Her Private Life

Her Private Life
Three teddy bears and top score


__ADS_3

Hari ini tepat empat hari sesuai yang di janjikan Akira padanya, hari terakhir di tahun 4078 menuju 4079.


Sekitar jam tujuh malam, Akira sudah bersama Airin sekarang, mereka berdua pergi tanpa sepengetahuan yang lainnya, yang lainnya mungkin akan tetap di rumah seperti Kiana, Sora dan Cian, sementara Isami seperti tetap di rumah juga sambil menunggu jam dua belas malam tiba.


Akira dan Airin memang tidak berjanjian untuk mengenakan baju yang selaras, namun warna baju mereka sama sekarang yaitu hitam, layaknya pakaian seseorang yang pergi berjalan-jalan.


"Jam berapa sekarang?" tanya Irin.


"Sepertinya jam tujuh lewat"


"Apa yang harus kita lakukan terlebih dahulu?"


"Humm?? berjalan-jalan? bagaimana dengan Mall?"


"Mall? boleh juga"


Pasangan ini berpindah-pindah kemana pun dalam sekejap tak terlihat oleh mata orang lain,


perjalanan mereka kemana pun benar-benar instan tidak perlu menggunakan motor, mobil, ataupun kendaraan lain.


mereka segera sampai di Mall, berjalan-jalan mulai dari lantai satu, Akira mengajak nya berjalan langsung ke lantai paling atas.


Awalnya Irin heran mengapa langsung menuju ke lantai enam, ternyata di lantai teratas ada bioskop, Akira berencana membeli dua tiket untuk mereka berdua saja.


Disisi lain Isami benar-benar hanya tinggal di rumah, karena sendiri itu membosankan, dia datang ke rumah Irin dan berharap mereka tidak bepergian keluar semuanya.


Ketika sampai di depan rumah Irin, dia mengetuk pintu dan Kiana membukakan pintu untuknya.


"Masuklah, sepertinya Akira tidak bersamamu juga yah?"


"Ah, benar...sendiri itu sangat membuatku bosan, ngomong-ngomong apa yang kalian lakukan disini?"


"Lalukan? kami mencari aktivitas yang menyenangkan, mungkin menonton TV saja atau menyaksikan kembang api dari sini"


"Begitu? ternyata kalian membosankan juga?"


Sebuah bantal dari kursi melayang dengan kecepatan tinggi menuju mukanya dan menghantamnya jatuh.


PLAKK!


"Haa? apa-apaan ini?"


"Membosankan katamu??"


Cian sedikit kesal dengan omongannya dan akan segera memulai aktivitas yang tidak membosankan, karena mungkin mencari Irin dan Akira membuatnya malas keluar.


"Mari kita bermain game, dua lawan dua, Sora! kamu di pihak ku! Kiana, kamu akan satu tim bersama Isami"


"Game apa yang akan kita mainkan?"


tanya Sora.


"Catur?" kata Isami.


Kiana: "Kamu jangan mengada-ada, catur itu hanya satu lawan satu, kita semua empat orang!"


"Terus, game apakah itu?"


"Bagaimana dengan game online?"


Saran Sora.


Kiana: "Moba yang kita mainkan?"

__ADS_1


Sora: "Tepat sekali!"


Kemudian dia mulai memperlihatkan game ini pada Cian dan Isami, ternyata Isami sudah memainkan game ini sebelumnya dan masih memainkan nya sampai detik ini karena menarik.


Jadi di antara mereka semua hanya Cian lah yang tidak tahu bermain game ini, Karena Sora cukup ahli, dia menjelaskan beberapa dasar permainan pada Cian, untungnya dia sedikit cepat memahami.


Sebenarnya ini adalah permainan lima melawan lima dengan random player online, namun mereka menggunakan mode custom untuk mengubah room menjadi dua lawan dua saja.


"Baiklah, sang pemenang akan mendapatkan apa, dan pecundang yang kalah akan mendapatkan apa? mari tentukan"


Kata Cian dengan percaya diri.


Semuanya saling memikir hukuman apa yang di berikan untuk tim yang kalah.


"Membersihkan seluruh rumah dalam tiga hari berturut-turut?"


"Sepertinya itu agak biasa, adakah sesuatu yang lebih berat?"


"Bagaimana dengan melayani tim pemenang dalam lima hari berturut-turut tanpa menggunakan sihir?" saran dari Kiana.


Cian: "Ide yang cukup bagus! baiklah seperti itu akan di tetapkan, dan ada satu tambahan lagi dariku..."


Isami: "?"


Kiana: "?"


Sora: "?"


"Yang kalah, harus membersihkan dan menata seluruh rambutku, dan selama lima hari berturut-turut, dia harus memasangkan kaos kaki ku sebelum aku ke sekolah!"


Ketiga nya: (•_•)


Tidak ada respon jawaban selama beberapa detik, namun pada akhirnya semua setuju karena yang menyarankan untuk pertandingan adalah Cian, maka menjadi resiko juga untuknya jika kalah.


