Her Private Life

Her Private Life
Lloyd's Descendant


__ADS_3

Cian tertidur di dalam mimpinya, namun tidak seperti mimpi, dia terlihat sedang tidur, jiwa dan roh nya bergerak sekarang sedang berada di alam sihir, seperti meninggalkan tubuhnya dan mengeluarkan roh nya.


Dia heran dan mengenal tempat ini setelah berkeliling-keliling di alam sihir, pada akhirnya dia mengerti dan segera tahu tempat apa ini, dunia yang sebelumnya mereka datangi. Dia melihat semua aktivitas-aktivitas yang ada disini, mulai dari aktivitas jual-beli, pelatihan sekolah sihir, orang-orang di bagian hutan besar yang berburu binatang buas dengan sihir.


Dunia ini seperti dunia lama sebelum adanya teknologi, namun sihir berkembang disini.


Dia kemudian mencoba melihat-lihat gerbang yang di maksud gerbang kosmik ini, bagian yang tidak dia ketahui menariknya dari gerbang yang berbeda masuk ke alam lain lagi, dan inilah alam kedua yang memiliki pemandangan flora fauna seperti di dunia dongeng, bagaikan pemandangan kastil-kastil di pegunungan, inilah dunia yang di namakan negeri ajaib, berisi peri yang tak terhitung jumlahnya, hewan-hewan ajaib, kucing yang bisa berbicara atau hewan lain disini mereka saling berteman satu sama lain antara manusia, peri, hewan, tumbuhan, dan ras lain seperti trol, kurcaci, goblin dan masih banyak lagi.


Meskipun goblin lebih banyak yang jahat sebenarnya, karena mereka di kenal sebagai mahluk yang suka merampas dan mencuri benda berharga milik orang lain, terutama emas.


Bangunan nya tidak banyak seperti yang tadi, disini manusia sangat sedikit mereka adalah manusia yang terlahir khusus dengan kemampuan sihir. Mengubah warna benda, menggerakkan benda-benda melayang, menghubungkan benda-benda yang terputus dengan sihir.


Mereka tidak perlu berlatih sihir dasar, karena dasarnya kekuatan ini adalah turun temurun dan mereka yang baru lahir sudah langsung bisa menggunakan sihir, entah itu seorang yang menerbangkan sebuah selimut ke langit.


Cian merasa tidak nyaman hanya dengan roh yang melayang tembus pandang dan tidak terlihat oleh orang lain, bahkan tidak terdengar oleh orang lain, jika suaranya terdengar oleh entitas lain mungkin mereka tetap saja akan menganggapnya sebagai hantu.


Dia terpaksa terbang melayang sebagai roh menuju bagian kerajaan yang terlihat sangat jauh, kerajaan ini begitu megah dengan pemukiman dan sungai-sungai biru mengaliri di sekelilingnya, dia melihat penduduk disini yang bercampuran, banyak ras hidup disini entah itu manusia, manusia setengah hewan, dan lainnya.


Dia tidak punya pilihan lain selain harus memilih dengan wujud manusia, dia berkeliling mencari banyak manusia yang bagus untuk di masuki. Sebelumnya, Irin sudah menceritakan dan memperlihatkan padanya bagaimana hal yang dia lakukan dengan mengambil alih tubuh seseorang dan memasukan kesadaranmu di sana.


Pada akhirnya dia melihat seorang gadis tiga belas tahun yang cukup cantik sebagai wadah kesadarannya. Dengan begini dia dapat mengambil alih tubuh gadis itu, gadis itu akan merasa mengantuk dan akan tertidur selama Cian masih mengambil alih tubuhnya.


Gadis itu tidak akan tahu bahwa tubuhnya sedang di ambil alih oleh hantu dan di kontrol kemana-mana, yang dia tahu hanyalah dia sedang tertidur.


