
Tubuhnya yang terlempar, segera memuntahkan seteguk darah.
"Kamu terlalu lambat bangun!"
Kata Akira sambil bergerak menghantamnya lagi.
Kali ini dia sudah benar-benar sangat kesakitan, kemudiam Akira segera menginjak tangannya yang tersungkur di tanah dan diinjak dengan sangat keras dengan sepatunya.
..."Arrkhhhhhh!!!"...
Vanis benar-benar merasa kesakitan dengan sepatu Akira yang menginjak tangannya dengan kuat, tidak ini hanyalah sebuah kaki, kenapa tangannya terasa seperti di injak oleh sebuah mobil truk.
"Jika kamu tidak benar-benar bisa melawan, maka aku juga akan segera memberi seribu dua ratus tujuh puluh itu!"
Dia segera mengangkat Vanis dari tanah dan menggunakan sihir untuk mengikatnya di sebuah tiang lampu gang tersebut dalam sekejap.
"Aku sudah memukulmu berapa kali tadi?!"
"Ssss..saa..sa..satu"
"Satu? kupikir itu masih belum di hitung! aku akan mulai dari awal lagi saat kamu di ikat! tenang saja! aku akan memberimu sihir yang akan menahan sedikit rasa sakit mu, kuharap kamu tidak mati"
BRUAKK!!!
Satu pukulan melayang pada Vanis hingga membuat nya langsung babak belur, tidak bukan satu pukulan! itu adalah seratus dua puluh tujuh pukulan yang di lakukan hanya dalam satu pukulan, tentu saja rasa sakit dan kerusakan nya akan begitu besar.
Akira menarik lagi rambutnya dan menyuruh menatap wajahnya.
"Jangan pingsan dulu! kamu begitu lemah! aku baru melayangkan satu, tersisa sembilan lagi! satu pukulan ku tadi sebenarnya adalah seratus dua puluh tujuh pukulan dalam sedetik"
Akira harusnya bisa langsung saja dengan seribu dua ratus tujuh puluh pukulan dalam sekali pukul, namun itu akan langsung membunuh seseorang bahkan rasa sakit itu akan terasa pada roh mati orang tersebut.
Maka dari itu dia mencicil seribu dua ratus tujuh puluh pada setiap satu pukulan, kemudian dia mulai melakukan pukulan yang kedua dan seterusnya tanpa henti.
BRAKK!! BRAKK!! BRUUKK!!
BRAKKK!! BRAKK!! BRUAKK!!
Sampai pukulan itu benar-benar mencapai sepuluh kali dengan total setara seribu dua ratus tujuh puluh kekuatan memukul.
Vanis benar-benar merasa kesakitan, namun ini karena efek sihir peningkatan fisik yang di berikan Akira padanya, sehingga dia akan bertahan lebih lama lagi untuk merasakannya.
__ADS_1
Jika efek itu tidak di berikan padanya, pukulan kedua sudah pasti membuatnya bisa koma berminggu-minggu dan pukulan ketiga, Vanis sudah pasti akan mati.
Banyak darah bertumpahan keluar dari mulutnya, sekarang Akira masih memiliki satu ide lagi.
"Sekarang, Vanis, pilih lagi dua pilihan terakhir!
besok lakukan tepat di tengah lapangan sekolah, yang terlihat oleh seluruh gedung elit, kemudian Jilat sepatuku selama sepuluh menit!"
"Akhh, apa-apaan itu! ap..apakah semua pukulan ini belum cukup???!!"
PRUAAKKK!!
Satu pukulan lagi segera menghantam perutnya dengan keras.
"Kamu membantah?? aku beri dua pilihan!! jilat sepatuku di tengah lapangan! atau aku harus mematahkan semua jari tanganmu dan mengulanginya sampai seribu dua ratus tujuh puluh kali? bagaimana pilih!!!"
"Baiklah menjilat!! tolong jangan patahkan jari-jari ku!! aku mohon!!"
Kemudian Akira menjentikkan jarinya lagi hinnga seluruh tali yang mengikat tubuh Vanis terlepas.
"Sekarang pergilah! hanya kamu yang paling beruntung dari semua teman-temanmu, selain mereka di hajar orang tua mereka, mereka juga akan menerima pukulanku yang sama kuberikan padamu ini!"
