
Airin secara tiba-tiba terbangun dari mimpi buruknya. Dan segera mengarahkan pandangannya ke arah jam dinding. Dan jni rupanya sudah jam 5 pagi.
Airin memutuskan untuk segera bangun dari kasurnya, membuka kulkas melihat sesuatu untuk di masak. Dia cukup ahli dalam memasak, terkadang dia ingin merasakan seperti apakah makanan ciptaanya tanpa bantuan sihir.
Gadis mandiri yang hidup tanpa kedua orang tua. Bahkan tidak tau dari mana asal-usul dan darimana dirinya terlahir.
Terkadang bisa menjadi cukup iri melihat anak-anak yang tumbuh dewasa bersama keluarganya dengan berjuta kebahagiaan. Tetapi bagi nya, selama dia melakukan hal yang membuatnya senang itu sudah cukup.
Seketika suara ketukan pintu di kamar nya terdengar
"Tok... tok... tok"
Airin segera bergegas untuk membukakan pintu, kemudian yang membuatnya terkejut adalah ini masih pagi-pagi buta dan Cian sudah berada disini. Airin kemudian menghela nafas.
Cian: "Oh ya hari ini aku datang untuk mengajakmu berangkat bersama-sama xixixi"
"....Ngomong-ngomong wajahmu terlihat agak pucat, apakah kamu kelelahan? Atau baru saja melihat hantu?"
Irin: "Ahh ... begitukah? Sepertinya aku hanya sedikit kelelahan".
(ノ゚0゚)ノ~ (ekspresi terkejut Airin)
Cian segera melompat kan dirinya ke tempat tidur layaknya rumahnya sendiri.
"Ah kasur ini begitu nyaman, kapan-kapan aku akan meminta izin orang tuaku untuk menginap disini sehari atau lebih, mungkin kita bisa tidur larut malam? Bermain video game? Menonton drama Korea ataupun semacamnya. Kuhuhu..."
Ekspresi Airin sangat datar, sepertinya dia sudah terbiasa menghadapi sifat Cian yang benar-benar cukup sulit di atur.
Sesampainya di sekolah tepat di dalam kelas,
langkah kaki guru Chiye mulai terdengar, para siswa mulai duduk satu per satu ke kursi mereka. Pandangan semua siswa di kelas cukup terkejut di belakang guru Chiye diikuti oleh seorang anak laki-laki tampan.
Ini adalah siswa pindahan yang katanya berasal dari Luar Negeri. Semua siswa di kelas langsung memandangnya.
Guru Chiye: "Nah, sekarang perkenalkan lah dirimu di depan semua teman-teman"
__ADS_1
Anak itu segera patuh.
Hai, salam kenal semuanya. Aku adalah siswa pindahan baru di sekolah ini. Namaku Akira Ryuzaki kalian cukup memanggilku Akira atau nama lain yang kalian suka. Aku harap kita semua bisa menjadi teman yang baik disini.
Airin juga tak bisa tidak memusatkan perhatiannya pada lelaki ini, rasanya familiar dan mungkin pernah bertemu dengannya di suatu tempat. Kursi kosong berada di samping kiri Airin, Akira anak baru ini segera duduk disana.
"Permisi, bolehkah aku duduk disini?" Tanya Akira kepada Airin.
Airin tercengang dan kurang bisa menjawab, sebenarnya dia ini cukup tidak pandai mencari topik pembicaraan, berbeda seperti Cian yang akan sering banyak berinteraksi.
"Umm, tidak masalah."
Akira: "Salam kenal, aku Akira ... bagaimana denganmu?"
Irin: "Umm, Irin ... Airin Lloyd."
Akira: "Hoh, namamu sangat bagus."
Airin segera tersipu malu dan wajahnya agak memerah
Akira: "Ahh, salam kenal juga, maaf jika aku melupakan untuk bertanya nama kalian semua, aku akan berkenalan lebih jauh setelah pelajaran selesai."
Wanita lainnya di kelas juga segera berkerumun di meja Akira untuk berkenalan dengannya.
Akira pun segera menerima, sebenarnya ini adalah lelaki yang sangat percaya diri karena ketampanannya.
Segera setelah semuanya berlalu, Akira berpikir
kemungkinan perkiraannya benar bahwa wanita ini adalah wanita yang benar-benar mirip seperti Hisoka Yuna, pacar lama nya, dan karena dia tahu cara mengontrol daya kehancuran mata nya maka warna mata nya Sekarang hanyalah berwarna coklat seperti manusia pada umumnya, juga menyembunyikan aura nya.
