Her Private Life

Her Private Life
Turns out she's a girl


__ADS_3

KLING!


[Skill Baru]


Skill baru telah terbuka...


Skill ular berbisa.


"Hwuh? apa ini? skill ular berbisa?"


"Mungkin kita mendapatkan kemampuan dari membunuh monster ular itu?"


"Sepertinya begitu"


Cian melihat banyak sekali senjata-senjata yang bisa di beli dengan poin mereka sekarang. Namun, senjata yang menarik perhatiannya disini adalah senjata sabit tajam yang seperti dia gunakan sebelumnya.


"Aku menemukannya!"


"Apa yang kamu temukan?"


"Jenis senjata kesukaanku"


KLIK!


Dengan menekan tombol klik di layar saja, sebuah pedang sabit besar muncul di tangannya dalam hitungan detik.


"Kalau begitu aku membeli yang ini"


KLIK!


"Huh?"


Sambil melihat sesuatu yang di beli Sora.


Dengan cepat juga, senjata yang di beli nya segera muncul di tangannya.


"Pistol yah"


"Benar! dobel! pistol ganda!"


"Membuatku teringat seseorang"


"Seseorang?"


"Ahh...ehehehehe lupakan saja"


BZZZTT!! ...


"Awas!!"


BUMM!


Bebatuan tempat mereka bersembunyi meledak, mereka di temukan lagi, Cian mengira bahwa mereka tidak akan di temukan disini.


Namun sudah saatnya untuk keluar dan melawan.


"Ayo! Sora!"


Cian segera berjalan dengan pedang sabit sepanjang dua meter menampakkan dirinya bersama Sora. Tidak ada lagi yang akan lari.


Di atas dia hanya melihat seseorang yang sepertinya menggunakan sebuah topeng dan jubah hingga menutupi kepalanya. Melayang di atas dengan sebuah cahaya hijau di kedua tangannya.


"Apa itu? penyihir?"


"Aku tidak tahu!"


Cian segera berniat mengeluarkan sepatah kata untuk bertanya. Namun dia agak tidak senang di sambut dengan serangan berbahaya seperti itu.


"Kamu! apa maumu!"


"Siapa yang kau tanya?"


Tanya orang berjubah hitam itu.


"Tentu saja kamu! apa tujuanmu menyerang seperti itu?"


"Menyerang? kurasa aku mengejar seseorang dan salah orang"


"Salah orang?"


"Benar! aku salah mengira bahwa kalian adalah orang biasa"


"Aku masih tidak mengerti apa maksudmu!"


"Ular yang sebelumnya adalah tujuanku sudah kalian bunuh lebih dulu, aku tau kalian mengambil racun ular itu untuk disimpan bukan? sekarang berikan racunnya"


"Racun? apa yang kamu maksud?"


"Ular besar yang kalian bunuh! aku tahu ular itu bukan ular biasa, aku datang jauh-jauh kemari untuk memburu ular itu dan mengambil racunnya, tapi kalian sudah lebih dulu mengambilnya"


"Sekarang berikan padaku..."


"Jangan bodoh! kami tidak mengambil apapun dari ular itu, racun? kamu bahkan tidak berniat untuk mengambil racun!"


Bantah Cian.


"Benar! kami hanya melindungi diri kami dari serangan ular itu secara tiba-tiba"


"Melindungi diri yah?..."


"Sepertinya memang aku tidak bisa memintanya dengan baik-baik"


Dengan cepat dia mengarahkan tangannya dengan serangan yang seperti energi hijau yang sangat cepat menyerang ke arah Cian dan Sora.


Sora dan Cian menghindar dengan cepat dari serangan hijau yang begitu reflek.


"Respon yang sangat bagus, aku belum pernah melihat dua gadis manusia yang bisa menghindari serangan ku"


Serangannya sangat cepat sampai membelah tanah yang di kenai nya.

__ADS_1


BANG! BANG!


Dua peluru dari dua pistol di tembakkan dengan cepat ke arah orang misterius itu. Namun dia yang terbang mengindari peluru itu dan segera menyerang Sora.


Dia terbang dengan cepat bersama energi hijau di sekitarnya menyerang dan tiba-tiba sabit Cian menghalanginya hingga merobek sedikit bagian jubahnya.


"Kurang ajar! kalian! aku akan membunuh kalian sekarang juga, jangan berharap untuk lolos!"