Vanis tidak pernah menyangka Akira begitu licik dan jahat, dia sebenarnya baru berpikir untuk berencana mencari cara untuk merekam bukti Akira melakukan sihir saat menyiksanya dan menyebarkan semuanya pada semua orang. tiba-tiba...
"Jangan harap kamu masih bisa melihat dunia ini lagi! JiaHaHaHAHAHAHAHA!!!"
Kemudian Vanis melihat lagi Akira berteleportasi dan menghilang dalam sekejap dari hadapannya, dia tidak pernah menyangka dan harusnya menyesal bahwa membuli orang yang salah, bahkan jika itu adalah Isami juga mereka tetap akan memilih orang yang salah.
Akira pulang kerumah disaat hari sudah mulai sore, namun tidak ada yang tahu darimana dia pulang selama itu, terkecuali Irin yang mengirim pesan chat dan belum dia balas.
Jika itu adalah Irin atau Cian, maka Akira harus dengan cepat membalas pesan nya.
[Airin]
Akira...
Tolong beritahu pada Isami jika kamu sudah pulang untuk segera mengembalikan buku Cian yang di pinjamnya tadi pagi
[Akira]
Buku?
__ADS_1
Buku apakah??
[Airin]
Buku yang di pinjami nya untuk mencontek tugas rumah
[Akira]
Oh, jadi begitu?
Aku akan segera memberi tahu nya setelah dia pulang dari tempatnya
Lalu, apakah kamu baik-baik saja? jika kamu sedang sakit hubungi saja aku, oke?
[Airin]
Hmphhh, iya, kamu juga
Isami mau tidak mau harus meminjam buku Cian, meskipun begitu mereka semua tetaplah teman, mereka tidak saling membenci, lagipula, Isami cukup sibuk jika sepulang sekolah harus bekerja mulai jam tujuh malam hingga jam setengah sepuluh malam.
Akan sangat melelahkan seharian, kemudian harus begadang untuk mengerjakan tugas sekolah.
Mereka pasti bisa melalui semua ini, tinggal beberapa semester lagi, dan mereka akan segera lulus, mendapatkan ijazah SMA, bekerja, atau mungkin hal lain semacamnya.
"Tunggu dulu? apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Akira dalam hati.
"Benar! sekarang aku harus tidur dan bersantai dengan apa yang ada! aku tidak sabar menunggu hari besok untuk menyiksa anak itu lagi, kemudian delapan lainnya, dan satu lagi si Kenny yang berada di dalam penjara itu...
HAHAHAHAHAHAHA...."
Sayang sekali! tinggal satu semester untuk kelulusan mereka, namun karena kesalahan mereka bertemu orang yang salah, membuat kecelakaan yang benar-benar tidak diinginkan, sembilan lainnya termasuk Vanis masih tetap bisa bersekolah melanjutkan semuanya.
Namun, Kenny sang pembuat rencana awal untuk membully Akira mendapatkan balasan yang paling menyedihkan, dia putus sekolah dan akan tinggal di penjara selama lima belas tahun, hingga dia berumur tiga puluh tiga tahun.
Apakah di umur seperti itu semua teman-teman nakal nya akan berubah dan sukses masing-masing menuju jalan yang benar? jika itu terjadi, maka dialah satu-satunya dari mereka yang benar-benar memiliki kehidupan yang hancur.
Teman-teman nya yang lain mungkin sudah akan sukses menjadi pekerja kantoran, pengusaha atau lainnya di umur dua puluh empat atau dua puluh lima, mungkin ada yang sudah menikah dan memiliki anak.
Namun hingga saat itu dia masih harus menerima hukuman penjara tiga puluh tahun lebih yang akan mengakibatkan seluruh sisa hidupnya habis di sana.
Keluarga nya tidak akan sanggup membayar pengurangan waktu kurungan ataupun biaya untuk mengeluarkan nya dari sana, itu sangat mahal, bahkan jika seluruh keluarganya menghabiskan harta mereka serta menjual semua rumah hingga sejumlah miliaran, itu hanya akan menggurangi masa tahanan Kenny di dalam penjara selama tiga tahun saja.
__ADS_1
Jika suatu saat nanti dia keluar dari penjara, dia pasti akan benar-benar menyesal setelah hal yang dia lakukan dengan membuli Akira yang licik hingga membuat nasib nya harus seburuk ini.
Seluruh keluarganya pasti benar-benar kecewa padanya, hidupnya akan kacau.