Her Private Life

Her Private Life
Wealth battle begins(2/2)


__ADS_3

Kami kembali ke kelas setelah bertemu gadis sombong itu, kami akan benar-benar menantangnya untuk menghabiskan uang sebanyak mungkin.


Tapi setelah kami kembali ke kelas, tunggu...


Kenapa Akira sudah di kelilingi banyak orang?


"Irin, sejak kapan Akira berbaur dengan anak lelaki lain di kelas?" tanya Cian


"Aku sendiri tidak tahu...bukankah tadi dia terdiam bisu?"


Keduanya segera duduk di meja mereka masing-masing. Berdiam diri dan menunggu sepulang sekolah, Akira terlalu sibuk bermain dengan beberapa anak itu.


Hingga saat pulang sekolah tiba...


"Cian! ayo, kita lansgung saja ke tempat yang sudah di janjikan"


Kemudian Cian mengangguk padaku dan segera berjalan di sampingku, namun dia bertanya lagi...


"Apakah kita pulang ke rumah dulu untuk mengganti baju?"


Tapi kurasa itu hanya membuang waktu terlalu lama...


"Tidak perlu, aku akan mengganti nya disini"


Hanya dengan kemauannya untuk mengubah baju, baju seragam sekolah mereka tadi pun berubah menjadi baju dress kesukaan mereka.


Akira sempat tahu apa yang akan di lakukan Irin dan Cian, dia berpura-pura sibuk dulu dalam bermain game, hingga saat nya selesai...dia akan mengawasi semuanya di balik bayang-bayang.


Aku tidak tahu, kami harus mulai menghabiskan gadget darimana? tiga ratus juta itu harusnya tidak cukup untuk membeli seluruh isi toko termasuk gadget yang ada di gudang bukan? bagaimana kalau beli saja sebanyak lebih dari enam ratus juta untuk dua kali lipat di atas angka nominal.


Kemudian mereka berteleportasi instan ke bagian kota di toko gadget ini, ini sebenarnya adalah bagian pusat.


Memasuki pintu kaca itu, AC nya sangat sejuk, udaranya harum dan segar, benar-benar toko gadget premium dengan toko yang berkualitas.


Aku dan Cian masuk ke dalam dan di sambut oleh satu dua orang petugas, mereka juga sopan...


"Permisi nona, apakah ada sesuatu gadget yang kalian cari? kami mungkin memiliki sesuatu yang anda miliki, yang berkualitas dengan harga murah? kamu punya banyak"


Hmm?? cara yang menarik untuk seorang penarik pelanggan, tapi...aku tidak bertujuan untuk mencari sesuatu yang murah.


"Bagaimana dengan semua harga ponsel disini? bisakah kamu menjelaskan semua harga nya? aku tidak butuh setinggi apa spek nya"


"Baiklah"


Petugas ini mulai menjelaskan semua ponsel-ponsel ini beserta harganya, bagian-bagian ponsel murah, ponsel harga menengah, dan ponsel premium di bedakan dalam lemari yang berbeda.

__ADS_1


Lalu, pintu toko terbuka lagi, seseorang masuk...


"Heh? jadi kalian disini juga? kupikir kalian akan datang ke toko gadget murahan saja!"


kata gadis itu lagi.


"Cih...kamu pikir hanya seperti ini kami tidak mampu untuk. datang dan membelinya?"


Para petugas itu hanya terdiam semenjak Gadi sombong ini datang lagi, dia bertepatan di toko yang sama dengan kami, tanpa basa basi lagi dia langsung menyuruh petugas membeli semua handphone seharga dua puluh jutaan itu.


"Nona, ini adalah handphone yang benar-benar berkualitas tinggi dan sangat mahal, tunggu...apakah anda nona Seira?"


kata petugas itu.


"Benar! aku adalah anak dari bos dengan perusahaan tingkat ke tujuh tertinggi di seluruh dunia!" kata-kata nya dengan bangga.


Mungkin banyak orang mengenal perusahaannya dan nama nya, tapi aku dan Cian bahkan tidak tahu siapa dia, lalu apakah perusahaannya dan kurasa kami benar-benar tidak peduli dengannya.


Dia langsung membeli handphone seharga dua puluh juta itu, namun dia langsung membeli nya dengan jumlah dua puluh handphone, hingga membuat para petugas segera terkejut, dia membeli dua puluh handphone malah dengan total harga empat ratus juta.


Struk pembelian segera keluar dari mesin pembayaran dengan total empat ratus juta dan di bayar menggunakan black card juga.


Dengan wajah bangga dan sombongnya dia memperlihatkan struk nya padaku dan Cian, dia benar-benar sangat memalukan, kami harus membiarkan dia lebih dulu saja, itu memang sangat murah baginya seharusnya, karena tantangan kedua adalah menghabiskan dengan nominal lima miliar.


kata Seira.


Oh, begitu...kalau begitu aku melihat Cian disana yang sudah mengeluarkan kartu hitam yang di duplikasi dari milik ku.


