Her Private Life

Her Private Life
Face cream


__ADS_3

Setelah selesai menceritakan semua awal dia bertemu Akira, Irin akan menunjukan tempat dimana dia pertama kalinya bertemu Akira.


"Jadi, kamu sudah bertemu Akira sebelum dia menjadi murid pindahan di sekolah kita?"


tanya Cian


"Hummm, dia yang mendatangiku ke dalam mimpiku"


Irin kemudian menggambarkan pola sihir menuju ke Garden Gate.


"Irin?? apa ini?


"Garden Gate"


"tempat nyata yang pernah tercipta di dalam mimpiku."


Garis-garis sihir perlahan menyatu dan membentuk suatu wujud pintu cahaya biru.


"Ehhh?? pintu ini sama seperti pintu kamar mandi mu"


"Hum yahh, benar sekali"


Irin berlari melangkah masuk sambil menarik tangan Cian, segera mereka terbawa masuk ke dalamnya. Cian tercengang dengan melihat pemandangan yang di lihatnya.


"Apa ini?"


"Sebuah taman yang tercipta dari sebuah mimpi? bagaimana itu?"


Seperti sebuah tempat di mana ekosistem menyatu dan berbagai spesies flora fauna ada di sana, tertata rapih sesuai semua grup nya.


Ada hutan, ada sungai, gunung, dengan taman ini di pusatnya. Meja bundar dan empat kursi di setiap bagiannya.


Sepuluh ribu spesies kupu-kupu yang indah.


"Inilah tempat di dalam mimpiku, awalnya itu tidak ada, namun itu tercipta karena sebuah mimpi, Akira muncul disini untuk pertama kalinya"


Mimpi dan pertemuan pertama yang baru terjadi sekitar hampir seminggu di dalam mimpi, dan mereka sudah menjadi seakrab ini.


Akira seorang penyihir berbakat yang menjadi seorang penjelajah waktu hanya untuk mencari Yuna. Bahkan ribuan tahun.


Itu benar-benar sangat lama.


Tidak bisa di bilang sia-sia jika dia berhenti karena menemukan Irin disini.


Yuna yang baik sama saja seperti Irin, tidak berbeda jauh. Maka sebenarnya Akira sama saja menggangap bahwa dia sudah menemukan Yuna meskipun itu bukan Yuna.


Namun, belum ada satupun yang menyadari, bahwa Irin pernah menyalakan sekali Eyes of creationnya yang seperti Yuna, ketika dia memundurkan kembali waktu dan kehancuran kota yang kembali semula. Ini adalah mata yang sama dan dimiliki dua orang yang berbeda, mungkinkah mata ini akan beralih pewaris ketika pemiliknya telah tiada?


"Indah sekali....aku belum pernah ke tempat seindah ini sepanjang hidupku" kata Cian.


"Benarkah? namun kamu ada disini sekarang, ini nyata...berada di dimensi lain."


"Lalu, apa yang kamu lakukan di dalam mimpi ini?" bertanya lagi dan akan terus bertanya.


"Berbicara dengan hewan dan tumbuhan, duduk dan menghirup segarnya udara disini, disini aku bisa melakukan apapun yang aku mau, bagaikan dunia ilusi yang ku ciptakan sendiri, namun yang ini nyata"


"Wah, tumbuhan-tumbuhan yang belum pernah kulihat selamanya... sepertinya memang tidak ada sebelumnya"


"Yahh, bukan aku yang menciptakan isi nya, aku hanya menciptakan tempatnya dimana seluruh isi nya akan tercipta sesuai keinginan ku"


Airin segera menggerakkan jari telunjuk nya ke arah meja bundar kecil, dan terciptalah dua cangkir teh kesukaannya dan Cian.

__ADS_1


"Irin!!, Kamu...ini luar biasa!"


"Apalagi yang bisa kamu ciptakan disini?"


"Emmm, aku tidak tau itu, mungkin semuanya"


"Oiya, tempat ini memang tidak memiliki mahluk hidup lain yah? selain tumbuhan dan hewan-hewan ini?"


