Her Private Life

Her Private Life
She doesn't need help


__ADS_3

Yuuki segera melihat ke luar jendela dimana gadis itu sudah berjalan di tengah padang rumput untuk pergi.


"Aku belum selesai bertanya"


PETAK!


Yuuki menjentikkan jarinya satu kali, membuat Cian dan Sora binggung apa yang dia lakukan.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Sedikit bermain dengannya"


Gadis yang berjalan di padang rumput dan meninggalkan mereka itu tiba-tiba berteriak tidak jelas dan berlari berputar-putar seperti di kejar oleh hantu.


"Aaa!! tolong! jangan membunuhku! aku ingin hidup lebih lama! tidaaakkk!!"


"Huh? apa yang terjadi dengannya?"


"Itu ilusi"


"Ilusi?"


"Benar, aku menggunakan teknik menciptakan ilusi dimana pemandangan yang dilihatnya bukan lagi tempat indah ini, melainkan sebuah tempat yang paling dia takuti"


"Tempat yang paling dia takuti?"


"Tentu, sihir ilusi ku otomatis akan mengikuti sesuai rasa takut orang itu"


"Lebih tepatnya, jika dia takut akan kedalaman laut, dia akan melihat ilusi dimana dirinya berada di tengah atau tepat di kedalaman laut yang gelap bagaikan laut"


Begitulah penjelasan dari Yuuki secara simpelnya. Atau bisa juga seseorang tersebut takut akan ruangan labirin, maka ilusi yang dia lihat akan menjadi labirin mengerikan sesuai dengan ketakutan orang yang di berikan ilusi.


"Jadi, kamu bisa sihir? kupikir ini adalah dunia permainan"


"Sihir, sihir itu biasa bagi orang-orang yang ingin melakukan hal-hal dengan mudah, mereka belajar sihir untuk mempermudah urusan atau melindungi diri mereka"


"Begitu yah"


"Lagipula, aku benar-benar binggung mana yang benar antara kalian yang berasal dari dunia lain, atau dunia ini di ciptakan oleh Airin itu"


"Soal kedua hal itu, aku masih ragu...keduanya seperti aku tidak tahu mana yang benar"


"Sebelumnya kalian belum menjelaskan siapa itu Airin, boleh aku tahu?"


"Airin adalah teman kami, namanya Airin Lloyd, tinggi nya kurang lebih sama sepertiku"


"Rambutnya hitam, sedikit berubah menjadi abu-abu karena faktor yang tidak jelas"


"Cukup pandai dalam memasak, tidak suka lingkungan kotor, lalu sihir-sihir aneh yang membuat segalanya jadi mudah"


"Apakah dia manusia seperti kalian?"


Tanya Yuuki.


"Iya, tentu saja kami semua Manusia, tidak sampai aku tahu bahwa Airin bisa melakukan sihir"


"Lalu, kalian mengatakan dia menciptakan dunia ini sebagai permainan?"


"Benar sekali, aku dan Sora melawan Akira dan Isami...dua melawan dua, soal permainan ini adalah konsep yang di rencanakan Airin"


"Jika dia menciptakan dunia ini, bukankah itu seharusnya sudah sangat lama? dunia itu sangat tua, tidak tahu kapan di mulai, jika memang begitu...lalu dengan apa menciptakan nya? tidak sihir sekuat itu"


"Sihir sekuat itu ada...aku melihatnya sendiri, ketika Akira hanya menunjukkan padaku bagaimana dia memperlihatkan mata penghancurnya"


"Terutama ketika Akira pertama kali menyelamatkan ku dari Isami pada saat itu, sihir nya benar-benar kuat, energi yang sangat merusak"


"Apakah Akira juga adalah manusia?"


"Sejauh yang aku tahu Akira adalah manusia, namun dia menyebut dirinya adalah Dewa dan berasal dari manusia biasa miliaran tahun yang lalu"


"Sungguh! aku benar-benar pusing dengan pernyataan ini, sangat di luar pemikiran ku"


Kata Yuuki.


