Her Private Life

Her Private Life
Yuuki offers help


__ADS_3

Sudah sangat jauh mereka berdua berjalan sambil memegang gadis ini, langit sudah mulai membiru. Berjam-jam perjalanan yang di habiskan hingga mereka menemukan sebuah tebing dan jalan yang sangat panjang di balik hutan besar itu.


"Jalan! Sora! kita menemukan jalan"


"Humm"


Keduanya agak senang bisa keluar dari hutan yang begitu besar. Melangkahkan kaki terus menerus di jalan yang sangat sepi ketika fajar tiba.


Entah jalan mana yang harus mereka lalui, ke belakang, atau ke depan. Jalan hanya satu dengan dua jalur.


Namun mereka terus berjalan saja kemana insting mengatakan untuk pergi.


"Kalian!"


Tiba-tiba ada suara seseorang yang terdengar...


Cian dan Sora segera melihat ke arah suara itu, seorang lelaki yang berdiri di pinggir jalan memanggil mereka.


"Siapa?"


"Kalian! iya kalian"


Lelaki itu segera berjalan mendekati mereka yang sedang menggendong gadis ini.


"Sepertinya kalian tampak kesulitan, butuh bantuan?"


"Bantuan? bantuan apa yang bisa kau berikan?"


"Oh~ nona... kamu meragukanku"


"Meragukanmu? tidakkah kau lihat kami sedang menggangkat orang ini? apakah kamu yang entah dari mana mau membantu menggangkat nya?"


"Mengangkatnya? tentu saja tidak!"


"Lalu?"


"Aku akan membantu mempermudah perjalanan kalian"


"Cian, terima saja..."


"Baiklah, jika kamu memang mau membantu kami untuk melihat kondisi wanita ini"


"Baiklah, kita akan membicarakan semua nya ketika sudah tiba"


Kata lelaki itu.


Dia berdiri tepat di dekat Sora dan Cian dan tanpa mengatakan apa-apa, Sora dan Cian sudah berada di tempat yang berbeda dalam sekali kedip.


"Sudah sampai"


"Selamat datang di rumahku"


Mereka tiba-tiba sudah berada di depan pintu sebuah rumah yang tampak seperti bukan rumah di zaman modern. Cian baru ingat mereka hanya berada di dalam permainan ciptaan Irin.


"Irin...apa lagi yang kau rencanakan untuk kami?" Tanya Cian di dalam hatinya.


Meski dia berbicara begitu di dalam hati, Airin dan Kiana bisa mendengar semua yang terjadi di dunia ini secara bersamaan.


Semua hal...


Tidak ada yang tidak bisa di dengarkan oleh mereka.


Bahkan suara semut atau kutu sekalipun semuanya terdengar.


Sampai isi hati orang lain, mereka mendengar dan membaca semuanya.


Irin masih belum tau bagaimana cara berinteraksi dengan mereka selain mengirimkan pesan sistem ke dalam ponsel.


Dia sedang memikirkan bagaimana cara masuk ke dalam permainan dengan wujud lain sedangkan dia sudah menyatu menjadi sebagai dunia permainan nya.


Bagi mereka yang berada di dalam permainan mungkin hanya sebatas permainan yang di ciptakan Irin dengan dunia yang sebenarnya hanya khayalan atau ilusi belaka. Airin sendiri masih belum sadar bahwa dunia permainan ini adalah realita yang sebenarnya, mereka masuk ke dunia lain lagi, di bumi yang sama dengan mereka tinggali namun dunia dengan era kehidupan yang berbeda.


Bagi Airin, selain dunia mereka...


Mungkin ada dunia lain lagi dengan peradaban yang canggih selain di dunia mereka.


Kembali dimana keempat orang ini berada di rumah lelaki yang tidak dikenali yang menawarkan bantuan.


"Pertama-tama izinkan aku memperkenalkan diriku..."


Cian: "..."


Sora: "..."


"Nama ku Yuuki Nadev"


"Kuharap aku bisa berteman dengan kalian"


Sambil tersenyum.


"Yuuki yah, aku Caillian Nacht"


"Bagaimana denganmu?"


"Aku Sora Pearl"


"Hmmm...Pearl, tidak seperti warna rambutmu"


"Ada apa dengan warna rambutku?"


