Her Private Life

Her Private Life
Alshian's Creation


__ADS_3

Topeng terbuka, Fallen yang dalam kecepatannya bergerak maju kembali tepat berhadapan dengan tatapan mata Akira yang terbuka, tanpa perlu hitungan seluruh yang ada di depan rata tak berujung.


BLUSSHHHHH....


Kekuatan yang sangat dahsyat menghancurkan semua apa yang di pandang dalam sekali tatap, selagi pemandangan itu akan tertangkap oleh matanya, maka akan hancur dengan jarak yang tidak terhingga.


Fallen terkena serangan ini dengan sangat dahsyat tubuhnya benar-benar hancur sepenuhnya bersama semua cahaya serangan tatapan merah tersebut.


Dalam sepuluh detik mata nya terus menghancurkan segala nya, sejauh apapun jaraknya itu akan terus hancur sesuai jalur tatapannya.


Detik kesepuluh dia segera memakai kembali topeng untuk menahan semuanya, kota yang penuh silver tadi berkombinasi dengan warna merah dan orange terbakar, yang tersisa hanyalah dataran hangus.


Kekuatan ini sangat besar bahkan baru tiga puluh persen yang terbuka saja sudah sangat sulit untuk mengontrolnya.


Kekuatan mata ini akan terus bertambah kuat setiap detik nya, di segel dan tidak di segel itu akan terus berkembang menjadi kehancuran yang sangat dahsyat.


Pelindung sihir Irin saat menahan cahaya ini dari belakang terus di tingkatkan tanpa batas, seperti cahaya yang terus melindunginya dan tidak terluka namun ada tiga lapisan, lapisan terluar sudah mulai retak tadinya jika itu terus menerus terbuka mungkin akan mengalami keretakan sampai di lapisan pelindung kedua.


Sebuah suara lagi terdengar dari tempat itu, semua segera mengalihkan pandangan dan itu tepat di samping Akira.


Alshian itu muncul lagi entah dari mana asalnya, dia selalu datang secara tiba-tiba tanpa terasa.


"Pertunjukan yang cukup menarik"


"Kamu? datang lagi?"


"Benar...aku selalu menyaksikan ini"


Segera pemuda berambut putih itu menjentikkan jarinya dan Fallen yang tadinya hancur tidak bisa beregenerasi kembali hidup dan terbentuk semula tanpa luka sedikitpun.


Dia segera kacau balau memeriksa tubuhnya dan serangan apa yang mengenai nya tadi sampai dia benar-benar merasa sangat sakit tadinya.


"Aku?? apa yang terjadi barusan?"


Fallen bertanya dengan perasaan campur aduk marah dengan perasaan lain yang tidak bisa di jelaskan


"Kamu kalah"


"Aku kalah? kamu siapa lagi?"


"Tidak perlu kukatakan siapa diriku, beraninya kamu malaikat lemah bertanya dengan tidak sopan padaku!!!"


Hanya dengan kata-kata nya yang tidak senang karena Fallen bertanya dengan nada marah, itu langsung membuat tubuh Fallen hancur kembali di tempat berkeping-keping, lalu dengan kata-kata nya lagi 'kembali' Fallen yang hancur lagi segera hidup utuh lagi tanpa bekas luka apapun.


Namun rasa sakit yang barusan dia alami itu tetap terasa, sangat sakit.


"Sepertinya kamu benar-benar malaikat yang sangat sombong, ya? aku melihat dari sana bahwa kau ingin menggeser posisi Tuhan untukmu? bahkan kamu kalah melawan seorang dewa yang ku segel"


Fallen segera tidak mengerti tentang dewa yang di segel, bahkan dia pasti tidak tahu seperti apa kemampuan Irin yang hanya menonton daritadi disana.


"Kamu itu...sangat lemah!"


Pupil matanya segera mengecil, dia melupakan Akira yang membunuhnya di awal dan ingin menyerang pemuda rambut putih yang berdiri dengan tangan di kantong celananya.


Lebih cepat dari sekejap serangannya di tujukan pada Alshian, namun dirinya yang bergerak hanya membeku disana.


Akira, Irin dan para malaikat yang menyaksikan dari atas terkejut dengan kekuatan orang ini.


