Her Private Life

Her Private Life
Skipping school


__ADS_3

Sebelum terlelap dalam tidurnya Irin sempat memikirkan soal apa-apaan dengan lapisan dunia ini, kenapa dunia ini terus berlapis-lapis ke atas bagaiak tangga.


Pikiran lainnya adalah jika setiap dunia itu terus bertingkat bagaikan tangga, sampai berapakah jumlah anak tangga itu? entah lah tidak ada yang tahu soal itu.


Keesokan pagi nya Irin masih tertidur pulas di tempat tidurnya, tanpa dia sadari seben dia sudah telat berangkat ke sekolah.


Segera alarm yang terus berbunyi di matikannya, dia segera bangun dengan rambut yang acak-acakan seperti orang gila di jalanan.


Melihat cermin dalam beberapa detik dan menatap dirinya sendiri.


Ini biasanya menjadi hal-hal yang dia lakukan, seperti seseorang yang bangun tidur dan berjalan di alam bawah sadar nya. Yang di lakukannya hanyalah diam dan menatap cermin, seperti seseorang yang sedang mengumpul nyawa dan keberanian untuk mandi.


Benar, mandi pagi itu adalah hal yang terkadang sedikit menyeramkan baginya, itu sangat dingin. Terkecuali harus menggunakan sihirnya mengubah air tersebut menjadi panas dalam setengah menit.


Memanaskan air adalah kegiatan sehari-harinya sebelum mandi, kamar mandi ini juga sangat nyaman di penuhi dengan fasilitas yang luar biasa. Berendam di air hangat nya membuatnya malas dan seperti tidak ingin beranjak keluar dari sana. Tanpa dia sadari, mungkin Cian sedang berada di liar pintunya untuk mengunjungi nya lagi.


"Tok~tok~tok..."


Karena bosan dan terlalu merasa kakinya pegal berdiri di luar, Cian segera masuk langsung, sebenarnya Irin membiarkan nya masuk tanpa perlu ketuk. Karena secara alami mereka berdua adalah sesama wanita.


Hal ini akan di kecualikan bagi Akira. Dia adalah seorang lelaki, sangat tidak sopan jika masuk ke ruangan wanita tanpa mengetuk dulu.


Cian memanggil-manggil Irin saat berkeliling. Setalah tidak menemukannya, dia segera mendengar musik, sepertinya itu mirip dengan musik pop Korea yang berasal dari dalam kamar mandi. kemudian dia segera membuka dengan sangat cepat seperti orang yang tidak tahu diri, Irin segera terkejut.


Irin: "Heh? apa-apaan kamu ini? kalau masuk harusnya memanggilku atau mengetuk dulu!"


( ⁄>⁄-⁄<⁄ )


Cian: "Agghh~ bukannya kamu bilang jika tanpa ada respon Langsung masuk saja? kamu pernah bilang seperti itu lho."


Irin: "Iya!! tapi tidak juga menerobos saat seseorang sedang mandi!"


Cian: "Ahh, tenanglah kamu harusnya bersyukur hanya kita berdua yang berada disini girl and girl, Jahahahaha"


Tiba-tiba terdengar suara satu orang lagi yang masuk ke dalam, karena Cian yang berada di kamar mandi tidak menutup pintu setelah masuk.


Akira: "Hahh, Selamat sore~"


Cian: " (*_*)

__ADS_1


Irin: " (*_*)


Ketika Akira membuka matanya ternyata dia salah memasuki ruangan, dia mengira segera masuk ke bagian dapur. Dia berpikir mungkin kedua temannya ada disana, meskipun Irin bisa melakukan sihir-sihir dalam menduplikasi kan makanan, tetapi dia terkadang mulau menjadi suka dengan melakukan semuanya secara manual.


Disisi lain adalah Cian yang mulai memiliki kemampuan-kemampuan ini hanya dengan melihatnya, dia dapat menirunya. Tetapi dia hanya boleh menggunakan kemampuannya hanya saat berada dekat Irin dan Akira saja.


Karena umumnya, Akira dan Irin tahu dimana saja situasi yang cocok untuk mengeluarkan sihir tanpa dilihat oleh orang lain.


Akira: "Ehhh??? ehhh??? Eeeeee¿¿"


Segeralah Benda-benda yang tergantung di bagian lemari segera terbang melayang padanya. Sikat gigi, odol, shampo, sabun, dan banyak lagi. Membuat bengkak. beberapa menit kemudian.


Irin yang memandang marah tanpa berkata apa-apa dengan kedua tangannya di lipat di dadanya, dan disampingnya adalah Cian yang tidak tau harus berbuat apa.


Irin: "Kamu!! kenapa tidak mengetuk dulu sebelum masuk!!"


Akira: "Ahh, aku sepertinya tadi melihat pintu utama yang terbuka dari koridor jadi aku segera masuk, dan mengira kalian berdua ada di belakang, Hehehe."