Energi hijau di tangannya dengan cepat menyerang Cian seperti sebuah laser besar dan di tangkis lagi oleh sabit nya.


"Disini~"


Dia segera terkejut bahwa Sora sudah hilang dari tempat tadi dan berada di tempat lain sambil mengarahkan kedua pistol itu padanya.


BANG! BANG! ... BANG! BANG!


"Sial!"


Dia sempat menghindari tiga peluru dan satu peluru terkikis hampir mengenai tubuhnya.


Kedua tangannya di pisahkan dan mengarah ke sisi yang berbeda, tangan kanannya menyerang Cian dan tangan kirinya menyerang Sora. Ketika serangan itu terus di arahkan pada mereka berdua yang menghindar, area hutan tadi langsung berantakan dan pohon-pohon yang terkena serangannya rusak semua.


SRAKKH!


Dengan cepat sesuatu mengenai bajunya dan seperti ada efek terbakar pada jubahnya.


"Apa ini? serangan apa itu?"


"Bisa? mungkin racun ini yang kamu maksud?"


"Dimana! dimana racunnya! berikan padaku!"


Serangannya semakin kuat ke arah Cian yang lebih dulu menyerang racun itu. Dia tidak tahu bagaimana itu keluar, namun terlintas di pikirannya tentang skill ular berbisa yang ada di pemberitahuan mereka.


Racun itu keluar dari telapak tangannya dengan sangat cepat, dan mengenai lagi orang itu. Entah dia laki-laki, atau perempuan, namun suaranya tidak terlalu jelas karena topeng yang di pakainya, kemungkinan dia adalah penyihir, jika dilihat dari gaya berpakaiannya.


Lagipula dia bisa terbang seperti itu tanpa sayap atau semacamnya, melayang sesuka hati nya di udara dan menyerang orang lain.


Airin hanya berharap permainan berjalan lancar tanpa hambatan, dia masih harus memantau selagi dia bisa. Namun jika salah satu dari tim mereka dalam bahaya yang mengancam nyawa dan jiwa mereka, maka Airin dan Kiana harus turun bersama secara terpaksa.


Serangan yang berturut-turut di lancarkan pada Cian dan Sora namun semua nya di tangkis dengan tebasan sabit nya, sementara Sora hanya terus menghindar sebisa mungkin dari serangannya.


Hingga dia mengumpulkan energi sihir nya untuk menyerang tujuannya hanya pada Cian, setelah Cian mati, mungkin sudah tidak ada yang merepotkan baginya untuk di lawan.


Pertarungan mereka benar-benar menghancurkan area sekitar hingga bagian hutan tadi menjadi seperti tanah tanpa pohon, namun itu hanya bagian kecil dari luasnya hutan ini.


Sora tidak berhenti untuk mencari posisi agar bisa mengenainya, sementara Cian tidak tahu kenapa dia mulai berhenti menyerang dan hanya menghindar dari tadi.


Cian ingin memberi tahu Sora menggunakan telepati, namun dia baru ingat bahwa mereka tidak bisa melakukan satu sihir pun, terkecuali skill.


BUZZTTTT!!!!


Serangannya dengan sangat cepat menyerang Cian hingga merusak sejauh puluhan meter menumbangkan semua pohon yang di lewatinya dengan efek terbakar berwarna hijau.


"Heh...Hahahaha! satu sudah selesai, kini tinggal satu!"


Sora mulai khawatir bahwa serangan tadi mungkin menewaskan Cian, tapi sebenarnya jika mereka mati, mereka tidak akan tereliminasi dan kembali ke dunia awal. Mereka akan di kirim ke alam roh sebagai orang yang sudah mati. Disini mereka tetap seperti orang biasa, bisa terluka...dan mati.


Bahkan ada orang yang menggangap bahwa kelabang saja adalah monster meskipun tubuhnya begitu kecil dan menggelikan.


Namun, Cian tidak mati, dia hanya sedikit kesakitan menerima efek serangan tadi karena tidak sempat merespon. Yang di lihatnya adalah telapak tangannya yang memiliki aura hijau juga, sebuah energi yang sama dengan orang itu seperti mengalir dari tubuhnya.


Dan ketika orang itu mau menyerang Sora, sebuah emergi hijau miliknya mengenai nya dengan kuat hingga memiliki efek yang sama ketika dia menyerang Cian.


BUZZTTTT!!!


