Her Private Life

Her Private Life
Two Maids


__ADS_3

Setelah memasuki istana Ratu sihir ini beberapa saat, mereka berjalan dengan melihat sebuah pintu yang seperti tertutup rapat dan tidak boleh di masuki oleh siapapun.


Yang mereka lihat dari luar adalah dua penjaga wanita cantik yang menunggu di sisi kanan dan kiri pintu ini dengan kostum pelayan yang mereka kenakan.


"Hei? kenapa itu terlihat beku?" Akira bertanya


Namun itu adalah dua wanita paling patuh pada Yuna di istana sejak dulu, mereka tidak pernah di bunuh ataupun disiksa, karena mereka tidak mau mengalami kematian tragis dari hukuman ratu sihir.


Jiwa mereka telah di tahan bersama kesadaran mereka. Tersisa mereka berdua yang jiwa dan kesadarannya masih ada disini, itu sudah ribuan tahun atau mungkin jutaan tahun lamanya mereka berdiri disini.


"Hah? tunggu dulu...berdiri selama ribuan atau jutaan tahun? kenapa mereka tidak mati tanpa makan dan minum? kenapa mereka tidak menua?"


Isami mencoba membuka mulutnya untuk bertanya, kemudian Irin menjawab


"Sejauh yang aku tahu, semua yang hidup sebagai pelayan di istana sihir ini semuanya akan memiliki wajah yang awet tidak pernah menua, umur mereka juga bisa sampai ribuan bahkan jutaan tahun jika mereka melayani ratu sihir ini, itulah kelebihannya, namun mereka tidak bisa hidup keluar dengan bebas"


Maka yang ingin keluar dengan bebas menikmati suasana lain akan di siksa, kepala mereka di putuskan dan saling di tukar dengan kepala orang lain.


Kemudian Irin mencoba menyentuh wajah kedua wanita berbaju pelayan tersebut, keduanya sudah bisu selama jutaan tahun hanya terbuka mata bagaikan sebuah patung hidup, namun Yuna sudah lama mati, mereka tidak memiliki perintah untuk di lakukan.


"Bolehkah aku menyentuh mereka juga?" tanya Akira


"Heh? untuk apa?"


"Hanya menyentuh"


"Tidak boleh!"


"Kenapa tidak boleh??"


"Aku curiga kamu akan menyentuh ke tempat yang tidak di harapkan!"


"Ahh, Irin memang benar...kamu tidak boleh menyentuhnya, Akira, kamu itu lelaki yang berpikiran miring"


"Hah? kenapa harus begitu??"


Ketika Irin menyentuh keduanya, sebuah kata keluar dari mulut mereka secara bersamaan


"Tolong kami"


"Tolong jiwa kami..."


"Tolong beri kami sebuah perintah"


Irin terkejut mereka bahkan tidak memiliki jiwa, atau mungkin jiwa mereka ada di suatu tempat di istana ini


Segera mereka harus membuka pintu di depan itu, dan cukup keras untuk di buka menggunakan kekuatan fisik, mau tidak mau harus menggunakan sihir untuk mendorongnya.


Pemandangan yang mereka lihat adalah sebuah karpet merah di tengah, dengan dua belas tiang di bagian kanan dan dua belas tiang juga di bagian kiri, menjulang ke atas sebagai ruang ratu yang besar tiang setinggi sepuluh meter berjajar searah menuju ke depan.


Di ujung karpet adalah sepuluh anak tangga untuk naik ke singgasana satu sihir, Kepala-kepala mayat yang di siksa bergantungan di atas langit-langit istana dengan darah mereka sebagai hiasan.


Yang membuat Airin terkejut adalah, istana ini tempat dimana dia pernah di beri Yuna sepotong ingatan-ingatan itu, dia melawan Yuna disini bahkan semua retakan nya sama, singgasana itu sama, itu dia! inilah istana ratu sihir itu.


"Akira... disinilah Yuna bertemu denganku"


"Bagaimana bisa kamu datang kesini?"