"Petugas~ benda yang sama seperti tadi, tambah menjadi tiga puluh!!"


Petugas segera tidak mengerti dengan kedatangan satu anak orang kaya dari perusahaan terkenal yang membeli banyak gadget super mahal di toko mereka, terlebih lagi ada dua gadis yang seperti bersaing untuk membeli benda yang sama, sepertinya mereka saling menantang.


Namun, petugas menuruti mereka dan segera mengeluarkan lagi tiga puluh kotak kardus kecil yang setiap kardus kecil berisi satu ponsel mahal itu, kali ini Cian membayar sesuai yang akan terhitung di mesin nya.


Lagipula aku sudah mengantisipasi untuk memanipulasi kartu Cian lagi dan membuat jumlah nya sangat banyak, itu tidak boleh tidak terdeteksi, mungkin akan aneh seperti yang kemarin, jadi total uang di dalam kartu itu di buat menjadi angka delapan dengan lima belas digit angka acak di belakang nya.


Jumlah sebanyak ini sudah cukup untuk mengalahkan gadis Seira yang sombong ini,


kini kami membeli tiga puluh ponsel dengan total enam ratus juta.


"Bagaimana?? nona Seira yang kaya raya yah?? kenapa kamu hanya mengeluarkan empat ratus juta saja?? apakah aku kurang cukup dengan enam ratus juta?"


Seira terkejut dan tidak pernah menyangka bahwa uang Cian sangat banyak, orang-orang ini harusnya bisa makan makanan enak dan mewah setiap hari, namun mereka cukup sederhana tanpa memperlihatkan banyak hal.


"Aku akan menambah lagi!! habiskan semua ponsel yang ada di dalam lemari ini!!"

__ADS_1


Petugas segera mengambil lagi dari lemari dan menghabiskan seluruh ponsel mahal itu yang berjumlah sekitar lima puluh kotak, dia segera membayar dengan kartu hitam juga dan total belanjaan yang kedua adalah satu miliar.


Petugas bahkan tidak menyangka...bahwa gadis-gadis ini sedang mengadukan seberapa banyak uang mereka, perang orang kaya itu mengerikan!


Kurasa babak kedua itu akan sulit jika babak pertama saja dia sudah langsung mengeluarkan satu miliar untuk semua ini. Aku kembali berkomunikasi pada Cian untuk mengalah dulu dan kalah pada babak pertama.


Namun Seira ini berkata lagi...


"Bagaimana? apakah kalian sudah menyerah? waktunya sudah habis!! batas waktu ketentuan adalah satu jam! aku bertahan terakhir sampai satu jam dengan nominal tertinggi hahaha..."


Aku tahu Cian cukup emosi di sana untuk segera menghabisi saja tadi semua handphone di dalam gudang nya, namun itu tidak boleh terjadi dan akan membuat heboh mungkin lebih heboh dari yang kemarin, karena tempat ini lebih ramai dari pada tempat pakaian kemarin.


"Baiklah kami menang! lanjut ke babak dua!!"


kata Irin.


"Babak dua adalah perhiasan! toko berlian Aurora! itulah lokasinya! kalian bisa pergi kesana, karena aku juga akan kesana! kalian bisa cari saja di google map lokasi tempat itu"


Gadis itu segera pergi sambil merasa bangga dengan kemenangan pertama yang hanya di berikan padanya.


"Baiklah...Cian, ayo kita pergi juga"


"Ya"


Kami langsung berteleportasi ke tempat Aurora yang di katakannya itu, mungkin memang tempat berbagai perhiasan mewah, bahkan di pintu depan di jaga oleh dua orang satpam dengan tubuh yang sangat besar.


Mereka harus memeriksa semua pengunjung dan pembeli sebelum masuk, memastikan tidak ada yang membawa senjata tajam.


Bahkan jika seseorang yang bermodus menyentuh perhiasan dan segera lari keluar, maka pintu kaca tebal itu akan segera tertutup otomatis, dan pencuri tidak akan bisa keluar.


Ini adalah sistem keamanan yang cukup bagus.


Daripada gadis itu, aku dan Cian sudah lebih dulu sampai secara instan tanpa menggunakan kendaraan apapun, itu sangat lama!


Kami langsung masuk tanpa pemeriksaan di luar, karena pemeriksaan tidak memeriksaku dengan meraba-raba tubuh, tetapi melewati pintu scan, jika tidak terdeteksi sesuatu yang berbahaya, maka kamu lolos.


"Cian, kita harus mulai dari mana??"


"Darimana? kenapa tidak menunggu Seira itu saja?"


"Daripada menunggu kurasa kita harus lebih dulu saja memulai nya bukan? kalahkan saja langsung di ronde kedua ini"


"Ide bagus, namun sekarang adalah giliran mu, kita akan mengubah rencana untuk membuat gadis itu kapok untuk bersaing"


Aku dan Cian masih melihat-lihat dulu sesat, gadis itu pasti akan sampai masih sepuluh menit lagi, maka kami sudah harus selangkah lebih depan darinya.

__ADS_1


__ADS_2