
Isami mengaktifkan pelindung sihir lima lapisan, namun lapisan pertama dan kedua segera hancur dengan sangat cepat.
Dia mencoba memulihkan kembali semua perlindungan sihirnya dari efek kehancuran mata ini, meretakkan dan merobek benda-benda yang di tatap nya.
"Jadi begitu? apa yang dia tatap akan hancur"
Isami mulai bergerak lagi dan berniat untuk menancapkan pedangnya ke dalam mata Akira.
Gerakannya sangat cepat berpindah kebelakang Akira, Akira sedikit merespon dan berbalik hingga tatapannya membuat Isami yang berpindah kembali terlempar menjauh darinya.
Isami mulai semakin emosi dan akan membuat gerakannya sedikit lebih cepat, kali ini dia tidak bergerak dengan kecepatan cahaya, kali ini sepertinya seratus kali lipat lebih cepat dari kecepatan cahaya.
Akira tidak hanya akan berdiri dan menatap saja disana, karena ini tidak akan berhenti jika dia tidak bertindak, efek mata nya yang tersegel tidak bisa terlalu lama terbuka. Jika terlalu lama melebihi satu jam mungkin efeknya akan mengenai dirinya dengan rasa terbakar yang perih di matanya.
"Aku harus menyelesaikan ini secepatnya!"
Dia mulai melangkah menciptakan pedang baru yang seperti tadi, namun lebih kuat dari yang tadi.
Pedang merah dan silver kembali bertabrakan dengan kehancuran yang lebih kuat dan lebih cepat, serangan pedang Isami yang meleset bahkan membelah tanah dan semua yang di lewati serangan itu hingga ratusan kilometer.
Hanya dengan gerakan mereka membuat angin tersapu hingga kaca-kaca bangunan di sekitar berpecahan.
Pertarungan berlangsung sengit, namun yang tidak di harapkan adalah mata nya yang mulai hampir mencapai batasannya, dia segera mengembalikan keadaan mata nya dengan mata normal, jika tidak, konsekuensi seperti yang di katakan Alshian itu akan mengenai dirinya.
Eyes of disaster telah di nonaktifkan sehingga kehancurannya lebih lemah dari pada yang barusan berlangsung, dia kembali harus memanfaatkan semua serangan dengan benar, tetapi hal yang tidak di harapkan nya adalah tebasan Isami yang sangat cepat berhasil mengenai kepala nya, Kepala Akira terputus dari tubuhnya.
Bahkan serangan Isami sampai mengabaikan regenerasi nya, hingga Akira mati.
"Aaa...Aku...m-"
"Benar! selamat tinggal Akira!"
Isami menancapkan pedangnya hingga masuk ke dalam mata Akira. Kemudian dia membalikkan pandangan nya pada Cian.
"Kamu!! keterlaluan!!"
Cian benar-benar sangat marah hingga dia mulai harus bertindak, dia benar-benar tidak percaya Akira mati dengan keadaan seperti itu.
Jari-jari nya mulai berputar dan menciptakan sebuah sabit pencabut nyawa dalam tujuh putaran mulai dari tidak ada menjadi ada.
__ADS_1
"Hoh? rupanya kamu memiliki sihir juga? ternyata perkiraan ku benar! kalian berdua juga memiliki kemampuan sihir yang hebat!!"
"Jangan berpikir kamu bisa selamat dari perbuatanmu!",
Cian segera bergerak hingga dengan cepat ingin mendaratkan sabit nya ke leher Isami. Namun itu masih terlalu lambat bagi nya, dia tidak lebih bergerak sama seperti Akira di awal
Serangannya di tangis oleh pedang Isami yang membuatnya terlempar lagi, Namun, Akira menyaksikan semua ini pertarungan setelah dirinya, kini Isami melawan Cian. Dia tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya melayang.
"Aku? kenapa aku!!???"
Kemudian dia melihat mayat nya yang kepala nya terputus dari tubuhnya dengan banyak luka dan mata nya sebelah yang hancur dengan tusukan pedang.
"Aku? mati!!?? sialan!"
"Ya, benar kamu memang mati, tapi jiwa mu tidak"
"Kamu?? lagi?!!"