Irin: "Hah? sungguh menjengkelkan!!"


Irin sungguh marah dengan lucu dan selalu di permalukan oleh Akira, untung saja dia sedang berendam. Jadi Akira tidak bisa melihat semuanya, lagipula jika pun itu adalah kemampuan penglihatan tembus pandang, dia dapat memblokir nya.


Cian: "Yah, maaf...kalau begitu ehehehe"


Irin: "Untung saja suasana hatiku hari ini tidak terlalu buruk, jika saja itu buruk mungkin kalian akan..."


Kemudian Cian dan Akira bertanya secara bersamaan... "Akan apa?"


Irin: "Yah, aku akan mengikat tubuh kalian berdua dengan tali sekuat mungkin..., lalu aku akan memindahkan kalian ke puncak gunung berapi, dan menjatuhkan kalian sampai tenggelam di dalam lava."


Akira: "Benarkah?"


Irin: "Hah, benar!"


Akira: "Ngomong-ngomong ada sebuah TV yang cukup besar disini, sepertinya menarik...Aku akan menggunakan ini untuk bermain video game"


Cian: "Lalu?"


Akira: "Yah, tentu saja ku gunakan untuk bermain, dengan begitu aku akan rutin datang kesini untuk bermain setiap hari."

__ADS_1


Cian: "Hooh? lalu? kenapa kalian berdua tidak datang ke sekolah hari ini? kalian seperti kompak tidak datang secara bersamaan!"


Cian mengatakan nada nya dengan cukup kesal, karena ancaman terbesarnya adalah tidak adanya Irin di sebelahnya apalagi itu adalah ujian sekolah. Sepertinya satu atau dua mata pelajarannya mungkin akan buruk.


Irin: "Apaa? tidak datang ke sekolah? bukannya ini masih pagi? jangan bercanda!"


Irin segera melihat ke arah jarum jam yang menunjukan bahwa itu sebenarnya sudah pukul empat sore, dan alarm yang berbunyi sebenarnya bukan alarm pagi. Itu adalah alarm yang di setel nya untuk membangunkannya jika dia tertidur terlalu lama di siang hari.


Irin: "Gawat...aku ketinggalan dua ujian pelajaran! apa yang harus ku lakukan?"


Cian: "Tentu saja kamu perlu mengikuti gelombang kedua, yang berarti itu adalah ujian ulang, tetapi hanya mengerjakan ujian yang tidak diikuti"


Irin: "huhhh, syukurlah" sambil membuang napas lega. Sebenarnya Irin bisa saja panik karena sejak kelas satu dia selalu mengikuti pelajar dan ujian dengan baik, tanpa ketinggalan satupun mata pelajaran.


Cian: "Dan kamu? darimana saja kamu? kamu seperti seseorang yang sedang menahan sakit"


Akira: "iya, aku sedikit flu tadi malam, karena itu aku tidak enak untuk ke sekolah mungkin orang-orang akan menjauhiku karena takut tertular."


Cian: "Bagaimana dengan nona yang satu ini? ini pertama kalinya dalam sejarah kamu tidak datang ke sekolah, sungguh mengejutkan!"


Irin: "Aku sedikit tidak enak badan, dan membaca buku hingga tertidur larut malam. Dan hasilnya adalah seperti ini, aku bangun telat."


Sepertinya kedua nya berbohong soal sakit, sebenarnya mereka berdua tidak sakit, namun keduanya tidak pernah menyadari bahwa tubuh mereka sebenarnya tidak perlu tidur, bahkan tidak butuh makan. Namun ini hanyalah bawaan hidup sebagai manusia normal dengan kehidupan yang di hiasi sihir.


Cian: "Akiraa! bagaiamana soal lanjutan lama nya? kau sudah berjanji akan menunjukkan lebih banyak sihir untuk di ajari padaku!"


Akari: "Ajari? aku tidak melihat niat belajar darimu! kamu hanya melihat dan meniru nya secara instan saja!, itu kemampuan yang terlalu instan tanpa usaha!!"


Cian: "Ahh? jadi kamu melanggar janjimu? benar-benar payah, hmmm aku tidak akan menaruh harapan ku lagi padamu!"


*dengan wajah meraju.


Irin: "Sepertinya aku pun beberapa sihir yang mungkin bisa kuperlihat kan"


Cian: "benarkah?"


Irin: "Iya, benar"


Cian langsung bersenang hati dengan mata yang berbinar-binar. Tidak ada yang menyangka bahwa dia bisa setenang ini dalam belajar sihir.

__ADS_1


Bahkan sangat bersemangat yang awalnya dia ketakutan dan tidak percaya bahwa sihir itu ada. Dia lebih percaya semuanya hanyalah donggeng, namun kini semuanya berubah ketika Irin dan Akira yang merupakan pengguna sihir hadir dalam hidupnya.


__ADS_2