Her Private Life

Her Private Life
Chapter 18 : Looks Like A Ghost


__ADS_3

Namun, hal yang tidak di duga tubuhnya masih tetap terasa sakit, itu seperti bukan penyakit yang berada di dalam tubuhnya entah apa yang menyerang nya.


"Akira! Apa yang terjadi?" Tanya Airin.


"Entahlah ini terjadi tiba-tiba." Jawabnya.


Airin segera mencoba menggunakan sihir penyembuhan pada Akira bahkan tidak ada luka eksternal dan tidak ada yang menyerang anggota tubuhnya secara internal, tetapi itu benar- benar melemahkan tubuhnya. Akira yang sedang memuntahkan seteguk darah di lantai, berusaha menahan rasa sakitnya.


Irin: "Huh? Kenapa? Sihir penyembuhan tidak bekerja."


Segera suara yang di kenali oleh mereka berdua datang lagi dengan nada pelan dan santai.


"Itulah kutukannya."


Keduanya tercenggang mendengar suara itu dan keduanya segera memandang ke arah suara itu berasal, itu tepat di samping mereka. Airin segera melihat lelaki berusia 17 tahun menggunakan baju putih dan celana panjang putih, bahkan sampai kaos kaki dan sepatunya juga berwarna putih, terkecuali rambutnya.


Nampaknya Irin dapat melihatnya dengan jelas


sekarang, karena faktanya dia berdiri di depannya sekarang.


Irin: "Kamu!"


"Ah yaa, aku belum memperkenalkan diriku sebelumnya padamu, Irin."


Irin: "Kamu! Yang memberiku nama waktu itu bukan?"


"Yah, benar sekali, aku senang kamu memakai nama itu sesuai yang ku tuliskan ... aku Alshian seorang penulis yang memberikan mu nama di dalam mimpi itu."


Irin: "Apa hubungan nya denganku?"


Alshian: "Sudah kubilang aku adalah seorang penulis di suatu tempat yang dinamakan tempat penulis, aku tidak perlu menjelaskan siapa diriku pada kalian."


Akira: "Sebelumnya kau berbicara soal menghibur dan peran?! sekarang kau datang entah tanpa tanda apapun disini mengatakan kutukan!! Apa maksudmu!?"


Alshian: "Yah~ aku lupa mengatakan soal itu."


Katanya sambil tersenyum dengan tangan kiri di kantong celana nya, dan tangan kanannya yang sedang menggaruk kepala nya, sambil tertawa seperti orang yang sedang bercanda."

__ADS_1


Alshian: "Itu di sebut sebagai Tiered Curse lebih tepatnya adalah kutukan berjenjang."


Singkatnya itu adalah kutukan yang sebelumnya di pasang olehnya, segelnya secara otomatis akan menahan kekuatan Akira, bahkan jika dia akan mengeluarkan setengah kekuatannya untuk terus mengakses naik ke dunia yang lebih tinggi, kutukannya akan terasa. Begitulah jelasnya.


Semakin tinggi dunia yang digapainya, maka akan semakin menghilang kekuatannya dan tubuhnya sangat kesakitan. Jika sudah benar-benar melampaui batas atasnya...


Irin: "Apa yang terjadi jika sudah melampaui batasan tersebut?"


Alshian: "Dia akan mati, sekuat apapun tubuhnya menahan itu, itu akan hancur! Itulah kutukan yang kuberikan terkait dengan segel nya."


Akira: "Apa yang kamu mau dengan menyegel kekuatan ku?"


Alshian: "Aku tidak perlu memberitahu mu alasan tersebut, aku akan membiarkanmu mengetahuinya sendiri nanti."


Akira: "Kalau begitu ... lepaskan segel ku sekarang! Mari kita bertarung sekalipun kau adalah dewa!"


Alshian: "Huh, hahahahahahahahaha~


Melepaskan segel mu? Melawanku? Apa kah rasa percaya dirimu memang setinggi itu?"


Dia tertawa dengan sangat keras dan pandangannya yang melihat Akira bagaikan seorang bocah yang kehilangan mainannya. Tanpa memperhatikan Airin di sebelahnya.


Suaranya dengan nada kecil dan terdengar menakut-nakuti Akira. Efek kutukan nya pun di batalkan, dia memberikan kompensasi pada Akira kali ini, Akira mulai merasa tubuhnya normal kembali dan hilang dari semua rasa sakit itu.


