Her Private Life

Her Private Life
Conscious and unconscious


__ADS_3

Di jalan menuju kelasnya, Irin menemui Akira namun memegang tangannya.


"Akira...apa yang kamu lakukan?"


"Hanya pembalasan sedikit untuk anak-anak itu"


"Memangnya apa yang mereka lakukan padamu? sambil menatap Akira.


"Mereka lakukan? mungkin seratus dua puluh tujuh pukulan mereka mengenaiku, aku tidak tahu entah kenapa mereka membenciku"


Sambil mengangkat kedua bahunya dengan rasa tidak tahu.


"Kamu itu! membuat kekacauan, suasana sekolah jadi berisik seperti itu hanya karena tingkah mu!" sambil menarik tangannya untuk segera masuk ke kelas.


"Kenapa kamu begitu terburu-buru?"


"Sudah ikut saja!"


"Ada apa sebenarnya?"


Setelah sampai di dalam kelas.


"Gadis-gadis di sekolah, banyak orang langsung menatapku dengan wajah yang tidak senang tadi, apakah yang terjadi?"


"Aku sendiri tidak tahu, yang aku tahu banyak gadis di sekolah ini yang menjadi penggemar ku, hehehe..."


Akira sebenarnya mau kembali ke kelasnya untuk duduk dan berdiam diri atau mungkin bermain game online dari handphone nya.


Sejak menjadi murid baru, bukannya para anak lelaki di kelas menjauhinya, tetapi mereka bahkan tidak berani berbicara dengan Akira meskipun terkadang ada dari mereka yang sangat ingin berteman dengan Akira.


Sambil Akira bermain game nya, Irin mendekatkan kursi nya tepat di meja Akira juga. kemudian menyentuh!


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Akira.


"Melihatmu bermain"


sambil berkedip-kedip.


"Ah Begitukah kupikir kamu tidak akan memperdulikan ku"


"Hmm? perduli? lihatlah aku membawa ini!"


Kata Airin sambil mengeluarkan semacam kotak bekal makanan dari tas nya.


Akira awalnya terlalu sibuk memandang game nya, bukan karena dia tidak mau melihat, tapi jika dia mengalihkan pandangan, permainannya akan kalah.


"Akira! lihatlah kemari!"


Bujuk Irin.


Dia ingin menoleh namun sulit, tapi dia mencium aroma sebuah makanan, tidak bukan makanan nasi! apakah ini? dia penasaran namun tidak bisa berbalik untuk melihat.


"Tidak! aku belum boleh menoleh!"


Perlawanan nya dalam hati


Irin mulai kesal dan langsung mengambil sepotong kue coklat dan vanilla yang bercampur itu, dengan sendok kecilnya dia memaksa masuk pesawat menabrak tembok.


Sendok kecilnya langsung masuk secara paksa ke mulut Akira, dan membuatnya pikiran nya kacau!


Dia akan segera meninggalkan game dan harus memakan ini! ini enak sekali! sepertinya ini adalah kue yang sebelumnya di buatkan Irin untuknya.


"Tidak! aku tidak bisa menahan! aku harus menoleh dan memakannya!"


TING!


Pandangannya segera berbalik dalam sekejap melihat wajah Airin yang sedang memegang sendok untuk menyuapi nya sesendok kue kesukaannya.


"Irin! beri lagi padaku! apakah kamu akan memakan semuanya? atau akan memberiku sedikit?"


"Hmm kita bisa berbagi!"

__ADS_1


Cian hanya melihat-lihat mereka daritadi dan sangat iri dengan Irin karena begitu dekat dengan Akira.


DEFEAT...


"O-Ow...permainan ku kalah! tidak!"


"Apakah satu suapan lagi??"


Ketika sendok tersebut di udara menuju ke mulutnya, Cian segera merampas sendok dari Irin dan tidak bisa menahan dirinya lagi.


"Irin! berikan padaku!"


"Hah? apa-apaan?!!"


"Giliranku menyuapi Akira dengan kue!"


"Apa?! kue ini buatan ku! jika kamu mau menyuapi nya, kamu harus membuatkan kue yang sama untuknya!"


"Ahh, nanti saja! Akira~ buka mulutmu! biarkan ibu menyuapimu"


Tidak masalah bagi nya, Irin atau Cian yang menyuapi nya dia akan sangat senang. Cian segera memindahkan tempat duduknya juga di sebelah kanan Akira, dan Irin di kiri.


SLAPP!


Suapan sendok dari Cian masuk ke mulutnya dan dia merasakan kue coklat bercampur krim vanilla di atasnya, dan ada sesuatu lagi yang enak di dalamnya dan rahasia.


"Akira! kamu! bagaimana bisa kamu tidak merasa cukup denganku??"


"Hah?? kamu lebih dari cukup dan selalu melampaui kata cukup untukku, kue ini sangat enak, Irin, lainkali buatkan lagi untukku"


PLUKK


Akira segera terjatuh ke alas mejanya dengan wajahnya mendaray disana.


"Irin! apa yang terjadi? apakah kue yang kamu buat ada racunnya??!"


"Hah? racun? tidak mungkin! bahan-bahan setiap makanan kue buatanku selalu bahan berkualitas terbaik! mungkin itu karena suapan darimu yang sepertinya lebih kasar!"


Kemudian kedua nya segera mengecek wajah Akira yang tertempel di meja.


"Apa? dia tidur!!!"


"Hah? bagaimana? tertidur dalam sedetik? Irin kamu pasti sengaja mencampurkan obat tidur pada kue ini bukan? sepertinya kamu memiliki tujuan tertentu!"


