
Sekarang Fallen melihat semuanya dengan kaki gemetar hebat yang sulit bangkit dari pijakan nya.
Dia masih bertanya-tanya di dalam hatinya apakah dia tidak salah mendengar kata-kata pemuda ini? tapi pemuda ini membuktikan pada dirinya seberapa jauh perbandingan antara dirinya dan Akira, juga antara dirinya dan Alsian.
"Jadi...apakah kehidupan disini sama seperti semua yang sebelumnya?"
Irin bertanya lagi.
"Benar, semuanya sama aku membuatnya sama persis, tapi disinilah aku yang mengatur nya"
"Jadi begitu, apakah kamu suka menciptakan dunia sendiri seperti ini dan mengatur semua mahluk di dalamnya?"
"Mengatur, merubah, menciptakan, menghancurkan, nasib mereka, jalan cerita mereka, aku sudah lama mengendalikan itu bukan hanya di dunia ciptaanku sendiri"
Alshian menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya benar-benar memiliki hak cipta penuh atas karya ciptaan nya di luar karya ciptaan Tuhan.
Bahkan dia lebih suka hidup di dalam cerita ciptaan Tuhan, dia datang kesana sebagai entitas yang tidak di ketahui, Tuhan tidak bisa mengatur nya karena dia menciptakan sebuah aturan sendiri untuk dirinya dan melampaui aturan-aturan yang ada entah dimana pun itu.
Kemudian Alshian tidak berbicara dan tidak melakukan apa-apa hanya dengan keinginannya sebuah gerbang kosmik yang sama dengan punya Irin tercipta dalam sekejap.
Irin dan Akira bahkan Fallen terkejut melihat pintu kosmik itu, Alshian segera mengajak mereka masuk.
Pintu ini dia hubungkan dari ciptaannya ke dunia awal sebelumnya. Ketiga nya keluar dari pintu dan para malaikat kembali dapat melihat mereka sekarang karena mereka masuk kembali kesini.
Orang ini bisa keluar masuk sesuka hatinya kemana pun, pergi kemanapun, melakukan apapun.
"Sekarang...Hukuman apa yang harus di berikan untukmu? akankah aku memindahkan mu ke atas sana?"
"Hahh? atas mana? dimana?"
"Pengadilan Tuhan!"
"Lihat saja sendiri hukuman apa yang akan di berikan padamu, mungkinkah Tuhan akan menugaskan para malaikat untuk membunuh mu terus menerus? hahahaha*"
Alshian menjentikkan jarinya sekali lagi dan Fallen menghilang di hadapan mereka terpindah di hadapan para malaikat yang sedang menyaksikan dari alam surga.
Kini dia akan mendapatkan hukuman yang pantas, mungkin dia akan di hukum selamanya di sebagai malaikat yang di masukkan ke neraka suatu saat nanti.
"Ka..Ka.kamu...memiliki kekuatan sebesar itu?"
Tanya Akira.
"Tidak usah dipikirkan lagi, bukan apa-apa, kalau begitu aku akan segera pergi lagi"
"Tunggu dulu!"
Alshian segera berhenti mendengar kata-kata Irin untuk tidak membiarkan nya pergi dulu, jadi dia diam lagi sebentar.
"Aku...ingin bertanya sesuatu..."
__ADS_1
"Apakah itu?"
"Kamu tadi mengatakan dirimu mengatur takdir? apakah disini kamu termasuk menggangu takdir dan jalan cerita semua mahluk hidup disini?"
"Menggangu? sepertinya lebih tepatnya begitu, meskipun itu sangat membosankan"
"Lalu, apakah selama ini kamu mengatur takdir kami? seperti Akira yang kehilangan Yuna dengan tragis, atau Cian yang bersedih tanpa kedua orang tuanya, apakah itu kamu juga mengatur semuanya?"
"Tidak semuanya, kalian bertiga itu spesial, bahkan mata kalian itu saja aku tidak bisa memilikinya, itu adalah sepasang mata yang indah dan sempurna, tercipta sebagai pencipta dan penghancur"
"Jadi kami tidak pernah menggangu nasib kami?"
"Tentu saja, aku hanyalah seseorang penggangu cerita yang terkadang mengubah sedikit jalan cerita semua mahluk hidup disini untuk kesenanganku"
"Hahaha...kamu memang benar-benar keterlaluan Alshian!"
Akira mengatakan padanya dengan sedikit tawa.