Dua jam lebih berlalu setelah mereka selesai menonton bioskop, Akira terus mengajak Irin berjalan-jalan selain ke Mall. Penduduk kota di luar malam ini sangat banyak memenuhi setiap tempat.


Dari jalan raya, restoran, dan lain-lain. Mereka bepergian bersama keluarga mereka, sahabat, dan lain-lain untuk merayakan malam tahun baru dan melihat indahnya ledakan-ledakan petasan yang indah.


Entah mereka berfoto bersama, dan bercanda bersama, malam ini benar-benar sangat ramai hampir seluruh penduduk keluar dari rumah mereka.


Di sekitar perjalanan ada beberapa wahana seperti kincir ria, dan lainnya terutama yang membuat Irin ingin kesana adalah sebuah tempat untuk menukarkan boneka.


"Akira! kesana!" sambil menarik tangan Akira.


"Hmm" hanya mengikuti tarikan arah Irin.


Irin: "Dapatkan boneka beruang putih itu untuk ku!"


"Oh hanya itu? seperti cukup mudah"


Mereka membayar dulu untuk setiap panah kecil dan harus mengenai titik tengah dengan akurat, setiap lingkaran akan berbeda hadiah nya, semakin ke tengah hadiahnya akan sangat bagus.


Satu anak panah dari Akira segera mengenai titik tengah dengan cepat, benar-benar di tengah. Bahkan penjaga itu merasa kagum hanya dengan sekali tembakan langsung kena.


Beruang beruang putih itu di serahkan padanya sesuai hadiah kemenangan. Namun tidak hanya itu, masih ada lagi dua yang harus di koleksi Irin.


"Sudah selesai?"


"Umm, belum...dapatkan lagi aku dua dengan beruang Grizzly dan panda itu"


"Tunggu sebentar? total tiga boneka? sepertinya aku pernah melihat boneka-boneka ini, tapi dimana yah?"


"Ahh ini dari acara kartun kasukaanku juga, We Bare Bears"

__ADS_1


"Ahh jadi itu, baiklah, permisi...tolong dua anak panah lagi"


"Kamu hanya butuh dua anak panah saja lagi? akankah itu benar-benar kena dengan tepat?"


"Akan kucoba!"


Petugas tua segera berjalan menuju stand target dan akan segera mengganti dengan stand target yang baru.


"Apa yang anda lakukan?" tanya Akira.


"Mengganti dengan stand target yang baru"


"Ahh, tidak perlu, aku akan memakai dua anak panah ini lagi dengan stand target yang sama"


Petugas itu segera terkejut dengan kepercayaan diri orang ini, ini adalah pengunjung yang mendapat kan titik tengah hanya dalam sekali coba, kini dia akan mencoba dua lagi untuk menebus dua hadiah.


Kemudian Akira segera mengganbil kembali panah dan mengarahkan nya dari jarak ketentuan delapan meter.


STHAKK!!


Anak panah kedua menabrak titik tengah tepat membelah anak panah pertama yang sebelumnya tertancap di titik yang sama. Membuat petugas itu terkagum-kagum.


Tanpa mengambil napas anak panah terakhir langsung di gunakan lagi dan menembus yang kedua di titik yang sama.


STHAKK!!


Tiga anak panah tepat tertancap di titik yang sama dan saling menembus, Petugas hampir syok melihat kemampuan lelaki ini.


"Kamu! ini...kamu! membuat rekor baru di tempat ini!"


Para pengunjung yang sedang memanah juga berhenti sejenak dan melihat pada Akira yang memecahkan rekor tiga anak panah di titik tengah yang sama hanya dengan satu stand target.


"Begitu kah?? terima kasih kalau begitu"


"Tapi, maukah kamu menerima permintaan kami dari bagian wahana ini?"


"Apakah itu? mungkin aku bisa membantu nya"


Kemudian petugas utama dari bagian wahana panah itu menampilkan foto-foto pengunjung dengan skor terbaik, di bawah foto tercantum setiap nama mereka.


"Berfoto?"


"Iya, kami akan mengambil fotomu, kamu juga bisa berofot dengan pacarmu sebagai orang yang memenuhi permintaannya atas bonekah, bagaimana?"


"Boleh juga sepertinya" kata Akira.


"Tapi aku bukanlah pacarnya"


Potong Irin.


"Hah? jangan bercanda nona, lelaki ini sangat cocok untukmu, dia tampan dan berbakat, akui saja itu"


Wajah Irin segera memerah karena kata-kata si petugas, lagipula Akira justru senang dengan status Irin jika seperti itu bersamanya.


"Jika boleh kami tau siapa nama kalian?"


Akira: "Akira Ryuzaki"


Irin: "Airin Lloyd"


Satu tangkapan foto segera akan di tunjukan di dinding top skor bersama foto dan nama mereka, Akira menjadi pengunjung dengan tembakan terbaik dan menempati posisi pertama.


Kemudian membawa pulang ketiga boneka beruang dan panda tersebut.

__ADS_1


__ADS_2