
Seluruh zirah menyatu dengannya, zirah nya tidak besar dan tebal seperti yang berada di pakaian perang di film-film, tubuhnya masih sama dengan ukuran sebelumnya, sekarang sepertinya transformasi seperti itu akan meningkatkan kekuatannya sama seperti Akira.
"Kalian membuatku harus bertarung seperti ini!"
Dia mengangkat lagi pedangnya dan menyerang Akira dengan cepat.
TANG...TANG...TANG...TANG!!
Pedang nya terus di pukul ke arah Akira dengan sangat kuat, tapi bahkan serangan itu tidak berpengaruh padanya dan tidak membuat pedang Akira retak atau lecet sedikitpun.
"Airin, lakukan sesuatu padanya"
Kata Kiana dengan nada yang ketakutan.
"Hah? bagaimana aku harus membantu mereka??"
"Tidak adakah sihir lain yang kau bisa lakukan lagi? bukankah kamu mengatakannya masih banyak lagi??"
Ahh, sihir-sihir yang mendekati halaman kosong semakin tidak masuk akal, apakah aku harus mencoba?
"Aku akan mencoba"
Buku ku, aku bisa memindahkannya dari mana saja dan kapan saja walau itu berada di kamarku di dunia lain.
Buku harian ku kuambil dari sebuah cahaya yang tarik kemari dan aku hanya perlu memasukan tanganku ke dalam hingga aku mengambil buku ku dari meja ku.
Set.
Nah ini dia.
Lembaran ke empat puluh tujuh, masih ada lima belas lembar lagi sebelum memasuki lembar kosong.
Lembar kosong berada di halaman enam puluh tiga sampai seratus sebelas, itu sudah sampai halaman terakhir. entah apa maksudnya buku ini harus meletakan nomor halaman nya dan isi nya yang kosong begitu, aku bahkan tidak bisa menggunakan sihir ku untuk melihat apa yang tertulis di sana.
Lima belas lembaran sihir yang mulai tidak masuk akal, aku akan mencoba nya.
Baiklah.
Buku ku berada di tangan kiri ku dengan keadaan tertutup dan tangan kanan ku akan memulai semuanya.
Dari sampul dan lembaran pertama semuanya terbuka secara satu persatu dan semakin cepat berakhir berhenti bergerak di halaman empat puluh tujuh dimana halaman empat puluh enam adalah halaman terakhir yang pernah kubaca.
Aku tidak pernah membaca seluruh isi buku ini, aku mungkin hanya melihat nya saja sekilas tanpa satu pun masuk ke otak ku.
Tulisan sihir-sihir kuno ini memang aneh, untung nya dengan kemampuanku sekarang, aku tidak perlu lagi belajar berbahasa asing.
Aku bisa mengubah bahasa apapun dan bisa ku mengerti dan terbaca hanya dengan melihatnya. Ini luar biasa!
Baris pertama.
Akan di mulai.
Ketika aku membaca nya, buku ini perlahan terangkat dari jari-jari dan telapak tanganku.
Buku ini tidak lagi saling mneyentuh dengan tanganku, cahaya dari setiap tulisan di dalamnya yang kubaca membentuk sebuah energi mistik hingga berasa ke seluruh tubuhku, halaman ini, halaman selanjutnya, lagi, lagi dan lagi, sudah berapa halaman?
Hitung saja sendiri, aku sudah menghabiskan beberapa kata dan mantra di sana dengan buku itu membuka halamannya sendiri setelah kubaca.
__ADS_1
Aku hanya perlu melakukan semuanya sesuai yang tertulis bukan?
Aku hanya harus mengedipkan mataku.
......TIK.......
Aku mengedipkan mataku dalam sekejap dan penglihatan yang terjadi adalah tepat dimana semuanya kembali berbeda lagi.
Baiklah, Akira perlahan paham jika ada mantra yang bisa juga di gunakan Irin seperti itu. Hanya dia yang menyadari ini semua.
Mari lihat.
Semuanya berubah kembali.
Gadis iblis itu kembali ke waktu dimana dia belum membangkitkan Inferno satu kali pun di jenbatan kedua dalam domainnya.
Akira di sana tidak menggunakan jubah hitam, topeng dan pedang menakutkan yang dia sebut Chaos Of Nature itu.
Lalu yang lebih mengejutkan...
Teman-temanku masih hidup, mereka semua masih hidup. Aku mengembalikan waktu dimana mereka semua baru saja di tarik masuk ke dimensi ciptaan iblis.
"Dimana kita??" tanya Kiana.
