Her Private Life

Her Private Life
Don't forget to come back


__ADS_3

Beberapa kotak peti di sana adalah peti yang ku buat untuk memasukan semua perhiasan itu ke dalam sana. Itu benar-benar mempersempit ruang.


"Wah, baju ini banyak sekali, dan gaya ini berbeda dari baju-baju di duniaku"


"Yap, ini adalah gaya baju di dunia ini, kamu bisa memilih yang kamu suka dan memakainya"


Setelah lama mengenalkan semuanya padanya matahari sudah terbenam dan hai sudah malam.


Sepertinya aku harus mengantarnya pulang.


"Airin! gadis ini kenapa berada di kamarku?"


"Ah, semua kamar sudah penuh dan kini kamu akan berbagi kamar dengannya"


"Tidak mau! hmphh"


"Oh, tidak, sepertinya aku suka disini dan tidak akan pulang, lalu aku akan selamanya berada di rumah ini, di kamar ini, betapa kasihan nya aku"


Kata Flaire dengan nada mengejek.


"Apa-apaan"


"Hahaha, bercanda, aku akan segera pulang, aku sudah terlalu lama berada di luar rumah, keluargaku mungkin sudah saling menanyakan keadaanku"


"Jadi, apakah kamu akan benar-benar mengantarku pulang?"


"Tentu saja, sesuai permintaan mu"


Kami berjalan keluar dari kamar Cian dan berbicara berdua di jalan ke arah kamarku.


"Haah? mau kemana kita?"


"Tentu saja aku mengantarmu pulang sesuai yang kamu mau"


"Hah? apakah ada cara berpindah antar dunia? cara apa itu? aku masih belum bertanya banyak"


"Soal itu, aku belum bisa menjelaskannya panjang lebar padamu saat ini, aku akan menjelaskannya semuanya ketika ada waktu di antara kita berdua"


Aku membuka pintu kamarku dan membawa kami masuk ke dalam.


"Ini kamarmu?"


"Hmmm...hmmm"


Aku menganggukkan kepala ku dua kali dengan tersenyum.


"Kamarmu begitu rapih dan bersih, terasa sangat sejuk"


"Benarkah? terima kasih atas itu"


Disini, aku membawanya ke pintu kamar mandi, pintu kemana saja bisa aku tetapkan di pintu apapun, entah pintu toilet, pintu kamar, pintu ruang tamu, atau apalah yang berhubungan dengan pintu agar terlihat biasa saja.


Gagang pintu itu kuputar hingga terbuka dan terlihat seperti sebuah lorong perjalanan waktu.


"Masuklah, jangan khawatir, kaki akan baik-baik saja"


"Hah? hanya sampai disini? aku takut! bagaimana mungkin! setidaknya kami menemaniku masuk melewati semua itu"

__ADS_1


"Sihir-sihir apa ini?"


Setelah ucapannya tentang sihir, buku yang berada tepat di atas meja Airin tiba-tiba membuka lembaran halaman nya dari halaman pertama hingga ke arah halaman kosong.


Flaire melihat sementara waktu ke arah buku yang terbuka dengan sendirinya itu dan agak berkilauan.


Tanpa banyak bertanya lagi, dia mencoba menahan semua itu untuk jawaban nanti.


Aku akan membantunya masuk ke dalam portal ini, mungkin dia takut dengan pemandangan hitam berwarna warni seperti itu. Kalau begitu aku akan mengubah pemandangan tujuannya.


"Dimana kamu akan di antar? di rumahmu? ada tempat lain?"


"Di rumahku, tepat di duniaku."


Lalu, aku memegang satu lengannya.


"En, apa yang kamu lakukan?"


"Coba pikirkan seperti apa wujud rumahmu? biarkan aku melihat titik pindah pintu kita"


"Baiklah"


Dia memikirkan seberapa yang dia ingat gambaran tentang bagian rumahnya dan ketika aku melihatnya aku akan menentukan tujuan nya ke kamarnya tanpa harus terhubung di lihat oleh siapapun.


"Baiklah kita kesana"


Aku memasuki pintu kamar mandi ku, diikuti olehnya. Cahaya putih dalam sekejap merubah seluruh pemandangan di depan kami menjadi di dalam kamar yang berbeda lagi.


"Apakah ini rumahmu?"


"Benar! ini kamarku, luar bias-"


"Ada apa?"


"Jangan bersuara keras, seseorang bisa mendengar kita, tunggu setelah aku membereskan pintu itu lalu kamu bisa berteriak sesukamu"


"Luar biasa, kamu ini siapa? kemampuan seperti apa itu?"


"Biasanya kami menyebut itu adalah teleportasi, aku memiliki sihir tersendiri dari seseorang dan membuatku memiliki kemampuan nya hanya dengan memikirkannya saja"


"Mustahil, ada sihir seperti itu? kita bahkan berpindah-pindah dunia, kamu menciptakan dunia?"


"Tidak, bukan seperti itu."


"Lalu, kamu memang Airin? seseorang yang di ceritakan Akira, kamu menjadi pengawas permainan atau apalah?"


"Game Master."


"Apa itu?"


