
Para gangster pun mulai di bawa ke kantor polisi di pusat kota untuk menahan mereka di penjara, mungkin mereka akan menikmati beberapa tahun disana sebagai hukuman mereka, mereka mungkin bisa bermain kartu atau semacamnya.
Akira sepertinya tidak memiliki tempat tinggal di sini, tapi cepat atau lambat dia akan segera menentukan tempat yang akan dia tinggali, mungkinkah dia akan menjadi tertarik dengan kehidupan manusia normal, karena seseorang dengan sihir bisa melakukan banyak hal di luar dugaan manusia biasa.
Sesampainya di rumah Airin terlalu lelah dan akan segera berbaring di kasurnya. Dia awalnya sempat memikirkan bahwa naik lift ke lantai 19 mungkin agak lama, meskipun secara normal lift adalah cara tercepat.
Dia segera memikirkan adakah sesuatu yang bisa terjadi secara instan untuk berpindah tempat? penglihatan nya tiba-tiba berubah. Pandangan di depannya adalah di dalam kamarnya sendiri.
"Huh?? A...aaa....apa...?"
Dia benar-benar terkejut, hal ini tidak pernah terlintas di pikirannya, hal yang benar-benar terjadi menjadi nyata. Kemudian dia mencoba lagi memikirkan suatu tempat yang akan dia tuju.
"Sheeeshhh...."
Ini benar-benar memindahkan nya dalam sekejap, sangat luar biasa. Kagumnya. Tetapi dia akan memilih untuk tidak perlu menggunakan sihir secara terus-menerus, sebenarnya itu cukup membosankan.
Tapi, beberapa saat kemudian kepalanya menerima suara telepati dari seseorang. Kemudian suara terdengar dengan beberapa kata.
"Waw, sangat menarik ... sepertinya ada orang yang mampu melakukan hal seperti itu di dunia manusia." Ucap seseorang.
Benar saja, meskipun ini adalah dunia modern dengan teknologi yang sudah sangat maju, manusia belum bisa menciptakan suatu alat atau hal-hal yang dapat memindahkan mereka kemana-mana, itu terkadang hanya di gunakan dengan mantra ataupun hal-hal supernatural lainnya.
Airin terkejut menerima koneksi telepati tersebut, dia segera memandang kesana sini, mencari orang yang sedang memperhatikannya. Pasti orang itu berada di dekat sini.
Semakin hari semakin banyak orang-orang aneh yang hadir di dalam hidupnya, darimana kah orang-orang ini? Airin cukup percaya seperti yang di katakan oleh orang-orang bahwa dunia paralel itu ada, memungkinkan dirinya versi berbeda berada disana.
Hari ini sudah malam saat Irin sedang berjalan-jalan di sepanjang koridor apartemen yang sangat panjang. Tidak ada satu orang pun yang berada di luar kamar, tetapi dia seperti merasa ada yang mengawasi dan mengikutinya. Perasaan nya mulai sedikit tidak enak.
Terdengar suara sepatu melangkah di setiap selang waktu 6 detik, langkahnya lambat tetapi suaranya seperti terpantul seolah-olah datang dari arah koridor di bagian kanan padahal sebenarnya langkah itu berasal dari kanan. Irin sebenarnya sudah berada di perempatan koridor, tepat di tengah
Tiba-tiba lampu koridor bagian kanan, kiri, dan depannya mati lampu secara tiba-tiba itu di selimuti gelap gulita, bagaikan di lorong hantu yang sangat horor. Satu-satunya lampu yang tidak mati adalah koridor di belakangnya, dia mencoba memindahkan dirinya ke kamarnya secara langsung. Namun, itu adalah pembatas sihir.
"Tidak mungkin! Aku tidak bisa berpindah lagi." Ucap nya dengan terkejut.
__ADS_1
Saat dia segera berbalik ke belakang untuk memutar mencari jalan koridor lain, dia melihat seseorang yang sangat mirip dirinya.
"Kamu??"
Airin mencoba bertanya tetapi wanita itu tiba-tiba bersiap-siap seperti berlari, ini sangat cepat seperti bayangan, Airin hampir tidak bisa merespon. Gerakannya sangat cepat wanita ini langsung muncul di depannya dan entah dari mana di tangannya keluar tongkat untuk segera mengenai wajahnya.
Itu benar-benar nyaris! mungkin akan langsung mati jika terkena serangan itu. Kemudian setelah meleset wanita ini berbalik lagi dan menggenggam tongkatnya seperti menunjuk ke arah Irin.
Ruangan dan koridor lainnya semua berputar bagaikan spiral yang menelan ruang, semua pintu tiba-tiba menghilang entah kemana perginya.
Wanita ini sebenarnya memindahkan ruangan tempat mereka berada, jadi mereka bukan berada di dunia nyata lagi setelah semua ruang tertelan sekarang ini benar-benar berada seperti di luar angkasa di penuhi lautan bintang yang tak terhitung jumlahnya. Namun ada beberapa simbol-simbol sihir melayang-layang kesana-kemari, bukan beberapa, tapi sebenarnya mantra yang tak terhitung jumlahnya.
Airin sedikit panik karena sepertinya dia mulai terjatuh di antara lautan bintang ini dan melihat dirinya akan jatuh ke sebuah planet yang sama persis dengan bumi
"Jangan panik, ciptakan saja sendiri konsep gravitasi mu, kamu memiliki semua yang bisa aku lakukan" Kata Wanita itu, suaranya jatuh dan terdengar seperti tiga orang yang sedang berbicara secara bersamaan.
