
Keduanya merasa ada sesuatu yang aneh dengan bunyi barusan, dan dimana suara-suara dari luar? mereka bahkan tidak mendengar suara mobi di jalan raya meskipun rumah ini berada di suatu kompleks juga. Tidak ada suara anjing tetangga yang menggonggong, bahkan tidak ada suara satupun, sangat hening.
Keheningan yang tiba-tiba setelah suara dan kegelapan yang aneh, lagipula suasana di luar dari dalam seperti habis terjadi sesuatu namun hanya dengan suara blitz yang aneh.
Akira segera melangkah ke pintu di dekat mereka dan memegang gagangnya, saat dia membuka dengan segera, mereka berdua terkejut ini bukan lagi berada di kompleks rumah.
Tidak ada jalan kompleks, tidak ada rumah tetangga ataupun itu yang ada hanya pintu itu menunjukan ruangan lain yang sangat mirip dengan kamarnya tetapi sedikit berbeda, dan di ruangan itu ada pintu lagi ke ruangan yang sama seperti di ruang tamu.
"Apa ini??!!"
"Seseorang menjebak kita sepertinya"
Mereka segera memasuki semua ruang-ruang itu, namun hanya tembus menembus ke ruangan lain yang sama dari ruang tamu menembus ke kamar mandi kemudian menembus lagi ke kamarnya, struktur ruang yang tidak terduga.
Seperti sebuah labirin, tetapi ruangan ini terus menerus saling terhubung secara acak, bahkan ketika mereka mencoba untuk naik ke lantai dua dan membedakan semuanya, tangga tidak menuju ke lantai dua yang seharusnya, adanya hanya lantai dua yang sama persis dengan ruang bawah.
Sampai kapanpun mereka menelusuri seluruh ruang, mereka akan tetap kembali ke tempat semula dan itu sia-sia.
"Akira!, lakukanlah susuatu dengan mengeluarkan kita dari sini secara paksa!"
"Akan kucoba"
Kemudian dia mencengkeram tangannya dengan kekuatan untuk menghancurkan ruangan ini.
Dengan segera kekuatan yang dia kerahkan membuat retak seluruh ruangan ini dan hancur terbelah-belah.
Yang mengejutkan mereka lagi, setelah seluruh ruangan aneh yang terus menerus saling terhubung di hancurkan, di luar terlihat sebuah bangunan-bangunan tinggi menjulang ke langit.
Mereka tepat berada di sebuah kota yang entah darimana asalnya dan belum pernah mereka lihat, langitnya terbagi antara dua bagian siang hari dan malam hari.
Seluruh bangunan berwarna silver, bahkan jalan dan tanah yang mereka pijaki adalah warna silver namun bukan berarti harus semuanya silver, itu akan berkombinasi dengan hitam, putih, dan abu-abu atau warna yang hampir searah dengan silver.
"Dimana kita?"
..."Kota silver"...
"Hah? siapa?" Irin dan Akira bertanya sambil melihat ke sekeliling gedung-gedung itu yang tidak tahu dari mana asal suaranya.
__ADS_1
Setiap kali mereka mengalihkan pandangan, titik-titik setiap gedung dalam sekejap saling bertukar posisi dan sangat aneh.
"Apa-apaan ini? sangat aneh!" Akira sedikit merasa ribet dengan hal-hal di tempat ini, bidang-bidang yang saling hilang dan muncul dalam sekejap ketika mereka tidak melihat ke pandangan lain.
"Inilah kota silver, hahahaha...."
"Kamu? darimana itu? tunjukan dirimu!"
Kemudian insting Irin melacak sesaat dimana posisi titik awal orang itu, sangat sulit melacaknya, Irin hanya berhasil melakukannya dalam 0,5 detik.
Harusnya tidak ada yang bisa merasakan posisi orang ini, ini adalah sebuah dunia ciptaan seseorang untuk menjebak mereka.
Irin memberi tahu pada Akira lewat telepati untuk memberi tahu posisi orang itu, keduanya segera mengarahkan pandangan pada gedung setinggi seribu meter tersebut, Akira juga akhirnya sadar.
Dari tempat mereka berdiri daritadi tanpa bergerak, gedung-gedung lain memang berpindah tanpa sepengetahuan mereka, namun hanya gedung setinggi seribu meter itu yang tetap ada dan tidak berpindah, berjarak enam ratus meter dari titik mereka berdiri.
Keduanya melihat ke puncak gedung itu, dan melihat sosok berdiri di atasnya dengan empat sayap membelakangi cahaya.
"Hahahaha, akhirnya kalian bisa menyadari ku disini, cukup mengagumkan"
"Aku?"
Sangat cepat! orang itu sudah di belakangnya, kedua nya tidak bisa merespon dengan sosoknya.
