Her Private Life

Her Private Life
Our painting got A


__ADS_3

SWUP!


Tiba-tiba Akira dan Irin datang seperti sebuah kilatan cahaya biru, muncul di ruang tengah tempat Isami dan yang lainnya.


"Hahaha...Isami! kamu sudah disini hahaha...pasti menyebalkan melakukan hal itu, bukan?"


"Ya, benar sekali! ini membosankan, lagipula aku akan kembali melawannya"


"Akira, ayo kita bermain dua hari kedepan! aku akan melawan kamu dan Isami, peraturan akan sama seperti sebelumnya, yang kalah akan menjadi pelayan dan budak ku!"


"Bermain yah, permainan apa?"


"Permainan ini!"


Sambil menunjukan game yang sama dengan yang kemarin di mainkan oleh mereka berempat.


"Oh, game itu? hahaha aku cukup ahli dalam game itu, Floy dan lelaki lain di kelas cukup mengakui ku lho..."


"Hoh? begitukah? ingat dua hari kedepan kita akan memulai nya lagi"


Irin memandang Cian disana dan bertanya tentang gambarnya, lagipula dia terlihat benar-benar santai seperti tidak mengerjakan tugas nya.


"Cian, dimanakah tugasmu? apa kamu tidak mengerjakannya?"


"Owh tugas-tugas itu...aku sudah mengerjakan nya, lebih tepatnya Kiana yang mengerjakannya, yang perlu kulakukan hanya bersantai begini"


"Kalau begitu ayo kita pergi"


Cian segera berdiri dari kursinya untuk mengambil tas nya, mereka akan segera berpindah ke sekolah.


Cian: "Switched!"


Semua yang akan pergi terpindah dengan cepat ke lokasi di dekat sekolah yang benar-benar sepi, itu harus menjadi titik kordinat perpindahan mereka setiap hari, karena tidak ada orang yang melihat mereka harus berpindah begitu.


WUSHHH!


Airin, Cian, Isami dan Akira sampai ke bagian gang sepi yang tidak terlihat oleh siapapun, sebenarnya mereka bisa saja berpindah secara instan di tempat ramai sekalipun tanpa terlihat agar tidak perlu lagi dari gang berjalan ke sekolah.


Irin biasanya berteleportasi secepat itu hingga tidak terlihat oleh mata ataupun kamera, bahkan sekalipun tempat itu ramai, orang-orang tidak akan menyadari kedatangannya.


Gang yang sama tempat Akira menyiksa Vanis, gang ini adalah bangunan-bangunan tua yang tidak lagi dihuni, disini memang tidak ada kamera pengintai dan semacamnya, jadi tidak ada yang akan melihat mereka.


Setelah bersama pergi ke sekolah, Akira harus mengeluarkan kembali dua gambar yang di gulung dengan karet dari dalam ruang nya.


Sepanjang jalan menuju ke kelas mereka, gadis-gadis penggemar Akira itu hanya bisa mengintip dari jendela atau dari tempat lain, mereka sangat iri dengan Irin yang begitu beruntung bisa dekat dengan Akira.


Jam pengumpulan tugas pertama pun di awali oleh tugas gambar ini lebih dulu, gurunya masuk dengan cepat, guru gambar, entahlah apakah guru gambar itu penting? mereka juga tidak tahu, namun itulah pelajaran yang ada dan tetap di jalani saja.


Guru ini baru saja masuk dan sudah langsung menyuruh semuanya mengumpulkan tugas mereka masing-masing, satu persatu nama di panggil sesuai absen dari abjad A hingga Z untuk mengumpulkan gambar mereka.

__ADS_1


Setelah satu persatu setiap murid di panggil ke depan kelas untuk memperlihatkan gambarnya pada guru, mereka akan di pertanyakan tentang tujuan gambarnya dan apa maksudnya, setelah itu mereka bisa mendapatkan nilai gambar mulai dari D yang terendah hingga A yang tertinggi.


Airin lebih dulu di panggil karena nama nya dengan urutan abjad paling pertama, setelahnya ada Akira yang juga dengan urutan yang sama, awalnya guru bertanya tentang lelaki yang ada pada gambar itu, itu gambar yang menarik baginya, lebih dari cukup untuk mendapatkan nilai A, jawabannya adalah dia bekerja sama dengan seseorang untuk membantunya menggambar.


Hingga akhirnya, Akira di panggil juga bergantian, dan memperlihatkan wajah Irin yang di gambarnya pada guru, hingga guru mengalihkan pandangan padanya, ke Irin, setelah itu ke Akira lagi, rupanya mereka adalah dua murid yang saling membantu, lagipula mereka saling menggambar diri mereka satu sama lain disini.


"Kamu bekerja sama dengannya?"


"Tentu saja, Pak"


"Sangat bagus, kerja sama yang bagus, nilai A juga untukmu"


"Terima kasih, Guru!"


Akira kemudian kembali ke meja nya, dan dalam beberapa menit nama dengan abjad B yang tidak banyak, giliran Cian maju ke depan untuk memperlihatkan gambarnya, lagipula bukan dia yang menggambar itu, meskipun itu di gambar dengan sihir, maka dari itu terlihat hampir sempurna.


