
Hingga tiba saatnya merupakan kebangkitan pertama ku, aku terlahir lagi dari awal di dunia lain dengan cara kehidupan dan kisah yang berbeda.
Aku mulai belajar lagi semua sihir dari awal, meskipun mataku sudah di rebut dan di hancurkan, mata ini akan terus ada pada diriku, bagaikan pemberian khusus dari Tuhan.
Memasuki kembali kehidupan baru ku menjelang di umur 13 tahun, aku sudah bisa menguasai banyak sihir di atas rata-rata penyihir dunia lama. Aku bahkan kembali bersekolah di sekolah khusus sihir di dunia lama.
Wanita itu menceritakan kisah lama nya.
Ceritanya sangat panjang bagaikan perjalanan tiada akhir dan pengalaman yang begitu luas, tidak sampai pada saat itu ambisi nya untuk menguasai sihir-sihir tertinggi dan sifat baik nya yang mulai berubah perlahan.
Semua di lakukannya untuk membalaskan kembali dendam teman-teman nya, keluarganya, dan kekasihnya yang dia tidak sadar bahwa kekasihnya itu sebenarnya masih hidup hingga kini.
Sifat nya yang berubah menjadi jahat dan kejam saat itu sudah sama seperti iblis, hingga semua penghuni Magic World bersekutu untuk membunuh dan menyegel jiwa dan ingatannya.
Dia yang berniat menembus lapisan dunia yang tak terbatas untuk menguasai segalanya, seperti jiwa yang di masuki setan. Mereka bersama-sama menyatukan sihir mereka membuat rantai langit untuk mengikat Yuna, pergelangan tangan dan kaki nya terikat kuat oleh dua rantai di tangannya yang berasal dari langit dan entah dimana ujung rantai itu, dan dua rantai lagi yang keluar dari dalam tanah untuk mengikat kedua kaki.
Jiwa nya di segel ke dalam sebuah tongkat hitam panjang yang indah. Kemudian di bunuh lah dia dengan tombak sepanjang sepuluh meter. Tombak besar yang di hasilkan dari gabungan kekuatan para witch dengan mantra agung untuk melenyapkan apapun selamanya.
Berusaha membuat agar dia tidak bisa bereinkarnasi ke cerita mana pun. Sejak hari itu Yuna terlupakan dan tidak akan bangkit kembali di semua sejarah dan cerita. Setelah jiwa nya di segel di dalam tongkat hitam panjang tersebut, mereka bersama mengucapkan mantra pembuka gerbang neraka untuk membuang jiwa dan tongkat yang tersegel bersama jatuh ke dalam jurang neraka tak berujung untuk selamanya.
Namun datanglah hari tak terduga di zaman itu dia bangkit sekali lagi entah darimana munculnya, benar-benar di luar imajinasi apakah ini karena Tuhan belum puas dengan cerita ciptaan nya?
Ataukah mungkin Yuna ini sudah di berkahi sebagai mahluk kekal abadi?
__ADS_1
"Namun aku kembali berdiri disini sebagai perwujudan dari kebencian dan rasa sedihku, sebenarnya aku sudah lama mati".
Ucap Yuna yang duduk sambil menyilangkan kakinya.
Dengan kata lain, yang ada bersama Airin sekarang hanyalah perwujudan dari perasaan Yuan walau orang itu telah lama meninggal.
"Haa sekarang.... perhatikan aku, lihatlah diriku aku akan segera memberi mu setengah ingatanku untuk kau lihat."
Yuna segera mengangkat satu jari telunjuknya, apapun yang dia tunjuk dapat terbang atau berpindah kemana pun yang dia inginkan. Kemudian mengarahkan jari itu kepada Irin, membuat Irin melayang di udara, perlahan lagi dia bangkit dari kursinya dan segera meletakan jarinya di dahi Irin.
Segeralah sakit kepala yang luar biasa mendatangi nya, penglihatan nya langsung melihat ke lautan antariksa penuh kepingan ingatan yang tak terhitung jumlahnya terus berputar dan melayang tanpa batas seperti angka satu-satunya yang terus menumpuk tanpa batas.
Ingatan Yuna ini akan tersimpan juga ke dalam ingatannya setelah dia melihat banyak ingatan yang terputus-putus. Ingatan ini tidak semuanya sempurna, terkadang ada yang di proyeksikan secara samar-samar jadi dia tidak dapat melihat dengan jelas beberapa hal yang terjadi di dalam ingatan Yuna.
Tubuhnya mati rasa, seperti berjalan ke masa lalu. Setelah dia melihat semua ingatan secara samar-samar, Irin mulai binggung tentang Yuna yang mirip dengan dirinya sendiri. Apakah ini dirinya di masa lalu? Atau apakah dirinya adalah duplikat yang mirip dengan Yuna? Airin bertanya-tanya dalam rasa gelap di hatinya. Masa lalu wanita di depannya ini sangat menyedihkan dan tragis.
Lalu hal kedua yang Irin coba lakukan adalah bagaimana kembali ke realita, dia mencoba melawan Yuna dengan tubuhnya yang lemah sekarang, tapi sebenarnya itu tidak lemah. Kemudian terlintas lagi di benaknya, bawah beberapa waktu yang lalu Yuna berkata bahwa aku mampu melakukan semua apa yang bisa dia lakukan. Sepertinya tidak masalah jika aku mencoba.