Suasana agak berbeda hari ini karena adanya siswa pindahan baru yang benar-benar tampan, ini tidak hanya menarik perhatian satu kelas, tetapi menarik perhatian semua wanita di sekolah.
Dalam perjalanan pulang, Akira cukup senang mengetahui itu, dan tiba-tiba terlintas sesuatu di benaknya. Cukup keren jika dia bisa menciptakan harem dengan semua wanita di sekolah.
"Tcihihihi ... akulah Akira penguasa dunia." Dia memikirkan itu sambil tersenyum cengir dan ekspresi nya benar-benar seperti penjahat.
__ADS_1
Cian dan Irin yang mengikuti dari belakang karena kebetulan perjalanan pulang mereka dari sekolah ke tempat menunggu taksi mungkin satu arah. Cian segera menghampiri dan memukul pundaknya tanpa berpikir lebih.
PLAKK
Akira segera kaget seperti orang yang tiba-tiba terkontak serangan listrik.
Cian: "Hei, sepertinya kamu ini adalah anak tampan yang autis, sayang sekali sepertinya kamu ini adalah autis". Cian berkata dengan wajah menghina yang sedikit lucu.
Akira: "Apa? Autis? Sepertinya kamu yang autis memukul seseorang yang tak di kenali di jalan".
Cian: "Sepertinya kita sudah pernah bertemu tadi, kami adalah teman sekelasmu, kau tak ingat? Apakah kepalamu beberapa waktu lalu terbentur hingga lupa ingatan?" Cian mengejek lagi.
Akira: "Oh ya? Maaf saja sepertinya aku tidak bisa merasakan kehadiran murid sok akrab yang nilainya hanya rata-rata" Akira membalas menghina dengan wajah kartun, keduanya saling terus menghina sepanjang jalan. Tampaknya api bertemu dengan api.
Kedua sosok ini sepertinya akan menjadi teman yang akan terus bertengkar, dengan Airin yang sedingin es di antara mereka.
saat mereka bertiga berjalan menuju halte taksi, di sebuah lorong mereka di hadang oleh sekelompok gang bersenjata beranggotakan sekitar 15 orang. Ini cukup banyak.
Hei, sepertinya ada anak-anak tersesat disini, apakah kalian tersesat? Biarkan paman menunjukan jalan untuk kalian, tetapi syaratnya kalian perlu memberi kami uang dulu. Jika tidak kalian pasti sudah tahu kan? Apa yang akan terjadi dengan senjata di tangan kami?
Pemimpin gangster mulai meminta uang dari mereka sementara anggota lainnya mengepung mereka. Bagi Akira ini sebenarnya tidak ada apa-apanya tetapi dia tidak boleh membunuh mereka secara instan dengan sihir disini. Karena dia juga menyembunyikan kekuatannya.
Akira: "Maaf, kami tidak memiliki uang disini mungkin lain kali saja jika kita bertemu lagi".
Pemimpin gangster merasa makin marah dan mulai mengeluarkan senjatanya.
"Hei Bocah, jika kau masih menyayangi nyawa mu maka turuti lah permintaan kami!" Ucapnya.
Akira tetap tidak peduli dan segera jalan kedepan tetapi tangannya tiba-tiba di tahan dan para gangster segera menyerang nya, Yah ini adalah pertarungan lelaki sekolah menengah yang melawan lima belas orang gangster bersenjata tajam.
Saat tangan gangster mulai mendarat di Bahu nya, itu tidak akan membiarkan mereka bereaksi dengan serangan Akira, tidak... sepertinya tangan itu belum menyentuhnya, tetapi tendangan Akira sudah lebih dulu mengenai wajah ketua gangster tersebut. Itu benar-benar bergerak dalam sekejap mata.
Pertarungan terjadi sangat cepat tetapi itu baru terjadi dalam sepuluh detik, semua gangster langsung tumbang dan tak bisa bangun. Tetapi dia merasa aneh bahwa dia seperti mendapat bantuan dari tempat yang entah darimana asalnya. Itu serangan sihir. Akira menyadari itu, karena dalam sepuluh detik dia baru saja menumbangkan sepuluh orang.
Cian yang berlindung di belakang hanya bisa diam dan ketakutan. Akira merasa binggung siapa yang menjatuhkan lima orang lainnya itu terjadi secara tiba-tiba. Meskipun dia agak lambat menyadari hal itu, dia bisa tahu bahwa itu adalah kekuatan sihir.
__ADS_1
"Adakah pengguna sihir di dunia manusia rendahan ini?". Akira mulai berpikiran seperti itu, apakah ada banyak orang yang bisa menggunakan sihir di dunia ini? dia bertanya dalam hatinya.