Berusaha memahami kebenaran yang ada, namun tidak tahu apa yang terjadi. Seorang manusia biasa yang mampu melakukan sihir untuk menciptakan sebuah dunia sebagai tempat permainan.


"Jika kamu masih kurang mengerti, Airin tidak sendiri"

__ADS_1


"Kami berempat di suruh untuk mengumpulkan energi sihir yang ada, energi sihir Akira dan Isami yang begitu kuat, aku meniru nya dan menambahkannya juga"


"Lalu Airin yang mengontrol stabilnya energi yang tidak beraturan itu, hingga sebuah ledakan yang sangat besar membawa kami kesini tanpanya"


"Sejak kapan kalian berada disini?"


"Sejak tadi malam"


"Apa-apaan! dunia ini sudah tercipta begitu lama, dan kalian baru datang tadi malam?"


"Ini hal yang aneh, aku lebih percaya kalau sihir kalian hanya membuat kalian terlempar ke dunia ini"


...


"Dan mungkin aku lebih percaya bahwa ada banyak lagi dunia yang seperti dunia kita, mungkin diriku yang lain ada disana"


"Jika kamu berpikir begitu, aku lebih percaya bahwa Airin dapat menciptakan sebuah dunia, dan aku lebih percaya bahwa kami di lempar ke dalam dimensi berisi ilusi ini"


Kata Cian.


"Percayalah, ini bukan ilusi...kalian tidak berada dalam dunia ilusi atau permainan"


"Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu?"


"Semua yang terjadi di sini nyata, cobalah pukul aku"


"Memukulmu? untuk apa?"


"Memastikan juga bahwa kalian nyata"


"Jika memang kamu menyuruhku..."


...PLAK!!...


Cian menampar Yuuki dengan tidak terlalu keras, hanya sebagai pembuktian.


"Kamu nyata! tamparan ini berasa padaku, bagaimana...apakah kamu merasakan sesuatu?"


"Aku hanya merasa tanganku yang mendarat di wajahmu itu"


"Kamu merasakannya kan? jadi ini semua nyata, percayalah! ini bukan ilusi"


"Aku dan Sora sekarang hanya perlu menyelesaikan permainan nya dan mengalahkan Akira dan Isami"


"Bagaimana cara kalian menyelesaikan dan kembali?"


"Airin hanya mengatakan untuk menemukan sebuah pintu...di dalam pemberitahuan sistem nya adalah pintu keluar"


"Kata itu bisa saja ada dua makna nya, yaitu selesaikan kehidupan kalian disini hingga menemukan jalan keluar"


Atau...


"Temukan sebuah pintu sebagai jalan keluar, lebih tepatnya adalah sebuah pintu sihir, mungkin itu maksudnya"


"Kurasa dua makna itu biasa jadi, salah satu dari itu"


"Tunggu, kalian tunggu disini..."


Yuuki segera berdiri dari kursi dan keluar dari rumahnya menuju ke gadis di padang rumput yang berteriak-teriak itu.


"Kamu, apakah sudah selesai?"


PETAK!


Ilusi di hentikan.


'Hah? aku? masih hidup? dimana?"


"Kamu masih disini, kenapa begitu tidak sopan meninggalkan kami semua tanpa sepatah kata pun?"


"Meninggalkan kalian? aku bahkan ingin pulang!"


"Pulang kemana? tubuhmu masih melemah seperti itu, kamu dalam bahaya jika memaksakan diri"


Sambil mengulurkan tangan padanya...


"Tidak...aku tidak butuh bantuanmu, atau bantuan kalian semua!"

__ADS_1


"Biarkan aku pergi"


Wanita itu segera bangkit dari rumput tempat dia terjatuh dan mengabaikan tangan yang di ulurkan dari Yuuki, dia langsung pergi begitu saja, tanpa rasa terima kasih. Namun, Yuuki hanya tersenyum dan tidak marah, dia kembali ke rumahnya bersama Cian dan Sora.


"Bagaimana kondisi gadis itu?"


