Her Private Life

Her Private Life
Chapter 96 : Witch in 4D house


__ADS_3

Terkecuali, ada sedikit orang yang sebenarnya tahu tentang iblis, orang itu adalah guru sihir Flaire, sejak ia masih menjadi murid akademi sihir, guru Flaire menjelaskan banyak hal tentang iblis pada mereka, seperti apa sihir-sihir yang mampu menangkal kekuatan jahat, seperti apa sihir untuk melawan kekuatan iblis yang merampas jiwa.


Gurunya menjelaskan banyak hal walau tidak terlalu rinci, tapi pikiran tentang gurunya terlintas di kepala Flaire, dan mencoba mencari kembali gurunya untuk bertanya tentang fakta lebih dari keberadaan iblis yang lain. Maka dari itu, Flaire mengusulkan pada Airin, Akira dan lainnya untuk pergi menemui gurunya, karena dia yakin orang itu mungkin bisa membantu.


Saat itu juga, Flaire membawa mereka menuju ke rumah guru nya, karena setelah mendatangi akademi sihir, gurunya tidak mengajar sejak tiga hari yang lalu. Itu karena di kabarkan ia sedang sakit sedikit berat. Di depan rumahnya, Flaire mengetuk pintu perlahan hingga tiga kali.


Suara memang terdengar dari dalam, namun itu pasti langkah gurunya yang sedang meraih gagang pintu, tapi ternyata tidak. Pintu itu terbuka dengan sendirinya oleh kekuatan sihir, terdengar suara gurunya di kepala mereka untuk membiarkan mereka masuk, maka dari itu mereka segera masuk ke dalam.


Flaire memanggil dengan semangat pada gurunya, kemudian gurunya juga tersenyum padanya sambil menyebut nama Flaire, dia bilang....


"Flaire, kamu sudah benar-benar bertumbuh jauh dewasa yah, kamu benar-benar berbeda dengan Flaire yang kukenali empat tahun yang lalu." Ucap guru itu sambil memeluk Flaire.


Flaire juga memperkenalkan teman-temannya pada gurunya.


"Guru, aku membawa beberapa teman. Mereka dari dunia lain, dan mereka sangat ahli dalam kekuatan sihir!" Ucap Flaire.


"Ahh~ benarkah?" Ekspresi gurunya kagum.


Wajah Airin sedikit memerah karena malu ketika harus di puji seperti itu, namun Akira benar-benar memasang wajah bangga. Dan Cian terlihat biasa saja, akhir-akhir ini dia sudah jarang memasang ekspresi bodohnya.


"Dan teman-teman, ini guruku ... guru Clarence, seorang guru yang mengajari ku sihir empat tahun yang lalu di akademi."


Flaire melihat kondisi gurunya yang memang hanya duduk sambil memegang sebuah tongkat, walau gurunya tidak terlalu tua karena guru Clarence setidaknya berusia 44 tahun. Jadi dia bertanya soal kondisi gurunya, karena dia mendengar kabar bahwa guru sudah tidak datang ke akademi selama tiga hari, tapi syukurnya guru sihir di akademi sudah mulai banyak, jadi akan ada seseorang yang menggantikan posisinya.


Dia bilang bahwa dia merasakan sakit di seluruh tubuhnya, bahkan dia sudah menciptakan ramuan obat beserta sihir campuran untuk menyembuhkan dirinya sendiri, namun itu tidak bekerja sedikit pun. Dia juga mengucapkan itu sambil batuk seperti ingin mengeluarkan darah.


Karena merasa kasihan, hati emas Airin keluar lagi, dia menawarkan pada Flaire bahwa mungkin dia bisa membantu menyembuhkan gurunya. Saat Airin menawarkan bantuannya, Flaire yang memegang tangan gurunya segera membalikkan pandangannya pada Airin, begitupun dengan gurunya. Tatapan mata penuh rasa harapan itu memandang ke Airin.


"Airin, benarkah?" Tanya Flaire.

__ADS_1


"Sungguh." Jawab Airin.


"Benar, kamu tidak perlu mengkhawatirkan kemampuan sihir Airin, itu pasti bekerja lho~" Ucap Cian penuh rasa keyakinan.


Dengan persetujuan siapapun, Airin melangkah maju perlahan mendekati guru Flaire, hanya dengan menggunakan jari telunjuknya saja, dia menyentuh jidat guru itu, kemudian energi sihir yang cerah memancar dengan terang sesaat, dia menarik lagi telunjuk nya untuk menciptakan gerakan jari yang lain membentuk sebuah simbol sihir penyembuhan, sampai simbol itu di pecahkan, itu berarti dia telah menyembuhkan penyakit atau apapun yang di derita guru Flaire.


Semua terjadi begitu saja....


Gurunya memandang ke segala arah, melihat pada kedua tangannya, dan pada akhirnya mencoba berdiri bersama tongkat sihir nya yang indah. Saat dia berdiri, itu terlihat seperti orang normal yang membuat wajahnya mulai tersenyum.


"Gadis muda? Kamu siapa? Sihirmu benar-benar terlalu instan." Ucap guru itu.


"Aku, Airin Lloyd, hanya pelajar sekolah menengah atas biasa, bukan sekolah sihir, dan hanya seorang gadis yang memiliki sihir tanpa alasan." Perkenalkan Airin pada guru itu.


"Memiliki sihir tanpa alasan? Kalau begitu, sihir sebesar ini adalah kekuatan anugrah dari Tuhan, Tuhan mungkin mempercayai seseorang sepertimu untuk memegang kendali kekuatan besar seperti ini, terlebih lagi ... aura temanmu terasa sama kuatnya, dari negeri mana kalian semua berasal?"


