
Pintu utama kembali di buka, namun hanya sesaat, untuk membiarkan Irin dan Cian keluar lewat jalan masuk awal. Kemudian tiba-tiba ada suara siulan setelah mereka ke luar dari toko.
"SUUIIITTT..."
Keduanya mulai mengalihkan pandangan mereka ke arah bunyi tersebut, rupanya itu adalah Isami yang kebetulan juga masih ada di tempat ini, namun tetap berada disini karena mengikuti instingnya bahwa Irin dan Cian, mungkin akan datang kesini.
"Isami? rupanya kamu, sedang apa kamu disini?" tanya Cian.
"Aku? ah kebetulan lewat, dan ingin membeli di toko ini juga" katanya dengan berbohong.
"Benarkah?"
"Ya, namun sebuah bos wanita muda yang kaya telah membeli habis semua barang yang ada di toko ini"
"Ah, maaf kan aku, tapi kenapa kamu bisa tahu kalau kami membeli semuanya?"
"Aku cukup mendengarnya saja dari luar, meskipun toko ini besar, indera pengengaranku cukup tajam, lalu kemana lagi kalian setelah ini?"
"Kami? ummm mungkin aku hanya menemani Irin berjalan-jalan lagi"
"Ahh? menemaniku? bukannya kamu bilang ingin berkeliling lagi di dekat sini untuk mencari beberapa parfum?"
"Ahh, ehehehe"
"Owh, jadi kalian sudah ingin pergi? kalau begitu aku akan melanjutkan tujuanku ke tempat lain" kata Isami.
"Oke, berhati-hatilah" balas Cian.
Kedua nya pun berjalan ke bagian parfum wanita, ada banyak sekali jenis parfum disini. Tidak ada bau yang aneh, karena semua parfum disini adalah khusus untuk wanita. Parfum pria di sediakan di toko-toko lainnya.
Setelah memasuki toko parfum...
"Cian, pilihlah, kamu boleh ambil beberapa"
"Benarkah? lagi? tapi jangan sampai membeli seluruh isi toko seperti tadi!" kata Cian.
"Ah, itu terserah kamu saja"
Setelah memilih-milih parfum, keduanya membeli beberapa yang terbaik, setidaknya yang terbaik sudah mereka miliki, maka itu tidak akan pernah habis jika Irin menggunakan sihir pada parfum itu. Dan baunya juga akan terus sama, tidak akan berubah.
Hari sudah gelap, mereka harus menuju ke lantai paling dasar dan keluar di pintu bagian selatan untuk mengecek semua pakaian yang mereka beli tadi.
Sebelumnya, tiga unit mobil box ini semuanya akan mengikuti kemana perginya Irin dan Cian untuk membawa semua barang pembelian mereka, namun sedikit aneh jika bos muda hanya menggunakan taksi.
"Irin! nona muda kaya raya tidak menggunakan taksi, segeralah lakukan sesuatu"
"Aiyyaa benar juga, aku akan menggunakan sedikit ilusi"
Kemudian Irin menciptakan sebuah ikusi di bagian parkiran, dimana disana sudah ada sebuah mobil sport mewah yang hanya bisa di tumpangi oleh dua orang saja, disini hanya ada mereka berdua, jadi antara mereka berdua lah yang mengemudi.
"Irin, kamu bisa mengemudi?"
__ADS_1
"Haaa? mengemudi? tidak...tidak...mobil ini akan bergerak secara otomatis dengan sihir sesuai kemauanku, kita hanya perlu duduk saja"
"Ahh, begitu."
Kemudian semua mobil box yang mengikuti mereka juga ikut sampai di apartemen tersebut, bahkan para supir yang ada di mobil box saja benar-benar terkejut melihat apartemen yang di tempati nona ini adalah apartemen bintang lima terbaik di kota ini. Kemudian semua sopir hanya menunggu di mobil, karyawan yang bertugas mengangkat semua barang akan membawa semua barang dengan lift barang ke atas.
Membawa semua barang tersebut kemungkinan adalah sepuluh kali bolak balik dari lantai satu ke lantai sembilan belas. Kemudian saat balik yang terakhir kalinya, seorang karyawan memberanikan diri untuk bertanya pada Irin.
"Nona, apartemen ini benar-benar luar biasa, sungguh mewah, tapi bolehkah saya bertanya?"
"Ah? tanya apa itu?"
"Kenapa anda tidak tinggal di sebuah rumah pribadi yang mungkin lebih mewah?"
"Rumah pribadi? kurasa aku punya, namun tempat ini hanya akan kujadikan gudang untuk semua barang-barang yang barusan kubeli ini"
"Benarkah? kalo begitu mohon maaf atas pertanyaan saya tadi, kami mohon pamit, nona"
"Terima kasih atas semua bantuannya"
"Irin...benarkah? kamu sudah memiliki rumah pribadi?"
"Hmmm? bisa di bilang tidak, tapi aku akan segera membeli dan menempati rumah pribadiku"
"Bagus! jangan lupa sebuah kamar untukku"
"Hmm? untuk apa?"
"Hah?? seriusan? bagaimana dengan orang tuamu? apakah mereka mengizinkannya?"
"Tentu saja, bibiku mengizinkan ini. Lagipula, aku sebenarnya sudah kehilangan kedua orang tuaku sejak aku kecil"
"Hah??"
"Ah iya, Irin...aku belum pernah menceritakan yang satu ini."