Kemudian suara yang dia kenali mulai menciptakan wujud dalam sekejap, namun Cian dan Isami yang bertarung tidak dapat melihat dengan siapa Akira berinteraksi. Ini seperti roh dan roh yang sedang berbicara.
"Kenapa kamu membiarkan ku mati!!! jika bukan karena segel yang kamu berikan ini aku tidak akan mati!!!"
"Tenangkan dulu dirimu, kamu soalnya memang lemah untuk tidak bisa menahan kekuatan sebesar itu"
"Kamu terlalu banyak bicara, aku sudah membantumu untuk menahan efek kehancuran Eyes of disaster itu, namun kamu tetap menyalahkan ku"
"Sialan!"
Akira mulai sangat emosi hinnga segel nya mulai lepas dari satu per empat menjadi dua per empat. Alshian terkejut emosi nya berhasil membuka segelnya, dia berniat untuk menyegelnya kembali. Namun, biarkan saja ini terjadi, dia ingin menyaksikan lebih lama lagi.
"Kamu berhasil membuka segel kedua ku! cukup bagus, bagaimana jika kamu membuat perjanjian lagi denganku?"
"Perjanjian bodoh apalagi yang akan kau tawarkan padaku??!!"
"Kali ini mungkin berbeda, aku akan membuka tiga dari empat keseluruhan segel mu, namun kamu harus menuruti semua peraturannya"
"Jika untuk membuka segel ku, mungkin aku akan bersedia...cepat katakan!"
Alshian itu mulai memberikan sebuah topeng putih polos padanya, putih dan polos tidak ada apa-apanya, bahkan tidak ada rongga untuk hidup bernapas dan tidak ada lubang mata untuk topeng itu.
__ADS_1
"apa ini?" tanya Akira dengan topeng polos itu.
"Sebuah topeng, kekuatanmu akan terbuka hampir sepenuhnya namun inilah topeng untuk menahan kehancurannya, kamu harus berusaha menahan nya sebaik mungkin"
Alshian memberikan topeng itu pada Akira dan mulai akan membangkitkan kembali Akira.
Cian sudah mulai kehabisan tenaganya untuk terus menahan serangan yang begitu cepat. Tubuhnya juga mulai terluka. Dia berpikir tidak apa jika dia mati bersama Akira disini, setidaknya dia sudah berusaha.
Namun ketika Isami baru mulai akan bergerak membunuh Cian, suara Akira datang entah darimana asalnya. Dia kaget dengan suara itu dan segera melihat ke arah mayat Akira. Mayatnya menghilang tanpa jejak darah sedikit pun.
"A**ku ingatkan...jangan berani melangkah sedikit pun dari tempat mu"
"Tcaah? kamu?"
Kakinya bergerak sedikit hingga membuat nya tersambar dengan pedang yang sangat cepat dan membuatnya terluka.
"Bagaimana bisa?? aku sudah membunuhmu?!"
"Ahh aku tidak perlu menjawabnya, lagipula Alshian, kali ini aku berterima kasih padamu"
Alsian yang berada di kursinya entah dimana keberadaannya duduk dan senyum sambil menyaksikan semuanya.
"Alshian?? siapa itu!!!??"
Akira tidak menjawab dan akan mulai menggerakkan serangan kedua nya. Pertarungan masih belum berakhir.
"Cian! menjauh lah"
"Hah? tapi? bagaimana bisa aku akan membuatmu terluka lagi!! aku tidak akan kehilanganmu lagi!!"
"Jangan khawatir kan aku"
Akira mulai menjentikkan jarinya dan membuat penghalang sihir untuk melindungi Cian di balik cahaya ungu ciptaannya. Sehingga Cian tidak akan ikut terkena dampak pertarungan ini lagi.
Topeng isami mulai retak karena Cian berhasil mengenakan sabit nya hingga gesekan nya meretakkan topeng itu.
"Nah, kamu... mari kita lanjutkan urusan kita!"
Isami segera bangkit kembali dari lukanya dengan wajah marah sambil tersenyum ketika darah keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"Kali ini aku akan membunuhmu kedua kalinya hingga kamu tidak akan bisa bangkit lagi!"
berkata dengan berteriak dan tersenyum.