Dengan begini, Cian benar-benar merasa senang dapat menyentuh segalanya daripada harus menjadi hantu yang objek lain tanpa bisa menyentuh teksturnya.


Dia perlahan berjalan kaki ke sekeliling menjelajahi bagian-bagian istana, namun seorang wanita memanggil nya.


"Adik kecil, bisakah kamu kemari sebentar?"


Awalnya Cian tidak tahu siapa yang di panggil adik kecil, karena wanita itu mengarahkan pandangan padanya, hingga dia sadar kembali bahwa dia sedang memakai tubuh seorang gadis kecil ini. Kemudian dia mulai mendekat dan bertanya.


"Ada apa?"


"Bisakah kamu membantu kakak mengikatkan kembali kalung yang putus ini?"


Sambil memperlihatkan kalung nya yang putus dan meminta Cian yang berada di tubuh gadis kecil ini untuk membantu memasangnya kembali.


"Humm"


Cian pun mengganguk dengan wujud gadis kecil lucu yang penurut, tapi dia awalnya sangat kesulitan menyambung gelang ini, hingga harus menggunakan sihir untuk menyambungkan nya tanpa disadari orang lain.

__ADS_1


Wanita itu pun berterima kasih padanya dan mengajaknya ke istana untuk memberikannya makanan atau minuman yang dia mau, awalnya Cian tidak mau, namun apa boleh buat, karena akan aneh jika anak kecil menolak permen atau sesuatu yang dia sukai, kecuali ada larangan dari orang tua mereka.


Cian pun mengikuti wanita itu sambil memegang tangannya, sambil di jalan, wanita itu memperkenalkan dirinya.


"Karena aku belum memperkenalkan diri, perkenalkan namaku Asuka Lloyd, kamu bisa memanggilku Asuka, bagaimana dengan namamu?"


"Aku, Caillian...Caillian Nacht, ngomong-ngomong, nama belakang kakak mirip dengan nama belakang temanku"


"Benarkah? mungkinkah dia salah satu keturunan keluarga Lloyd?"


"Keluarga Lloyd?"


Setelah bertanya, Cian memikirkan hal ini tentang nama keluarga yang di sebutkan Asuka.


"Benar, jika kamu mau, aku akan menceritakannya padamu, tetapi aku merasa tidak enak untuk menceritakannya disini"


"Eh?"


"Ikutlah bersamaku"


Asuka mengulurkan tangannya untuk memegang tangan gadis kecil ini, dan segera terpindah ke rumahnya.


"Rumah? apa ini benar-benar bisa disebut rumah?"


Wanita itu memperlihatkan sebuah Istana di bagian pegunungan yang penuh salju, jauh dari tempat itu. Lalu, dia mulai bertanya lagi.


"Ngomong-ngomong apakah orang tuamu tidak mencari mu jika kamu ikut bersamaku disini?"


Awalnya Cian ragu dengan jawabannya, namun selagi anak ini baik-baik saja dalam kendali nya, dia akan memulangkan anak ini pada keluarganya.


"Sepertinya tidak, tapi hanya dalam beberapa jam saja" jawab Cian.


"Begitukah? kalo begitu langsung saja kita masuk kesana"


Asuka seperti menunjuk ke arah istana tersebut, dan angin kencang menarik mereka terpindah ke istana yang jauhnya sekitar seribu meter dalam lima detik.


Cian merasa kagum dengan wanita ini yang cukup berbakat dalam menggunakan sihir.


Mereka terpindah langsung ke dalam istana, karena bagi Asuka mungkin kedinginan bagi gadis kecil untuk berbicara di luar dengan udara sedingin ini.


Mereka berada di dalam istana sekarang, sambil berjalan Asuka memperkenalkan istana ini dan apa saja yang ada sambil berkeliling.

__ADS_1


Cian melihat di sekeliling kanan-kiri banyak sekali foto anggota keluarga dari kerajaan ini, yang menjadi ciri khas dari semuanya adalah rambut mereka yang sama dengan helai-helai warna abu-abu bergradasi silver, ada yang hitam setengah silver, ada juga yang rambutnya putih bercampur abu-abu dan silver.


