Her Private Life

Her Private Life
Chapter 9 : Semester Exams


__ADS_3

Akira mulai menunjukan apa saja yang dapat di hancurkan menggunakan mata itu, secara perlahan cahaya kemerahan keluar dan mulai membuat keretakan tanah sepanjang jutaan kilometer jaraknya. Menyebabkan gempa bumi yang lumayan keras seperti berguncang 15 magnitudo.


Retakan tanah terbelah sampai ke kedalaman tanah yang jauh, jika retakan lurus ini terbuka secara langsung dan besar mungkin semua kota-kota yang berada di jalur retakan ini akan tertelan ke dalam bumi dan di lahap habis.


Tentu saja ini adalah kemampuan khusus dari Eyes of disaster yang dapat menghancurkan benda-benda yang di tatap nya, kemampuan seperti ini tidak bisa di tiru, itu khusus merupakan sebuah kemampuan dari pemilik nya.


Cian menahan lututnya untuk tidak jatuh ke tanah karena guncangan gempa itu, mau tidak mau dia akan tetap jatuh karena guncangan tersebut dan menyaksikan kehancuran besar. Tentu saja dia akan baik-baik saja karena Akira menatap terus kedepan–menghancurkan apa yang ada di depan.


"Untuk sekarang, aku tidak akan melanjutkan itu, aku khawatir ini sudah terlalu lama." Ucap Akira.


Sebenarnya dia tiba-tiba merasa sangat lelah seperti kehabisan kekuatan, dan semakin melemah. Dia kembali membawa Cian ke dunia awal. Setelah itu dia membawa mereka ke depan rumah yang di tinggali nya. Rumah itu tidak terlalu besar layaknya rumah biasa yang minimalis dengan desain yang indah.


Cian segera tahu bahwa sepertinya Akira tinggal di tempat ini yang mirip seperti kompleks perumahan. Akira segera masuk dan membuka kembali portal untuk memindahkan Cian ke koordinat lokasi rumahnya


Akira: "Aku sangat kelelahan hari ini, tolong jaga rahasiaku tentang semuanya".


Cian: "Tentu saja ... Akira"


Portal menarik Cian ke dalam dan terpindah langsung ke rumahnya, mungkin orang tuanya sangat khawatir bahwa ini sudah malam dan dia baru saja pulang dengan alasan bahwa dia menjenguk Airin sepulang sekolah.


Disisi lain meskipun Cian dan Akira saling menyembunyikan rahasia mereka dari Airin, Irin sudah tahu begitu melihat mereka menggunakan cara berpindah tempat melalui portal yang di ciptakan dengan aliran sihir.


Dengan begini dia sebenarnya mulai memahami bahwa tidak hanya dirinya yang bisa melakukan kemampuan-kemampuan supernatural ini. Bahkan tak pernah di coba nya jika hal-hal dalam ingatan Yuna di coba olehnya. Itu adalah hal-hal terlarang yang dapat merusak.


Namun dia juga bertanya tentang mengapa mereka harus menyembunyikan hal itu darinya, jika mereka berteman, atau lebih dari sekedar teman, harusnya Cian jujur kepadanya. Hanya dengan mengingat kembali apa yang sudah di lihatnya dia bahkan ragu bahwa dia dapat melakukan semua hal di dalam ingatan itu.


Airin mulai membuka bukunya untuk menyalin semua ingatan dan kegiatan hari-hari nya ke dalam buku hariannya, kali ini dia menulis semuanya di setiap lembaran bahkan semua yang dia tulis itu akan penuh dan akan di lanjutkan ke buku harian kedua.


Selain itu ada lagi buku yang disediakannya sebagai buku khusus untuk menuliskan semua ingatan sihir-sihir Yuna ke dalam buku ini, sampai beberapa menit menuliskannya dia menemukan pemindaian memori secara mudah.

__ADS_1


Ternyata hal ini ada disini juga, ini dapat memindahkan semua informasi dan ingatan nya ke dalam buku tersebut. Benar-benar sangat mudah, kini dia tidak perlu susah payah untuk menulis.


Banyak rahasia yang selalu ingin dia pelajari, termasuk rahasia asal keberadaan dirinya yang sekarang. Segera, dia membuka jendela nya melihat langit malam yang mendung dan di penuhi awan gelap dan bergemuruh, dia berharap esok hari akan segera mendapatkan hari yang damai lagi.


Sambil memangku tangannya melihat ke luar jendela, sebuah kilat ungu datang dengan cepat tak terlihat oleh mata menyambar tiang lampu di sekitar taman di bawah apartemen. Kemudian lampu itu langsung padam dan hangus, Irin segera memusatkan pandangannya untuk melihat tiang tersebut, tak lama kemudian lampu nya menyala lagi dengan agak redup, ekspresinya berubah drastis.


Sebuah lelaki terlihat di bawah lampu redup yang kadang berkedip, wajahnya tidak terlalu terlihat dengan kedua tangannya di dalam kantong nya, kemudian seperti dua sayap malaikat di belakang, tetapi sayap ini berwarna hitam bagaikan sayap burung gagak.


Kemudian kepala nya mulai melihat ke atas memandang ke arah jendela irin dengan wajah yang tersenyum, diikuti dengan lampu yang agak berkedip karena korslet, pada kedipan kesekian kalinya, dia telah menghilang.


Irin penasaran apa maksudnya itu, dia muncul secara tiba-tiba dengan Sambaran kilat dan berdiri tepat di bawah lampu kemudian pergi.


