
Jadi kali ini mereka akan mulai bertukaran info. Presiden Errol akan memberitahu semua kemungkinan dari yang dia tahu untuk di berikan pada mereka berdua.
Akira: "Ah iya... seperti yang aku ucapkan tadi, alam semesta tempat kalian hidup bukan hanya satu ini tapi ada banyak."
Errol: "Darimana kamu mendapatkan sebuah informasi itu? Kamu? Apakah datang dari masa depan??"
Akira: "Tidak, tidak, tidak, aku hanya bisa menjelajah kembali ke massa lalu atau kini secara bebas"
Errol: "Jadi begitu..."
Irin: "Ngomong-ngomong tuan Errol seorang presiden di dataran ini?"
Errol: "Yap, bisa di bilang seperti itu, aku adalah presiden ke 80 dari 79 yang sudah berhenti, itu sudah sejak lama ratusan mungkin jutaan tahun yang lalu negeri ini memiliki pemimpin pertamanya."
Presiden Errol hanyalah penerus setiap generasi muda yang terpilih untuk menjadi pemimpin baru, dia menjadi presiden saat di usia muda nya yang berumur sembilan belas tahun. Dan kini usianya adalah 55 tahun.
Irin: "Sepertinya sistem di dunia ini sudah di tetapkan sejak lama?"
Errol: "Benar, aturan-aturan antara dunia dataran bawah dan atas sebelumnya di ciptakan oleh Presiden pertama yang menciptakan nama dunia ini dan aturan-aturannya."
Setelah menjelaskan dan saling bertukar informasi yang mungkin tidak terlalu berguna bagi Irin dan Akira, akhirnya di antara mereka mengajukan satu pertanyaan.
Irin: "Sesuai dengan semua yang di ceritakan tadi, aku ingin bertanya mengapa dunia ini pernah berhenti pada Presiden ke lima?"
Errol: "Benar-benar dunia ini katanya dulu adalah kacau balau, itu adalah semua cerita yang bahkan sebelum aku terlahir."
Irin: "Kenapa kondisinya bisa kacau? Apakah terjadi perang antara batas atas dan bawah?"
Errol: "Tidak, atas dan bawah sudah sejak dulu hidup berdampingan, sampai suatu hari di ceritakan bahwa iblis datang ke dunia ini mengambil kekuatan para leluhur kami, dengan menyerap semua kekuatan dan membunuh mereka, dia menjadi semakin kuat setiap harinya."
Kemudian, Presiden Errol segera meminta para pelayan membawa sebuah benda keluar dari gudang bawah tanah, dengan cepat mereka bergegas dalam beberapa detik mengambil sebuah benda yang di dorong tertutup oleh kain putih.
Segera yang di kanan dan di kiri menarik untuk membuka kain besar yang menutupi benda itu secara bersamaan.
Kemudian terlihat lah sebuah ukuran dari batu berwajah iblis dengan tubuhnya. Ini adalah sosok iblis yang pernah membunuh para leluhur mereka.
__ADS_1
Pahatan di batu ini di buat oleh saksi ahli pahat lama yang telah meninggal, dia pernah selamat dan melarikan diri kemudian memberitahu kepada bagian lain dunia ini yang belum di pijak oleh iblis, dia menggambar di batu seperti apa rupa iblis itu. Karena dulu mereka belum mengenal kertas, kuas, atau semacamnya, melukis bagaikan di jaman batu.
Mereka tidak dapat melihat jelas bagaimana rupa iblis ini, karena di masa lalu Akira, dia juga hanya mengigat rupanya yang berbentuk di kelilingi api.
Kemudian Irin segera bertanya tentang lukisan yang di pajang besar di tengah ruangan mansion itu, gambar seorang lelaki sekitar usia 21 tahun.
Errol: "Oh, gambar ini? Itu adalah presiden Vincent yang kelima di bunuh secara tragis oleh iblis dan mayatnya bahkan tidak di temukan."
Akira: "Sialan, iblis ini! Tunggulah jika aku bertemu lagi dengannya!" Sambil mengeratkan giginya.
Penghuni dunia ini dulunya terbunuh dengan cara yang berbeda dari dunia Akira, disini mereka semua di tusuk-tusuk dengan pedang panjang, di setiap orang bagaikan sate yang tertusuk-tusuk ada yang menembus otak mereka, jantung mereka, bahkan pedang- pedang yang masuk melalui bola mata mereka sampai menembus ke belakang kepalanya. puluhan juta penghuni dunia ini di bunuh seperti itu.
Dan setelah semuanya yang tersisa adalah sepuluh persen dari populasi mereka, dan memulai kembali keturunan mereka dari populasi yang tersisa, semua kembali normal ketika enam puluh tahun kemudian.
Errol: "Lalu seperti apakah kehidupan di dunia lain? Apakah ada kedamaian seperti kami juga disana?"
Akira: "Ya, seluruh dunia baik-baik saja sekarang, namun ada seperti nya di dunia ini sudah ada lebih dari satu penjahat besar selain iblis."
Errol: "Apakah itu? Darimana asalnya."
Errol: "Apa malaikat!!??? bagaimana bisa??"
Akira: "Benar, seorang malaikat. Lebih tepatnya malaikat jahat yang sudah turun dari alam yang sangat tinggi."