"Kita berada di ruang untuk di jebak oleh iblis."
Mereka semua hidup kembali, itu karena aku memutar waktu seperti sebelumnya, ini adalah sihir yang sebenarnya sudah pernah kugunakan.
Tapi yang lainnya masih banyak.
Semua Aneh.
"Apakah aku sudah jauh?"
Dia berbalik lagi melihat kebelakang dan terkejut, bahwa Caillian dan yang lainnya masih berjarak empat meter saja dari tempat nya.
"Hah? apa-apaan?"
"Lho? kamu tadi berlari sangat jauh lho, kenapa kita semua tiba-tiba sedekat ini lagi?"
"Sepertinya ada yang tidak beres"
"Airin tidak menarik kita kembali?"
Ketika pandangan nya mengarah ke sisi lain di belakang mereka, di sana ada Airin dan Kiana.
Baiklah, Isami lebih dulu melihatku dan Kiana.
"Airin??!! sejak kapan dia berada disini?"
Sambil bengong melihat ke arah kami.
Yang lain berbalik dengan cepat juga melihat ke arah kami dengan ekspresi binggung dan pasti mereka berpikir "darimana saja aku?" atau "bagaimana aku bisa disini?"
"Irin, kenapa kamu tidak menarik kami semua kembali?"
"Aku akan menjelaskannya nanti"
__ADS_1
Sekarang...
Aku hanya perlu mengubah kembali seluruh ruang ini ke tempat lain, tempat yang bagus adalah? apa yah? mungkinkah ruang putih tanpa batas? sebaiknya aku memindahkan mereka semua kesana.
Kendali dimensi sekarang berada padaku, aku bebas menggerakkan ruang, dan lainnya.
Seluruh pijakan ini putih, kanan putih, kiri juga putih, di atas sangat tinggi seperti tidak ada ujung nya, lalu kanan kiri dan belakang juga akan sama luasnya dengan tanpa batas.
"Hah? siapa kamu?!?! apa yang terjadi??"
Wanita iblis itu binggung dan marah soal sihir penghalangnya yang semuanya di batalkan.
Lalu dia mencoba seperti sebelumnya untuk melakukan manipulasi kematian instan yang di lakukan hanya dengan genggaman tangannya.
...
"Hah? Apaa??"
"Tidak berhasil? ini bukan wilayahmu lagi, lhoo"
Aku berbicara dengan nada yang mengejeknya.
Kemudian gadis itu merubah lagi manipulasi wilayah menjadi perlahan dengan merah dan akan merubahnya menjadi dimensi pribadi nya lagi, ketika itu akan di lakukan, Airin memindahkan semua orang hingga mereka menghilang dari sana dan tersisa hanyalah dia, Akira, dan gadis iblis itu.
"Mencari naga mu??"
Di waktu lain berbeda tanpa diriku, dia masih menggunakan wujud normal nya dan membunuh mereka semua.
Sekarang, tidak lagi. Aku ada disini, aku akan menjauhkan mereka semua dari ancamannya.
Gadis iblis ini cukup berbahaya jika sampai membunuh dengan genggaman tangan saja.
Itu tidak akan berlaku padaku.
Akira menyerang nya dengan cepat masih menggunakan pedang biasa, bukan pedang andalannya.
Pedang tipis itu menyerang gadis itu hingga menusuk jantung nya begitu dalam.
"Akghhhh!!!"
"Tidak akan terjadi lagi, aku sudah melihat semuanya"
"Hah? apa maksudmu?"
"Aku melihatmu, aku menyadarimu. Walau kamu harus membawa kami semua ke masa lalu, aku tidak akan terpengaruh atau kehilangan ingatanku, aku hanya sengaja melepas topeng ku dalam perpindahan ketika kelopak matamu benar-benar tertutup dan bersentuhan"
"Ah, kamu menyadarinya, baiklah"
Akira sudah menceritakan asal-usul nya padaku, hidup selama miliaran tahun, mungkin tidak heran semua sihir ku di ketahui olehnya.
Sebenarnya dia sudah hidup begitu lama dan sudah melawan berapa banyak mosnter atau orang kuat? aku tidak tahu.
Akira memang bukan manusia seutuhnya lagi, atau ahli sihir, dia sudah pernah menyebutkan dirinya harus menjadi setengah manusia dan setengahnya lagi adalah dewa.
Dia pernah mengatakan "Dewa kehancuran" pada Fallen, itulah dirinya.
Lalu, aku akan membuat naga itu tidak bisa lagi di bangkitkan olehnya.
__ADS_1