
Sebenarnya, tadi malam semuanya tampaknya baik-baik saja seperti tidak ada yang terjadi di koridor apartemen, karena saat office boy yang sedang berjalan kembali menuju lantai bawah melihat bahwa ada perempuan yang sedang berdiri di tengah koridor.
Jika tidak salah dia mengenal wanita itu yang tinggal di kamar nomor 1019, melihat bahwa dia tiba-tiba terhisap ke dalam lingkaran hitam yang mirip seperti mata dan menghilang dalam sekejap. Adegan itu cukup menakuti pegawai kebersihan ini hingga keesokan harinya seluruh bagian staff hotel di kejutkan oleh hal ini.
Daichi, seorang karyawan pembersih atau office boy berusia 28 tahun yang secara langsung menyaksikan hal ini, kemudian bergegas bersama karyawan lainnya untuk mendapatkan izin membuka kembali rekaman kamera CCTV untuk membenarkan hal tersebut, apartemen ini berlapis sampai tingkat ke 82 lantai, yang di setiap lantai berjumlah 200+ kamera yang terpasang terkecuali di kamar.
Hasilnya kejadian misterius yang di katakannya benar-benar langsung di percayai oleh semua karyawan lainnya ini benar-benar horror, mereka segera mencoba untuk mengkonfirmasi bahwa wanita beridentitas Irin yang tinggal di kamar 1019 di culik oleh hantu.
Secara nyata hal ini memang terjadi tetapi berbeda dengan yang terjadi pada penglihatan Irin. Tiga lorong koridor yang mati secara langkah demi langkah sebenarnya hanyalah ilusi yang di tampilkan terhadapnya.
Mungkin manusia biasa tidak dapat melihat apa yang terjadi atau melihat Yuna yang menyerang Irin disana, karena kemungkinan manusia biasa memang tidak dapat melihat atau berinteraksi dengan mahluk-mahluk seperti ini.
Beberapa karyawan mulai mengetuk ke kamar 1019 tempat Irin berada, mereka sudah mengetuk dua kali tanpa respon dari dalam, Karyawan lainnya di sebelah Daichi memberi saran bahwa mereka langsung masuk saja menggunakan kunci cadangan apartemen secara darurat, sebenarnya semua kunci-kunci cadangan ini tidak di perbolehkan terkecuali keadaan darurat.
...Crek...
Kunci terbuka ke kiri, mereka satu persatu masuk ke dalam kamar yang begitu bersih dan rapih, tanpa di duga ternyata Irin sedang berada di ruang tamu, tidur di atas sofa mungkin membaca komik atau semacamnya dengan headset terpasang di kedua telinga nya dan masker wajah yang sedang menunggu untuk kering.
Kemudian Airin kaget dan segera menoleh melihat ke arah para Karyawan yang masuk ke dalam tanpa seizinnya.
Wajah para karyawan : (●__●)
Wajah Irin : (?・・)
Daichi: '"A...ap...apaan ini?"
Karyawan lainnya juga cukup terkejut bahwa wanita ini sebenarnya masih ada di dalam kamarnya seolah-oleh tidak ada hal yang terjadi padanya. Kemudian karyawan bernama Mira juga akan mulai bertanya.
Mira: "Permisi nona, maaf atas gangguan kami dan masuk secara tidak sopan dan menggangu anda, apakah anda adalah pemilik kamar nomor 1019 ini?"
__ADS_1
Irin: "Hmm... yah? Apa yang terjadi?"
Mira: "Apakah tidak ada hal-hal yang terjadi tadi malam padamu? Kami datang kemari untuk mengecek kondisi anda sesuai rekaman yang terekam di kamera pengintai koridor"
Satpam mulai masuk berjalan ke antara para karyawan lain dan mulai mengajukan kata-katanya.
Satpam: "Nyonya , jika ada bahaya yang sedang terjadi pada anda harap segera hubungi layanan keamanan apartemen pada nomor yang sudah disediakan, kami semua wajib menjaga keamanan dan ketertiban semua orang yang tinggal di apartemen ini."
Irin sepertinya akan berkata dengan bohong bahwa tadi malam dia hanya berada di kamar menonton TV atau membuka pesan chat di handphone dan aktifitas lain di kamarnya.
Irin: "Yah, semalam aku tidak keluar sedetik pun dari kamarku karena tidak ada aktifitas lain, aku hanya perlu melakukan kegiatan rutin ku di sini."
