Her Private Life

Her Private Life
One slap


__ADS_3

Baiklah... baiklah, aku mengaku aku melakukannya, lebih tepatnya kami, namun semua ini adalah ide Yumiko.


Kata Blossom.


"Hah? aku?"


"Tentu, bukankah sejak pertama kali mereka kesini, kami menyarankan ide jahil itu?"


"Tapi itu lucu, lagipula dia benar-benar cukup cocok menjadi perempuan"


"Hah? cocok darimana nya?"


Kata Akira.


Dia kembali duduk ke mejanya...


Dia ternyata seorang laki-laki, namun dia lumayan tampan. Kata Flaire dalam hati sambil terus menatap Akira. Hingga Akira menyadari bahwa daritadi suatu pandangan mengarah padanya.


"Kamu...apa yang kamu lihat?",


Flaire: "..."


"Hmm?"


"Ah, maaf aku melamun"


"Sepertinya kamu kurang tidur dan terlalu banyak memikirkan sesuatu, apakah dia teman kalian?"


"Ya, dia teman kami, dia juga tinggal di kota ini"


"Bukankah ini sudah malam? sebaiknya dia pulang daripada dia pulang larut malam dan orang jahat melakukan sesuatu terhadapnya"


"Huh? kau pikir aku gadis yang lemah? aku adalah gadis penyihir! aku bahkan membunuh monster dengan mudah di hutan"


"Begitukah? sihir apa itu?"


Tanya Akira sambil tersenyum dan untuk menguji gadis ini.


"Ini!"


Tangannya tiba-tiba mengeluarkan cahaya energi sihir hijau yang cukup terang dan seperti energi yang bisa menghancurkan bangunan hanya dengan sekali serang.


Ini adalah kekuatan yang sama dengan yang di gunakan Cian tadi siang, jangan-jangan mereka pernah bertemu sebelumnya, apakah gadis ini dalam bahaya waktu itu? tanya Akira dalam hatinya. Kemudian dia mencoba bertanya...


"Tunggu, bisakah aku tahu siapa namamu?"


"Flaire Lynelle"


"Nama yang cukup bagus"


"Terima kasih"


"Namun aku punya satu pertanyaan"


"Apa itu?"


Terdiam sesaat...


Kamu pernah bertemu seseorang? yang menggunakan sihir? kapan dan dimana? kemarin? tadi pagi? coba beritahu padaku, aku berharap jawabanmu...


Kata Akira.


"Aku? benar! aku bertemu dua orang yang merebut lebih dulu racun ular berbisa di hutan, aku di hutan waktu itu"


"Lalu?"


Lalu, aku menyerang dan mengejar mereka, tidak ku sangka gadis satunya meniru serangan ku dan membalikannya padaku.


Kata Flaire.


"Tunggu dulu, kamu berada di hutan malam kemarin?"


"Benar"


"Ada yang memakai pistol? aku mendengar suara beberapa tembakan"


"Tepat sekali!"


"Jadi, itu kalian? berarti aku tidak berada terlalu jauh waktu itu..."


Dan apakah dua gadis ini, salah satunya memiliki warna rambut merah muda yang agak pucat? Tanya Akira.


"Benar! itu dia! apakah kamu mengenalnya?"


"Aku harus mengatakan bahwa dia adalah temanku, namun disini bukan"

__ADS_1


"Apa maksudmu disini bukan?"


Pertanyaannya mulai serius.


"Pertama-tama..."


Akira berdiri dari kursinya lagi, menuju ke arah Flaire, sambil menatapnya. Flaire tidak tahu mengapa Akira mengarah padanya. Lalu, tangannya meraba-raba wajah Flaire, sampai ke pangkal rambutnya, dan...


PLAKKK!!!


"Apa-apaan! dasar mesum!"


"Hah? jahat sekali menampar orang baik seeprtiku dengan cara begitu"


"Apa yang kamu lakukan?"


"Hanya memastikan bahwa kalian nyata"


"Nyata? kami semua manusia nyata, aku, kedua gadis ini. Tidakkah kamu sadar kita semua sedang berbicara disini?"


"Begitukah? dari tamparan itu sepertinya hampir meyakinkanku bahwa kalian nyata, dan satu lagi"


SING!


Akira dengan sangat cepat mengeluarkan tebasan pedang ke arah Flaire, dan sebuah aura hijau menahan serangan tersebut dengan tidak menyentuh tubuh Flaire. Pedangnya kemudian kembali menghilang di tangan Akira.