Dia mulai binggung serangan apa tadi itu, serangan itu mirip dengan kekuatannya. Dia segera bangkit dari tempatnya untuk melihat arah asal serangan sihir itu.


Yang dia lihat disana adalah Cian yang masih hidup, terlebih lagi tangannya yang mengeluarkan energi hijau sama seperti nya.


Cian bahkan binggung apa yang terjadi padanya, seperti ada aliran kekuatan yang mengalir di tubuhnya.


"Apa ini? sebuah energi?"


"Energi sihir?"


"Apakah energi sihirnya berpindah padaku?"


Airin dan Kiana mungkin tercenggang melihat yang ini, jika mereka dari awal hanya melarang sihir dan juga skill mungkin semua masih berada di jalur yang seharusnya, namun yang mereka lupakan adalah bahwa Cian bukan penyihir, namun seorang gadis SMA yang lebih tepatnya diklasifikasikan sebagai manusia yang memiliki kemampuan aneh untuk meniru atau mengambil kekuatan dan sihir orang lain.


Hanya dengan kemampuan aneh itu saja, teknik, gerakan, energi, wujud, suara, sihir, dan banyak lagi...


Semua di tiru olehnya, di ambil, dan dapat dia gunakan.


Cian awalnya tidak mengerti kenapa dia tidak mati, namun tiba-tiba dia merasa ada suatu keajaiban yang membantunya.


Hingga dia berpikir sebuah terobosan kemampuannya masuk ke dalam permainan.


"Apakah baik-baik saja jika aku menggunakan kemampuan ini? lagipula Airin hanya melarang sihir"


"Bagaimana jika aku beralasan bahwa ini adalah pengembalian kekuatan lawan? mungkin aku bisa mencobanya"


Setelah bangkit dari tempat jatuhnya, pakaian nya bahkan tidak robek dan dia tidak terluka sedikitpun, ada aliran khusus lainnya yang melindungi secara tak kasat mata.


Kemudian dia mulai mengambil kembali sabitnya dan menyentuh sabit hingga sabit itu mengikuti bagian tangannya yang sedikit mengeluarkan aliran hijau.


Dari tempat nya terjatuh tadi, dia dengan sangat cepat menghilang dan sudah berpindah di depan orang misterius itu dengan sabitnya dan...


"Apa??"


BRUAKK!!


Dia terpental jauh lagi beberapa meter menabrak semua pohon-pohon besar, tidak semua pohon besar tumbang, namun rasa sakit dari serangan Cian berefek padanya. Membuat luka eksternal yang lumayan sakit.


"Kurang ajar! kamu ternyata adalah penyihir!"


"Penyihir? kami bukan penyihir..."


"Hentikan ucapanmu itu, dan berhenti menggangu kami lagi"

__ADS_1


Dengan cepat orang berjubah itu bangkit kemudian menyerang lagi dengan kekuatan yang dahsyat ke arah Cian, melupakan Sora yang ada di sekitarnya.


Serangan itu saling menabrak dengan kekuatan yang di kerahkan oleh Cian juga, energi dengan kekuatan dan kecepatan yang sama saling bertabrakan. Membuat area hutan ini bergetar sampai beberapa kilometer. Burung-burung langsung berterbangan untuk menjauh dari wilayah tersebut.


Jika di lihat dari kejauhan yang cukup jauh di atas tebing, mungkin mereka akan terlihat di kedalaman hutan dengan ledakan-ledakan hijau yang cukup besar, Api hijau dengan sedikit efek listrik yang berwarna hijau. Membuat kerusakan.


Cian tidak lagi berfokus pada Sora, dia hanya berharap Sora melakukan sesuatu untuk membelokkan serangan nya dengan orang berjubah ini.


Sora sebenarnya sudah mengerti dan mengambil posisi yang agak jauh dan cukup pas untuk menembak.


BANG!


peluru dari satu pistol saja dengan cepat mengarah ke orang berjubah itu hingga dia menyadari bunyinya dan merespon untuk menghindari peluru, namun kekuatan yang terkonsentrasi untuk menyerang Cian terbelok ke arah lain hingga menghancurkan area lain.


Dan Cian yang sambil menahan serangan itu mendapatkan kesempatan untuk menang dengan serangan yang tidak mengarah lagi padanya.


Akibatnya, serangan yang di berikan Cian mengenai tubuhnya hingga terlempar sangat jauh dan menabrak puluhan pohon satu per satu.