Apakah ada pertanda bahwa sesuatu akan terjadi lagi? Tanya nya dalam hati.


Perasaannya mulai tidak enak.


Keesokan harinya di sekolah dia datang seperti biasanya duduk di kursi nya berada tepat di antara Cian dan Akira, tempat duduknya tepat berada di tengah.


Cailian selalu menyambutnya dengan gembira di pagi hari. Airin memang tidak akan pernah datang terlambat ke sekolah, mungkin berbeda dari wanita lainnya yang sangat lama menggunakan riasan di wajah mereka.


Airin sudah cantik natural tanpa menambahkan apapun, yang di lakukannya setiap pagi hanyalah merapikan bajunya, dan merapikan rambutnya. Rambut hitamnya terikat khas di bagian kanan dan kiri.


Hari ini adalah ujian semester sekolah tentu mungkin akan sangat mudah bagi Irin mengerjakannya hanya saja dia berpura-pura kesulitan dalam mengerjakannya.


Termasuk bagi Cian ini adalah ujian matematika yang cukup sulit di kerjakan, meskipun begitu Irin sangat cepat menganalisis jawabannya dia akan memperlambat waktu pengerjaannya.


Tentu saja dia akan menunggu temannya Cian selesai dan keluar secara bersamaan, jadi itu tidak akan pernah menjadi yang selesai pertama. Karena dia tidak egois untuk meninggalkan temannya sendirian berpikir.


Kemudian Irin menyalin hasil pekerjaan ujiannya ke kertas tetapi membedakan jawaban-jawaban tersebut jadi dia sengaja membiarkan pekerjaan nomor 5 dan nomor 12 salah, tetapi memberikan jawaban benar nya kepada Cian, dan itu tidak sepenuhnya benar karena meskipun bagian itu benar, Nilai akhir mereka akan tetap sama.

__ADS_1


Guru tidak akan menyadari bahwa mereka berdua bekerja sama dalam ujian, melemparkan kertas kecil yang di kecilkan sehingga menjadi bola kertas berisi jawaban kepada Cian.


Cian segera dengan senang hati menyalin nya, namun guru seperti menyadari pandangan cian yang dari tadi melirik ke dua arah yang aneh seperti melihat ke bawah.


Guru Kei segera berdiri dari meja nya dan berjalan menuju Cian untuk segera memeriksa.


Apakah dia sedang melihat kertas contekan di bawah mejanya.


Cian yang segera menyadari bahwa guru segera ke arahnya membuatnya mulai panik dengan hal selanjutnya yang harus di lakukan, jika ketahuan mungkin kertas ujiannya akan di robek dan di diskualifikasi.


Irin tetap santai segera berfikir untuk memanipulasi semua angka-angka di kertas tersebut, dan mengubah isi kertas yang tadinya berisi jawaban penuh tiba-tiba semua isi kertas nya menjadi kertas cakaran yang di gunakan untuk menuliskan rumus dan menentukan jawaban.


Saat guru Kei mengambil kertas tersebut dari tangan Cian, dia segera membukanya dan ternyata isinya hanyalah rumus-rumus untuk menentukan jawaban, hal ini wajar saat ujian karena setiap ujian yang sulit seperti itu perlu menuliskan rumusnya di sebuah kertas kosong yang di sediakan untuk menentukan jawaban.


Akira yang hanya melirik di samping, mulai tercenggang, karena dia menyadari bahwa kertas itu tadinya berisi jawaban-jawaban yang benar entah kenapa tiba-tiba isi nya berubah menjadi rumus dan yang tadinya itu tulisan Irin, berubah menjadi tulisan tangan Cian.


"Aku belum menunjukkan sihir untuk memanipulasi hal seperti itu padanya, siapa yang menunjukkan? Ataukah Irin yang melakukannya?" Tanya Akira dalam hati.


Hal ini terkadang sudah biasa di lakukan Irin


mengubah isi teks jawaban, ketiga guru mengecek itu akan berubah dan ketika guru yang memeriksa pergi kembali, tulisan kertas akan berubah seperti semula yang berisi jawaban.


Terkadang Irin tahu bahwa banyak murid-murid curang yang tidak di sadari guru mengaktifkan handphone mereka saat ujian dan membuka internet untuk mencari jawaban, probabilitas 90% mereka akan mendapatkan nilai yang sangat tinggi. Murid-murid ini kebanyakan duduk di bagian terbelakang yang berniat untuk menyainginya dalam hal peringkat kelas.


Meskipun jika jawabannya benar tapi tidak sesuai dari pikiran mereka, Irin akan mengubah semua jawaban mereka menjadi salah, dengan begitu kemungkinan mereka mendapat nilai tertinggi akan menjadi nilai yang hanya rata-rata saja.


Semua perubahannya akan ter-ubah di buku nilai guru. Jadi ketika mereka mengeluh bahwa mereka seharusnya mendapatkan nilai tinggi tetapi malah mendapatkan nilai standar, guru akan memeriksa kembali di buku nilai dimana nilai-nilai mereka telah berubah menjadi angka yang berbeda.


Jadi pada pemeriksaan nilai lagi, guru Kei akan benar-benar memeriksa nya dengan tepat untuk mencantumkan nilai yang benar untuk para siswa yang mengeluh, sejauh apapun mereka bersikeras bahwa mereka benar, itu tidak akan pernah benar karena jawaban mereka sudah di ubah menjadi salah. Dan jawaban akan menjadi benar sesuai pengetahuan mereka saja. Dengan begini tidak akan ada tindakan curang.

__ADS_1


__ADS_2