"Caillian Nacht"


Setelah namanya di panggil, dia segera berjalan ke depan sambil memegang gulungan kertas ukuran A3 ini yang tergulung oleh karet, standar semua tugas gambar yang di berikan adalah 3A, tidak kurang dan tidak lebih dari itu.


"Kamu menggambar dirimu juga?"


"Tentu saja~"


"Lalu, apa maksudnya gambar ini? ini dirimu yang duduk dengan seorang anak laki-laki yang memasang sepatu di bawah dan perempuan yang mengikat rambut di belakang kursi?"


"Pelayan yah? konsep yang cukup bagus, seperti seorang tuan rumah yang di layani, namun kamu bisa menambahkan mereka seharusnya dengan pakaian pelayan, itu akan memberikan sedikit suasana antara majikan dan pelayan, bukan begitu?"


"Umm, iya"


"Baiklah...A juga untukmu, sangat bagus!"


Dengan senyuman senang dia berbalik kembali juga ke meja nya, Akira dan Irin di sana hanya menahan tawa untuk melihat Isami dan Kiana di gambaran itu sebagai pelayan, terlebih lagi gambarnya benar-benar di lebihkan, Isami terlihat sangat bahagia melayaninya dalam gambar, namun kenyataan Isami benar-benar kesal.


"Gambar yang bagus lucu, Isami pasti akan marah jika melihat itu,hhhhh..."


Kata Irin sambil tertawa kecil


"Tentu saja, ini benar-benar menarik"


Jam pelajaran pertama pun selesai dalam dua jam lebih, hingga bel berbunyi, Akira tanpa kata-kata lagi langsung keluar dari kelas.


"Akira"


Irin memanggil nya dan dia segera membalikan wajahnya.


"Kamu, mau kemana?"


"Ke bawah, makan"

__ADS_1


"Umm, A-"


"Mau ikut denganku?"


"Uhhh! memotong pembicaraan lagi! ya sudah aku ikut, Cian ayo kamu juga ikut denganku"


"Oke"


Akira mulai cepat mengerti sifat Irin yang bicara dengan agak blak-blakan biasanya, atau kata-kata nya yang sudah berada di ujung lidah namun tidak punya keberanian untuk mengeluarkan nya.


"Bukankah aku terlihat memiliki dua pacar seperti ini berjalan dengan kalian??"


"Tidak! kamu punyaku, bukan punya Cian!"


"Ahh? ayolah Irin tidak bisakah kamu membiarkanku meminjam Akira?"


"Tidak boleh!"


"Bagaimana dengan permainan nya? aku akan menambah satu lagi, jika Akira dan Isami kalah, Isami tetap menambah statusnya tiga hari lagi sebagai pelayan, dan Akira harus menjadi pacarku selama tiga hari juga"


"Ehh? peraturan apa itu??" tanya Irin.


"Peraturan ku sendiri, itu adalah imbalannya"


"Lalu...bagaimana jika aku yang memenangkannya?" tanya Akira.


"Jika kamu dan Isami menang, sebelum itu kalian berdua bisa membuat perjanjian apa yang harus ku lakukan pada kalian jika kalian menang"


"Baiklah, kita akan membahas nya saat bertemu Isami nanti"


"Baiklah, aku akan menunggu waktuku merebut Akira darimu, Irin! Hahaha..."


Keduanya berjalan akrab di kanan dan kiri Akira, membuat gadis-gadis di sekolah menambah satu lagi yang mereka benci, itu adalah Cian, yang terlalu dekat dengan Akira juga, mereka benar-benar iri dengan Irin dan Cian yang bisa berinteraksi dengan Akira begitu mudah, bercanda, dan lain-lain.


"Lalu, bagaimana denganku?"


Tanya Irin.


"Kamu akan menjadi referee atau pengawas, sama seperti Kiana, Sora akan kupilih sebagai teman satu tim ku, kalian harus mengawasi lancar nya permainan berjalan tanpa ada kecurangan satupun"


"Lalu apa yang terjadi jika ada yang melakukan kecurangan?"


"Hal pertama adalah peringatan, tapi tidak ada peringatan kedua, jika sudah kedua kali, maka akan di diskualifikasi dari permainan, hingga dia harus meninggalkan teman tim nya sendirian"


Itulah yang di jelaskan Cian yang maksudnya adalah jika satu pemain dari tim manapun melakukan pelanggaran pertama akan di beri peringatan, jika pelanggaran dilakukan kedua kalinya, maka player akan didiskualifikasi dari permainan, dan harus meninggalkan teman nya bertarung satu melawan dua.


Tapi sama saja dengan teman terakhir yang juga berbuat curang atau pelanggaran, tanpa di diskualifikasi lagi, karena dia sendirian, maka tim nya akan langsung kalah.


Namun sepertinya Irin berniat mengusulkan saran pergantian permainan dan konsep nya.

__ADS_1


__ADS_2