Her Private Life

Her Private Life
The demon girl is getting angry


__ADS_3

Ketika aku mendekatinya dan melihat wajahnya yang berdarah, itu Akira.


"Akira!!! Akira!!! apa yang..."


Tiba-tiba dia mulai bangun lagi, berdiri dari tempatnya terhempas.


"Sial!!!"


Dia sedikit bersuara dengan keras dan marah.


"Hah? Airin???"


Dia menoleh ke arahku dan tidak bisa berkata-kata banyak lagi.


"Apa yang terjadi???"


Aku agak gugup untuk bertanya padanya, namun ini juga bukan hal yang tepat untuk bertanya.


Lalu semua di sekitar kami berubah menjadi aula istana yang luasnya hampir seperti setengah hektar.


"Sihir pengendali ruang siapa ini???"


Di depan kami tiba-tiba muncul sebuah garis yang robek di kehampaan dengan ribuan tangan dan kuku di tangan itu yang begitu panjang merobek udara dan membuka dimensi lain dengan sangat besar.


Sangat gelap celah itu.


Langkah kaki terdengar keluar dari kegelapan di sisi lain robekan itu.


Seorang wanita keluar dari sana.


Berambut hitam mengkilat dan ada dua tanduk berwarna merah di kepalanya.


Jalan nya pelan dan santai, namun cukup membawa aura yang sangat kuat.


Mata nya merah seperti mata ikan mati dan menatap kami disini.


Lalu satu lagi sebuah partikel yang muncul dari kehampaan udara membentuk sebuah naga yang sudah kulihat sebelumnya bersama Kiana.


Naga itu di bangkitkan lagi.


Apa yang terjadi? bahkan tidak ada satupun luka dari mereka, hanya Akira yang terluka begitu parah.


Aku harus melakukan sesuatu.


"Kiana, tetaplah berada di belakang ku dan berlindung"


"Hmmm"


Dia mengangguk dan menjauh lagi.


"Irin, maaf"


"Hah?"


"Aku minta maaf, aku tidak bisa menyelamatkan mereka semua"


"Kenapa kamu begitu babak belur?? kamu benar-benar di hajar seperti ini, gadis iblis yah"


Entah dari mana mereka semua muncul di dunia ini.


"Wah, wah, wah... sepertinya ada dua lagi gadis malang yang akan menjadi sepotong daging di atas bebatuan yah"


Gadis itu mengangkat tangannya dengan lebar dan menutup genggamannya dengan sekejap.


Aku sedikit curiga, hal yang sama akan terjadi pada Kiana dan mengalami hal yang sama pada mereka semua, tidak. Aku tidak boleh membiarkan hal itu terjadi.


Lapisan anti sihir.


Aku akan memberi ini pada Kiana, tidak akan ada yang bisa menyentuh nya.


Sebuah angin yang sangat kencang seperti melebihi kecepatan tembakan pistol melaju ke arah mereka dan mengarah pada mereka bertiga.


Kali ini bukan batu yang muncul dari bawah menusuk ke atas lagi.


Sekarang adalah sebuah tombak sepanjang hampir dua meter dengan warna hitam dan abu-abu yang melekat berbentuk tanduk-tanduk di dekat ujungnya yang begitu runcing.


Sangat cepat, jika kecepatan seperti itu, mungkin tombak ini bisa menembus ratusan tembok bangunan melebihi kekuatan senjata api apapun.


Lapisan itu tidak kuberikan pada Akira, mungkin dia seseorang yang aku tahu lebih kuat dariku.


Aku berharap dia bisa melindungi dirinya sendiri, sekarang ada aku untuk membantunya.


Berani-beraninya iblis ini.

__ADS_1


"Airin"


"Emm, ya??"


"Ada satu hal lagi yang bisa kulakukan untuk melakukan perlawanan dan melindungi kalian dari sini"


"Apa itu?? jangan bilang kamu akan menggunakan topeng lagi??"


"Itu adalah jalan kedua meningkatkan kekuatan ku, aku harus membuka batasan di antara kita semua, kamu tidak ingin kita mati disini bukan?? maka biarkan aku melakukannya lagi"


"Humph, aku membiarkan keputusan itu padamu"


"Lindungi Kiana di sana, mundurlah"


Malah menyuruhku mundur dan melindungi Kiana.