Kemudian dia berjalan empat langkah dari jarak Fallen yang membeku tepat di depan Fallen yang membeku dia menunjukkan lagi setetes dari kekuatannya.


"Perhatikan baik-baik! aku akan menyentuhmu satu kali"


Tangannya dengan sarung tangan putih itu menyentuh tangan Fallen dan kemudian dia berkata.


"Baiklah~ aku mengizinkanmu bergerak sekarang"

__ADS_1


Ketika Fallen ingin bergerak, tubuhnya langsung meledak berkeping-keping lagi dan untuk kesekian kalinya dia mengatakan hidup kembali.


Fallen hidup kembali lagi terulang sama seperti sebelumnya, pemuda rambut putih itu menciptakan kursi kayu simpel dalam sekejap dan duduk disana dengan kaki menyilang di atas kaki kiri.


Tepat di hadapannya duduk, Fallen benar-benar ketakutan kekuatan apa yang barusan dia lihat, menghidupkan dan membunuh nya hanya dengan menyentuh ataupun dengan kata-kata.


Ketika dia berusaha keras berdiri, pemuda itu mengeluarkan kata singkat lagi.


...SUJUD!...


Tubuhnya tidak bisa melawan dan segera tersujud ke tanah seperti sebuah gravitasi yang tidak bisa di tahan tarikannya.


Fallen masih ingin bertahan hidup lagi kabur selamanya dari orang mengerikan ini, mentalnya benar-benar jatuh, bahkan dia kalah melawan Akira yang dalam keadaan tersegel tiga puluh persen. Sekarang yang di pedulikan adalah harus lari dengan secepat mungkin ke alam mana saja untuk memindahkan jiwa nya kesana.


Di pandangan orang lain mungkin dia masih disini bersama tubuhnya, namun jiwa dan kesadarannya sudah berada di alam semesta lain dengan tubuh yang sama juga.


Dia menarik nafas nya dengan tergesa-gesa dan panik, orang itu kekuatannya sangat mengerikan, padahal itu hanya bocah tujuh belas tahun dengan pakaian santai penuh warna putih.


"Kenapa kamu begitu tergesa-gesah?"


Segera semua perasaan nya berubah lagi ke dalam jurang tak berujung, dia mengenal suara ini, ini suara anak lelaki tadi.


Dia segera melihat ke depannya anak itu sudah berdiri tepat di depannya entah bagaimana bisa.


Merasa harus melarikan diri lagi, dia memindahkan dirinya ke alam semesta lain lagi untuk terus-menerus bersembunyi.


Namun, pemuda itu terus berada di hadapannya, membuatnya hampir gila dia terus di temukan kemana pun.


Alsian segera menjentikkan kembali jarinya lagi dan seorang pemuda dan malaikat yang melarikan diri kembali bergerak dari diri mereka yang terdiam di tempat awal.


Sekarang jiwa nya terkunci dan tidak bisa melarikan diri lagi ke mana pun.


"Bagaimana kamu bisa terus-menerus seperti itu menemukan ku? siapa kau ini?!!"


Bulu mata putih nya yang melentik mulai berkedip dan segera sebuah pedang menusuk tubuh Fallen dari atas tembus ke bawah.


Ini seperti sebuah mimpi buruk baginya bertemu dengan entitas aneh dengan kekuatan tak terbayangkan.


"Aku melihat semuanya, aku mendengar semuanya tadi, dunia silver dengan struktur yang lebih unggul dari konsep dimensi? ciptaanmu ini...lemah sekali!"


Satu kedipan lagi dari mata nya dan seluruh pemandangan berubah yang tadinya sebuah dunia silver hancur sebagian tiba-tiba berubah menjadi dataran rata tanpa gundukan sedikitpun.


Dataran Hitam seperti kekosongan tanpa alas pijakan, Akira dan Irin pun ikut terdiam melihat apa yang diciptakannya.


Bola-bola cahaya yang sama dengan Hikari Of Light dan tempat yang mirip dengan Curileo.


"Ini? Curileo?? kenapa kita disini?"


Tanya Akira.


"Curileo? bukan...ini bukan Curileo"


"Lalu ini tempat apa?" Irin pun bertanya juga


"Lautan cahaya Hikari, berbeda dengan Curileo, itu adalah sungai tanpa ujung sedangkan disinilah lautan tidak terbatas berisi semua alam semesta"


Fallen yang melihat keberadaan mereka di luar seluruh alam semesta segera gemetar, dia belum pernah melihat seluruh alam semesta dari luarnya.


