Her Private Life

Her Private Life
Another new student


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana ujian sekolah tidak ada lagi, semuanya sudah berakhir kemarin. Namun yang harus di lakukan Irin dan Akira hari ini adalah melakukan pengerjaan ulang mata pelajar yang mereka tidak ikuti kemarin.


STELLARY ELITE HIGH SCHOOL


Yap, itulah namanya. Sebuah Sekolah menengah dengan dengan urutan ke-8 dalam peringkat sepuluh besar sekolah elite dengan nilai-nilai yang tinggi dari sekolah lainnya yang ada di kota Vaarhus.


Sekolah ini cukup besar, setara dengan luas sebuah universitas. Menampung banyak murid-murid di dalamnya, sekolah yang cukup di fasilitasi dengan fasilitas-fasilitas canggih, Kamera CCTV micro sekecil sebuah semut terpasang di setiap sudut-sudut tembok nya, bahkan di luar gedung akan ada banyak kamera CCTV yang tak terhitung jumlahnya.


Di setiap ruangan tentunya akan di lengkapi dengan alat pendingin atau bisa di sebut sebagai AC yang di dalam satu ruangan berjumlahkan tiga AC terpasang. Tidak menggunakan sebuah papan tulis, itu menggunakan sebuah teknologi yang di proyeksikan di udara bagaikan papan tulis yang hanya di sentuh menggunakan jari-jari.


Disini lah dia hari ini sekarang, Isami yang lolos seleksi masuk pendaftaran dengan cukup cepat, tentu saja untuk masuk ke sekolah yang elite membutuhkan nilai di atas standar, dengan nilai standar minimal adalah 7,5 atau nilai yang lebih tinggi di atasnya.


Seleksi juga akan terpilih susai dua jalur di atas standar 7,5 dimana mencapai 7,9 akan memasuki kelas biasa, sedangkan nilai mencapai 8 dan angka di atasnya akan memasuki seleksi ke kelas elite.


Melangkahkan kakinya pertama kalinya ke dalam sekolah, terasa berbeda jauh dari tempat asalnya, dia belum pernah melihat teknologi-teknologi peradaban manusia yang maju seperti ini, bahkan dia tidak tahu apa itu internet, telefon, dan berbagai macam hal yang berhubungan dengan teknologi ciptaan.


Ini bertentangan jauh dengan sebuah sihir, dunia yang di kembangkan dengan kecerdasan manusia biasa yang mampu membuat sesuatu yang luar biasa, metode dunia normal tanpa sesuatu yang instan. Namun mencoba mencari peradaban yang instan dengan. sebuah teknologi.


Ini pertama kalinya dia memakai seragam sekolah seperti ini, sebuah baju putih dengan celana hitam, dan almamater merah sebagai ciri khas sekolah ini. Berbeda dengan tempatnya yang memakai seragam seperti jubah disana.


"Kemana aku harus pergi?" tanya nya dalam hati sambil berkeliling-keliling mencari nama ruangan yang harusnya menjadi kelasnya. Sangat banyak ruang dan tangga, setiap geudng bertingkat lima lantai, bahkan di sekolah ini berjumlah total lebih dari sepuluh ribu siswa dan siswi.


Dia tidak memikirkan kemana dia berjalan, namun di sebuah pembelokan yang bagaikan dari arah utara dan dia berasal dari arah barat.


Yah ini adalah Cian yang datang ke sekolah pada waktu yang normal, tidak terlalu cepat dan tidak terlambat.


Kemudian Isami menabrak Cian hingga terjatuh.

__ADS_1


PLAKK!!


"Duh, seharusnya kamu berjalan menggunakan mata!" kata Cian dengan sedikit kesal.


Lagipula dia baru melihat lelaki ini, dari sekitar dua ribu lebih siswa yang berada di gedung elit, dia sudah sering melihat mereka sehari-hari. Namun ini adalah siswa yang baru saja pindah dan berhasil memasuki seleksi ke kelas elit.


"Ahh, Maaf" Kata Isami dengan nada yang tidak terlalu peduli.