Kalau begitu, yang bisa kulakukan adalah memberi sihir tambahan ku untuk menjaga nya bertarung dari jauh sambil melindungi Kiana.


Ruangan kami semua berubah lagi menjadi merah dari langit-langit dan mengalur seperti darah ke tembok dan tiang-tiang.


Gadis ini seperti cukup kuat, apakah ini adalah iblis yang di ceritakan Akira pada masa lalu nya? kupikir iblis itu tidak memiliki wujud seperti gadis ini, gadis itu cantik dan postur tubuhnya yang juga bagus, aku tidak menyangka wujud iblis juga bisa seperti itu.


Aku melihat sebuah topeng putih entah darimana muncul di tangan Akira.


Sebuah topeng polos tanpa lubang mata untuk melihat, tanpa lubang hidung untuk bernafas, atau lubang mulut untuk berbicara.


Topeng itu sangat polos dan putih, tekstur nya seperti keramik atau apalah mungkin, aku tidak pernah menyentuh topeng itu karena mungkin berbahaya.


Dia mulai berdiri dengan darah yang mengalir dari kepala nya dan maju selangkah dari sana.


"Kamu! benar-benar melewati batas, bahkan jika kamu iblis, bahkan wanita, aku tidak akan segan memukulimu sekarang, sampai seluruh wajahmu ku tenggelamkan di dasar tanah"


"Kamu benar-benar pandai beromong kosong, walau kamu harus disiksa berapa kali pun, kamu akan tetap mati, kalian akan mati di tanganku"


Gadis itu mulai mengarahkan sebuah sihir ke arah Akira dengan kuat dan tiba-tiba menghilang.


Bang!


Semua kekuatan itu menghilang dan meledak disana.


Dia segera meletakkan topeng itu ke wajahnya, topeng itu seperti hidup ketika harus menggerogoti seluruh wajahnya.


Sama seperti sebelumnya, Aura Akira benar-benar menindas dan sepertinya aku bisa menahan semua aura nya itu, walau aura itu seperti bisa membunuh seseorang.


Seluruh jubah hitam kembali menyelimutinya dengan aura hitam yang melingkar-lingkar di sekitarnya.


"Chaos of Nature"


"Keluarlah!"


Sepertinya pedang yang sama seperti itu lagi akan keluar.


Dan perlahan keluar dari lubang hitam di kehampaan tanah keluar dengan aura kuat dan sebuah mata di perantara bagian gagang nya dan bilah pedang nya, mata yang seperti mata naga yang pernah kulihat di buku-buku cerita bergambar.


Jadi itu, nama pedangnya Chaos of Nature? dia belum pernah memberitahu atau menceritakanku soal pedang kesukaannya ini.


Akira masih mengambil pedangnya dan naga itu menyerang dengan sangat cepat ke arahnya, aku harus menyingkirkan penggangu ini.


Aku harus menyingkirkan naga ini dari Akira.


Aku cukup menunjuk ke arah nya saja bukan?


Dan naga itu akan hancur seperti imajinasi ku.


Baiklah, seperti apa sebaiknya kehancurannya?


Naga itu melaju di udara dan jari telunjuk ku segera membuat nya terpotong di bagian kepalanya dan mengeluarkan semburan darah kemana-mana.


"Apa!!! sihir kematian instan milik siapa lagi itu??" kata gadis itu dengan heran dan merasa mereka semua sekarang tidak bisa di remehkan.


Kepala nya langsung putus dan jatuh di bawah jembatan yang tidak berujung itu, tubuhnya masih terus terbang dengan cepat di udara sambil memancarkan darah yang begitu banyak dari kepala nya yang kupenggal dengan sempurna.


Aku tahu, bahwa aku bisa melakukan sihir seperti Yuna, hanya membayangkan saja bukan? baiklah aku sudah melakukannya.


Sepertinya membayangkan sedang memotong daging ayam yang akan kumasak.


Bedanya, itu adalah daging naga yang harusnya begitu keras bersama kulitnya yang bersisik itu.


Terpenggal begitu mudah olehku, hebat!


Naga itu tersingkirkan, sekarang aku akan membantu Akira mendekatinya dengan gadis itu.


Jika aku maju dan menyerang, Akira pasti akan marah pada tindakanku.