Bagus, cukup nyata. Kalian memang nyata, kupikir ini adalah dunia yang diciptakan Irin.


Kata Akira.


Dia kembali duduk ke kursinya, namun dua gadis yang lainnya hampir panik dengan tebasan pedang secepat itu, seperti sepuluh kali lipat kecepatan bayangan.


"Hah?"


"Aku bercanda, duduklah kembali, aku tidak akan menyerangmu begitu saja walau pedang ini benar-benar berjarak satu mili dari wajahmu"


Dia mulai menjelaskan dirinya lagi...


Jadi, aku...Akira


Jika harus mengikuti tahun bumi, mungkin aku sudah hidup lebih dari Miliaran tahun, aku berasal dari anak biasa dengan keluargaku di dunia lama, aku punya seorang kakak, ayah, ibu, pacar, aku masuk ke akademi sihir di kehidupan lamaku, hingga suatu hari, sebuah dimensi dunia kami pecah dan membuka sebuah jalan besar penghubung dunia iblis dan dunia manusia, dunia kami di hancurkan oleh iblis, aku bersyukur satu-satunya menjadi yang selamat dari kejadian tersebut, tidak ada yang tersisa kecuali aku.


Lalu, aku menemukan seorang gadis, gadis biasa yang kupikir adalah gadis biasa, tapi ternyata dia di luar dugaan ku, seorang gadis yang namanya Airin Lloyd, gadis yang mirip dengan kekasih lamaku Hisoka Yuan, namun akan sangat panjang jika aku harus menceritakan seluruh kisah hidupku selama miliaran tahun, setidaknya kalian perlu ratusan lemari untuk menyimpan buku berisi catatan kisah hidupku.


Aku bertemu lelaki aneh yang sedikit lebih muda dariku, Alshian yang membantuku atas penjelajahan waktu dan semua dunia Hikari Of Light, kuharap kalian bisa mengerti dengan perkataanku. Curileo adalah sebuah tempat di luar alam semesta dan dunia ini, jika ada dunia yang tidak terhitung atau tidak terbatas jumlahnya, maka mereka semua hanya berada di Curileo, dan setiap dunia atau Al semestanya akan terhitung sebagai satu Hikari.


Lalu, aku menjelajahi banyak dunia yang tidak terhitung jumlahnya hanya untuk mencari Yuna, hingga firasatku merasa bahwa dia hidup kembali, aku harus mencari di mana firasat itu membawaku, dan itu membawaku pada Airin, gadis sekolah menengah yang benar-benar mirip dengannya.


"HOAMMM! masih panjang?"


kata Blossom sambil menguap.


"Tidak lama lagi, kamu tidak perlu mendengarkan juga tidak apa, aku hanya mencoba membuat gadis bernama Flaire ini paham"


Lalu, aku hidup dan berteman dengan mereka semua, kita sampai disini sekarang...


Kamu ingin tahu bukan? kenapa aku menyebutnya temanku? mereka temanku, kami sedang memainkan sebuah permainan disini, permainan di dunia lain yang di awasi oleh Kiana dan Airin. Gadis itu bernama Sora yang rambutnya hitam panjang, lalu yang rambutnya juga agak panjang berwarna merah mudah dengan kuncir dua itu namanya adalah Caillian.


Sudahkah kamu mengerti?


Kami semua memiliki kekuatan sihir yang cukup instan untuk di gunakan tanpa harus membaca sebuah mantra atau buku sihir. Caillian tidak pernah belajar sihir, itu adalah kemampuan dimana dia bisa meniru kemampuan, gerakan, dan suara orang lain hanya dengan melihat, membayangkan, dan mempraktikkannya. Itu benar-benar terjadi, jika kamu adalah penyihir, maka akan sangat sulit bertarung dengannya dimana dia akan meniru semua kemampuan sihirmu tanpa harus mempelajarinya sedikitpun.


"Jadi begitu...lalu apa maksudnya dengan permainan?"


"Sebuah permainan, atau tantangan"


Kami di pindahkan ke dunia ini dengan jumlah empat orang, aku dan Isami temanku yang berada di kamarnya sekarang di atas, lalu kedua lainnya adalah gadis itu Cian dan Sora, sebuah permainan dua melawan dua.


Aku hanya tahu Irin menghubungi kami melewati sebuah pesan sistem di ponsel ini.


Mungkin kalian belum tahu ponsel ini.


"Ponsel?"


"Benar, di dunia ini ada ponsel bukan?"


Semuanya bertanya serentak...


"Ponsel?"


