
Mereka berhasil menembus naik ke dunia lapisan ketiga, ini adalah dunia terakhir yang pernah di datangi Akira.
Dunia ini cukup di penuhi dengan mahluk-mahluk bisa, namun merupakan dunia yang lebih tinggi daripada dunia dewa tadi, bisa di bilang dewa-dewa tadi hanya sekedar julukan dewa. Tetapi mereka tidak sekuat yang di harapkan.
Struktur dunia ini benar-benar aneh, disini bukanlah sebuah planet berbentuk bulat ataupun datar, ini adalah sebuah dataran yang bukan berarti datar, tetapi terus datar tanpa batas, dataran yang sangat luas. Sangat sulit mencoba membayangkan di manakah letak ujungnya, kemungkinan hanya orang bodoh yang berusaha mencari ujung suatu dunia.
Dunia yang mereka tempati berisikan semua bangunan-bangunan layaknya arsitektur kuno dan arsitektur modern yang tergabung, kemudian tidak ada langit. Ini adalah dunia datar yang di atasnya adalah dataran lagi terbalik. dengan seperti menara besar sebagai pusatnya untuk naik ke atas, yang di bawah akan melihat yang di atas sebagai terbalik, begitupun sebaliknya. namun tersedia seperti dinding penghalang tebal yang ada di antara dua dataran ini.
Yang berada di dataran bawah tidak bisa sembarangan ke atas, karena aturan dunia ini adalah harus menempati posisi sesuai tingkatan yang di tentukan untuk terbalik ke dunia atas. Singkatnya manusia, dewa atau siapapun disini sama saja akan lahir dan berada di dataran bawah, jika mereka berhasil melampaui batas diri mereka sendiri dan menjadi orang kuat yang sudah mampu memenuhi syarat, maka mereka diizinkan masuk ke Middle Stair, mengalami evolusi spiritual dan jiwa hingga mampu naik ke dunia terbalik yang berada di dimensi yang lebih tinggi.
Middle stair ini bagaikan lift yang tinggi menuju ke dataran atas, jika di bandingkan dengan lift itu tidak ada apa-apanya karena middle stair bagaikan lift menuju ke lantai setinggi dua puluh ribu. Kehidupan disini adalah kehidupan manusia lainnya, dan seperti campuran. Ada manusia sepenuhnya, Dewa, dan ada manusia setengah Dewa. Akira sendiri bahkan tidak tahu ternyata di lapisan dunia ketiga bukan dewa lagi, tetapi manusia berada disini, mengapa?
Itu sendiri juga adalah rahasia. Disini kehidupan sama seperti di manusia biasa, dan mereka semua mengira bahwa alam semesta yang mereka tinggali ini hanyalah satu. Bahkan mereka tidak tau bahwa ada alam semesta atas dan bawah yang beragam variasi nya.
Disini manusia tidak tahu seperti apakah bentuk tata surya? Mereka bahkan tidak pernah melihat langit karena langit mereka hanyalah dataran yang bagaikan dua planet saling berdekatan dengan middle stair di pusatnya sebagai penghubung. Dua dataran yang sebenarnya merupakan dimensi berbeda, middle stair adalah penghubung antar dimensi atas dan bawah.
Namun, tidak semua nya yang kuat dan terhormat akan tinggal di bagian atas. Mereka juga dapat dibedakan dari gaya pakaiannya seperti yang di bawah pakaiannya mereka adalah gaya baju dewa tau manusia layaknya di kehidupan dewa-dewa di dalam fantasi.
Dan yang di atas, mereka mengenakan pakaian -pakaian modern yang sama seperti di dunia manusia pada umumnya. Namun itu bukan menjadi pembeda, karena manusia dan dewa hidup saling berdampingan. Penghuni dataran atas bisa tinggal ke datar bawah jika dia mau, namun itu hanya berlaku bagi yang atas. Terkecuali yang berada di bawah harus memenuhi syarat agar bebas memiliki akses naik turun di Reverse Realm ini.
Akira sebenarnya memiliki pengetahuan yang cukup untuk di jelaskan pada dunia dunia dataran atas bahwa alam semesta yang mereka tinggali ini sebenarnya bukan hanya satu dengan tak terbatas, tapi ada alam semesta lain di luar sana dengan semua yang berbeda-beda di dalam HOL.
