
Malam pun berlalu, berganti menjadi pagi.
"Irin...Irin...Irin...bangunlah!"
Irin pun tetap masih tertidur pulas meskipun sudah di bangunkan. Lalu Cian membuat sebuah ancaman kecil.
"Aku merekam mu saat ngiler lho, ahahahaha"
Segera, Irin pun tersadar dengan sangat cepat, mencoba agar hal itu tidak terjadi.
"Ihhhh!" Bangun dengan sedikit marah.
"Hoh? kenapa wajahmu marah begitu? kamu seharusnya sudah bangun lho, kamu terlalu sibuk begadang tadi malam"
Dia mulai berjalan ke kamar mandi seperti orang yang sedang tidur. Mulai membasuh wajahnya dan menggosok gigi itu sekalian dengan mandi.
Sementara itu, Cian yang sedang melihat ponsel nya bersamaan dengan TV menerima beberapa berita, salah satu nya adalah yang paling menggemparkan dimana berita sebuah pembunuhan lima belas orang yang di lakukan oleh satu orang. Berita ini di siarkan di TV dan kejadiannya adalah tadi malam. Di saat itu juga beberapa akun sosial media memposting video tersebut dari hasil rekaman ulang kamera yang ada di sekitar, tempat itu adalah tempat para gangster yang sebelumnya pernah menghadang mereka bertiga, kelima belas mayat ini semuanya di bunuh, bukan di bunuh secara biasa, publik akan heboh karena melihat bahwa pembunuh memiliki kekuatan super untuk menggerakkan benda-benda.
Terekam ketika dia bahkan menggerakkan tangannya dan menggangkat sebuah tempat sampah yang sangat besar untuk di lemparkan pada para gangster tersebut. gerakannya cukup cepat, hingga kamera sulit melihatnya, yang terlihat sedikit jelas adalah pedang yang keluar dari tangannya dan membuat cahaya besar berwarna merah, hingga menembus semua para gangster tersebut. Sebuah pembunuhan dengan kekuatan supernatural yang pertama kalinya muncul dan membuat heboh publik.
Kemudian Irin yang selesai mandi, mendekati Cian yang berada di kursi ruang bersantai tersebut sambil menonton TV kemudian bertanya.
"Apa yang terjadi?"
"Irin! lihatlah pembunuhan yang di lakukan orang ini! ini bukan orang biasa, dan dia membunuh semua gangster yang pernah menahan kita sebelumnya"
Irin segera melihat ke arah TV dan kemudian melihat video dari ponsel yang di perlihatkan Cian.
"Ini! ini adalah orang yang menyerang ku sebelumnya di sekolah, apa yang dia lakukan?"
"Hah? orang ini? apakah kamu benar-benar yakin?"
"Sangat-sangat yakin, topeng itu...aku mengingatnya dengan jelas, dia sebelumnya berada di sekolah yang sama dengan kita"
"Kalau begitu, berarti orang ini adalah salah satu anak di sekolah kita yang memiliki kekuatan seperti kita?"
"Hmmm, mungkin seperti itu"
Diwaktu yang sama, Akira yang sedang makan sambil menggangkat kedua kakinya sambil bermalasan-malasan di rumahnya juga sedang melihat berita ini sekarang hingga membuatnya tercengang, karena itu seperti topeng yang menyerang Irin sebelumnya di sekolah, meskipun belum melihatnya secara langsung, dia bisa langsung cepat menganalisa seperti apa jenis topeng yang di ceritakan irin tersebut.
"Orang ini! darimana asalnya? berapa banyak lagi manusia yang menyembunyikan kekuatan sihir nya?"
__ADS_1
"Atau jangan-jangan raja iblis itu juga masih hidup dan berpura-pura menjadi manusia di sini?"
Meskipun pertanyaan dalam pikirannya agak aneh, tapi kemungkinan itu bisa saja terjadi.
Beberapa saat kemudian, ponsel bergetar.
DING!
Sebuah pesan yang tidak di arsipkan masuk, pesan grup pemuja dirinya di arsipkan hingga tidak akan ada bunyi getaran pesan setiap detik, namun yang ini berbunyi. Dan dia segera memeriksa pesan chat nya, itu adalah pesan yang dikirim oleh Isami.
"Akira, kamu juga sudah melihat berita yang sedang heboh saat ini bukan?"
Kemudian Akira membalas lagi
"Hmm, yahh kenapa ada orang yang memiliki kekuatan seperti itu?"
Akira berpura-pura bertanya seperti itu, bertingkah layaknya orang biasa yang juga memikirkan berita yang sedang heboh.