"Kamu? apakah kamu siswa baru? atau kamu adalah siswa baru yang terjebak di gedung elit? ini adalah gedung elit tempat para murid pintar sepertiku pantas berada."


"Sial! gadis ini cukup sombong juga!!" Ucap Isami dalam hati dengan rasa di rendahkan.


Namun, dia akan berpura-pura baik dulu untuk mengumpulkan semua yang dia tahu untuk mencari tahu kebenaran keberadaan aura penyihir disini. Namun perasaannya berubah lagi, di depannya hanyalah wanita sekolah menengah apalagi itu hanyalah manusia biasa, bagaimana bisa dia merasakan sebuah kekuatan yang mengalir dan sumbernya yang berasal tepat dari depannya.


"Apa!!?, perempuan ini terasa memiliki energi sihir? apakah dia adalah penghuni Magical World yang turun kesini juga?" tanya nya dalam hati.


"Kamu dari tadi diam saja seperti itu tanpa menjawab pertanyaan ku? apakah kamu tuli?"


"Aku seorang siswa pindahan, jadi aku belum tau persis semua letak ruangan di sekolah ini"


"Aku berhasil dalam ujian seleksi masuk ke kelas elite maka dari itu, aku tadi melihat sebuah tanda bahwa gedung-gedung di area ini adalah bagian kelas elit" Kata Isami.


"begitu?, baiklah tunjukan padaku nomor kelas mu."


20


Cian: "20?? sepertinya kelas kita hanya bersebelahan, aku berada di kelas 19"

__ADS_1


Isami: "Begitu kah?


Cian: "Hmm, ikuti saja kemana aku pergi."


Segera Isami mengikuti Cian yang kebetulan kelas mereka hanya sebelah, itu berarti jaraknya mulai terasa dekat dengan sesuatu yang di cari nya. Jarak dari tempat mereka ke kelas berada di lantai dua, dimana kelas sembilan belas dengan kelas dua pulu berada.


Setelah sampai, Isami mengucapkan terima kasih kepada Cian, ah, ini permulaan seorang murid baru yang berasal dari dunia lain juga,


entah dia akan melakukan sesuatu yang buruk atau tidak.


Jam pelajaran tetap akan di mulai hari ini, benar, guru tidak memeriksa ujian hari ini. Namun, dua ribu lebih lembaran jawaban akan di periksa oleh mesin-mesin di ruangan pemeriksaan ujian sekolah.


Guru akan tetap masuk...


Seperti biasanya pelajaran baru dimulai, termasuk yang tidak mengikuti ujian akan mengikuti pengulangan kembali.


Sampai tiba waktunya jam istirahat, kantin akan di penuhi lagi dengan banyak siswa yang makan, kantin di sekolah ini berada lebih dari empat kantin, karena jumlah murid yang begitu banyak.


Irin berjalan ke kantin dengan Cian di samping nya, melewati banyak orang tanpa memperhatikan siapa pun. Tanpa di sengaja, dia saling melewati Isami dengan arah yang terbalik. Isami menuju ke kelas, Irin dan Cian menuju ke kantin.


Isami tiba-tiba merasa sedang melewatkan sesuatu, kemudian dia memberhentikan langkahnya dan melihat pada dua orang yang baru saja melewati nya.


Satunya adalah gadis cerewet yang bertabrakan dengannya tadi pagi dan mengantarkannya ke arah kelas, lalu yang di sebelahnya lagi adalah seseorang yang tidak sempat dia perhatikan wajahnya.


"Kenapa? ada beberapa energi sihir di tempat ini? bahkan itu sudah dua orang"


Dia dapat dengan jelas merasakan energi sihir yang ada setiap orang, energi sihir yang di rasakan sepertinya sama saja jika di sebut sebagai aura.

__ADS_1


Segera dia melanjutkan arah jalannya lurus, mungkin itu berada ke suatu tempat di bagian sekolah yang di lewati oleh banyak siswa, ini adalah atrium sebagai pusat bagian gedung pertama.


Lima lapisan lantai semua dapat menggelilingi tempat ini, dengan kantin berada di tengah nya yang sangat ramai.


__ADS_2