"Dia menarik ku masuk saat di apartemen ke dalam lubang hitam koridor"


"Lihat itu! sebuah cahaya kunang-kunang di dalam toples tiba-tiba bersinar"

__ADS_1


Cian segera mengambil toples berisi cahaya kunang-kunang itu, berwarna putih dan biru, itu bukan kunang-kunang, lebih tepatnya hanya sebuah cahaya. Kemudian Isami mulai bertanya lagi...


"Tidakkah itu berbahaya? kita harus berhati-hati disini, mungkinkah ada sebuah jebakan atau semacamnya"


"Jebakan? yang tersisa hanyalah dua wanita itu"


Kemudian Cian membuka toples kaca tersebut namun cahaya-cahaya tadi terbang dengan cepat menuju pada dua wanita di luar pintu tadi.


Semuanya segera mengejar kemana perginya kunang-kunang itu, ketika mereka kembali ke pintu masuk tadi, kedua wanita itu telah terjatuh di tanah, tetapi mereka sudah sadar! ternyata dua cahaya itu adalah jiwa dan kesadaran mereka yang masih tersisa di dalam toples dan berhasil di selamatkan.


"Kalian...baik-baik saja?" tanya Irin


"Iya sepertinya, tapi kepala kami sakit seperti sudah tertidur selama ribuan tahun, lalu kalian?? darimana?"


Keduanya mulai kebingungan melihat Irin dan yang lainnya seperti orang-orang yang tidak ada istana sebelumnya, lalu mereka mulai melihat bahwa sudah tidak ada penghuni istana lain selain mereka disini. Yang berambut biru mulai bertanya.


"Eh, maaf dimanakah ratu? apakah kalian melihatnya keluar tadi? kami harap kami tidak di hukum lagi"


Irin bertanya lagi


"Hah? ratu keluar? darimana? kami tidak melihatnya"


Rambut putih pun bertanya juga, tentang kenapa semua penghuni istana ini tidak ada


"Tunggu dulu...kamu ratu?"


Keduanya tiba-tiba bersujud ke tanah melihat Irin, ini membuat Irin merasa tak enak dan dia segera membuat mereka berdiri kembali


"Tidak, aku bukan ratu kalian...aku adalah seorang siswi sekolah menengah atas dari dunia lain"


"Tapi kamu sama seperti ratu kami...apa maksudnya ini?"


"Ratu kalian itu sudah mati" jawab Airin.


"Kamu? membunuhnya? kami benar-benar berterima kasih, lagipula menyelamatkan jiwa kami yang di sita oleh sang ratu"


Keduanya benar-benar berterima kasih pada Irin. Tiba-tiba yang berambut biru terkejut bahwa tangannya di pegang oleh orang lain, dan wajah nya dan rambutnya di sentuh oleh Akira, mereka tidak menyadari bahwa ada Akira disana.


"Ehh? mereka ini hidup dan sadar? kupikir hanya sebuah patung alat"


Ekspresi rambut biru : *~*


Cian: ರ_ರ


Irin: ರ_ರ


PLAKK...PLUKKK...PLAK!


Bukan sebuah barang lagi yang melayang, melainkan dua tangan dengan pukulan super tinggi yang dapat menghancurkan sebuah istana ini mengenai kepalanya.


"Dasar mesum!!" kata Irin.


"Hah? kukira mereka ini patung"


"Patung matamu? mereka sadar dan berbicara sejak cahaya-cahaya jiwa tadi kembali pada mereka"


"Begitukah? Ahh aku sangat minta maaf atas perlakuanku, ngomong-ngomong siapa nama kalian berdua?"


"Ah, benar juga kami belum menanyakan nama mereka"


Keduanya kemudian menjawab di mulai dari rambut putih yang menjawab lebih dulu dan memperkenalkan dirinya, kemudian giliran kedua adalah rambut biru.

__ADS_1


"Perkenalkan, namaku Sora Pearl, senang bertemu kalian karena telah menyelamatkan ku dari siksaan ini"


"Perkenalkan, aku Kiana Lazuli, umurku mungkin tujuh belas seingatku, senang bisa bertemu kalian, terima kasih sudah menyelamatkan kami"


"Sora...Kiana, yah...?"


"Lalu aku hanya ingin memberi tahu bahwa kalian itu buka tujuh belas tahun lagi"


"Hah? apa maksudnya itu?" Sora bertanya.