Kemudian Cian mulai menceritakan asal usul nya sebagai anak yang kehilangan kedua orang tuanya sejak lahir, Cian awalnya di bawa ke panti asuhan, namun paman dan bibi nya adalah salah satu keluarga yang paling menyayanginya selain Kakek dan neneknya, Ibunya meninggal saat sedang melahirkannya, dan ayahnya meninggal saat dia berumur empat tahun akibat serangan jantung. Kata kakek dan nenek, ayah sangat menyayangiku ketika dia masih hidup, namun dia juga telah tiada. Kini yang dia miliki adalah kakeknya, neneknya, juga paman dan bibinya.
"Maaf, aku tidak pernah menceritakan ini padamu"
"Cian, aku turut berduka soal itu"
"Terima kasih, Irin...Selain tidak memiliki kedua orang tua, aku juga tidak pernah memiliki saudara atau mengenal saudaraku, sehingga aku selalu mengganggap mu seperti saudara kandungku sendiri"
Air mata nya perlahan menetes dan dia mencoba untuk tidak menangis saat mengingat masa kecilnya yang cukup menyedihkan, Irin mulai memeluknya dan mencoba menghilangkan rasa sedihnya.
"Sudahlah, jangan bersedih lagi"
"aku juga ada disini"
"kamu bisa tinggal bersamaku selama yang kamu mau"
__ADS_1
Tiga kata Irin ini benar-benar menyentuh hati Cian, seperti akan membuatnya menangis terharu.
"Kalau begitu, mari kita mulai seperti yang semua kamu rencanakan...memasak, bukan?"
"Hmmm,"
Akira kemudian datang lagi mengetuk pintu.
Dan Irin bergegas membukakan pintu.
"Darimana saja kamu?"
"Aku? oh pulang kerumahku sementara waktu, lagipula aku tidak akan melewatkan makanan seperti yang kalian janjikan"
"Kalau begitu masuklah, dan mulai membantu kami" Kata Irin.
Akira sebenarnya berbohong bahwa dia pulang kerumahnya dan kembali lagi kesini, dia sebenarnya berada di luar namun dapat mendengar apa yang baru saja terjadi, dan berpura-pura tidak mendengarkan.
Cian kemudian mulai mengeluarkan semua bahan-bahan makanan yang mereka beli tadi, semuanya...
Kemudian, Irin mulai menggerakkan jari-jarinya menerbangkan semua set pisau-pisau dapur yang bermacam-macam dan memodifikasi semua pisau menjadi lebih awet, bahkan tidak akan rusak jika saja itu di hantam oleh meteor, mungkin tidak akan hancur juga.
Semua bahan masakan terpotong-potong hanya dengan sihir di udara, Irin dan Cian bekerja sama dengan baik, bahkan Akira tidak melakukan apapun disana, dia hanya duduk, dan melihat ponselnya sambil membalas semua pesan di grup penggemar nya.
Itu adalah grup penggemar dirinya yang didirikan oleh dua orang gadis di kelasnya yang bahkan menggemari dirinya juga, Yuri dan Cecilia. Anggota grup ini sangat banyak, kemungkinan berjumlah tujuh ribu member dengan tiga orang sebagai admin, Yuri, Cecilia, dan Akira.
Bahkan hanya dalam semenit jumlah pesan sudah berjumlah tiga puluh ribu pesan, entah apa saja yang mereka bicarakan disana.
"Sial, penggemarku benar-benar banyak! aku adalah orang terkeren di sekolah ini" katanya sambil bersuara sedikit keras dan bangga.
Namun kali ini adalah yang ketiga kalinya dan itu adalah sebuah panci yang melayang tepat ke wajahnya, di lempar oleh Cian hingga membuatnya pingsan dan tertidur selama setengah jam.
"Tcih, dia terlalu bangga dan banyak omong! bukannya membantu kita"
beberapa menit pun berlalu, makan malam yang mereka rencanakan telah di letakan di meja, Ayam? ikan? telur? mie? dll, sepertinya sangat banyak. Kemudian Airin mulai membangunkan Akira yang pingsan di dapur tadi.
"Hey, bangun...kamu sudah tertidur cukup lama?"
"Hsjwhwjah? apa yang terjadi? kenapa aku tertidur? aku sepertinya bermimpi sebuah panci mengenai kepala ku beberapa waktu yang lalu"
"Sudahlah, itu mimpi yang aneh, sekarang bangun dan makanlah sebelum kami menghabiskan semuanya" kata Cian.
Kemudian dia mulai segera bangun dan sadar dalam sekejap.
"Haa? mengabiskan semuanya? kamu itu monster? bagaimana bisa menghabiskan semua makanan enak ini?"
"Kalaupun aku tidak bisa menghabisinya, mungkin kami akan memberikan semua ini pada anjing dan kucing jalanan, Hiihihihi"
"Tidak...tidak...tidak, aku tidak akan membiarkan itu terjadi! aku sudah menunggu makanan sejak sore tadi! aku segera bangun!"
Momen ini adalah pertama kalinya mereka makan bersama seperti keluarga, selain makan di kantin sekolah yang sudah biasa. Dan ketika ini selesai, semua akan pulang kerumahnya masing-masing tidak semua, mungkin hanya Akira. Karena Irin tinggal disini, dan Cian menginap bersamanya, besok adalah hari minggu, mungkin mereka akan berjalan-jalan lagi.
__ADS_1