Saat itu juga guru nya memandang terkejut setengah mati dengan rasa hampir tidak percaya soal ucapan Flaire. Dia bilang, bagaimana bisa ada manusia yang melakukan sihir seperti itu? Flaire juga mengatakan bahwa bukan hanya Airin yang bisa melakukan itu, tapi Akira dan Cian mampu melakukan itu, perjalanan ruang dan waktu menuju dunia mana saja.


Guru itu merenung, dia meminta agar mereka menceritakan asal mula mereka semua bertemu, sampai mereka semua bercerita bersama lebih dalam di sana dengan canda tawa, guru itu akhirnya mengerti awal cerita semua ini, dia tidak menyangka manusia di dunia lain mampu memiliki sihir instan tanpa mempelajari apapun dari nol.


Sosok iblis Achiles itu tentu ada, dan sudah di percayai semua orang. Itu bukanlah sebuah mitos, melainkan sebuah fakta dan fakta, iblis yang mengakui dirinya sebagai raja iblis dengan pembantai dunia manusia demi mencari orang-orang yang dia yakini memiliki mata pencipta dan mata penghancur.


Guru ini kemudian berkata.... "Tapi....."


Saat itu juga, pandangan mereka semua menjadi serius, guru Flaire membawa semuanya ke sebuah tempat yang tidak pernah dia ceritakan. Tempat ruang bawah tanah dimana dia berlatih sihir-sihir kecil yang luar biasa. Ruang bawah tanah yang sebenarnya tidak pernah di ketahui oleh siapapun.


Memang tidak ada siapapun yang akan mengetahui, karena guru Clarence ini adalah penyihir sekaligus guru sihir yang cantik, namun dia tidak pernah memilih untuk menikah dengan siapapun, menjalani kehidupannya sendiri, walau tanpa keluarga, namun dia akan selalu bahagia melihat murid-murid didikannya berhasil menguasai sihir seperti yang di lakukannya.


Menjadi yakin akan suatu hari nanti bahwa anak-anak itu mampu melampaui sihir dan dirinya, bahkan dia meyakini Flaire yang pernah menjadi murid kesayangannya. Flaire di latih dan di didik keras oleh Clarence, sihir bukanlah sesuatu yang biasa. Untuk memiliki jalan pintas, kamu harus berusaha menemukannya, ciptakan sesuatu yang tidak bisa di lakukan dengan akal sehat manusia.

__ADS_1


Di ruang bawah tanah ini lah hewan-hewan sihir hidup, ruang bawah tanah ini tidak terlihat seperti sebuah ruang bawah tanah, setelah menuruni setiap anak tangga, Airin, Akira, Caillian, bahkan Flaire terkejut melihat pemandangan di bawah rumah gurunya. Ini seperti tidak pantas di sebut ruangan bawah tanah.


Terlihat seperti pintu dan tangga kumuh, namun sinar redup di dalamnya adalah dataran rumput yang luas dengan pepohonan-pepohonan indah di sana-sini, gunung mengelilingi tempat ini setinggi awan, bahkan langit ada disini.


"Anda menyebut ini ruang bawah tanah?" Tanya Airin pada Clarence.


"Mungkin begitu, ruang tiga dimensi bagaikan ruang bawah tanah untukku, apakah kalian menyadari posisi kalian?" Ucap Clarence.


"Tiga dimensi? Bukankah kita berada di ruangan ilusi?" Ucap Flaire.


"Tidak nak, ini adalah semesta kosong, aku menciptakan alam semesta ku sendiri tanpa ada siapapun, dengan sihir ku aku menciptakan sebuah rumah, sungai, hutan, bahkan hewan ternak, aku bahagia."


"Tunggu, jadi dunia bagaimana dengan rumah yang tadi? Bukankah itu sama saja dengan dunia tiga dimensi?" Ucap Airin.


"Hahaha~ bukan begitu, bukan begitu, rumah ku terletak di dunia yang lebih tinggi, sihir ku cukup tinggi untuk menempuh lapisan dimensi yang lebih tinggi, di sana aku berlindung, dan rumah ku ... hanyalah sebuah lukisan yang perlu di lihat orang-orang, itu sebabnya tidak pernah ada yang sampai menyentuh pintu masuk ruang tamu ku, karena itu adalah–"


"Batas antara dimensi?" Ucap Airin sambil memotong pembicaraan.


"Gadis muda, kamu benar, kurasa kamu memang benar-benar pintar."


"Airin, apa maksudnya itu?!" Tanya Flaire dengan rasa bingung.


"Batas antara dimensi, rumah guru mu yang kamu kenal hanyalah sebuah perspektif yang di lihat oleh orang lain, itu adalah bagian kecil dari keberadaan rumah asli yang sebenarnya ada di dimensi yang lebih tinggi, dengan seseorang biasa menyentuh pintu rumah bu Clarence ini, maka tubuh orang itu akan hancur, dan dia akan mati."


"Hh-huhhh?!?! Bagaimana bisa!? Guru! Apa-apaan ini?"


"Tenanglah Flaire, begitulah cara kerja dimensi yang lebih renda dan dimensi yang lebih tinggi, bu Clarence, aku bahkan tidak menyangka bahwa Anda adalah penyihir di luar dugaan dengan sihir sehebat ini." Ucap Airin.


"Bukan begitu, aku hanya tidak pernah menunjukkan banyak hal besar kepada orang lain, tapi aku hanya menunjukkan satu benda sihir di rumah ku yang lain." Ucapnya sambil berjalan bersama mereka di tengah padang rumput.

__ADS_1


__ADS_2