"*Entahlah, sepertinya orang jahat selain para gangster mulai menunjukkan dirinya"
"Jadi begitu...kamu juga berhati-hati lah, jangan berjalan sendirian di tengah malam seperti itu"
"Iyah*"
BEEEP...BEEEPP...
"Siapa ini?"
Kemudian Akira mengabaikan panggilan tersebut, namun panggilan masuk lagi untuk kedua kalinya, dan kali ini dia akan menggangkat nya.
"Halo...siapa ini? ada yang bisa kubantu?"
Kemudian suara terdengar dari ujung telepon dengan suara yang pelan.
"Akira ya?"
"Ahh, benar ada apa? siapa disana?"
"Tidak, bukan siapa-siapa, aku hanya ingin bertanya sesuatu, bagaimana menurutmu dengan berita pembunuhan yang ada"
"Iya, aku sudah melihatnya, seorang pembunuh yang menggunakan kekuatan sihir"
__ADS_1
"Ya! benar sekali...itu adalah aku, apakah dia sudah menceritakan beberapa sosok ku padamu?"
"Dia? dia siapa?"
"Hisoka Yuna....tidak, Airin, aku tahu Irin sudah menceritakan tentang orang bertopeng yang menyerangnya sebelumnya, itu juga aku"
Akira terkejut sedikit, kenapa orang ini salah menyebutkan nama di awal, terlebih lagi...dia menyebutkan nama Yuna.
"Apa yang kamu mau?!"
"apa yang aku mau? mungkin cobalah dirimu untuk tidak mendekati Irin, jika kamu tidak akan mengalami nasib yang sama dengan orang-orang yang kubunuh! kihihihihi...."
Suaranya tidak pelan, itu seperti suara dengan nada yang cukup cepat, sedikit keras dan mengancam. Telepon pun di tutup.
Akira mulai tersenyum
"jadi begitu?aku memiliki satu orang saingan untuk memiliki Irin sekarang... cukup menarik"
Bagi Akira, tidak akan sulit menemukan orang ini selama dia masih berada di dunia yang sama, terlebih lagi, mereka hanya berada di sekolah yang sama.
Akira segera keluar dari rumahnya, berjalan mencari sebuah angin untuk menenangkan dirinya, hanya karena ancaman ini membuatnya menjadi panas dan emosi lagi.
Untung saja si hantu misterius itu menyegel matanya untuk tidak menimbulkan bencana, Akira terkadang berpikir apakah Alsian itu orang yang baik atau jahat.
Sementara berjalan setelah dia lama berkeliling di luar dan dalam perjalanan kembali kerumahnya, sebuah cahaya merah melaju dengan sangat cepat seperti sebuah cahaya yang hampir mengenainya dengan jarak lima mili dan dengan cepat mengindari serangan tersebut. Itu sangat cepat, hampir saja mengenai dirinya, bahkan cahaya kecil merah yang meleset tersebut mengenai beberapa pohon dan meledak.
Setelah beberapa saat mengindari serangan kecil itu, dia segera merasa ada yang tidak beres, sebuah rumput menghitam dan membuka ke dalam tanah untuk menariknya ke ruang lain.
"apa ini? ruang lain? menarikku?"
tiba-tiba terlintas di pikirannya jika dia akan segera bertarung dengan orang yang dia tidak tahu siapa itu, maka inilah kesempatan yang dia tunggu jika itu adalah ruangan di luar realita.
Akira segera membuka telapak tangannya dan tiba-tiba memindahkan Cian bersama nya, sebelumnya dia sudah membuat kontrak sihir dengan Cian untuk bisa memanggil Cian kapanpun yang dia mau dalam sekejap, bahkan Cian pun begitu, disaat mereka saling membutuhkan mereka akan menggunakan pemanggilan ini untuk berpindah ke orang yang memanggilnya dalam sekejap.
"Hah? apa ini?"
Cian terkejut, Akira mengambilnya terlalu cepat, tangannya yang tadinya memegang ponsel tiba-tiba berada di genggaman tangan Akira.
Irin pun terkejut dengan Cian yang menghilang secara tiba-tiba, dia tidak pernah tahu bahwa Akira dan Cian melakukan kontak sihir pemanggilan seperti itu.
"Heh? kemana dia? menghilang dalam sekejap, ponselnya terjatuh ke tempat duduk"
__ADS_1
Namun Irin terlambat, saat akan melakukan pencarian lokasi Cian berada, napas Cian yang dirasakannya sudah menghilang dari dunia.