"Ah tidak...tidak apa-apa, biasanya nama pearl adalah arti dari mutiara dan rambut mereka yang biasanya berwarna putih"

__ADS_1


"Apakah rambut harus berwarna putih sesuai namaku? aku bahkan tidak tahu itu"


"Tidak...bukan begitu, aku hanya berpikir demikian, tapi rambut hitam mu itu bagus"


"Terima kasih"


"Omong-omong, kita berada dimana?"


Cian mengalihkan topik pembicaraan karena benar-benar ingin tahu keberadaan mereka.


"Kalian berada di Calider"


Caillian: "Calider?"


"Benar...Calider, tempat sepi ini namanya Calider, bukan berarti tempat ini sepi, terkadang di huni oleh banyak peternak hewan di pegunungan"


Sebelum masuk ke dalam rumah Yuuki, mereka melihat dan bertanya soal tempat pergi mereka. Sebenarnya tidak jauh dari hutan tempat mereka tadi berada, hanya sejauh seribu kilometer.


"Apakah tempat ini jauh dari tempat kami berada tadi?"


"Oh...tidak jauh, hanya sekitar seribu meter dari jalan tadi"


"Seribu meter katamu? itu jauh!"


"Begitu kah? sepertinya kalian seseorang yang tidak suka berjalan kaki yah"


Cian: "..."


Sora: "..."


Keduanya kembali melihat pemandangan tempat ini, rumah Yuuki berada tepat di tengah lapangan yang sangat luas dan sangat panjang seperti Padang rumput yang tidak ada ujungnya, di dekatnya ada sungai yang mengalir begitu deras, lalu ada beberapa pegunungan dan lembah. Juga pepohonan yang begitu menyegarkan hati.


"Baiklah, jika sudah selesai melihat pemandangannya...silahkan masuk"


Keduanya kembali ke kesadaran mereka dari pemandangan.


"Heh? kemana gadis itu??"


"Tenanglah, dia sudah berada disini"


Yuuki melihat mereka yang terlalu lama melihat pemandangan, karena kasihan dengan gadis itu yang tertidur di lantai, dia mengangkatnya masuk dan meletakkannya di sofa.


"Kalian sudah memperkenalkan padaku nama kalian berdua, lalu siapakah gadis terakhir ini?"


"Kami tidak tahu siapa namanya"


"Kalian...tidak tahu? jadi dia bukan teman kalian?"


"Kurang lebih begitu, dia terluka...dan kami membawanya"


"Dia tidak terluka cukup parah, namun aku tahu, dia di serang dengan serangan sihir yang cukup kuat"


Bagi Cian mungkin tidak apa-apa menyembunyikan fakta bahwa mereka yang membalas serangan gadis ini.


Kemudian Yuuki berkata lagi...


"Gadis ini... sepertinya bukan berasal dari daerah sini, lalu kalian berdua? darimana asal kalian?"


Cian dan Sora terdiam sejenak ketika di tanya seperti itu. Pikiran memenuhi kepalanya kenapa dengan semua orang di dalam permainannya ini memiliki kesadaran seperti orang biasa, bukan seperti bot permainan.


Mereka merasa tidak seperti di dalam permainan, namun berada di dunia lain. Tapi itu baru perasaan mereka saja.


"Kami tersesat"


"Tersesat?"


"Ah, Sora dimana asal kita?"


Bertanya dengan nada yang tidak biasa, namun bagi Sora, sepertinya nada suara nya itu adalah untuk suatu tanda bahwa mereka harus melakukan dialog lain lagi.


"Asal kita? Umm... dimana yah? aku lupa"


"Lupa? aku juga. tidak ingat darimana kita"


Yuuki: "..."


"Lupa? tidak ingat? serius? kalian di serang oleh apa hingga melupakan asal tempat tinggal kalian, untung saja kalian tidak melupakan diri kalian"


"Diri kami?"


"Ya, diri kalian, kalian berdua menyebutkan nama kalian padaku tadi"


Kemudian Yuuki itu tanpa berbicara pergi ke ruangan lain di rumahnya, dan dalam dua menit kembali dengan tiga cangkir teh yang di bawa olehnya ke ruang tamu.


"Minumlah, kalian pasti haus...beritahu aku jika ada minuman lain yang kalian inginkan selain teh"


"Tidak apa-apa, ini saja sudah cukup"


Keduanya tidak menolak.


Tiba-tiba terdengar suara batuk dari wanita itu, dia sudah siuman seperti nya...


Perlahan matanya terbuka dengan sangat lambat.


Masih melihat langit-langit ruang tamu dan kemudian mengalihkan pandangan ke arah Cian dan Sora.