__ADS_1


Tak lama tiga detik setelah terpotongnya kepala nya, dia menabrak tiang-tiang istana itu dengan tubuhnya yang terbang tak terkendali.


Jika beberapa tiang itu rubuh, mungkin masih bisa menahan seluruh ruangan ini.


Tapi, gadis itu mengarahkan kembali tangan-tangannya dan membentuk kembali semua bagian rusak ruangan itu.


Lalu dia merobek jarinya.


"Apa yang dia lakukan??"


"Irin, segera bunuh lagi naga itu"


"Apa maksudmu?"


Ketika setetes darahnya tertumpah lagi, itu membentuk naga dari setetes darah yang tiba-tiba menjadi genangan darah yang begitu banyak.


Naga itu bangkit lagi di sana dengan sempurna, dengan kepala nya lagi.


Cepat sekali, dia hanya bangkit dalam tiga detik. Dia bisa membangkitkan naga itu yah.


Berarti, itu dengan cara merobek jarinya? ataukah darahnya?


Aku menyampaikan pertanyaanku ini dengan telepati ke Akira.


lalu dia menjawab balik padaku dalam telepati.


"Buat gadis itu bertarung denganku agar dia sibuk dan tidak lagi merobek jarinya, darahnya akan terus membangkitkan naga itu tanpa batasan apapun"


Jadi begitu, gadis itu tidak boleh sampai memiliki celah waktu untuk merobek lagi jarinya.


Baiklah, percobaan kedua apa yang harus kulakukan yah? mungkin memotong daging ayam lebih dari satu bagian? baiklah!


Terpotong!


Aku mengarahkan lagi jari telunjukku ke naga itu yang baru bangkit dan langsung terpenggal menjadi tiga bagian. Langsung meledak dengan semburan darah hingga membuat gadis itu harus menjauh dari naga yang di bangkitkan nya. Dia harus di buat dengan kesibukan.


"Sial!! KAMUUU!!!"


Gadis itu segera menyerang ku dengan sangat cepat dari sana dan Akira segera merobek semuanya hanya dengan sekali tebas pedangnya melindungiku.


Akira tiba-tiba sudah nenghilang dari dekatku dalam sekejap dan berada di depan gadis itu.


SING!


Pedangnya mengenai gadis itu dan memotong tangan kanan nya.


"Akghhhh!!!"


Gadis itu berteriak sambil menahan rasa sakit dari tangannya yang putus.


"KURANG AJAR!!!"


Tangan kiri nya yang tersisa kemudian mengambil pedangnya di tangan kanan nya yang sudah putus.


Mereka saling membenturkan pedang itu.


"Irin, apa yang terjadi? apa yang mereka lakukan??"


Aku hanya menjawab "Mereka bertarung"


"Hah? bertarung? secepat itu??"


Mungkin bagi orang biasa, mereka sudah akan terlihat seperti cahaya merah dan hitam yang saling bertabrakan dan berbunyi dua pedang saling berbenturan, tapi aku melihat mereka bergerak dengan jelas. Menangkap semua pergerakan mereka.


Mereka saling memukulkan pedang di arah yang berbeda lebih dari sepuluh kali.


Gadis itu begitu marah dan memukul pedang nya lebih kuat lagi untuk mengenai Akira, namun terkadang meleset dan kena tapi seperti tidak merobek jubah hitam nya.


"KURANG AJAR!! KURANG AJAR!!!


Dalam beberapa saat setelah dia menjaga jarak, tangan kanannya sudah tumbuh kembali utuh dan ingin merobek jarinya lagi?


"Tidak! aku tidak akan membiarkan itu"


"Sihir potongan instan"


Sing!


Warna merah darah bergaris di lengannya yang kiri lagi dan memegang pedang, kemudian tangan kiri nya yang kali ini terputus langsung bersama semua tulangnya dan pedang di tangannya yang jatuh ke tanah.


"SIAL!! KALIAN INI!!"


"ARKGHHHHHHHH!!!!!!"

__ADS_1


Kemudian dia bukan lagi berusaha merobek jarinya, tapi mata nya memerah dan menyala kemudian seluruh tubuhnya tiba-tiba membuat pakaian besi yang melindungi seluruh tubuhnya dari kaki hingga ujung kepala, baju zirah iblis.


Lalu tanduk itu juga ikut berada di sana menjadi seperti zirah khusus iblisnya.


__ADS_2