Saat Yuna yang berjalan ke depan secara tidak sadar melihat bahwa Irin yang sekarat sudah menghilang dari pandangannya, segera terkejut bahwa Irin sudah bergerak langsung muncul di belakang nya dengan sebuah sabit Senjata ini benar-benar terlihat seperti senjata Malaikat pencabut nyawa, sepanjang dua meter lebih. Yuna sedikit lambat bereaksi hingga lengan kanannya putus.
Kemudian Yuna mencibir dengan marah, emosi nya semakin naik. Pertarungan antara abstraksi kebencian dan gadis sekolah menengah sudah di mulai. Yuna bangkit kembali dan menyembuhkan lengan nya yang hilang lengan itu tumbuh dari bagian yang putus diselimuti oleh kegelapan dan saat kegelapan membentuk tangan dan meledak, tangan nya telah tercipta lagi.
__ADS_1
Yuna kembali membuka lubang kehampaan yang mengeluarkan tongkat seperti yang telah di buang ke neraka, kemudian menghentakkan ujung tongkatnya hingga menyentuh tanah dan kembali membelokkan ruang. Dia menjaga jaraknya dari Irin sejauh mungkin, membuka lingkaran-lingkaran kegelapan berlapis aura ungu gelap dan mengeluarkan senjata-senjata dari berbagai dunia untuk menyerang Irin, senjata yang tak terhitung jumlahnya.
Sangat bermacam-macam, namun Irin juga meniru serangan yang sama sehingga hasilnya akan cukup sengit membuat Yuna harus mengubah cara menyerang nya lagi. Segera mengarahkan tongkatnya secara refleks yang mengeluarkan bahaya biru kehitaman serangan ini sangat cepat dengan cepat bergerak bagaikan kecepatan cahaya.
Ledakan yang sangat besar meleset hingga menembus langit-langit terbang ke angkasa bahkan hanya meleset saja itu sangat berbahaya sampai menembus dan menghancurkan ratusan bintang-bintang dengan arah sejajar yang berjarak sangat jauh.
Irin bergerak lagi berpindah ke belakang untuk menyerang, saat sabitnya akan mengenai kepala Yuna, dia berpindah lagi karena masih bereaksi dengan kecepatan ini.
Jika lambat setengah detik mungkin itu sudah akan membuat kepala nya putus tertancap sabit, Yuna sekali lagi bergerak dengan cepat menghindar dan menempatkan serangan tombaknya tepat di tubuh Irin.
Serangannya pun tepat sasaran kali ini, Irin terlempar sangat jauh lagi sampai memecahkan dinding dimensi sepuluh kali bagaikan sepuluh lapisan kaca yang pecah di terkena peluru pistol dengan Irin seperti peluru nya. Kali ini lebih banyak ruang yang pecah, Yuna mungkin akan mulai menggunakan metode yang sama seperti sebelumnya membuka lubang gelap untuk memindahkan kembali Irin yang sudah terbang sangat jauh.
Kali ini cara nya benar-benar gagal, saat tangannya baru mau menciptakan lubang tersebut, Irin sudah lebih dulu menciptakan lubang hitam di belakangnya. Menelan Yuna ke dalamnya dan menembus ke dimensi lain lagi tempat Irin berada seperti di tarik oleh magnet, Irin sudah lebih dulu memikirkan cara ini. Yuna tertarik ke arah nya dengan Sangat cepat.
Irin mengganti bentuk senjata sabit lagi secara instan menghilang dan berubah menjadi tombak tajam sepanjang empat meter menembus jantung Yuna, tombak itu tembus sampai ke belakang tubuhnya. Sebuah wanita yang tertancap di tombak besar sepanjang empat meter dari langit sepertinya terjadi dengan tragis, pada akhirnya Yuna harus kalah lagi untuk kesekian kalinya.
Ruangan mulai menjadi penuh dengan warna putih tak terbatas tidak ada benda apapun disana kecuali mereka berdua. Sepertinya sudah cukup, Yuna kali ini akan menghilang entah kemana mungkin kali ini akan benar-benar mati karena Yuna sudah mati, maka ini adalah wujud kebencian dan rasa sedih nya yang juga akan menghilangkan sepenuhnya.
"Aa..aku..... adalah Ratu Sihir, aku bahkan masih tidak percaya ini..... aku di kalahkan oleh manusia yang memiliki sihir sepertiku." Ucapnya dengan nada suara sekarat yang segera menemui ajalnya.
"See...lammat tinggal........I.i..irinh"
Yuna tersenyum untuk terakhir kalinya dan menghilang menjadi debu sampai tidak tersisa apapun. Ruangan kembali berputar lagi bagaikan spiral bergerak ke kiri terulang kembali ke kenyataan Saat kembali ke kenyataan, disini masih tetap malam seperti sebelumnya bahkan jarum jam sepertinya baru saja bergerak. Apakah tempat aku berada tadi tidak memiliki konsep waktu? Semuanya terjadi terasa lama tetapi hanya berlangsung selama 3 detik.
__ADS_1
Ruangan koridor gelap gulita kembali cerah seperti awal, Irin pun kembali lagi ke kamarnya mencoba melupakan semua yang baru saja terjadi.