Her Private Life

Her Private Life
Bullying


__ADS_3

Di sisi lain, di negeri dongeng, Asuka sedang merawat gadis kecil itu, setelah tertidur cukup lama.


Gadis kecil itu terbangun beberapa waktu yang lalu, kemudian bertanya.


"Dimanakah aku? dimana ini?"


kata gadis kecil itu.


Dia terbangun di sebuah kamar tidur yang agak mewah, namun ketika dia melihat di sampingnya ada seorang wanita berambut abu-abu yang duduk dan memandang nya.


"Jadi, kamu sudah bangun? apakah kamu baik-baik saja?" tanya Asuka.


"Sepertinya, aku merasa seperti tiba-tiba tertidur"


"Bukankah aku sebelumnya berada di pusat kota?"


"Tunggu...kenapa aku disini?"


"Kami di serang oleh penyihir jahat lho"


kata Asuka.


"Hah? aku? di serang penyihir jahat?"


"Benar! aku harusnya sudah menyadari itu sejak berada di kota, ketika seorang penyihir jahat berubah menjadi roh dan mengambil alih tubuhmu"


"Aku takut, dimanakah roh jahat itu?"


"Dia sudah melarikan diri" kata Asuka.


Dia mencoba menenangkan gadis kecil ini dan menghiburnya agar dia merasa tenang, kemudian dia belum tau siapa nama gadis ini, apakah Caillian Lloyd? jika bukan, maka Caillian adalah nama palsu dari orang jahat itu.


"Bolehkah kakak tahu siapa namamu?"


"Aku? emm, Gina"


"Hanya Gina? tidak adakah kepanjangan dari namamu atau nama keluarga dan semacamnya?"


"Ada, Gina Lloyd"


Jadi benar, sesuai dugaan Asuka, anak ini adalah salah satu bagian keturunan Lloyd, terlihat dari warna rambutnya, tetapi bukan keturunan murni, ini adalah rambut abu-abu pujat bercampur perak.


"Apakah kamu ketakutan? atau kamu mau pulang kembali ke tempat asalmu?"


"Emm, tidak mau!"

__ADS_1


"Kenapa tidak mau?!"


"Disana membosankan! anak-anak lain tidak mau bermain dan berbicara denganku"


"Begitu yah? bagaimana jika kamu tinggal bersama kakak disini? kamu bisa tinggal selama yang kamu mau"


"Benarkah? lalu siapa nama kakak?"


"Asuka Lloyd"


"Terima kasih kakak Asuka!"


Dia berbicara dengan riang gembira sambil segera memeluk Asuka, Asuka merasa senang jika bisa merawat gadis itu seperti anak nya sendiri, lagipula anak ini sudah kehilangan kedua orang tuanya sejak kecil, tidak memiliki teman, dan hidup membosankan di panti asuhan.


Dia juga kurang yakin, jika Gina ini di rawat dengan baik disana, apakah makanan di sana baik-baik saja? apakah bukan makanan yang basi? daripada berpikiran seperti itu dan membiarkan Gina kembali ke sana, lebih baik dia merawatnya sendiri, lagipula disini dia menyediakan banyak hal yang lebih baik daripada panti asuhan.


Asuka akan memberikan Gina hak penuh untuk berjalan-jalan di seluruh rumah, makan apapun yang dia mau, bermain dan berbicara dengan siapapun, entah itu adalah penjaga rumah.


Singkatnya ini adalah rumah yang terlihat seperti istana, namun itu adalah rumah dengan banyak penjaga nya. Rumah dimana dia hidup di dunia lain untuk menyegel saudaranya dan satu penjahat lagi.


Kemudian Asuka mengajak Gina berkeliling lagi ke bagian bawah tanah rumah besar ini, dimana disana para penjaga sedang membersihkan kembali kekacauan, dan beberapa lainnya memulihkan kembali tembok-tembok rusak dengan sihir mereka.


Asuka tidak mengerti, dua gadis itu bahkan tidak mencuri semua senjata-senjata magis ini, senjata-senjata ini adalah senjata kuat incaran orang lain, petarung, pangeran, kesatria, atau apapun itu, mereka semua mengincar pedang ini, pedang yang tidak kecil dan tidak besar, namun terlihat sangat kuat bagaikan bisa membelah lapisan-lapisan tembok hanya dalam sekali tebas.


"Huffht...senjata-senjata ini semuanya masih ada disini? sepertinya dua orang itu tidak tahu sekuat apakah senjata-senjata disini"


Semua senjata-senjata yang ada di letakan kembali ke dalam tempat kaca penyimpanan mereka, kaca ini sangat keras sehingga tidak bisa di pecahkan hanya dengan memukulnya atau melemparnya.


Namun, Irin terus berada di pikiran nya, yang menarik keluar senjata itu dengan tembus pandang di tubuhnya, dia menembus materi kaca yang begitu kuat di lapisi sihir hanya dengan tangannya yang menembus masuk bagaikan menembus dinding air dan mengeluarkan senjata di dalam secara sempurna tanpa menghancurkan kaca nya.


Dia harus waspada jika kedua orang ini datang lagi, mungkin dia harus mengeluarkan tingkat keempat dari senjata sihir nya, yang merupakan bagian terakhir, karena bagian ketiga sebenarnya hanya satu teknik, namun di kombinasikan dengan teknik lain, sehingga ada teknik yang lebih menarik.


