Her Private Life

Her Private Life
Save my friend


__ADS_3

Irin terus mengikuti rekaman hingga melihat pembicaraan nya dengan wanita bernama Asuka yang memiliki nama belakang yang sama dengannya.


Banyak hal membuatnya binggung, dengan mengetahui nama yang sama dengan nama belakangnya, bahkan ini menjadi misteri lagi baginya untuk mencari tahu alasan rambutnya berubah warna.


Setelah lama menyimak percakapan, dia akhirnya melihat bagaimana Asuka bereaksi dengan roh Cian di dalam tubuh gadis ini dan menyerang nya dengan menggunakan sebuah kristal, Irin juga belum pernah melihat teknik sihir seperti ini.


Namun, baginya tidak penting untuk menyegel menggunakan kristal atau apapun itu, kemampuannya jauh lebih unggul dari pada semua teknik penyegelan dan penyimpanan, hanya dengan keinginannya saja, sebuah ruang kosong tanpa batas sudah bisa di ciptakan nya yang bisa menampung dan menyegel banyak hal disana.


Irin segera melihat dari rekaman kemana kristal itu di simpan, pada akhirnya dia sangat jelas tahu bahwa kristal yang manakah di antara tiga kristal di dalam kotak kaca besar itu yang merupakan kristal berisi Cian.


Dia segera bergerak menuju ke dalam istana melewati bayang-bayang, hal ini mudah untuk membuatnya berpindah kemana pun selagi bayangan selalu ada di sekitarnya, setiap ada cahaya selalu ada bayangan, begitupun sebaliknya.


Seperti merubah wujudnya menjadi bayangan sebuah pohon, kemudian bayangan yang perlahan bergerak sendiri merubah wujudnya menjadi bayangan lain.


Sesampainya di bagian bawah istana tersebut, dia segera merubah kenbali wujudnya sebagai seorang manusia dan berhasil masuk tanpa terlihat oleh penjaga.


Tepat ketika membuka kotak kaca tersebut, dia memegang kristal yang benar-benar berisi Cian di dalam nya.


"Cian!! Cian!!? apakah kamu mendengar ku?"


Pertanyaan nya di ulang berkali-kali, namun tidak ada satupun jawaban, dan bahkan mereka yang di dalam tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar, bahkan Cian tidak tahu bahwa Irin sudah memegang kristal segel tepat bersamanya untuk menyelamatkan nya.


"Tunggu dulu? apa-apaan ini? aku merasakan energi sihir mengalir padaku"


Kata nya dalam hati nya sambil bertanya-tanya,


dalam beberapa detik, Irin membanting kristal ke tembok layaknya sebuah gelas kaca yang di banting ke tembok dengan kecepatan tinggi, jika itu hanya gelas kaca seharusnya sangat mudah pecah.


Namun, ini adalah sebuah kristal, kristal biasa saja jika di lemparkan ke tembok tidak akan pecah dan retak, jika retak mungkin membutuhkan lemparan berkali-kali dengan tenaga yang sama, terlebih lagi ini adalah sebuah kristal sihir yang sebenarnya tidak bisa di hancurkan hanya dengan membantingnya atau melempar nya begitu saja.


CRANNGGGG!!!


Kristal di lempar dengan kecepatan tinggi ke tembok, bukan hanya kristal yang hancur, melainkan tembok tempat tabrakan kristal pun membekas dengan retakan besar.


"Apa ini?? Ii...Irin?!!"


Cian terkejut namun sangat senang, bahwa Irin menemukannya disini dan membebaskannya.


"Cian! apa kamu baik-baik saja?"


"Ahh, sepertinya begitu, aku hampir gila dan ingin bunuh diri saja di dalam, sialan! Asuka itu tidak mau mendengarkan ku!"


"Kalau begitu, kita pergi saja dulu" kata Irin.


Mereka akan segera bergegas keluar dari istana ini dan kembali ke dunia awal. Yang terlihat hanyalah Irin sebagai manusia dan Cian yang tidak bisa di lihat oleh orang biasa.


"Irin! aku sedikit tidak nyaman dengan kondisi seperti ini, aku harus segera mencari tubuh dulu untuk di pakai sementara!"


"Untuk apa?"


Dengan segera Irin menyentuh roh Cian yang beterbangan, dan dengan cahaya emas memberi Cian sebuah tubuh yang di ciptakan Irin.


"Luar biasa! Irin kamu sangat hebat!"