Errol hanya terdiam, jika itu malaikat tentu kekuatan mereka sangat kuat dan jauh di bandingkan dewa, itu keberadaan mahluk terkuat setelah Tuhan, katanya... mungkin masih bisa di bandingkan dengan dewa yang berkekuatan tinggi. Jika ada dewa berkekuatan setinggi itu entah mana yang akan menang jika dia bertarung melawan malaikat.
Lebih tepatnya sebenarnya Malaikat bisa menghancurkan Dunia, tetapi itu hanya bisa di lakukan atas perintah Tuhan.
Mereka tidak akan melakukannya dan hanya dengan patuh melaksanakan semua perintah Tuhan. Tapi kini hanya tersisa 9 malaikat yang berada di atas awan yang tidak bisa di gapai.
tentu malaikat yang satunya sudah memberontak dan turun dari langit yang sangat tinggi. Ingin hidup sebebas-bebasnya.
Selain berambisi untuk melepas dirinya dari takdir yang sudah di tentukan Tuhan, dia bahkan berniat mencari sesuatu untuk membunuh semua malaikat, termasuk Tuhan.
Sekarang entah dimana Vallen ini berada, dunia-dunia yang lebih tinggi selalu sulit di gapai. Terkecuali ranah para malaikat, itu di sebut Angel's room yang sekarang merupakan tempat sembilan malaikat tinggal. Seorang dewa saja sudah di pastikan mustahil untuk menuju tempat ini.
__ADS_1
Irin: "Namun inilah kenyataannya."
Irin segera menjentikkan jarinya dan sebuah layar gambaran ingatan nya ter proyeksikan di atas kehampaan, Presiden Errol segera bisa melihat seperti apa wujud Vallen, seorang malaikat yang sudah menjadi hitam hatinya.
Namun itu tidak sekuat yang di harapkan, meskipun serangan itu sangat dahsyat bahkan jika serangan waktu itu mengenai mereka bahkan bumi akan meledak sebagiannya bahkan berpengaruh sampai bergetar ke bulan, jika bulan berada di lintasan dekat dengan titik ledak mereka.
Namun tanpa di duga Irin mampu menyerap semua kekuatan ledakan, dan menyerang kembali dengan tepat, bahkan mengatur daya ledaknya hanya dengan sebesar ledakan dinamit, meskipun daya ledak nya di atur sekecil ledakan dinamit itu setara dengan banyak dinamit yang di pasang untuk meledakkan setengah kota.
Sepertinya mungkin Vallen tidak benar-benar serius dan akan datang lagi dengan kekuatan penuhnya, yang perlu mereka lakukan adalah bersiap kapanpun itu. Irin juga khawatir jika Cian terluka, maka dia selalu mencoba menjauhkan teman-temannya dari bahaya-bahaya seperti ini.
Akira: "Kurasa aku sudah mulai memiliki petunjuk, ada lebih dari satu penjahat mungkin yang sekuat iblis, tapi sepertinya Vallen agak lebih lemah dari iblis itu. Aku tidak tahu siapakah namanya."
Irin: "Sesuai ingatan yang kulihat dari Yuna, Yuna pernah menyebut nama iblis itu adalah Cecilia"
Errol: "Memang terdengar seperti nama yang jahat!"
Akira: "Informasi mu cukup berguna tuan Errol, aku sangat berterima kasih atas beberapa informasi yang juga kau berikan pada kami."
Errol: "Ahh, aku juga berterima kasih tentang kalian yang sudah membuatku paham tentang dunia luar, entah dunia bawah atau mungkin dunia atas jika itu ada. Aku akan membuat informasi ini tersebar di kalangan semua penghuni dunia ini lapisan atas dan bawah"
Mereka segera keluar dan pamit untuk segera pergi. Meninggalkan dunia ini dan pergi ke tempat lain lagi yang pernah di lihat Akira sebelumnya.
Akira sebenarnya belum pernah tahu seperti apa dunia di lapisan keempat, seperti penghuni, dan sekuat apa mereka. Namun dia mulai merasa tubuhnya melemah lagi semakin naik ke lapisan atas. Dia harus benar-benar sedikit beristirahat.
Irin: "Akira! Kamu baik-baik saja?"
Akira: "Yah, tenang saja aku sedikit kelelahan. Mungkin aku akan melanjutkannya lain kali, kita harus segera kembali."
Irin mengangguk dan mulai membawa Akira kembali, kekuatannya makin melemah menuju batasan sepertinya efek segel sudah membatasinya untuk tidak terus menerobos ke lapisan yang lebih tinggi lagi, jika tidak, mungkin tubuhnya akan hancur.
Sebuah cahaya kembali muncul seperti cahaya emas mendarat di ruangan awal tempat ruangan dengan dua lukisan tersebut, Irin harus membiarkan nya istirahat. Sepertinya Irin dapat lebih bebas menggunakan sihir-sihir di banding Akira yang entah kekuatannya di batasi darimana.
Saat mereka kembali ternyata ternyata hari sudah tengah malam, sudah sekitar waktu pukul 01.00, meskipun mereka sudah pergi bagaikan dua puluh jam, itu baru terasa dua jam di dunia sini.
Sepertinya waktu setiap dunia bergerak dengan lintasan waktu yang berbeda-beda namun semuanya tertata rapih di masing-masing jalur waktunya.
__ADS_1