"Dia pergi"


"Hah? pergi kemana?"


"Dia mengatakan ingin pulang, dan pergi begitu saja"


"Gadis itu sungguh tidak tahu cara berterima kasih yahh"


"Apa boleh buat"


"Lalu, kemana kalian akan pergi setelah ini?"


"Pergi menaikkan level"


"Jadi begitu, jika kalian dalam bahaya segera panggil aku"


Sementara gadis itu pergi dengan sangat kesal sambil mengucapkan kemarahan pada mereka berkali-kali.


"Sial!"


"Sial! sial!!"


"Aku benci mereka berdua, aku tidak mendapatkan racunnya"


"Sangat menyebalkan! terutama si rambut merah muda itu, membuatku kesal!"


Gadis ini bernama Flaire Lynelle, di panggil Flaire oleh orang-orang yang mengenalnya.


Seorang gadis cantik yang mampu menguasai sihir dan usia nya adalah tujuh belas tahun dan tinggi sekitar seratus enam puluh, memiliki rambut berwarna ungu.


Dia tinggal di kota Caldwell, dan dalam misi nya untuk mencari racun ular yang mematikan, dengan tujuan melakukan eksperimen racun yang akan di campur dengan racun lain untuk menciptakan sebuah racun mematikan yang dapat membunuh monster hanya dengan memberikan racun.


Jadi sekarang...dia pulang dalam keadaan tidak membawa apapun, kemudian kembali mencari jalan kemana dia harus pulang. Karena dia tidak tahu tempat apa Calider ini, di kelilingi oleh gunung yang menjulang tinggi dan padang rumput yang begitu hijau.


Dia mencoba mencari jalan utama atau ada seseorang yang tahu tempat menuju Caldwell.


Karena terlalu lama berjalan di padang rumput itu dan entah kapan sampainya, dia menyerah dan memutuskan untuk masuk kembali ke hutan.


Berjalan mengikuti arus sungai, dia mencoba kembali ke tempat dimana mereka bertarung tadi, ada sungai di sekitar itu, dia harus berjalan ke arah sebaliknya dari arus sungai, karena awalnya dia berawal dari arah itu.


Kemudian Cian dan Sora berencana untuk mencari kota lagi untuk mereka tinggali.


"Yuuki, apakah kamu tau dimana pedesaan atau kota di sekitar sini?"


"Aku cukup tau banyak"


"Kami harus pergi ke kota"


"Begitu yah, kota terdekat adalah Caldwell"


"Bagaimana kami harus kesana?"


"Arus sungai ini...ikuti arah darimana asal arusnya, hingga kalian menemukan kota nya, cukup besar"


"Baiklah, mungkin kami segera pergi kesana"


"Berhati-hatilah, jika kalian dalam bahaya cobalah berlindung sebisa mungkin, aku tidak bisa membantu jika sudah terlalu jauh dari jangkauan ku"


"Hahaha...kami tidak akan terluka"


Cian dan Sora segera pergi berjalan ke arah Timur dimana asal arus sungai datang.


Tiga jam berjalan setelah sangat lama, Flaire akhirnya benar-benar menemukan kembali kota asalnya, mungkin bukan berjalan, dia terbang dengan sihir. Membuatnya melayang di udara dan sedikit lebih cepat daripada berlari.


"Aku pulang~"


Setelah semalaman tidak pulang...


Dia sampai di rumah dan benar-benar kelelahan dari mencari tempat ini kembali, Neneknya hanya membiarkan nya beristirahat karena terlihat dari raut wajahnya.


Neneknya adalah orang yang mengajarkan nya tentang sihir dan bagaimana cara menggunakan sihir. Dia mengajari Flaire cara menggunakan sihir sejak delapan tahun yang lalu.

__ADS_1


Flaire menguasai sihir untuk melindungi dirinya sendiri seperti yang diinginkan neneknya, orang tuanya tidak pernah belajar sihir satupun dari neneknya, maka generasi selanjutnya yang menguasai sihir adalah dia.


__ADS_2