"Ah, kita akan bahas itu nanti saja"

__ADS_1


Irin baru mau menggerakkan jarinya untuk kembali menciptakan pintu kosmik dengan ukuran yang lebih kecil di ruang besar bawah tanah ini, namun setengah terbentuknya pintu mulai di gagalkan oleh sesuatu.


"Bagus sekali! sepertinya kedatangan satu lagi penjahat yang menyelamatkan penjahat lainnya"


Mereka segera melihat kebelakang mereka, itu adalah Asuka yang datang karena pengaman istana, ketika istana di serang atau benda di ruangan bawah tanah ini di culik, otomatis pengahalang sihir akan segera aktif dan memberitahunya dengan tanda langit-langit istana yang bercahaya dengan berkedip-kedip.


Pembukaan pintu berhasil di gagalkan meskipun hanya setengah, penghalang nya cukup hebat, Asuka ini wanita yang pandai dalam penggunaan sihir.


Tanpa berkata-kata lagi, Asuka mengarahkan empat pasukan penjaga dengan baju zirah tebal. Namun mereka baru maju dan akan menyerang, sebuah tebasan cepat mengenaik mereka berem hanya dengan satu tebasan.


SING!


Tebasan secepat setengah detik membuat setiap pasukan yang berlari menyerang segera terjatuh dan mati, di semua dada mereka terdapat tebasan serangan besar, tidak ada tanda sesuatu yang melukai mereka dari luar, jika dilihat, zirah mereka baik-baik saja tanpa lecet, namun luka itu lansgung menembus ke dalam mengabaikan semua baju perlindungan setebal apapun itu.


Jadi, jika zirah mereka terbuka, maka akan terlihat sebuah tebasan pedang besar yang merobek dada mereka dan mungkin bisa membuat jantung mereka keluar dari tubuh.


"Cihh apa itu??!!" Asuka menggeram marah.


Empat prajurit tangguh dengan zirah super tebal di tembus begitu saja, namun tidak ada satupun bekas tebasan terlihat dari luar, mereka di mata Asuka hanya seperti langsung pingsan.


Irin menggeluarkan pedang sabit panjang yang sama lagi, pedang sabit dengan bilah silver yang sedikit berwarna ungu, senjata pencabut nyawa sepanjang dua meter lebih.


Pada akhirnya Irin hanya ingin mencoba seberapa jauh kekuatan Asuka ini, dengan begini meskipun di dalam zona anti sihir, dia masih bisa menggunakan sihir-sihir yang dia mau, namun hanya berpura-pura tidak bisa dan akan mencoba serangan pedang sebentar.


Asuka segera mengeluarkan senjatanya juga, satu pedang tipis yang cukup ringan namun sebenarnya pedang yang berkualitas, dan satu pistol flintlock biasa.


"Pistol? Cian! gunakan ini"


Sambil memberikan sabit pada Cian, dia melihat sebuah pedang di dalam kotak kaca yang seperti pajangan, dan memasukan tangannya menembus kaca dan mengambil pedang tersebut.


"Berani nya kamu menyentuh pedang suci itu! dasar penjahat kotor!!" teriak Asuka.


Tiga peluru keluar dengan sangat cepat tanpa jeda, menuju pada mereka bertiga, dan kemudian mereka segera menghindar, Irin berhasil menebas dua peluru dengan pedang yang di pegang nya.


Namun, yang membuat mereka harus berhati-hati adalah pistol ini bukanlah pistol flintlock biasa yang seperti milik kapten Jack sparrow yang ada di film-film bajak laut, ini adalah pistol flintlock dengan peluru sihir yang dapat menembus puluhan lapisan tembok.


"Kamu tidak bisa di ajak bernegosiasi yah, Hahahaha!" kata Cian sambil tertawa.


Dia segera menyerang Asuka dengan sabit kecepatan tinggi, sabit sepanjang dua meter di tahan dengan pedang sekecil itu, itu cukup kuat meskipun dua senjata yang berada di tangannya terlihat seperti pedang biasa dan pistol jadul.


TING!!


Ketika sabit nya dan pedang itu bertabrakan saling menahan, pistol di tangan kirinya di arahkan lagi sebagai perlawanan dan...


BANG!


Satu peluru yang seharusnya tepat mengenai nya di gagalkan oleh tebasan pedang Irin yang dengan cepat melaju untuk melindungi Cian dan menyerang balik lagi, Irin harus menyembunyikan semua kekuatan nya untuk bisa melawan lebih lama antara senjata dan senjata.


Irin dan Cian secara bersamaan menyerangnya dan dia menggunakan sebuah sihir pelindung untuk menahan serangan pedang mereka, pada akhirnya serangan saling bertabrakan dengan cepat.