"Asuka, bolehkan aku bertanya sesuatu padamu?"


"Boleh saja silahkan bertanya, aku akan menjawab nya"


"Tentang foto-foto ini, siapakah mereka?"


"Oh mereka? mereka adalah bagian-bagian anggota keluarga Lloyd yang pernah menjadi pemimpin di setiap generasi, soal rambut abu-abu itu, itu memang sudah keturunan di antara kami semua"


"Lalu siapakah yang meneruskan semua ini sekarang?"


"Aku lah penerusnya sekarang, aku adalah ratu disini, di istana ini, istana ini bukan istana besar yang memiliki populasi sangat banyak seperti istana lain pada umumnya, kami hanya menjauhkan diri dari dunia luar untuk tidak mengenal kami"


Hanya sampai sini sepertinya yang bisa dia jelaskan soal keluarganya dan istana ini, orang tuanya juga telah tiada, kini dialah yang menjadi pewaris Lloyd, sebagai wanita muda yang mempelajari sihir-sihir dengan cukup pandai.


Sebenarnya bagian dari keluarga ini tersebar banyak di seluruh penjuru negeri ajaib, mereka juga bahkan berada di dunia sihir. Namun, mereka bukanlah keturunan Lloyd spesial yang sepenuhnya mewarisi rambut berwarna abu-abu. Menurut yang ada di aturan keluarga Lloyd, mereka yang memiliki rambut abu-abu, memiliki darah murni keturunan Lloyd, tentu saja mereka akan di berkahi dengan suatu kemampuan spesial sejak lahir.


Bahkan mereka yang memiliki hal itu, berpotensi menjadi penerus kerajaan Lloyd, kerajaan utama Lloyd bukanlah istana yang di tempati Asuka, dia lebih menggangap itu adalah rumah yang berwujud istana, kerajaan Lloyd yang sesungguhnya sebenarnya ada di dunia sihir, bukan di negeri ajaib ini. Mereka jelas berada di dimensi yang berbeda, manusia dengan nama belakang Lloyd yang tersebar di dua dunia, mereka ada banyak, namun bukan berarti mereka adalah darah murni, karena rambut mereka tidak sepenuhnya abu-abu.


Abu-abu rambut mereka sebenarnya bukanlah abu-abu gelap, melainkan abu-abu pucat yang hampir mendekati warna silver, itu tidak bisa di katakan dengan warna silver, karena mereka jelas berbeda.


Kemudian Asuka mulai berbicara lagi.


"Ngomong-ngomong, mungkin kamu belum tahu alasan aku membawa mu kemari bukan?"


"Eh? em...memangnya karena apa itu?"


Cian bertanya karena benar-benar tidak tahu, sambil berbicara dengan suara gadis kecil itu.


"Warna rambutmu...lihatlah itu warna abu-abu, itu sebabnya aku membawamu kemari, aku juga ingin tahu tentang orang tuamu, dimana kah mereka?"


Caillian segera binggung apa yang harus dia jawab dan harus segera menemukan jawaban palsu, mungkin membuat nama palsu untuk anak ini dengan nama Lloyd juga di belakangnya, karena pada awalnya dia tidak tahu nama gadis kecil ini, dan langsung mengambil alih tubuhnya.


"Kalo begitu, bolehkah aku tau siapa namamu? kamu sebelumnya belum menyebutkan nya padaku"


"Caillian Lloyd"


Sangat singkat dan cepat, Cian langsung memakai namanya sendiri saja, namun dengan mengubah nama belakangnya dengan Lloyd.


Namun, yang dia tidak tahu adalah bagaimana menjawab tempat tinggalnya dan orang tuanya, karena dia juga tidak tahu dimana gadis kecil ini tinggal dan dimana orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2