
Gadis itu sekarang kembali mendaratkan kakinya ke tanah dan berdiri saja, membiarkan naga itu melawan Akira.
Dia meremehkan Akira, lagipula mereka semua seperti tidak berarti apa-apa baginya.
Naga itu segera terbang dengan cepat ke arah Akira.
Begitu cepat benar-benar melebihi kecepatan suara, setiap gerakannya terbang dari tanah ke langit akan membuat guncangan yang cukup keras dan seperti sebuah gelombang yang kuat, mungkin gelombang anginnya bisa memecahkan kaca-kaca jika saja di sekitar mereka adalah gedung atau sebuah bangunan.
Namun, Akira masih dengan mudah mengeluarkan pedang nya dan memukul naga itu hingga mereka saling berbenturan dengan keras, sebuah ledakan yang besar setiap mereka saling menabrak.
Baju nya mulai robek lebih banyak lagi.
Dia seharusnya masih bisa menang dengan mudah walau naga ini bangkit seribu kali lagi dan setiap satu kali kebangkitan akan meningkatkan kekuatan naga menjadi kelipatan dari kekuatannya sebelumnya.
Seribu kali lagi membunuhnya tidak masalah.
Kali ini, dia yang akan bergerak.
Gerakannya akan membuat semua nya terasa lambat, dia dalam sekejap membuat padangnya tertancap di mata naga itu.
Lalu, tancapan yang tidak terjadi satu kali, tapi lebih dari sepuluh kali pedangnya di tancap dalam setengah detik.
Setelah tidak ada lagi pedang, dia mulai menggunakan tangan kosong dengan sihir, mungkin sihir kematian instan seperti gadis iblis itu.
Sebuah robekan dengan kecepatan cahaya merobek naga itu dalam potongan yang tak terhitung jumlahnya.
Membuat naga itu terobek dan meledak hingga berkeping-keping, naga itu mati lagi.
Akira kini mengalihkan pandangannya pada gadis itu dan ingin memulai satu lawan satu dengannya.
Tapi, jarinya yang robek itu beregenerasi begitu cepat dan di robek lagi dengan kuku nya hingga meneteskan darah lagi.
Naga hidup lagi seperti hal sebelumnya dengan sangat cepat, bangkit kembali lagi dengan sempurna tanpa efek kehancuran yang di buat Akira padanya.
"Hahaha, kamu ingin membunuhku sampai berapa kali?"
Lalu naga itu berdiri dan akan segera bergerak dari tempatnya di bangkitkan, begitu di penuhi dengan darah kebangkitan di sekujur tubuhnya.
Dia mulai mengepakkan sayap dan terbang menuju Akira, sedetik setelah dia bergegas, tubuhnya terpotong-potong lagi menjadi bagian kecil yang tidak terhitung dengan ledakan yang membuat seluruh daging nya terlempat kemana-mana.
Darah yang meledak kemana-mana.
Rambutnya menutupi seluruh mata nya dengan ekspresi tidak senang dan berkata.
"Kamu"
"Gadis iblis bajingan, biarkan aku satu melawan satu denganmu"
"Nyali mu boleh juga, mahluk bodoh!"
Kata gadis itu.
Dia segera memulihkan jarinya dalam sekejap dan di robek kembali untuk terus membangkitkan Inferno dengan cara yang sama.
Disi lain dirinya yang meremehkan Akira perlahan mulai memudar, Akira bukan lawan biasa.
Dia memiliki sihir kematian instan seperti miliknya juga, apa-apaan dengan manusia di depannya.
Dia mengira Akira hanyalah lelaki ahli sihir yang beruntung bisa menghindari sihir kematian nya.
Inferno bangkit lagi dengan rupa yang akan terus sama, dan semakin kuat.
Namun, dia mulai bosan terus merobek jarinya seperti ini.
Inferno itu baru saja di bangkitkan dalam sepuluh detik dan sudah mati dalam sekejap, dia mulai merasa harus melakukan aksi nya juga.