Airin mulai mengambang setelah terciptanya konsep gravitasi nya yang membuatnya tidak jatuh, ini akan menyeimbangi gravitasi sesuai keinginannya. Namun, itu terjadi secara tidak sengaja dan aktif karena rasa panik nya yang agak tinggi.
Airin terkejut mendengar dari mana datangnya suara itu, suaranya terdengar dari segala arah, tiba-tiba wanita itu dengan sangat cepat sudah berada di belakang nya saat tongkat itu menyentuh belakang Airin, dia terlempar sangat jauh sepertinya itu berjarak jutaan tahun cahaya.
Setelah terlempar begitu jauh di antara objek-objek langit, wanita itu sangat tenang tetap berdiri melayang dengan wajah anggunnya.
Terlempar jutaan tahun cahaya jaraknya, itu sudah pasti tidak akan bisa lagi di lihat dengan mata telanjang itu benar-benar jauh. Kemudian wanita itu memusatkan energi tongkatnya ke arah Irin yang sudah jauh tak terlihat.
Saat terlempar begitu jauh dan belum ada objek yang mengenainya, sebenarnya ini adalah ruang ciptaan wanita itu sendiri dimana dia sudah mengatur semuanya sesuka hatinya.
Sebuah ruang terbelah lagi membawa nya terbang ke dimensi lain, tetapi ruang itu kembali menembus di belakang wanita itu dan segera menangkap Irin yang terpindah lagi padanya.
Terlempar jutaan tahun cahaya sampai terpindah ke dimensi lain, kemudian terlempar kembali lagi tepat dari belakang, wanita itu segera mencengkeram leher Irin dengan sangat kuat. Kemudian melemparkannya kembali ke depan tetapi tidak sejauh tadi, karena ruangan berubah lagi yang tadinya berada di luar angkasa, tiba-tiba terpindah di suatu tempat yang mirip dengan istana.
Irin terlempar menabrak tiang-tiang penahan ruangan tersebut sepertinya itu lebih mirip dengan ruangan raja, tiang-tiang segera runtuh dan istana seperti akan hancur. Benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk bereaksi sedetik pun, wanita ini sangat kejam jika itu adalah manusia normal, itu sebenarnya sudah mati dari tadi.
Tapi Airin tahu bahwa dia sudah berlatih untuk mengembangkan teknik pengabaian kerusakan tubuh, dengan sihir nya, dia dapat memindahkan rasa sakit atau luka yang di terima olehnya ke objek apapun, maka dia tidak akan merasakan sakit yang berlebihan. Irin sebenarnya sudah hampir menyerah dengan rasa sakit yang tak tertahankan itu, kemudian wanita itu turun lagi ke tanah, dan perlahan berjalan menuju Irin.
__ADS_1
"Kau sangat menyedihkan" kata wanita itu.
Kau hidup dengan sihir tanpa batas yang dapat melakukan segalanya, apa-apaan wajah menyedihkan itu."
"Kemudian izinkan aku memperkenalkan diriku padamu." Ucap nya lagi.
"Aku Hisoka Yuna, penyihir penelan cahaya."
Ucap wanita itu.
Kemudian dia segera menjentikkan jarinya dan sebuah kursi muncul dari dalam kehampaan di ruangan besar itu dan kemudian dia perlahan berjalan menaiki anak tangga demi anak tangga untuk pergi ke kursinya. Dia berbalik lagi mengarahkan tangannya ke langit-langit kubah ruangan dan semua yang hancur terbentuk lagi dengan sempurna.
Ruangan ini sebenarnya cukup mewah, kemudian dia menjentikkan jarinya dan segera Irin yang sulit untuk berdiri segera terpindah di depannya.
"Berlututlah!" Kata wanita itu dengan tatapan seperti melihat Irin bagaikan mahluk rendahan.
Duduk di atas kursinya sambil menyilangkan kaki satunya di atas kaki yang lain. Hisoka seperti tidak berniat membunuh Irin tapi secara perlahan menyiksa dengan siksaan yang kejam.
Sepertinya wanita ini memiliki kebencian atau semacam rasa marah tertanam di hatinya
"Aku harus memberitahumu satu hal."
Mungkin milyaran tahun yang lalu aku sudah mati karena di bunuh oleh iblis, iblis itu tentu saja ingin merebut Eyes of Creation ini atau
bisa di sebut Sora Eyes.
Mata ini sebenarnya sumber kekuatanku yang tak ada habisnya menciptakan segala sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin, atau aku akan mengubah semua nya yang terbatas menjadi tercipta tanpa batas dan tak berujung, mewujudkan yang tidak nyata menjadi nyata, seperti sebuah domba berkepala lima mungkin ada dalam sebuah dongeng, namun aku bisa mewujudkan sebuah fiksi, mimpi, donggeng, ilusi menjadi kenyataan di depan mata.
Sampai bukan hanya iblis yang kagum dengan mata ini, tapi bahkan para dewa pun kagum, mata yang tidak pernah ada di dunia manapun.
Kata Yuna.
Kebencian nya terhadap raja iblis yang membunuhnya sungguh kuat hingga ratusan tahun kemudian dia mencoba membangkitkan kembali dirinya dan berdiri dari rasa kebencian.
__ADS_1