"Hah? jangan salah sangka! aku tidak mungkin melakukan itu!"


"Benarkah? dari matamu yang melirik kesana-kemari, sepertinya kamu berbohong, ada apa dengan setetes keringat di dahimu itu?"


Irin memang mencampur kan efek yang akan membuat seseorang mengantuk dan tertidur jika memakan kue ini, namun dia melakukan itu agar Akira tertidur, dan dia bisa bersandar selama mungkin pada Akira yang tertidur.


Dia tidak mau memberitahu hal ini pada Cian,


namun Cian mengetahui hal ini, dan menyuruh Irin untuk segera membangunkannya secara instan seperti yang di lakukan Irin padanya sebelumnya.


"Irin gunakan pembangun instan itu!"


"Hah? untuk apa? Akira sedang tertidur sekarang, sangat tidak bagus membangunkannya, mungkin dia sangat lelah"


"Benarkah? tapi aku sudah meniru itu ketika kamu melakukan hal yang berbeda padaku! bagaimana jika aku saja yang melakukannya jika kamu tidak mau?" sambil tersenyum.


"Bangun!"


Sing!


Hanya dengan kata-kata nya, Akira terbangun dalam sekejap dari efek tidur yang di berikan padanya.


"Hah? apa yang terjadi barusan??"


Akira bertanya dengan sedikit lupa yang barusan terjadi, namun beberapa detik kemudian dia ingat bahwa setelah memakan kue, dia langsung tertidur dan mengantuk berat.


Meskipun tidak terlalu berisik, namun satu kelas menggangap mereka bertiga bagaikan anak lelaki dengan dua pacar, meskipun pacar Akira hanyalah Irin.

__ADS_1


"Cian! kenapa membuat nya terbangun seperti itu?"


"Tidur!"


Irin mengatakan tidur kembali dan Akria segera jatuh tertidur lagi.


"Ahh? apa! Bangun!"


Cian menggunakan sebaliknya lagi seperti yang tadi, membangunkannya dalam sekejap.


"Ahh! Tidur!"


"Bangun!"


"Tidur!"


"Bangun!"


"Ahh berhenti! kalian membuatku seperti menjadi mainan! aku bukanlah boneka!"


kata Akira


"Tidur!"


"Bangun!"


Dan kali ini efek mereka tidak berfungsi lagi pada Akira, Akira tidak akan tertidur dan bangun lagi, dia harus menentukan antara kedunya dan memilih berada di antara tidur dan bangun.


"Irin! apa yang terjadi padanya??!!"


"Hah? kenapa aku!? matanya terbuka, tapi kenapa dia tidak berbicara lagi?"


Kemudian Irin mulai menggerakkan tangannya di depan mata Akira, naik dan turun untuk.membuatnya sadar, namun tidak berhasil.


"Cian? apa yang terjadi padanya??"


"Entahlah! ini salahmu?"


Akira sebenarnya tidak tidur dan tidak bangun, namun setengah sadar, matanya terbuka, mulutnya tidak cemberut dan tidak senyum, sanhat datar, begitu juga dengan ekspresinya, seperti manusia tanpa jiwa, alat tanpa baterai ataupun kipas tanpa angin, benar-benar bisu.


Dia sengaja membiarkan dirinya seperti ini selama dua jam lebih sampai Irin dan Cian berhenti bertengkar mulut, pada akhirnya kedua nya akan bosan dan melakukan kegiatan lain, hingga pelajaran dari pagi sampai jam istirahat, guru nya tidak masuk, entah ada apa.


Namun selama dari jam sembilan hingga jam dua belas dia telah bisu dengan wajah datar seperti itu, selama waktu dua jam itu, dengan sangat singkat Irin dan Cian sudah tidak bertengkar lagi dan segera berbaikan, pada akhirnya mereka berdua akan berjalan berdua lagi menuju kantin seperti biasa.


Hingga saat itulah Akira mengembalikan kesadaran nya dan membuka kembali ponselnya, namun ketika dia menyalakan ponselnya, baterai nya tersisa dua persen.


"Sial!! ini sangat lobet! aku tidak membawa cas! aku tidak membawa cas...aku tidak membawa cas..."


Kemudian seorang lelaki di meja yang berada di depannya segera datang padanya dan memberikan cas padanya untuk mengisi daya kembali ponselnya.


"Akira, pakailah punyaku"


"Heh? kamu...tidak menggunakannya?"


"Tidak! pakailah, jika baterai mu sudah mulai banyak, mari bermain game bersama"


"Benarkah??"


Ini pertama kalinya bagi Akira, seorang anak di kelasnya berani mendekati nya dan mengajaknya bermain game.


CLOK...


Tanda listrik mulai muncul di samping bagian batrei di bagian kanan atas dan angka dua persen segera berganti menjadi tiga persen, dan dalam sepuluh detik kemudian, tiga persen sudah menjadi empat persen.


"Wow! sangat cepat sekali!!


! kabel pengisi dayamu ini, begitu cepat!"


"Benarkah? itu adalah pengisi daya yang terbaik aku beli dengan pengisian tercepat, itu akan mengisi setiap persen dalam sepuluh detik"


"Sangat berguna!! jika secepat itu, maka baterai ku akan segera penuh dan kita bisa segera bermain!"

__ADS_1


"Benar"


Di jaman yang begitu modern, semua hal secepat itu bisa di lakukan, bahkan mungkin ada daya pengisi baterai hanya dalam tiga puluh detik. Dengan begitu, ponsel atau laptop yang tadinya mati total dengan baterai nol persen akan menjadi seratus persen dalam tiga puluh detik.


__ADS_2