"Memperkuat wilayah"
__ADS_1
SING!
Sebuah gelombang yang tidak kuat, namun sangat cepat menyebar ke seluruh arah ruang tanpa batas ini.
"Majulah, bunuh lagi dia jika kamu mampu"
"HAHAHAHA!"
Kematian instan Akira mulai tidak terlalu berfungsi dan hanya merobek beberapa bagian tubuh naga itu, seperti tidak ada efeknya.
"Sial"
Sihir lain lagi yang membuatnya seperti merobek celah dimensi dan mengeluarkan pedang-pedang yang bentuk dan modelnya sama, keluar begitu banyak seperti tidak ada habisnya untuk menghabisi naga itu.
Naga itu tertusuk ratusan pedang dengan cepat dan menusuk ke dalam tubuhnya yang begitu keras, namun semua pedang yang tertanam di tubuhnya itu tiba-tiba hancur layaknya sebuah es yang mencari menjadi darah.
Semuanya hancur dan lenyap.
Akira tidak berpikir untuk berurusan dengan naga itu, yang akan dia lakukan adalah bagaimanapun cara nya untuk memperdekat jarak antara dia dengan gadis itu.
Perasaan ingin menembus jantungnya dengan pedang nya membuat emosi nya meluap-luap di dalam hatinya.
Kaki kanan nya yang terangkat dari tanah tiba-tiba membawanya dengan kecepatan tinggi seperti kecepatan yang tidak terbayangkan.
Bagaimana pun khayalan atau imaginasi manusia, tidak akan pernah bisa menggambarkan kecepatan seperti itu untuk di bayangkan.
Dirinya langsung berada di depan gadis itu dengan pedang yang tertancap di jantung nya.
Sekali tancap, dia meneruskan nya lagi hingga benar-benar menembus tubuh bagian belakang gadis itu.
"Aku berhasil"
Dalam sekejap dia berpikiran seperti itu di dalam hatinya.
Tapi...
Dengan kata lain, gadis itu sudah menciptakan diri nya dari darah nya yang menggenang dan mentransferkan jiwa nya kesana, seperti berpindah jiwa dengan menciptakan tubuh barunya sendiri dari darah.
"Apa yang kamu lakukan?"
Suara nya terdengar begitu jauh membuat Akira merasa binggung, dia benar-benar masih hidup dan berdiri di jarak yang sama seperti di awal dia bertarung dengan naga itu.
Naga itu masih di sana dan akan menyerangnya lagi.
Gerakan yang sia-sia.
Begitu cepat naga itu melaju ke arahnya membuatnya harus menghindar lagi.
Dia tidak bisa bergerak untuk mengindar, sesuatu menahannya, benar-benar tidak akan bergerak dari posisinya.
Gadis itu mengontrol kendali ruang nya lagi sesuka hati.
Bahkan jika dia mau, Akira sudah mati dari tadi hanya dengan kematian instan nya tanpa harus berlama-lama.
Ini membuatnya bersenang-senang dulu untuk sesaat.
Tidak ada lagi hal untuk menghindar dari serangan naga yang begitu cepat dan api yang keluar dari mulutnya lagi.
Dia tidak bisa bergerak sedikitpun dari tempatnya.
Hingga api panas yang menyembur dari jauh itu membakarnya terus menerus sambil maju dan menabrak nya dengan sangat keras.
Tidak ada yang bisa di harapkan lagi jika sudah seperti itu, bahkan jika sepuluh juta prediksi untuk menghindari gerakan itu, kamu tidak akan bisa jika hanya tertahan di titik itu saja.
Dia benar-benar melayang cukup jauh hingga menabrak dinding bebatuan besar.
Sebuah batu membentuk sebuah pintu di sana untuk mengantarnya ke suatu tempat yang menariknya ke dalam dan mengeluarkan nya kembali di depan gadis itu.