Melihat wajah mereka berdua, dia segera sadar dan bangun dari sofa.


"Kalian!"


Keduanya hanya diam melihatnya tanpa melakukan apapun.

__ADS_1


"Kenapa kamu begitu kesal? ada apa denganmu?" Tanya Yuuki.


"Kamu! siapa lagi??"


"Siapa? aku pemilik tempat ini"


"Lalu mereka berdua! mereka berdua menyerang ku!!"


Yuuki segera mengarahkan pandangan pada Sora dan Cian.


"Benarkah itu?"


"Kalian menyerangnya?"


Tidak ada jawaban dari mereka berdua sama sekali, pada akhirnya Cian yang akan berbicara untuk menjawab yang sebenarnya.


"Benar, aku yang melakukannya"


"Apa yang terjadi dengan kalian? bisakah jelaskan dulu?"


Kekuatan sihir berwarna hijau itu mulai mengalir lagi di tubuh gadis itu untuk menyerang mereka.


"Eittss...Eitss!! tidak boleh menggunakan sihir disini...di rumahku, atau aku yang akan berurusan denganmu"


"Denganmu? kamu siapa?"


"Aku sudah mengatakan tadi bahwa aku pemilik tempat ini...dan kamu di bawa oleh mereka"


"Di bawa? mereka mau membawa ku kemana? sudah kuduga dua orang ini adalah orang yang jahat! selain mencuri racun yang kucari!"


"Racun?"


"Racun ular berbisa"


"Huh? mencuri racun mu? kami membunuh monster ularnya, lagipula racun itu muncul sendiri pada kami"


"Benar! racun itu muncul sendiri oleh sistem karena kami hanyalah pemain, bukankah kalian hanya peran tambahan yang di ciptakan Airin?"


"Airin??"


Yuuki dan gadis itu segera bertanya.


"Airin? permainan apa?"


"Permainan...kalian hanya manusia-manusia yang berperan untuk meramaikan permainan bukan? Airin menciptakan dunia permainan ini sebelumnya dengan sihir yang sangat besar"


"Tunggu... tunggu...siapa Airin? mencipta dunia ini katamu?"


"Jika dia menciptakan dunia ini, maka dia adalah dewa...lalu kalian siapa? bisa mengetahui bahwa dia yang menciptakan dunia ini?"


"Tentu saja kami tahu! kami semua membentuk formasi lingkaran sihir berisi empat orang, sedangkan Airin dan Kiana tetap berada di posisi mereka berdiri"


"Kiana? Kiana siapa lagi???"


Keduanya benar-benar di buat binggung"


"Kalian memang dua orang yang aneh! jangan dengarkan omong kosong mereka!"


Kata gadis itu.


"Omong kosong? aku berbicara yang sebenarnya"


"Lagipula jika kami meninggalkan mu di dalam hutan dalam keadaan pingsan, kamu bisa mati di mangsa oleh monster buas lainnya"


Jawab Sora.


"Kurasa dia benar, di hutan banyak sekali monster buas...jika kamu tetap tinggal, mungkin kamu sudah akan mati dalam keadaan tidak sadar"


kata Yuuki tanpa ada pembelaan pada pihak Cian dan Sora sedikit pun.


"Minumlah dulu...kamu harus tenangkan diri"


Yuuki menawarkan teh yang di buatnya tadi.


Gadis itu segera minum dengan wajah yang marah, namun itu tidak terlihat marah, wajah marahnya lebih terlihat lucu seperti itu.


Yuuki kemudian berusaha untuk bertanya lagi...


"Sungguh, aku tidak tahu siapa itu Airin atau Kiana, lalu jika memang seperti itu apakah kalian berasal dari dunia lain? adakah cara seperti itu?"


"Ada! Airin berpindah ke dunia manapun hanya menggunakan gerbang kosmik duplikatnya"


"Benar sekali! dia menyelamatkan ku dari terdiam ratusan tahun"


"Huh? bukannya aku yang menyelamatkanmu?"


Potong Cian.


"Menyelamatkan ku? kamu hanya membuka toples jiwa nya, tanpa ada Airin kamu tidak ada disana"


"Ahh, begitu yah"


Cemberut...


"Jangan cemberut begitu, kamu termasuk menyelamatkan ku juga, bagian dari itu"


Namun ketiga ketiga nya kembali melihat suasana ada sesuatu yang berubah...


TING! TING!


Gadis itu menghilang...

__ADS_1


__ADS_2