Ketika keduanya akan berbalik, dengan sangat cepat kata-katanya dan gerakannya melebihi mereka berdua.
"Aku adala-"
PSIINGHHHHHH...
Belum sempat berbalik keduanya segera terlempar jauh ke gedung-gedung hingga menghancurkan gedung yang tinggi nya tiga ratus meter.
Keduanya terluka parah, namun regenerasi mereka cukup cepat dalam sekejap, mereka terhempas ke arah yang berbeda.
Ketika keduanya melihat dengan jelas sosok yang berdiri dengan empat sayap berdiri dari tempat mereka tadi, Akira langsung kaget bahwa itu adalah Falen malaikat yang sebelumnya.
"Kamu!! Malaikat itu?!"
__ADS_1
"Benar, kamu akhirnya melihat wujud asliku, sebelumnya aku membiarkan avatarku kalah di dunia kalian itu!"
Falen berbicara banyak lagi di pertemuan kedua ini dan akan mulai memainkan permainan kedua di dunia ciptaan nya sendiri.
Dunia nya sangat aneh dan bahkan membuat orang melihatnya saja sudah akan pusing.
"Apa-apaan dengan ruangan-ruangan ini? kota ini? lalu suara awal dan bayangan, apa-apaan itu?" Tanya Irin.
"Aku sudah mengumpulkan kekuatanku untuk melawan kalian, aku menculik kalian dari dunia manusia itu dan membawa kalian ke dunia ku, dunia kota silver! hahaha"
Dunia itu dia jelaskan sangat berbeda dengan dunia lain, tidak ada konsep waktu disini, mereka bebas bergerak kemana saja tetapi hanya di dalam dunia ini. Dia hanya terus tertawa dengan tawa jahat dan bangga.
Kali ini dia yakin dengan wujud aslinya akan membunuh kedua nya dan mengambil semua mata yang mereka miliki.
Irin segera mengaktifkan sihir untuk melindungi dirinya dan Akira seperti BUFF yang meningkat kan sihir-sihir mereka menjadi lebih kuat dan membuat seperti sebuah lapisan cahaya biru.
Fallen segera akan menyerang Irin lebih dulu, dia merasa bahwa Irin sangat merepotkan seperti mendistorsi kekuatan serangannya sebelumnya, jadi dia harus segera membunuh Irin terlebih dahulu.
Serangan secepat kilat di luncurkan dengan menyerang Airin terlebih dahulu dan Irin masih bisa merespon untuk menangkis, kekuatan menyerang nya cukup kuat. Falen ini lebih kuat dari sebelumnya, bahkan sepertinya dia tidak serius.
Fallen menggunakan wujud aslinya di dunia ciptaannya kali ini dan tidak menggunakan semua kekuatan penuhnya untuk menyerang.
Akira melindungi Irin dengan cepat untuk menyerang Fallen, Fallen sangat kuat untuk menangkis serangan mereka berdua secara bersamaan, Irin akan mulai menggunakan sihir-sihir tingkat tinggi seperti yang ada di dalam ingatan Yuna, mungkin waktu yang tepat untuk mencobanya.
Irin mulai mengeluarkan sabit yang sama seperti punya Cian, sebenarnya ini adalah sabit pencabut nyawa yang sama yang bisa di di gunakan mereka berdua namun tidak bisa di pakai dalam waktu yang bersamaan, meskipun bisa di panggi dimanapun itu, itu akan kacau bila di panggil oleh dua orang secara bersamaan.
Kali ini Cian tidak bertarung dengan siapa-siapa dan sedang baik-baik saja, sabit ini keluar berputar-putar dari jari Irin, sama seperti bagaimana cara Cian menggunakan senjata ini. dari sekecil panjang pulpen hinnga terputar menjadi senjata dalam kurang dari dua detik.
Akira belum mengeluarkan senjata apa-apa, karena dia masih merasa bisa melawan dengan tangannya sendiri.
Mencoba menyerap kekuatan Fallen, sangat sulit sepertinya, mereka terus saling mendaratkan pukulan yang keras, meskipun satu pukulan mereka menyebabkan kehancuran setengah kota ini, bangunannya seluruh nya akan utuh kembali dalam beberapa detik.
Fallen masih menyerang Akira saat ini, pertarungan yang sampai membelah langit-langit, tidak sulit baginya untuk menyerang keduanya, karena ini adalah dunia nya maka dia memiliki kendali penuh atas yang dia mau disini.
Sebab dan akibat berada pada kendali penuhnya di dunianya sendiri, jadi dia harus bermain-main sedikit lebih lama dari sebelumnya.
Kemungkinan Akira dan Irin menang mungkin masih ada.
__ADS_1