"Ini bukanlah sepenuhnya ciptaanku"


"Dunia ini, Curileo, Hikari, semua Alam yang ada bukanlah ciptaanku disini mungkin itu adalah ciptaan Tuhan yang semua orang percayai itu"


"Aku hanya menambah ciptaanku di dalam ciptaannya, namun aku hampir bisa melakukan segalanya disini"


"Lagipula Tuhan dan para malaikat itu..."

__ADS_1


"Aku tahu kalian sedang melihatku dari atas sana, karena aku juga bisa melihat kalian dari suatu tempat"


"Tcihihihi...."


"Apa perkataan mu itu?" tanya Akira.


"Bukan apa-apa aku hanya akan sedikit menunjukan seberapa jauh kekuasaan ku meskipun ini hanya setetes dari kekuatan ku"


Kemudian dia berdiri dari kursi nya dan mengangkat Fallen terbang tinggi di hadapannya tepat di wajahnya.


"Kamu..."


"Apakah tadi kamu bertanya kenapa aku bisa menemukanmu secepat itu?"


"Ini lah jawabannya, lihatlah seluruh lautan ini"


"Aku sudah ada di setiap titik sampai sesuatu yang tidak terlihat"


"Ke masa lalu?"


"Ke masa depan?"


"Entah kemanapun kamu lari...kamu masih berada di dalam Curileo itu, dan aku sudah berada di semuanya"


"Bahkan aku melihat dan mendengar semuanya secara bersamaan"


"Alshian...kamu...Dewa apa? kenapa kamu memiliki kekuatan Tuhan seperti itu?"


Irin bertanya.


"Begitukah? karena aku sudah menunjukkan pada mereka yang di atas bagaimana kehadiranku dapat mengubah seluruh alam semesta yang tidak terbatas ini, bagaimana jika sekarang aku menciptakan nya di luar saja Humm?"


"Di luar??"


"Benar sekali...Kalian adalah ciptaan Tuhan, sang pencipta yang maha kuasa di dunia ciptaanya ini, itu berarti kalian ada di dalam cerita ciptaanya"


"Sekarang..."


"Aku akan membuat ciptaanku yang hampir sama dengan ciptaan nya tetapi di luar ceritanya"


"Jika ini di luar ciptaan sang pencipta, maka aku bukanlah bagian yang bisa dia atur sesuka hatinya, bahkan di dalam semua ciptaannya ini, dia tidak bisa mengaturku"


Para malaikat yang menyaksikan pemuda ini segera bergetar mendengar kata-kata dari nya, dia menciptakan banyak alam semesta baru yang tidak terhingga, terlebih lagi dia memiliki kekuatan Tuhan, para malaikat tidak pernah melihat keberadaan sekuat ini.


...TASK!...


Dia menjentikkan jarinya lagi dan terciptalah lautan yang sama seperti tadi, penglihatan para malaikat segera kabur dan terputus, itu karena dari seluruh alam semesta ciptaan Tuhan, Alshian telah membawa Irin, Akira, dan Fallen itu ke dunia ciptaannya di luar aturan sang pencipta.


"Tempat ini? masih sama seperti yang tadi, namun seperti terasa berbeda" kata Irin.


"Benar, sekarang di seluruh lautan tanpa batas ini, Dunia, Cerita, dan Mahluk-mahluk itu..."


"Sekarang adalah ciptaan ku"


"Kendali penuh ada pada diriku"


"Tidak ada keterbatasan untukku disini"


"Jika aku hanya bisa melakukan sembilan dari sepuluh di dalam dunia tadi, maka disini aku bisa segalanya"


"Kemahakuasaan..."


"Kemahatahuanku..."


"Ataupun diriku yang Maha hadir di segala ciptaanku juga"

__ADS_1


"Disini bukan Tuhan yang mengatur jalan cerita kalian, ataupun takdir. Melainkan akulah yang mengaturnya"


Irin dan Akira terdiam lama dengan keringat yang hampir menetes di wajah mereka. Sebuah kekuatan yang luar biasa tidak bisa di sebut sihir jika seperti ini.


__ADS_2