Setiap efek serangan energi sampai membakar benda yang di serang dengan api berwarna hijau.


"Cian! kamu baik-baik saja?" apa itu barusan?"


"Ya, aku baik-baik saja"


"Aku tidak tahu, namun sepertinya kemampuan ku datang entah dari mana di perbolehkan ke dalam permainan ini"


"Permainan yah..."


"Apa jangan-jangan Airin dan Kiana mengubah peraturan permainan lagi dengan memperbolehkan sihir"


"Kurasa begitu, jika seperti itu...maka kita dalam posisi yang bisa saja kalah"


"Kalah? dari siapa?"


"Akira dan Isami"


Sora segera mengerti, andai mereka juga mendapatkan kembali kekuatan sihir mereka, maka kesempatan mereka untuk menang adalah satu banding seratus.


Sambil berbicara, keduanya perlahan mendekati orang berjubah itu yang sudah tidak bisa bangkit lagi. Sebagian jubahnya sudah robek dan terbakar hangus.


Hingga topengnya retak-retak, Cian yang mendekat segera membuka topengnya dengan cepat, keduanya terkejut.


"Huh?"


Penyihir! memang benar dia adalah penyihir! dia manusia, namun yang mereka tidak sangka adalah, orang misterius bertopeng ini adalah gadis yang seperti seusia mereka juga.


Tapi dia sedikit kasar, bahkan menemui mereka langsung dengan serangan yang mendadak seperti itu.


"Dia? perempuan? kupikir dia laki-laki"


"Mungkin suara menyeramkan itu adalah efek topeng nya yang bisa mengubah suaranya"


"Sulit di tebak!"


"Apakah dia mati!"


Sora bertanya dengan sedikit rasa bersalah.


"Semoga saja tidak, mungkin dia pingsan"


Sora memandang Cian yang menyentuh gadis itu lagi dan mengangkatnya...


"Apa yang kamu lakukan?"


"Mengangkatnya"


"Kemana?"


"Pergi bersama kita"


"Bukankah itu adalah hal yang berbahaya?


"Tidak apa-apa, dia sudah melemah sekarang. Ayo bantu aku mengangkat nya"


Sora segera membantu Cian untuk mengangkat gadis ini ke tempat yang aman bersama mereka, menunggu pagi tiba.


Tapi sebenarnya tempat mereka bertarung tadi adalah hutan yang tidak jauh dari posisi Akira dan Isami.


Keduanya sempat merasakan getaran dan beberapa ledakan dari kejauhan di kedalaman hutan ini.


Karena penasaran, keduanya mengikuti asal bunyi dan titik asal getaran tersebut.


"Apa ini?"


Tanya Isami.


"Sepertinya seseorang baru saja bertarung disini"


"Tidak ada tanda-tanda monster atau mahluk buas yang bertarung, apakah ini sebuah senjata?"


"Sepertinya senjata, beberapa bunyi yang kudengar adalah tembakan senjata yang cukup keras"


Keduanya berjalan di area yang hancur cukup besar hingga tidak ada pepohonan dan tumbuhan lagi di area bekas itu. Lagipula beberapa rumput masih terbakar dengan api kecil.


"Api hijau? pernahkah kamu melihatnya?"


"Api hijau? hanya ada api merah dan biru, hijau bisa jadi api yang mendekati biru, namun bisa saja itu adalah api sihir"


"Api sihir? maksudmu...ada seseorang yang bertarung dengan kekuatan sihir disini?"


"Benar! mereka mungkin belum jauh dari sini"


"Apa kita harus mencari mereka?"


"Jangan! jika mereka punya sihir kita hanya punya kemampuan ini, aku tidak tahu seberapa besar kemampuan sihir nya"


"Betul juga, mungkin kita harus terus mengikuti saja sungai yang tadi"


"Ya, mungkin ada kota lain di luar hutan besar ini, kita sudah terjebak dalam satu malam dan belum menemukan jalan keluar"

__ADS_1


Keduanya kembali keluar dari tempat bekas bertarung Cian dan Sora, kembali pada sungai yang mereka lewati tadi dan terus mengikuti arus kemana sungai, karena kemana sungai pergi berati dataran itu lebih rendah dan juga arah dari arus adalah asal mula aliran nya. Yang biasanya berasal dari mata air atau sungai di atas gunung.


__ADS_2