Alsian: "Dengar~ kau tidak akan pernah bisa lari atau sembunyi! Sejauh manapun kamu berlari dariku, aku akan menemukanmu. Karena aku mengawasi kalian setiap saat."


Akira: "..."


Irin: "Mengawasi? Apa maksudmu? Apakah selama ini kamu mengikuti kami?"


Irin mengira bahwa lelaki muda ini seperti menggunakan klon bayangan yang di setiap kloningannya mungkin menjelma menjadi berbagai macam objek, itu bahkan bisa menjelma dan bergabung menjadi bayangan orang lain.


Alsian: "Tentu tidak ... aku tidak perlu melakukan hal-hal yang payah seperti itu, aku hanya perlu duduk di kursiku pada suatu tempat, dan melihat kalian dengan mataku sendiri."


Irin: "Apa maksudnya itu!??"


Alsian: "Aku hanya perlu menyaksikan semua hal yang terjadi di alam semesta secara bersamaan. Apapun hal-hal yang terjadi di seluruh alam semesta ini, aku bisa merasakannya sekaligus melihatnya.

__ADS_1


Airin: "Bagaimana bisa?"


Alshian: "Aku sudah mengatakan nya sebelumnya, itu tidak penting untuk kalian ketahui."


Airin ingin menyerangnya tadinya, namun hatinya berkata tidak. Di depannya hanya lelaki tujuh belas tahun yang tidak bisa di rasakan aura dan hawa Kehadirannya, namun dia merasa orang ini sepertinya sangat kuat.


Airin tidak pernah membayangkan, bagaimana dia bisa melihat ke manapun secara bersamaan, kemudian apa yang di maksud nama penulis


Apakah dia manusia yang hidup di dunia yang mereka tinggali ini juga? Tanya nya dalam hati.


Mungkinkah dia adalah seorang dewa yang menyamar sebagai manusia dan turun ke bumi? Terlalu banyak pikiran di dalam hatinya, jika dia bertanya, tentu Alshian tidak akan menjawabnya.


Alshian: "Biar kukatakan lagi satu kebenaran, aku tahu semua hal-hal yang kalian lakukan karena aku melihatnya."


"Bahkan kamu sudah menulis kisah harian mu di buku diary, kemudian buku itu sudah sampai menjadi 2 buku dengan kisah harian mu yang bersambung." Ucapnya seperti tahu segalanya.


Alshian: "Kamu bahkan pernah berkata, bahwa setiap kisah yang kamu jalani akan langsung di masukan ke dalam buku itu sebagai kenangan mu, padahal kamu bisa menyimpannya dalam memori mu saja."


"Tapi aku kagum, dengan tulisan yang indah di buku itu." Ucapnya lagi.


"Baiklah sepertinya sudah cukup, aku tidak perlu berlama-lama lagi disini, berjanjilah untuk tetap melakukan syarat-syarat yang kuberikan dari kutukan segel itu."


Karena sepertinya tidak ada lagi hal yang perlu di bicarakan baginya, Alshian segera pergi dengan menghilang tanpa cahaya ataupun sebagainya, itu hanya menghilang lebih cepat dari kedipan mata. Kedatangan dan kepergian nya juga sama tanpa terasa apapun dari dirinya yang terasa.


"Sial! Kemana dia pergi? Terlalu cepat!" Ucap Akira dengan kesal.


Akira merasa marah sambil menggaruk-garuk kepalanya sepertinya Alshian ini lebih mirip hantu baginya.


Irin: "Hantu? Apakah begitu? Aku sepertinya tidak berpikiran begitu, lagipula aku sudah lelah. Sebaiknya aku harus kembali ke rumah, jaga dirimu, Akira."


"Tentu saja, aku ini kuat"


Ucap akira dengan sikap konyol.


Irin segera menghilang menjadi partikel-partikel yang hanya beterbangan di udara kemudian berpindah pulang ke apartemen nya.


"Ahh....." Airin menguap agak panjang.

__ADS_1


Hari ini melelahkan sekali baginya, semenjak Alshian yang muncul pertama, dan Akira yang juga turun ke dunia manusia sepertinya memberi banyak cobaan padanya. Seperti bagaikan dirinya terjauh dari kata damai.


__ADS_2