melakukan sesuatu agar dia membayar perbuatannya"
"Omong-omong...Biarkan kami melihat wajah di balik topeng mu itu" kata Cian.
Dia perlahan berjalan mendekati untuk mencabut topeng itu, namun Isami mulai memberontak untuk mencoba melawan lagi.
"Hooh? masih ingin melawan? sampai kapan pun kamu melawan aku bisa mengikuti semua kemampuan mu lho."
"Akira~"
Dia memanggil nama Akira dengan nada suara dan senyuman jahat bermaksud memberi kode agar Akira menahannya lagi. Beberapa rantai hitam mulai keluar untuk mengikat seluruh tubuhnya.
Cian segera membuka topeng Isami yang sudah retak-retak seperti itu. Namun keduanya terkejut melihat bahwa orang ini adalah Isami teman yang sebelumnya bertemu dengan mereka.
Akira: "Sialan! kamu!"
Akira segera berjalan dengan emosi untuk menusukkan satu kali lagi pedangnya menembus ke tubuh Isami, namun Cian melarang.
__ADS_1
"Kamu benar-benar orang yang munafik yah?"
Cian berkata dengan mendekatkan mulutnya tepat di depan telinga Isami.
"Akira...selesaikan saja"
"Ah, benar juga"
Akira mulai melepaskan beberapa rantai untuk menusukkan pedangnya memotong tangan kanan Isami hingga tidak bisa di pulihkan sementara waktu. Jika dia tidak segera membawa mereka kembali, maka Akira akan langsung membunuhnya saja, hanya dengan membunuhnya sudah pasti ruang ini akan runtuh dan mengembalikan mereka kembali ke dunia nyata.
Benar-benar seperti mimpi buruk baginya, dia mengira antara tiga orang itu kedua ini adalah yang paling lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa, namun dia benar-benar ketakutan soal ini, wujud dan kekuatan Akira yang seperti itu. Sifat Cian yang berubah menjadi sedikit gila dan jahat.
"Kenapa? orang-orang di dunia ini mengerikan? apakah mereka dari alam sihir? tidak bukan itu! darimana kah? mereka? ataukah mereka adalah monster yang menjelmah sebagai manusia?"
Pertanyaan memenuhi kepalanya membuat sekujur tubuhnya merinding hebat. Dia pikir kemampuan sihir nya sudah cukup untuk bisa menundukkan Yuna di hadapannya, mungkin sepertinya dia akan mengakhiri saja rencana bodoh nya ini dan cinta nya pada Yuna itu hanyalah mimpi belaka pada karakter donggeng. Setelah kembali ke dunia nyata, dia akan di penjara seumur hidup nya.
Mereka pun kembali ke dunia nyata dengan membawa Isami ke kantor polisi dengan bukti topeng yang nyata sama seperti rekaman kamera. Polisi sudah pasti akan memahami bagaimana kondisi nya topeng ini bisa rusak mungkin saja kedua orang ini bekerja sama melawan pengguna sihir dengan beberapa senjata tajam, namun kenyataan nya berbeda.
Cian menyuruh Akira agar menghentikan penggunaan mata itu dan juga untuk membuka topengnya sendiri, Akira kemudian menutup kembali mata nya itu, dan membuka topeng nya sendiri, topeng ini benar-benar sangat keras bagaikan lem yang menempel di kulitnya untuk selamanya, ada sedikit rasa sakit saat mencabutnya.
"Akira..."
"Hah? apalagi?"
"Wujud mu itu..."
"Ada apa dengan wujud ini?"
"Aku menyukainya"
"Benarkah ibu? menyukai ku seperti ini?"
"Sangat lebih dari benar, biarkan ibu menjadi kekasihmu saja, seorang ibu dan anaknya yang saling mencintai"
"Hahaha! kamu benar-benar pandai bercanda"
"Bercanda? sepertinya kali ini aku tidak bercanda, kita bicarakan ini lain kali saja tanpa ada Irin, okeh?"
__ADS_1
Akira pun mengganguk, dia benar-benar patuh pada Cian entah kenapa, tapi dia benar-benar suka menaati keinginan Cian. Dia mulai menyadari bahwa ternyata selain Irin entah kenapa dia memiliki perasaan suka juga dari awal pada Cian, begitupun sebaliknya, mungkin selama ini dia tidak menyadari bahwa dia sendiri juga menyukai Cian. Cian berbeda dari Irin yang tidak bisa berbicara jujur secara langsung, sedangkan Cian benar-benar bisa berbicara apapun tentang kemauan nya jika dia mau.