Setiap ribuan serangan pedang hanya berlaku dalam sedetik, dengan sudah hampir satu menit pertandingan tanpa ada yang terluka.


Cian: "Heh...kamu lumayan juga!"


Asuka: "Lumayan? aku tidak butuh pujiam dari seorang lawan!"

__ADS_1


Dia kemudian menyerang lagi dengan tebasan cahaya silau yang membuat mata mereka tidak bisa melihat apa-apa sekilas. Dan peluru-peluru pistol itu segera mengenai Cian dan Irin, sampai menembus perut mereka.


"Hahahaha...bagaimana? apakah kalian menyerah sekarang? kalau sudah selesai aku akan segera memasukan mu kembali ke dalam kristal termasuk teman mu ini!"


Cian sebenarnya merasa kesakitan, karena kemampuan regenerasi nya sebenarnya tidak secepat Irin dan Akira yang pulih dalam beberapa detik atau sekejap, dia akan memulihkan tubuhnya yang terluka dalam hampir satu menit.


Terkecuali Irin yang sebenarnya sudah beregenerasi, namun menciptakan ilusi lagi pada pakaiannya sehingga tercipta darah dan lubang di perutnya, dia berakting hinnga tidak bisa terbangun.


Cian tidak tahu kalau dia sedang berakting, dan ingin membiarkan Cian menanganinya satu melawan satu, Cian tidak pernah merasa Anik atau ketakutan, justru dia tertawa dan tertawa lebih.


Irin tidak pernah tahu, bahwa Cian bersifat segila ini, bahkan rasa sakit itu, dia akan terus menerima nya dengan tawa itu, wanita ini, dia belum pernah melihat sifat asli dari temannya.


"Nah? sekarang apakah adil bagimu satu lawan satu denganku? hahahaha..."


"Kamu! penyihir sialan!"


Asuka merasa tidak nyaman karena merasa di remehkan, dia mulai semakin serius dan terbawa emosi dalam pertarungan, hasil dari emosi yang membuatnya sedikit kacau, sehinnga membuat serangan Cian mengenainya dan membuat baju nya agak robek.


"Sialan!"


Kemudian dari pistolnya, dia menarik pelatuk dengan bunyi yang berbeda, bukan sebuah peluru yang keluar, melainkan sebuah rantai sihir, tanpa Cian sadari, tubuhnya langsung terlilit keras oleh rantai ini, dan rantai yang terlilit di tubuhnya sebenarnya terhubung dari lubang pistol, namun rantai tadi di gabung dengan sihir yang membuatnya menjadi serangan tidak terlihat bagaikan tipuan.


Irin cukup menggagumi caranya bertarung, dia memiliki banyak teknik hebat dalam mencampurkan penggunaan senjata magis dan sihirnya sendiri.


Kemudian Rantai yang melilit Cian dan terhubung ke pistol di tariknya dengan cepat sehingga membuat Cian tertarik terbang ke arahnya.


Irin tahu, bahwa Cian dalam bahaya, ketika rantai menariknya dengan cepat, Asuka bersiap untuk menebas nya dengan kuat. Namun...


SHINGG!!


Satu tebasan kena, membuat seluruh rantai hancur terputus dan membuat garis besar pada tembok, bahkan kaca istana yang terkena efek tebasan nya segera pecah. Hal yang tidak dia harapkan adalah Cian yang terluka kena tebasan bukanlah tubuh asli.


"Aku disini!"


Cian sempat memutuskan roh nya dan tubuh trial ini untuk membuatnya segera bergerak bebas, Irin segera dengan cepat memahami apa yang di lakukan Cian dan dalam sekejap membuat tubuh baru untuknya.


Asuka: "Apa ini?!!!"


Namun dia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, dia segera menggunakan beberapa teknik andalannya.


"Magic bullet tingkat tiga! peluru waktu!!!"


DORR!!!


JRECKKKK!!!


"Arkghhhh....Apa ini?"


kata Cian dengan heran, rencananya gagal dan peluru mengenai nya, dia tidak tahu apa yang barusan mengenainya.


Irin: "Hah? apa yang?"


Asuka: "Hahahaha, kamu kalah!"


"Fushhh"

__ADS_1


Sambil meniup pistol nya yang berasap dan mulai tersenyum karena kemenangan nya.


Irin tidak menyangka teknik peluru sihir itu adalah peluru pembalikan waktu, namun dia masih tetap pada posisi tidurnya berpura-pura terluka dan sekarat.


__ADS_2