Daichi: "Jadi begitu?"
Daichi dan para karyawan lainnya memiliki ekspresi ketakutan di wajah mereka seolah-olah sepertinya di apartemen ini ada hantu yang bergentayangan.
Mira: "Kalau begitu, maaf atas ketidaksopanan kami sampai sudah harus masuk dengan kunci darurat ini."
Mereka mengucapkan maaf semaaf-maafnya dan bergegas keluar dari ruang tamu Irin. Airin berpikir lagi, sepertinya Yuna yang keluar di koridor tersebut hanyalah ilusi yang diciptakan untuk menariknya masuk ke dalam dunia aneh.
Disisi lain, Akira masuk ke dunia manusia dan melemah secara perlahan, kekuatannya akan terus melemah hari demi hari, tanpa dia sadari. Dan mulai nyaman hidup sebagai manusia yang memiliki banyak teman di sekolah, bahkan mungkin perlahan hidup disini membuatnya melupakan tentang tujuan mencari kekasih lama nya.
Benar, tingkah nya pun mulai menjadi konyol layaknya manusia biasa, dia mulai berteman dengan siapa saja dan di kagumi di kalangan wanita di sekolah, tapi hanya dua orang yang menjadi teman yang sering berinteraksi dengannya yaitu Airin dan Caillian, meskipun tidak banyak berinteraksi dengan Irin.
Secara alami itu akan sangat akrab dengan Cian karena sifatnya yang begitu cerewet dan terbuka, mulai bersahabat dengan Akira. Akira terkadang merasa lucu saat membaca apa yang ada di pikiran Cian membuatnya tertawa sangat keras.
Mungkin Cian adalah orang yang hebat dalam menjaga rahasia, Akira selalu ingin tau tentang kepribadian Irin dan bertanya melalui Cian, hal itu tidak semudah yang dipikirkannya karena sebenarnya sifatnya sulit di tebak. Mungkin kadang menjadi pendiam dan kadang Irin bisa juga banyak menjadi berbicara dan tertawa.
Seperti memiliki kepribadian ganda. Akira mulai tertarik pada Irin dan mencari tahu tentangnya sebanyak mungkin.
__ADS_1
Cian: "Hei, apa yang kamu tertawakan? dasar lelaki gila sepertinya kamu memang benar-benar autis".
Akira: "Ahhh, asal tahu saja aku memiliki kemampuan untuk membaca pikiranmu"
sambil tersenyum.
"Apaaa!!???" Cian terkejut dengan rasa berhati-hati seperti nya dia tidak boleh sembarang saat berada di dekatnya, ini sungguh tidak menyenangkan ketika pikiran dapat di baca oleh orang lain.
"Tenang saja, aku tidak akan membaca semuanya hahahaha." Ucap Akira dengan tawa mengejek.
Hari ini Irin tidak datang ke sekolah, mungkin karena ingin menjenguknya Cian ingin langsung datang melihat setelah sepulang sekolah. Sepulang sekolah Akira melihatnya sedikit berjalan tidak pelan, dan kemudian mulai bertanya.
Akira: "Hei, mau kemana terburu-buru? Ada sesuatu yang penting?"
Cian: "tentu saja, aku akan melihat kondisi Irin, mungkinkah dia sakit hari ini."
Akira: "bolehkah aku ikut denganmu?"
Cian: "Ummm ... bagaimana yah? Tapi janji kamu tidak boleh melakukan hal-hal yang gegabah."
Cian tidak akan tahu bahwa ini saatnya Akira akan mulai sedikit memamerkan kemampuannya.
Cian: "Jika kamu tidak memiliki cukup uang, biar aku saja yang membayarkan biaya transportasi ke sana." tawaran nya.
Akira: "Tidak... itu sungguh tidak perlu dan terlalu lama."
Cian: "Hah!?"
"Ini pasti membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai daripada berjalan kaki seperti kemarin, aku bisa membawamu ke sana dalam 3 detik." Ucap Akira penuh rasa pamer.
__ADS_1
Cian: "Hah!!!???... jangan bercanda."
Cian sepertinya mulai merasa bahwa Akira ini tidak normal mulai dari siang tadi saat pikiran nya di baca, dia berpikir apakah Akira berasal dari sekolah sihir di luar negeri? Atau kah sekolah sihir itu benar-benar ada? Tanya nya dalam hati.