Namun, dia tidak terlalu peduli soal itu. Karena tujuan utama nya adalah memperlihatkan pada Irin dunia-dunia lain yang pernah di pijaknya.
Tak lama kemudian seorang pria tua setelan hitam menghampiri mereka dengan sebuah patung hitam di atasnya. Kemudian bertanya.
__ADS_1
"Nak apakah kalian adalah orang baru disini?"
Secara alami itu mungkin bisa di lihat dengan jelas, karena yang berada di dataran dunia atas sedikit jadi mereka cukup mengenal satu sama lain.
Akira: "Aku? emmm... sepertinya aku pernah kesini sebelumnya, namun itu sudah lama sekali, sepertinya dunia ini juga sudah sedikit berubah."
Errol: "Hmm, begitu? Namun kamu memiliki potensi lebih selain naik kesini. Lalu bagaimana dengan pasanganmu?"
Irin: "..."
Akira: "Ah, ini pertama kalinya aku mengajak nya kemari."
Errol: "Benarkah? Dimanakah lokasi kalian tinggal di dataran bawah?"
Errol: "Apa? nak, kamu tahu kami semua belum pernah melihat adanya dunia lain, alam semesta lain, atau apapun itu! Kami pikir hanya kamilah yang hidup di dunia."
Irin: "Di luar sana ada berbagai macam dunia dan ada yang seperti kita lagi disana."
Errol: "Benarkah? Kalian berdua boleh ikuti aku sebentar? Semoga kalian bersedia ikut~"
Akira: "Ya, jika ada informasi penting aku akan menerima nya."
Errol sebenarnya bagaikan presiden di dunia datar atas, namun dia kali ini meminta agar semua pengawal tidak membawa nya dengan mobil atau apalah itu. Cukup menjaga dirinya dari suatu tempat saja, untuk keamanannya.
Maka dari itu, Irin dan Akira tidak tahu bahwa pria yang tua tetapi tidak terlalu tua ini adalah Presiden dataran atas. Kemudian Presiden Errol segera menepuk tangannya dua kali.
__ADS_1
Dalam beberapa detik sebuah mobil mewah limosin datang menjemput mereka yang berada di pinggiran jalan kota, Presiden Errol segera mengundang mereka masuk dengan sopan.
Presiden Errol memang di kenal sebagai pemimpin yang keras, namun berhati emas.
Dia juga memiliki tata krama yang benar-benar sopan. Namun, ini pertama kalinya dia benar-benar memberi akses kepada orang luar, bahkan membawa mereka ke mobil nya.
Kemudian sopir mobil tersebut segera menginjakan gas mobil, namun mobil segera bergerak sangat cepak seperti melaju di atas kecepatan suara, itu hanya berjalan lurus dengan cepat, namun menembus semua gedung-gedung yang di lewatinya, dalam sepuluh detik mereka sudah sampai ke rumah Errol.
"Jadi ini teknologi yang di kembangkan dengan gabungan kekuatan sihir, lumayan." Ucap Airin dalam hati.
Mereka di antar langsung ke Istana Presiden, dengan karpet merah sebagai jalan tengahnya. 1001 pelayan dengan pakaian Maid ada disini, tetapi itu bukan berarti semuanya.
700 pelayan wanita dengan pakaian Maid, sisanya adalah 301 pelayan pria dengan setelan hitam yang rapih. Di ruangan tempat mereka duduk sekarang sangat besar dan megah. Pelayan-pelayan berpakaian maid yang cantik ada dua orang membawakan minuman yang sudah di sediakan untuk menyambut mereka.
Tidak semuanya di pintu masuk tadi adalah pelayan wanita yang berbaris dan memberi salam, itu hanya sekitar dua puluh orang jumlahnya, Akira tidak bisa tidak menahan matanya, bagaikan surga wanita.
Akira: "Sepertinya aku ingin tinggal di tempat seperti ini mwehehe."
Irin: "Jangan berpikiran aneh."
Dengan wajah datar dia dapat membaca apa yang di pikirkan Akira di lihat dari mata nya yabg plonga plongo kesana kemari.
Akira: "Hey! Jangan membaca pikiranku, itu privasi..."
Nampaknya sifat Akira makin terlihat, sebenarnya ini adalah lelaki yang cukup konyol dan bodoh.
__ADS_1