"Tapi aku cukup berterima kasih banyak atas semua bantuan yang kamu berikan padaku, termasuk membangkitkan ku kembali setelah mati dari alam tiruan waktu itu"
Alshian itu hanya tersenyum.
Akira mulai bertanya lagi tentang raja iblis dan ingin mengetahui keberadaan jahat itu.
"Lalu, soal kamu melihat dan mendengar segalanya, apakah kamu tahu dimana iblis itu? aku tahu kamu melihat semuanya, jadi tolong beritahu aku dimana dia berada"
"Bunuh diri?? seperti apa wujud nya?"
"Dia tidak pernah berwujud tetap pada saat itu, namun suara nya memang seperti wanita, jika kamu ingin membalas iblis maka aku bisa membantumu"
"Membantuku? seperti apakah itu?"
"Aku akan merekonstruksi kembali jalan cerita dunia ini, dan membuat kisah ini akan terlahir kembali raja iblis tersebut, dengan begitu kamu bisa menemuinya lagi"
"Apa yang kamu lakukan pada iblis itu, Akira??" tanya Irin.
"Tentu saja aku akan menancapkan pedangku sampai menembus otak nya, dan menhapus keberadaannya sekali lagi, tapi kamu tidak perlu merekonstruksi cerita itu lagi"
"Apakah kamu yakin?"
"Ya, aku sangat yakin, wanita yang kucintai dulu mungkin telah tiada, kalau begitu yang lama biarlah berlalu, kini aku memiliki orang baru yang kusukai disini"
Kemudian Akira mengalihkan pandangannya pada Airin dan Airin segera berperilaku acuh tak acuh, bercampur malu, namun senang karena Akira mengatakan perasaan itu sekarang.
Dia tidak perlu lagi menunggu untuk mengatakan perasaannya, Akira yang mengatakan lebih dulu membuatnya sangat bahagia.
"Ehh? kemana dia pergi?" tanya Akira mencari Alshian.
"Dia sudah pergi daritadi seperti yang dia lakukan sudah cukup"
__ADS_1
"Kalo begitu mari kita kembali, Irin"
Akira menciptakan gerbang kosmik yang sama juga dengan sangat mudah, mengambil tangan Irin dan membawa nya kembali dari kota silver kembali ke dunia awal tepat di rumah Akira.
"Lagipula, Irin...empat hari lagi adalah tahun baru"
"Lalu?"
"Maukah kau ikut bersamaku?"
"Hah? kemana?"
"Kemana saja, terserah mu, aku akan mengikuti semuanya, hanya kita berdua"
"Umm"
Irin menganguk dan menerima dengan malu-malu, namun perasaannya senang sekali.
Sesampainya di rumah membuka pintu ruang tamu, Sora dan Kiana hanya melihatnya masuk dengan raut wajah yang begitu bahagia.
Sora: "Dia bahagia sekali saat ini, apa yang terjadi?"
Kiana: "Entahlah, mungkin dia barusan mengalami sesuatu yang sangat menyenangkan"
Sambil berjalan ke lantai dua menuju ke kamarnya dengan wajah nya yang tersenyum bahagia.
Kemudian Cian yang melihat Irin masuk ke kamarnya segera mengikuti dan juga bertanya karena dia terlihat sangat senang sekali.
"Irin, kenapa kamu begitu tersenyum? apakah yang barusan terjadi??"
"Ah, hehehe...bukan apa-apa"
"Beritahu padaku yah, kita kan teman"
"Tcih, aku akan memberitahu semua yang aku tahu, tetapi yang ini tidak, sepertinya hanya yang ini"
"Humm" Cian sambil menyilangkan tangan dengan wajah meraju.
"Jangan meraju seperti itu dong, ahahaha"
"Wajahmu memerah! apakah Akira mengatakan sesuatu padamu? yang membuatmu begitu senang?"
"Rahasia deh"
Dengan mata sebelahnya yang tertutup sambil tersenyum tidak mau memberitahu rahasianya pada Cian.
Malam hari nya pun, dia menulis lagi semua hari-harinya di buku hariannya soal kota silver, terumata Akira yang mengatakan bahwa suka padanya, halaman ini menjadi halaman yang cukup spesial baginya, di tandai dengan efek sihir, maka halaman ini langsung dia temukan jika dia mau.
Sambil berbaring di atas kasurnya memegang ponsel nya dan terkadang menatap langit-langit kamarnya. Setelah itu dia kembali membaca buku atau pun sebagainya sampai dia tertidur.
__ADS_1