"Iyah, tidak ada manusia, penyihir ataupun mahluk lainnya selain mereka, kau dan aku yang berada disini sekarang, mungkin suatu hari aku akan membuat dunia ini nyata selamanya"


Floryn Garden sebenarnya hanyalah dunia di dalam sebuah Dream yang tercipta ketika Irin tidur, setelah dia terbangun dia akan keluar dari


Floryn Garden dan tempat itu akan menghilang. Tapi dia bisa menciptakan nya lagi selama itu adalah keinginannya, namun bukan berdiri selamanya.


Tempat ini sebenarnya hanya area yang berpusat dengan meja bundar itu sebagai titik tengah dunianya, dunia ini seperti memiliki pintu-pintu yang mengelilinginya. Mungkin pintu itu bisa kurang dari sepuluh, namun tidak terhitung jumlahnya, di setiap satu pintu berisi ekosistem alam utama kesukaannya, maka memasuki satu pintu dan satu tempat akan ada lagi pintu-pintu menuju pemandangan gabungan lagi dengan kombinasi yang terus berbeda-beda, tidak akan pernah terbatasi oleh apapun.


"Irin...mungkin ini tempat yang cukup bagus untuk menyatakan perasaan mu padanya."


"Entahlah aku cukup ragu mengatakan nya, bahkan sangat takut untuk mengatakan nya"


"Bagaimana? kamu tidak harus melakukannya secara instan bagaikan sihir, itu adalah isi hatimu yang harus di katakan secara bertahap"


"Mungkin aku akan mencobanya nanti, mengajaknya berbicara"


"Ahh, benar seperti itu. Jangan gugup aku akan menggunakan suara jarak jauh seperti yang sebelumnya kamu tunjukan, bukan? aku akan mengirim kata-kata dari suatu tempat ketika kamu kehabisan kata"


"Hummm, kamu memang teman yang baik, Cian" Irin tersenyum.


Keraguannya adalah jika dia gagal dan Akira hanya memiliki sebuah penolakan terhadap nya. Mungkin itu sebenarnya akan membuatnya sedih.


"Kalau begitu, mari kita kembali"


"Humm, angguk Irin, namun sambil memetik beberapa tumbuhan dari jarak jauh"


"Ahh? aku akan mulai bereksperimen nanti dengan sihirku, kamu mungkin akan tetap duduk dan melihat, membantu juga boleh"


"Benarkah? aku tidak sabar untuk melihatnya"


"Cian, kali ini kamu yang membuka pintu keluar, tanganku penuh dengan semua bahan ini, jadi aku kesulitan menggambar pola pintunya"


"Eh, bagiamana caranya?"


"Kamu masih mengingat bagaimana caraku menggambarnya tadi kan?"


"Entahlah, sepertinya akan ku coba"


Cian menggerakkan jari-jari nya dan menggambar sebuah pola sihir yang mungkin sama dengan yang di ciptakan Irin sebelumnya, pola itu khusus untuk mewujudkan garden gate menuju ke Taman Floryn. Beberapa saat kemudian.


Pola nya berhasil mewujudkan sebuah pintu untuk tempat mereka keluar kembali ke dunia awal.


"Wahh....Ini berhasil, luar biasa aku bisa menciptakan pintu masuk kesini!"


Sebenarnya Irin berbohong soal tangannya yang memang penuh dengan semua bahan tumbuhan yang di petiknya.


Itu hanyalah sebuah ilusi yang membuat tangannya terlihat memegang banyak benda.


Sebenarnya bahan-bahan tadi telah berada di dalam penyimpanan tangannya, hanya dengan tangannya yang di gabungkan akan menciptakan ruang penyimpanan dimana itu akan menyimpan dan menampung benda apapun, tidak peduli apa yang di masukkan Irin meskipun itu sebuah planet, bintang, atau bahkan sebuah galaksi. Itu akan muat dengan luasnya yang tidak habis.


Setelah sampai, pintu itu menembus dari pintu kamar mandi, pintu ke taman floryn sama saja wujudnya dengan pintu kamar mandi di rumah apartemen Irin, pintu minimalis sebuah kamar mandi apartemen yang menuju dunia lain.