Setelah lama melihat-lihat seluruh tempat, yang terutama dia lihat adalah kristal segel, disana harusnya masih tersisa dua kristal lagi, dan syukurnya dua kristal masih ada, karena kristal ketiga telah pecah dan melarikan diri.


Asuka yang terdiam lama dalam pikirannya tiba-tiba di tanyai oleh Gina dan membuatnya kembali untuk tidak melamun.


"Kak Asuka, apakah kamu seorang penyihir juga?"


"Penyihir? kurasa begitu, namun aku bukanlah penyihir jahat seperti yang lainnya, aku akan menggunakan kemampuan ku untuk membantu orang lain, melindungi sesuatu"


"Jadi begitu? bisakah suatu saat nanti aku menjadi seorang ahli sihir yang hebat?"


"Tentu bisa, kamu suatu saat nanti pasti bisa sepertiku"


Sambil tersenyum memegang kepala Gina.

__ADS_1


Di waktu yang berbeda, Akira kembali ke kelas, begitupun Isami, Akira terkadang sangat lama dalam waktu menuju ke kelas, itu karena dia di hadang oleh sekelompok wanita dari beberapa kelas untuk berfoto, sedangkan Isami hanya berjalan sendirian menuji ke kelas, namun biasanya berkeliling-keliling area sekolah untuk mempelajari semua fungsi yang ada di sekolah ini


Namun ketika Akira berjalan di koridor sekolah yang begitu sepi, beberapa anak lelaki sedang duduk dan bersandar di tembok sana, memenuhi bagian koridor yang sangat panjang.


Dia tidak tahu kenapa semua anak lelaki ini menatapnya dengan raut wajah yang aneh, ada sekitar sepuluh anak lelaki disana memenuhi jalan koridor di bagian kanan dan kiri.


Akira memutuskan untuk segera melewati mereka tanpa melihat wajah mereka, bahkan tidak tersenyum sekalipun.


Namun, ketika dia sudah berada di tengah jalan, sebuah tangan menariknya ke belakang dan langsung memukuli wajahnya, dia sempat melihat antara semua anak ini siapa yang memukulinya. Akira tidak terjatuh, namun bertahan dari pukulan ini, kemudian dia bertanya pada seseorang yang memukulinya yang berpura-pura tidak tahu apa-apa.


"Kamu! apa maksudmu memukulku tiba-tiba begitu?!"


"Hah? jadi kamu tau? lalu kenapa? apakah kamu keberatan?"


"Hei, hei, hei...jadi ini lelaki tampan yang di idolakan oleh banyak wanita sekolah? aku cukup tidak senang melihatnya!"


Kata anak yang satu nya lagi.


"Ahh benar! aku keberatan dengan yang tadi"


Kemudian semuanya terdiam sesaat, sampai yang ketiga datang dari belakang dan langsung memukul wajahnya hingga terjatuh ke tanah.


BUKK!


Akira terjatuh ke tanah, sepertinya dia sudah tahu bahwa sepuluh orang ini semuanya akan memukulinya, ini adalah sebuah pembullyan.


Wajahnya memerah terkena satu pukulan itu, sepuluh anak ini adalah anak dengan tubuh yang sama dengannya, tidak terlalu besar dan tidak kecil itu adalah tubuh remaja SMA pada umunya, namun satu pukulan antara mereka sudah sangat sakit.


Dia baru mau bangun dari tempat nya terjatuh, dan segera sebuah sepatu mengarah pada wajahnya dan menendangnya lagi.


BUK!


Dia tidak terjatuh dan masih menahan tendangan yang mengarah ke wajahnya ini lagi, dan serentak dari dua serangan awal, sepuluh anak ini langsung memukulnya di waktu yang bersamaan, total sekitar seratus pukulan lebih di berikan padanya, hingga wajahnya bonyok, bahkan ada yang membawa sepasang knuckle besi untuk menghantam nya hingga babak belur.


Setelah semua pukulan di berikan padanya, yang paling pertama sekali adalah anak bernama Kenny mulai berbicara lagi...


"Berikan semua uang mu jika kamu ingin pukulan kami berhenti!"


"Berhenti? pikirmu aku akan memberikannya semudah itu? aku akan melaporkan kalian semua pada guru sebagai pembullyan!!"


Kemudian semua tertawa pada omongannya, Kenny segera menarik kerah lehernya dan berkata...


"Kamu? melaporkan pada guru? apakah kamu berpikir akan baik-baik saja??"


Beberapa siswa laki-laki lain mungkin lewat dan melihat Akira yang di keroyok seperti itu, mereka ingin membantu, namun tentu saja tidak bisa, mereka akan kena imbasnya juga di keroyok sama seperti Akira hanya karena melakukan perlawanan.

__ADS_1


Beberapa anak yang melihat dan lewat cukup kagum karena Akira yang berani melawan, anak ini luar biasa! dia bahkan berani menentang sepuluh orang sekaligus.


Jika anak yang lain membantu, mungkin mereka akan di ancam di keroyok lagi di luar sekolah dengan lebih kejam, maka dari itu tidak ada yang pernah berani melaporkan atau melawan kenny dan teman-temannya.


__ADS_2