"Ponsel, sebuah benda kecil ini... untuk menelpon atau menghubungi seseorang, ini di namakan dengan handphone genggam di dunia kami, dunia dengan teknologi yang berkembang"


"Maksudmu, benda seperti ini?"


Sambil menunjuk ke arah telepon di meja resepsionis mereka.

__ADS_1


"Benar, itu adalah telepon, tapi itu adalah telepon meja, tidak bisa di bawa kemana pun dengan mudah"


Dari ponsel itu sebuah pesan masuk di dalamnya yang berasal dari Airin melalui sebuah sistem, dan di katakan cobalah capai level setinggi mungkin dan mencari jalan keluarnya. Kata Akira.


"Itu berarti, kamu harus mencari cara untuk keluar dari dunia ini?"


"Benar! disini kami tidak ada satupun yang bisa menggunakan sihir, Airin melarangnya, bahkan aku tidak bisa melanggar aturan tersebut, meskipun sihir ku sangat tinggi.


"Lalu, apa yang terjadi dengan kalian sekarang?"


Flaire bertanya lagi.


"Tentu saja tidak ada sihir, kami membunuh monster dan mendapatkan kekuatan monster yang di bunuh secara otomotif"


"Jadi...jadi... dia tidak mencuri racunku?"


"Racun? kalian bertemu monster ular? atau apa?"


Seekor ular besar, guruku pernah mengatakan bahwa di hutan daerah bagian itu memang terdapat ular monster besar yang memiliki racun mematikan, itu sebabnya aku mencari racun itu dan pergi sangat jauh ke sana.


Kata Flaire.


"Itu akan di ambil secara otomatis, dan lihatlah!"


SREEHKK!


Akira merubah salah satu tangannya saja dengan sebuah tangan beruang yang cakarnya sangat tajam dan tangan yang setebal batu dan baja ini, membuat mereka terkejut. Hingga tidak bisa membuat Blossom diam saja, dia juga segera bertanya.


"Monster apa yang kamu bunuh?"


"Monster beruang raksasa"


Kami baru bertemu dengan dua monster, satunya adalah laba-laba yang sangat besar lebih dari ukuran manusia, kami membunuh itu juga, mmebuat temanku harus menampung kemampuan laba-laba di dalam tubuhnya yang membuat nya memiliki delapan kaki laba-laba keluar dari belakang tubuhnya. Kata Akira.


"Ihhh~ bukankah itu menyeramkan?"


"Aku tidak menggagap itu seram, namun aku mengira bahwa dia akan mati terkena serangan laba-laba yang kami hadapi"


"Sepertinya aku salah, kupikir mereka merebutnya lebih dulu dariku"


"Walau itu termasuk merebut, namun kamu adalah yang kedua, kamu terlambat, mereka lebih dulu. Bukankah itu kekalahanmu karena telat membunuh monster itu lebih dulu?"


"Ya, kau benar"


"Aku memang terlambat"


"Tapi bagaimana jika kita bekerja sama? aku akan membantu mu mencari jalan keluar dari dunia ini sebisa ku"


"Lalu? apa imbalannya?"


"Imbalan?"


"Ya...Imbalan, setiap bantuan biasanya membutuhkan imbalan sebagai balasannya...aku pikir Kamu akan meminta hal itu"


"Sepertinya ada, namun aku tidak mau mengatakannya sekarang"


"Baiklah kalau begitu, kami bekerja sama denganku untuk mencari cara keluar dari dunia ini"


"Apa yang terjadi jika kalian berhasil keluar lebih dulu?"


"Yang berhasil keluar lebih dulu dengan menemukan jalan keluarnya adalah sebuah pemenang"


Dengan begini keduanya bekerja sama, Flaire akan membantu apapun yang di butuhkan Akira untuk mencari jalan keluar dari dunia ini.


HOAMMM!


Satu lagi suara menguap di tangga sambil berjalan, itu adalah Isami yang terbangun malam begini, dia melihat Akira yang berbicara dengan tiga orang disana dan...


PLAKK!


"Kena!"


Isami sangat mengantuk hingga tamparan biasa itu membuatnya hampir jatuh ke lantai.


"Huh?"


"Hah-huh-hah-huh? itu untuk membuatmu sadar tentang aku orang nyata"


"Apa-apaan?"


"Isami yang malang, hahaha"


Kata Akira.


Dia bahkan tidak tahu apa yang terjadi dan bangun karena mengira sudah pagi, tapi ternyata ini masih sekitar jam sembilan malam.

__ADS_1


__ADS_2