Maka jika orang lain melihat mereka keluar, itu sama saja melihat mereka berdua keluar secara bersamaan dari kamar mandi yang mungkin akan membuat orang lain akan berprasangka buruk.

__ADS_1


Cian: "Ehh? kemana hilangnya bahan-bahan tadi? kami menjatuhkannya? membuangnya?"


"Tidak, aku membohongimu, itu adalah ilusi yang membuat tanganku terlihat sangat sibuk memegang sesuatu agar kamu bisa mempelajari cara membuka pintu yang sama denganku" Kata Irin.


"Ahh, aku tertipu lagi"


"Ahhaha maaf, maaf"


"Lalu kemana perginya mereka?"


"Oh itu? ada disini"


Irin menggabungkan telapak tangannya dengan tak beraturan hingga menutupi semua rongga udara masuk ke dalam, kemudian melepaskannya lagi hingga keluar semua bahan-bahan yang di simpan tadi.


"Ehhh? darimana itu? kamu menyimpannya dalam tanganmu?"


"Humm, benar itu...anggap saja seperti ruang penyimpanan sihir, aku dapat menyimpan segala nya kesana"


"Ahh, apakah menurutmu aku akan bisa melakukan yang seperti itu juga? mungkin aku bisa menciptakan ruangan sihir seperi itu sehingga aku tidak perlu lagi membuat kamarku penuh dengan barang-barang"


"mungkin suatu saat kamu bisa"


"Omong-omong apa yang akan di lakukan dengan bahan-bahan ini?"


Irin belum menjawab, namun sambil menghubungkan setiap bahan ke hingga membentuk bola cahaya yang bersinar warna hijau dalam beberapa detik.


PUFFF....


Bola cahaya hijau itu meledak dan sisa ledakannya menghilang bagaikan kunang-kunang.


"Sebuah krim dan kuas? apa gunanya ini? tanya Cian"


"Oh ini? untuk di wajah kita, tentu saja ini adalah krim wajah yang kuciptakan pertama kalinya"


"Ahh, mari kita mencoba nya"


Keduanya mengikat rambut mereka sampai tidak menyentuh dahi mereka. Kemudian menutupnya dengan sebuah handuk yang terikat di atas seperti orang yang habis keramas.


"Lalu? apa lagi selanjutnya?"


"Gunakan kuasmu dan oleskan ke wajahmu sepenuhnya, mungkin aku akan membantumu mengoleskannya ke wajahmu, berusahalah untuk tidak mengenai masuk ke dalam matamu, ahahaha...." tertawa kecil yang mengejek.


"Ahh aku tau itu! aku tidak sembarang seperti orang lain"


"Hoh, benarkah? kalo begitu mari mulai"


Keduanya mulai memoleskan semua krim ke wajah mereka, kemudian saling memoleskan juga dan sambil bercanda. Irin memoles krim ke wajah Cian dan begitu pun sebaliknya. Keduanya benar-benar sahabat bahkan lebih mirip dengan kakak beradik.


"Ahh ini sangat dingin, wajahku terasa hidup lagi" kata Cian.


"Enak bukan? krim ini tidak akan kamu temukan di manapun, ini hanyalah sebuah eksperimen ku"


"Lalu apa kelebihannya? membuat wajahku cerah? berapa lama efeknya akan bertahan?"


"Efek? durasi bertahannya? kelebihannya? okeh pertama-tama kegunaannya adalah membuat wajahmu menjadi terlihat cantik dan lebih halus dari pori-pori sebelumnya"


"Kemudian itu memang seperti membuat cerah, dan efeknya tidak ada, itu akan membuat wajah mu cerah cantik selamanya"


"Ahhh, benarkah??" Cian terkejut dengan heran.


Kemudian Irin hanya tertawa kecil sambil menutup mulut nya dengan tangannya.

__ADS_1


"Baik, ini sudah dua menit mari kita bilas"


Keduanya bersama masuk ke dalam kamar mandi tadi, karena wastafel juga berada di sana selain dapur, wastafel di kamar mandi adalah yang terdekat.


__ADS_2