__ADS_1
Dia memuntahkan banyak darah sekarang dan gadis itu yang merasa akan menang dengan benar-benar mudah.
"Haruskah aku mengakhiri hidupmu sekarang? atau apakah kamu ingin melanjutkan permainan?"
"HAHAHAHAH!
"ghghghghahaHAHAHAHAHA..."
"hah? apanya yang lucu?"
Setelah gadis itu tertawa, dia belum selesai, Akira di sana mulai tertawa sendirian yang membuat gadis ini dan si naga inferno itu binggung lagi dengan manusia kuat ini.
"Kamu mengontrol ruang ini bukan?"
"Kalau begitu, mari kita bermain-main lagi"
Setelah Akira selesai berbicara, gadis itu merasa muak dan harus melakukan pergerakan nya lagi.
Dia membuat seluruh ruang yang tampak seperti istana tanpa batas ini saling terhubung dan menyatu, dimana setiap sisi ruang saling bergerak dan bertukar tempat yang sulit di bayangkan. Merubah semua posisi ruang nya.
Terkadang ketika ruang itu bergerak, Dia berdiri terbalik seperti melayang di udara dengan kepalanya di bawah dan baik-baik saja, lalu Akira berdiri di hadapannya dengan posisi lebih terbalik darinya.
Dia membuat pijakan Akira terbuka lebar untuk menjatuhkannya ke lubang tak berujung dan membuat nya terlempat kembali lagi padanya, hanya dengan tangannya, dia memukul Akira dengan sangat keras hingga menabrak tembok lain dan retak, retakan itu kemudian terbuka lagi menjadi tangan-tangan iblis yang tak terhitung untuk menariknya masuk menyatu dengan tembok-tembok besar itu.
Tidak ada ruang baginya untuk bergerak sedikit pun dan melawan.
"Hahaha, kamu masih bisa tertawa walau sudah di ambang kematian mu seperti ini?"
Kemudian Akira melawan lagi dengan semua tembok yang dia masuki meledak berkeping-keping hingga meretakkan semua celah dunia ini.
Retak dan terbuka hingga mereka kembali ke dunia tempat dimana istana awal itu terjadi di jembatan.
Aku berada di sana bersama Kiana dengan Jembatan pertama yang retak dan ambruk, lalu di sisi lain istana besar ini adalagi jembatan yang lebih besar. Sepertinya jejak mereka memang menghilang disini, kami melihatnya.
Tak lama kemudian sebuah perasaan aneh dan aura yang sangat kuat memenuhi seluruh udara dan celah-celah yang entah darimana terbuka seperti terhubung ke dimensi lain.
Semuanya tiba-tiba memunculkan sesuatu yang bukan ilusi, dimana gambar yang kami lihat adalah sebuah batu yang menusuk teman-temanku.
"Tidak! apa yang terjadi??"
Kiana mulai panik melihat semua yang tiba-tiba di lihatnya.
"Apa ini??"
Aku bergegas berlari ke mereka semua yang tertusuk seperti batu tajam besar ini, bebatuan yang hampir sepenuhnya diwarnai oleh merah darah mereka.
"Cian!!! Ciann!!!! CIANNN!! hah???!?!?!"
Aku menjauh sediki darinya dan melihat semua nya dengan hal yang sama, tapi aku mencari Akira. dimana dia? hal yang tidak terduga menimpa mereka seperti ini, dan aku tidak berada di sana bersama mereka.
Beberapa retakan dimensi yang lebih besar lagi muncul dan meledak seperti melemparkan sesuatu pada kami.
Tabrakan ini akan terjadi sangat cepat.
Menuju ke arah kami.
"Awas!!!"
Aku berlari untuk mendorong Kiana dan diriku ke arah lain.
Dan...
BRUAKKK!!!!
Menabrak dinding dengan kecepatan tinggi dan menjatuhkan seseorang di atas kami.
Seseorang.
__ADS_1
Dia masih hidup, aku segera mendekatinya dan melihatnya.