"Aku hanya mencoba sihir yang satu itu dari banyaknya halaman buku ku, itu akan memerlukan energi sihir yang begitu meluap-luap. Mami semua mengumpulkan sihir kami ke satu titik di lingkaran kami berdiri melingkar tak rapi."


"Lalu aku mencoba menstabilkan semua energi sihir mereka hingga pada akhirnya itu akan mencabai ketentuan memindahkan kami ke dunia lain dan menguasainya"


"Lebih tepatnya, mereka akan berada di dunia mu dan awalnya mengira itu hanyalah dunia yang ku ciptakan, aku berada di suatu tempat dimana untuk berjalannya permainan yang adil, aku harus melakukan posisi game master dengan benar"


"Yah, sihir itu bisa membuatku lagi bergabung dengan sebuah dunia, ketika aku menyatu dengan alam semesta kalian, ada satu lagi yang telah ku sebutkan namanya dengan "Kiana" dia akan ikut bersamaku sebagai wakil master permainan, dengan bergabung seperti itu, kami benar-benar melihat semua hal yang terjadi di dunia mu"

__ADS_1


"Apa??" Ekspresinya mulai seperti mendengar hal-hal gila di luar nalar nya.


"Begitulah, walau ada seribu tragedi terjadi dalam waktu yang bersamaan atau bahkan jutaan dan lebih banyak lagi, semuanya tanpa batas, kami melihatnya semuanya secara bersamaan, lalu, aku ternyata bisa mengontrol kekuatan alam itu sendiri"


Flaire tiba-tiba menarikku ke tempat tidurnya


dan menyuruhku duduk untuk menjelaskan lebih lama lagi, oh astaga padahal kupikir aku akan menjelaskannya nanti saja.


"Petir besar itu, aku telah mengacau sekali dengan itu."


"Ahh, petir kecemburuan."


"Petir...apa??"


"Petir kecemburuan, aku ingat ketika Akira harus bertingkah salah pada Yumiko, petir keras yang sepertinya tidak pernah kudengar tiba-tiba bergemuruh di langit malam seperti ingin memecah dan menghancurkan semua atap bangunan"


"Ah, begitu ya?"


"Airin, kamu seorang manusia kan?"


"Huh? kenapa bertanya seperti itu?"


"Tidak, lagipula, aku belum pernah melihat manusia yang bahkan dari dunia lain bisa melakukan sihir-sihir aneh itu, aku seperti tidak memandangmu sebagai manusia, kamu seperti sebuah penyihir, pemyihir agung yang bisa merapalkan sihir-sihir besar."


"Ehaha~ jangan sebut aku penyihir seperti itu, kamu hanya perlu menyebut namaku dengan benar, Airin atau Irin saja, terasa lebih baik, aku hanyalah gadis sma biasa yang memiliki sihir dari awal secara kebetulan."


Aku kembali berdiri dari tempat tidur dan mengarah ke pintu kamarnya, itu sebenarnya pintu dari luar untuk masuk kemari, jika orang lain membuka pintu ini, bisa-bisa mereka akan terbawa ke dunia lain lagi yang entah dimana.


Jadi, aku sengaja menutupinya dulu tadi, dan dari sini, itu adalah pintu dari kamar keluar ke tempat lain rumahnya, bagiku, itu adalah pintu kembali ke duniaku, ke kamarku.


"Terasa cepat ya."


"Cepat?"


"Kamu sudah mau pergi lagi ke duniamu, aku berharap bisa lebih lama bersamamu, menjadi teman dan menghabiskan waktu untuk memperlihatkan sihirmu padaku"


Raut wajahnya agak sedih.


Aku mendekatinya dan segera memeluknya, rambut ungu nya cukup harum.


"Jangan bersedih, aku akan kembali kesini, itu mudah saja kapanpun, aku sudah melihat seluruh bagian kamarmu, hanya dengan mengingatnya, aku bisa kembali meletakan jalur langkahku ke pintumu"


"Janji? kita akan bertemu lagi?"


Sambil mengulurkan jari kelingkingnya seperti di saat ketika aku dan Akira di malam itu.


"Janji"


Aku membalas dengan jari kelingking kananku juga dan mengikat kedua kelingking.


"Sampai saat itu lagi, tolong tunjukan aku lebih banyak sihir-sihir mu, ajari aku"


"Baiklah, beberapa waktu yang cukup lama setelah aku lulus dari sekolah dan semua tugas ku, aku akan menemuimu lagi"


Wajahnya sekarang mulai tersenyum disana.


Gadis itu benar-benar suka melihat sihir-sihir aneh seperti ini, sebenarnya ini sihir yang mengerikan, kurasa aku membuat orang lain suka dengan perubahan yang kulakukan tanpa harus membaca mantra, aku cukup melakukan sesuatu yang simpel seperti mengerakkan tanganku atau jari-jari kemanapun aku mau.

__ADS_1


Pada dasarnya semua itu tidak butuh gerakan tambahan atau gerakan jari-jari itu, bahkan petikan jari. Aku hanya perlu memikirkannya saja dan "Puff" itu akan terjadi.


__ADS_2