"Kalian sudah melayani ratu sejak ribuan atau jutaan tahun yang lalu, dan kalian telah tersadar sekarang, umur kalian adalah ribuan atau jutaan tahun kemungkinan"


Kedua nya terkejut bahwa mereka berumur panjang selama itu, itu lah yang di berikan oleh sang ratu kepada mereka, mereka akan cantik dan panjang umur selama nya.


Isami terkejut bahwa selain Akira yang berumur miliaran tahun, ternyata pelayan penyihir idolanya masih hidup, bahkan abadi karena sihir kecil saja.


Bagaimana bisa hanya sihir kecil dari sang ratu bisa membuat seseorang berumur panjang atau abadi? jika itu terjadi, mungkin dia bisa membangkitkan dirinya kapan saja jika dia mau.


"Lalu...kemana kalian akan pergi?"


Si rambut biru juga memegang kembali tangan Akira, membuat ekspresi Irin menjadi iri.


"Kami? sepertinya akan kembali ke dunia asal kami" jawab Akira.


"Tunggu dulu!! bagaimana denganku?" tanya Isami.


"Kamu? bagaimana jika kamu tetap berada di penjara saja di tempat sebelumnya?"


kata Cian.


"Tidak adakah keringanan untuk hukumanku? setidaknya aku tidak harus menghabiskan sisa hidupku duduk di sebuah ruangan sempit dan jelek itu!!"


"Tidak ada! kecuali kamu berhasil membantu kami menemukan rahasia Ratu sihir itu" jawab Irin.


Jadi selama Irin dan Akira membawa dia juga bersama mereka, dia akan aman dan di lindungi, sebaliknya jika terjadi pertarungan, dia akan membantu. Dengan begitu, ini lah cara agar dia tidak menikmati kehidupannya yang membosankan di dalam sel tahanan.


"Dan untuk Sora dan Kiana ini, bagaimana jika kalian tinggal bersama ku saja?"


"Ehhh??? Irin...kenapa sebanyak itu? apakah itu akan baik-baik saja?"


"Humm, jika mereka bersedia"


"Benarkah? lalu apa yang harus kami lakukan di rumahmu? membantu semua pekerjaan kalian?" tanya Kiana.


"Tidak, kalian bukan menjadi pelayan lagi, kalian teman kami sekarang...hiduplah bersama kami, dimana tidak ada siksaan kejam seperti ini"


"Serius kah? jika memang seperti itu kami benar-benar mau tinggal bersamamu"


"Aaa~ serius"


Keduanya memeluk Irin dengan sangat berterima kasih, kemudian Cian menyaut.


"Jangan lupa kalian menggantikan posisiku untuk mencuci piring, aku capek jika Irin harus menyuruhku cuci piring...Humphhh"


"Boleh saja kok"


Jadi, di sudahi dulu untuk sekarang, Irin harus membawa keduanya ke rumahnya untuk menenangkan mereka kembali jiwa mereka agar tidak sedikit depresi.


Gerbang pelangi kembali di ciptakan kali ini hanya dengan satu tunjukan tangannya, hanya dengan menunjuk ke arah yang dia mau, gerbang itu kembali tercipta di sana, sebagai gerbang pelangi yang kedua.


Semuanya mulai tertarik dengan cepat ke dalam, sehingga menyapu angin dan dedaunan pohon hingga beterbangan seperti badai, hanya dalam beberapa detik mereka terhisap ke dalam dan gerbang ikut menghilang berputar bersama mereka.

__ADS_1


Sementara jika mereka kembali, maka Isami berada bersama Akira tinggal dengan Akira. Akira sangat cepat memaafkannya karena baginya sebenarnya Isami ini awalnya orang yang kuat, namun tujuannya bodoh, maka dari itu, dia akan memberi tahu semua kepada Isami apa yang harus dia lakukan untuk memperbaiki kesalahannya, semenjak saat itu, dia menjadi teman dengan Akira, Cian, Irin, dan yang lainnya. Dia harus mengubah semua jalur pikiran aneh nya dan kembali ke pikiran yang benar.


__ADS_2