Her Private Life

Her Private Life
We don't run away!


__ADS_3

Peluru yang reflek keluar sebagai peluru sihir tingkat ketiga nya adalah tingkat terbaik miliknya dan masih ada beberapa teknik tingkat tiga lainnya.


Ketika Cian yang menerjang nya dari belakang tadi, peluru sempat keluar berjarak dua mili dari asal lubang pistol, dan di jarak tiga mili posisi mereka berubah ke waktu ketika Cian terkena rantai kembali, ini seperti waktu yang terulang dengan kejadian di ubah.


Dengan begitu, suasana akan termundur ke masa sebelumnya dan menyerang lawan secara tiba-tiba pada posisi yang berbeda.


Satu peluru itu tepat mengenai jidat Cian, dan menembus sampai ke belakang, membuatnya terlempat sampai menabrak tembok, kepala nya yang ditembua peluru juga terbentur dengan sangat keras, hal ini seperti ini harusnya membuat seseorang mati.


Irin tahu, Cian masih hidup, dia segera membantu regenerasi Cian hingga seluruh lubang otak yang di tembus peluruh kembali seperti semula, dalam regenerasi yang sedikit cepat, tanpa disadari oleh Asuka itu.


Yang dia tahu adalah Cian sudah pasti mati tertembak tepat di dahi nya, namun Cian masih hidup dan sangat sekarat, kemudian di bantu lagi oleh regenerasi dari Irin yang membuat seluruh bagian tubuh eksternal atau internalnya kembali pulih dalam sepuluh detik.


Dia kemudian mulai tertawa perlahan-lahan seakan-akan dia berhasil membunuh dua penyihir jahat, namun mereka bukanlah orang jahat, ini hanyalah kesalahpahaman antara dirinya dan Cian yang menjadi roh sejak awal.


"Ahahahahahahaha...."


Setelah tertawa cukup lama dan panjang, dia segera melihat satu per satu ke mayat mereka, namun Irin yang tadinya sekarat dengan perut berlubang disana sudah hilang tanpa bekas darah sedikit pun.


Dan dia segera mengalihkan pandangannya dengan cepat ke arah Cian yang di tembaknya, namun itu juga menghilang tanpa bekas apapun.


"Apa yang?!!"


"Hah?"


"Dimana?"


"Dimana mereka?"


Dia tidak menyadari bagaimana mereka melarikan diri, Irin tidak mau membiarkan Cian mati, kini dia sekarat dan sedang dalam pemulihan beberapa saat karena pistol sihir yang menembus kepalanya.


"Cian! Cian! Cian! sadarlah!"


Bekas lubang pistol yang menembus masuk ke kepalanya, semuanya sudah pulih, namun dia tidak bisa bangun, Irin memikirkan sebentar alasan kenapa dia tidak bisa terbangun.


Apakah itu karena terpisah dari tubuh aslinya dan harus segera memindahkannya. dari tubuh fana ini?


Setelah dia memindahkan mereka jauh dari jangkauan Asuka, di tempat kosong di dalam hutan belantara negeri donggeng, dia kembali membuka pintu kosmik, sambil menggendong Cian dengan kedua tangannya.


"Bertahanlah Cian! maaf atas kesalahanku!!"


Dia harusnya tidak membiarkan Cian bertarung sendirian hanya untuk berakting dan melihat bagaimana Cian melakukannya, dia tidak pernah berharap bahwa lawan memiliki teknik sihir yang lumayan mengesankan.


Itu memang seperti yang mereka bicarakan antara dirinya dengan Cian yang berada di tubuh gadis kecil Lloyd itu, bahwa mereka dengan keturunan murni darah Lloyd akan berpotensi menjadi penyihir sejati yang berbakat.

__ADS_1


Tidak harus menggunakan sihir saja dengan tangan, mengkombinasikan senjata dan sihir itu selalu bagus. Inilah perhitungan yang seharusnya dia perhatikan untuk tidak meremehkannya tadi, pistol pembalik waktu? apa-apaan itu? sepertinya lumayan.


Di sisi lain di istana Lloyd...


"Kurang ajar!!" teriak Asuka sambil histeris dan emosi karena dua orang yang dia lawan satu sekarat dan satunya mati nenghilang melarikan diri entah kemana.


"Siapa lagi yang ketiga?!"


"Siapa yang menyelamatkan kalian berdua?!"


"Ahhhhhhhh!!!!!"


Dia berteriak dengan sangat marah dan karena keemosia nya, dia hampir saja menembak semua benda-benda sihir yang ada disana.


"Tidak ada orang ketiga"


"Hah?"


Dia segera berbalik ke arah suara yang di kenalnya tapi tidak di ketahui dimana dia berada! dia bukan roh lagi! dia tidak mengerti kenapa dia tidak bisa melihat hantu.


"Kamu???? bukannya kamu sudah mati?" kenapa??! kenapa aku tidak bisa melihat roh?"


"Tcihihihihihi” tertawa jahat dari suara itu yang entah dimana dia berada, dan kemudian berkata lagi...


"Lalu apa??!! TUNJUKAN DIRIMU!!!"


"Menunjukan diriku? Hahahaha jangan kan untuk melihatku, kamu bahkan mustahil untuk menyentuhku seperti ini"


Asuka tidak mengerti apa yang salah, peluru sihir itu...itu adalah salah satu teknik peluruh terbaiknya dengan memundurkan sedikit waktu pada beberapa saat yang lalu untuk mengulang kejadian, dan soal tembakan di kepala, itu harusnya sudah dalam perhitungannya, dimana satu peluru itu tidak hanya akan membunuh hantu, tetapi membunuh seseorang sehingga hancur bersama jiwa nya.


Itu lah sebabnya pistol ini sangat berbahaya, Irin lari bukan karena mereka kalah, dia seharusnya berniat mengulur waktu untuk Cian melawan dan membiarkan mereka berbicara satu sama lain untuk bertukar informasi yang ada.


Pengetahuan Irin tentang dunia ini masih sedikit, di banding Akira. Itu sebabnya setiap lawan yang mereka butuhkan perlu mendapatkan informasi dari lawan, mereka tidak boleh membunuhnya.


Karena Asuka sangat emosi dengan suara tak berwujud ini, dia menembakan peluru ke segala arah secara acak.


DOR!!


"Dimana?!!!"


**DORR!! DOR!!!


DORR**!!

__ADS_1


"Tunjukkan!!!"


Lima belas lebih peluru di keluarkan ke banyak arah yang menurut instingnya mungkin ini adalah roh atau hantu yang bisa menjadi tidak terlihat lagi.


"Sia-sia, aku tidak bisa di bunuh sekarang karena terpisah dari tubuh asliku, dan aku bukanlah roh yang melayang, melainkan sendiri"


"Tubuh aslimu! dimana itu, meskipun kamu melarikan diri! aku akan kembali mencari mu!!"


Cian sebenernya sudah sadar setelah terpisah menjadi tiga bagian yang dia tidak mengerti, tubuhnya, roh dan jiwanya, juga kesadarannya terpisah. Namun Irin yang masih pada gerakannya untuk kembali belum tahu bahwa Cian sudah kembali sekarang.


Yang dia lakukan adalah kembali sendiri menyatu seluruhnya dengan tubuh aslinya lagi entah bagaimana caranya itu terjadi, tetapi ketika dia bangun, jidatnya sangat sakit, efek peluru pistol itu, sepertinya memang adalah senjata yang berbahaya.


Tidak, Asuka itu yang berbahaya, wanita itu berbahaya, seperti yang dia katakan tentang sihir-sihir keluarga Lloyd, mereka memang kuat dan sedikit cerdas.


Entah nasib apa yang menyelamatkan nya hingga membiarkan roh nya keluar dari dunia sana, dan meninggalkan kesadaran nya, dari pintu kosmik yang di langkahi Irin masuk, dia menembus keluar seakan-akan dari dalam kamar mandi.


Dia bisa mengubah-ubah wujud pintu kosmik ini sebenernya dengan wujud lain, pintu kayu, pintu besi, pintu jerami, apapun itu selama yang dia ciptakan adalah pintu kosmik, tidak masalah apa bentuknya, itu tetaplah pintu multifungsi yang dapat berpindah ke dimensi mana saja.


Membuka, masuk, keluar, menghancurkan, bahkan menciptakan pintu kosmik bukanlah suatu sihir,.ini seharusnya kemampuan supernatural yang entah darimana itu datang, namun Irin tetap saja menggangap nya sebagai sebuah sihir.


Kemampuan yang ini, tidak dimiliki Yuna, dia memiliki kemampuan sihir-sihir hebat lain yang sebenarnya tidak di miliki Yuna. Kemampuan sihir penciptaan. Namun, dia tidak pernah tahu bagaimana menggunakannya, sehingga dia terkadang perlu mencoba hal itu di Floryn garden.


Floryn garden tidak selamanya harus mewujudkan taman kesukaannya, dia bisa merubah seluruh pemandangan itu menjadi padang rumput tak berujung yang bebas dia gunakan untuk mencoba semua sihir-sihir yang ada.


Jika di gunakan langsung di dunia nyata, tidak ada yang tahu bahwa sihir itu akan merusakkan dengan skala kerusakan yang besar, apalagi jika sampai menghilangkan nyawa banyak orang, itu sangat buruk.


Sesampainya di rumahnya kembali, dia melihat Cian berjalan untuk menuju ke lantai satu dan segera mengikutinya.


"Cian! Cian!"


Cian pun berbalik dengan sadar, namun sangat pusing sehingga dia harus berjalan dengan sangat pelan dan memegang apapun yang ada sebagai penopang agar dia tidak pingsan saat berjalan. Kedua yang lainnya tidak tahu apa yang terjadi padanya.


Kiana: "Ada apa dengannya?"


Sora: "Aku sendiri tidak tahu, mungkinkah itu adalah efek nya dengan tidur terlalu lama?"


Kiana: "Begitukah? dia sudah tidur sejak pagi, dan ini sudah malam"


Airin: "Mungkin kalian benar, ini adalah efek tidur yang terlamu lama hingga membuat seseorang terlalu asik dengan alam mimpinya, sehingga membuatnya lupa berjalan"


Kiana: "Lupa berjalan? apa itu?"


Airin: "Mungkin di alam mimpinya dia menjadi wujud seorang peri, atau mungkin manusia vampir bersayap? atau mungkin naga? entahlah yang pastinya kemungkinan di alam mimpinya dia terbang tanpa menyentuh tanah dan sangat asik dengan keadaan itu"

__ADS_1


Jelas Irin dengan kata-kata yang di buat-buat untuk tidak membuat suasana menjadi panjang.


__ADS_2